LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 35 PERSIAPAN


__ADS_3

Cukup lama mereka bertiga berdiskusi di ruang ini. Tidak jarang juga perdebatan yang cukup sengit terjadi di tempat ini. Sebab, Putri Mao Shizi ternyata memiliki kepandaian yang sangat luar biasa dalam mengatur strategi. Tapi, strategi yang dia rencanakan ini ternyata berbeda dengan strategi yang di inginkan Heilong.


Dan yang lebih membuat suasana di tempat ini menjadi semakin tidak nyaman adalah mereka berdua ternyata sama-sama keras kepala dan bersikeras untuk menerapkan strategi masing-masing.


“Rencana yang sudah aku susun ini lebih aman daripada rencana yang kau miliki karena kita akan melewati jalan bawah tanah yang langsung menuju ke Kerajaan Banteng Api. Dengan begitu kita berdua bisa sampai di tempat itu dengan selamat. Pastinya waktu yang kita butuhkan untuk menuju ke Kerajaan Banteng Api juga akan menjadi semakin cepat.”


“Rencana yang kau buat memang sangat aman dan mempersingkat waktu perjalanan kita. Tapi, rencana ini juga tidak terlalu efektif. Sebab, kita tidak tahu bagaimana keadaan di atas dan apa saja yang dilakukan oleh prajurit penjaga di sekitar sana. Bisa saja prajurit dari Kerajaan Banteng Api akan menyergap kita begitu kita keluar dari jalan bawah tanah itu.”


“Apa kau pikir aku sebodoh dirimu yang membuat rencana asal-asalan. Asal kamu tahu sebelum aku membuat rencana ini, aku sudah memerintahkan beberapa mata-mata di sekitar pintu keluar jalan rahasia itu dan memastikan agar tidak ada yang mendekati tempat itu dengan radius satu kilometer. Jadi, tidak akan mungkin ada prajurit dari Kerajaan Banteng Api di sekitar tempat itu.”


“Itu kan menurut teorimu saja. Bisa saja tempat itu sudah diketahui oleh mata-mata dari Kerajaan Banteng Api dan mereka semua bersembunyi di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh mata-mata yang kau perintahkan untuk menjaga tempat itu karena mereka lebih mengenal tempat itu dari pada mata-mata yang kau kirim.”


“Terserah apa yang kau bicarakan. Pokoknya kita harus pergi ke sana Kerajaan Banteng Api dengan menggunakan strategi milikku karena aku juga harus memastikan keamananmu.”


“Aku sama sekali tidak membutuhkan perlindungan dari seorang wanita. Aku akan tetap masuk ke Kerajaan Banteng Api melewati jalan setapak dengan cara menyamar agar aku bisa mendapatkan beberapa informasi penting yang bisa membantuku untuk mengalahkan Raja Banteng Api.”


Perdebatan antara Heilong dan Putri Mao Shizi semakin lama menjadi semakin sengit karena tidak ada yang ingin mengalah diantara mereka.


Raja Singa Bulu Emas akhirnya akhirnya ikut bicara sebelum terjadi pertengkaran yang tidak berarti di antara mereka.


“Sebenarnya besok adalah waktu untuk mengirimkan upeti ke Kerajaan Banteng Api. Dan pengantar upeti itu bebas masuk ke wilayah Kerajaan Banteng Api tanpa harus melakukan penyamaran karena mereka akan membawa sebuah medali khusus yang diberikan oleh Raja Banteng Api.”

__ADS_1


“Upeti?! Apakah selama ini Kerajaan Singa Bulu Emas telah dijajah oleh Kerajaan Banteng Api?” tanya Heilong menetap tajam ke arah Raja Singa Bulu Emas.


“Bukan dijajah tapi ini adalah kesepakatan yang telah aku buat dengan Raja Banteng Api agar dia menyerang para penduduk yang tinggal di sekitar wilayah perbatasan. Lagipula upeti itu berupa sayur-sayuran dan buah-buahan yang selama ini memang tidak pernah kami konsumsi karena penduduk Kerajaan Singa Bulu Emas semuanya adalah pemakan daging,” jawab Raja Singa Bulu Emas.


“Lalu kenapa kalian ingin menyerang Kerajaan Banteng Api jika telah membuat sebuah kesepakatan. Apa jangan-jangan kalian ingin melanggar kesepakatan itu? Jika itu yang terjadi, maka aku tidak ingin membantu kalian,” ucap Heilong sedikit geram karena merasa dirinya telah di tipu.


“Kami tidak pernah melanggar kesepakatan dan selalu mengirimkan upeti yang mereka minta secara rutin dan tepat waktu. Tapi, jumlah upeti yang mereka minta semakin hari menjadi semakin banyak dan membuat rakyat kami menjadi semakin kesulitan untuk memenuhinya karena mereka tidak membayar sepeserpun dari kelebihan sayuran yang mereka minta. Sedangkan kami membutuhkan biaya yang cukup besar untuk merawat sayur dan buah-buahan itu sampai bisa dipanen.”


Putri Mao Shizi langsung membalas ucapan Heilong dengan nada kesal karena amarahnya sejak perdebatan pertama tadi belum juga reda, tapi Heilong sudah membuatnya kembali kesal dengan ucapannya yang meragukan Ayahnya.


“Jika begitu, berarti Raja Banteng Api memang pantas untuk diberi pelajaran. Banteng sialan itu ternyata sangat rakus dan tidak memiliki rasa belas kasihan. Apakah dia tidak tahu bahwa dibutuhkan pupuk dengan kwalitas yang sangat baik agar semua sayur dan buah-buahan itu bisa tumbuh dengan subur? Dan harga pupuk itu pastinya tidak murah,” ucap Heilong dengan mengepalkan kedua tangannya.


“Seharusnya dia tahu lebih baik dari kita karena sebelum menjadi seorang Raja, Raja Banteng Api adalah seorang petani di wilayah Tanah Merah,” jawab Raja Singa Bulu Emas.


Raja Singa Bulu Emas langsung menunjuk peta itu dengan tangan kanannya dan menunjukkan pada Heilong rute yang akan dilalui oleh si pengantar upeti. Dan ternyata, jalan yang harus mereka lewati adalah jalan khusus yang langsung mengarah ke dapur Istana Kerajaan Banteng Api.


“Benar-benar sangat bagus. Dengan kemampuan yang aku miliki, aku bisa membuatkan makanan istimewa untuk Raja Banteng Api sebelum aku bertarung melawannya,” ucap Heilong menyeringai, sepertinya di dalam pikirannya sudah tersusun sebuah rencana licik untuk mengalahkan Raja Banteng Api dengan mudah.


“Kalau begitu sudah diputuskan bahwa kita akan masuk ke Kerajaan Banteng Api dengan menggunakan rencana yang dimiliki Ayahku. Aku akan kembali ke kamarku sekarang karena aku harus menyiapkan pakaian yang akan aku gunakan untuk menyamar besok.”


Putri Mao Shizi langsung meninggalkan ruangan itu karena sebenarnya dia masih sangat kesal pada Heilong.

__ADS_1


Setelah Putri Mao Shizi meninggalkan ruangan ini, Heilong langsung bertanya pada Raja Singa Bulu Emas. “Apakah anda mengijinkan Putri anda ikut denganku ke Kerajaan Banteng Api? Sebab, wajah yang dimiliki Putri anda itu terlalu cantik dan dapat menarik perhatian.”


“Putriku sudah terbiasa melakukan penyamaran. Kau bahkan tidak akan bisa mengenali wajahnya setelah dia menggunakan kemampuan penyamaran yang dia miliki. Jika kau tidak percaya, kau bisa melihatnya sendiri besok.”


Raja Singa Bulu Emas segera memanggil seorang pelayan dan memintanya untuk mengantar Heilong menuju ke kamarnya untuk pergi beristirahat.


**


Pagi telah tiba.


Beberapa koki Istana sudah menyiapkan beberapa sayuran dan buah-bahan yang akan dikirim ke Kerajaan Banteng Api. Semua sayur dan buah-buahan yang akan mereka kirim adalah hasil panen dengan kwalitas terbaik. Sebab, Raja Banteng Api akan mengenakan sebuah sanksi yang berupa denda jika ada beberapa sayur dan buah-buahan yang rusak. Meskipun kerusakan itu terjadi selama perjalanan.


Heilong juga ada di sana, dia sedang membantu kepala koki yang memeriksa semua sayur-sayuran dan buah-buah sebelum dimasukkan ke dalam gerobak kayu yang sangat besar dan ditarik oleh sepuluh ekor singa.


“Berapa banyak lagi buah-buahan yang harus aku periksa?” tanya Heilong pada kepala koki.


“Tidak ada. Semuanya buah dan sayur-sayuran yang akan kita kirim sudah anda periksa semuanya,” jawab kepala koki.


“Kalau begitu kita bisa berangkat sekarang,” sahut seorang wanita.


Tiba-tiba ada seorang pelayan wanita yang berjalan mendekati Heilong dan kepala koki.

__ADS_1


Heilong belum pernah melihat pelayan wanita ini sebelumnya, padahal semua pelayan seharusnya sudah berada di tempat ini begitu matahari terbit.



__ADS_2