LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 187 JEBAKAN


__ADS_3

Heilong berjalan dengan sangat hati-hati ketika memasuki ruangan ke-tiga dari Goa Api dan Es ini. Sebab, selain suhu udaranya yang sangat dingin hingga dapat menimbulkan Ilusi, di dalam ruangan ini seperti menyimpan banyak sekali jebakan.


Berbeda dengan ruangan pertama yang hanya berbentuk seperti sebuah lorong ataupun ruang ke-dua yang hanya berupa sebuah ruangan yang sangat luas. Ruang ke-tiga ini adalah gabungan dari ke-dua ruangan yang sebelumnya.


Saat ini Heilong berada di dalam sebuah ruangan yang sangat luar dengan suhu udara yang sangat dingin hingga menusuk ke tulang bagaikan sebuah neraka es. Di depan matanya terdapat beberapa lorong yang tak terlihat ujungnya.


Sulit bagi Heilong untuk menemukan mana jalan yang menuju ke Tambang Batu Es Khayalan karena semua lorong ini terlihat sama. Bahkan energi alam yang ada di masing-masing lorong juga tidak memiliki perbedaan sedikitpun.


'Kemana aku harus pergi? Aku sama sekali tidak memiliki petunjuk tentang bagian dalam Goa Api dan Es. Dan … Jejak yang ditinggalkan oleh burung phoenix api juga sama sekali tak terlihat di tempat ini. Apakah api yang dimiliki oleh sosok phoenix api itu tidak mampu menahan kekuatan hawa dingin yang ada di tempat ini?' Heilong bergumam dalam hati sambil mengamati setiap bagian lorong dengan detail. Mungkin saja ia dapat menemukan sedikit perbedaan dari lorong ini.


Akhirnya, Heilong menemukan ada sedikit perbedaan pada lorong yang ada di ujung kanan. Entah kenapa aliran energi alam yang ada di lorong itu tidak mengarah masuk ke dalam melainkan ke arah luar.


Tanpa membuang banyak waktu lagi, Heilong segera berjalan memasuki lorong itu dengan tubuh yang masih diselimuti dengan aura energi api.


Walaupun sedikit ragu, Heilong tetap memutuskan untuk melanjutkan perjalanan karena instingnya mengatakan bahwa lorong ini adalah jalan yang benar. Dan setiap kali ia melangkah semakin jauh, maka energi alam yang ada di sekitarnya akan menjadi jauh lebih murni. Hal inilah yang menguatkan dugaannya bahwa jalan yang ia pilih sudah tepat.


Heilong juga teringat dengan ucapan Casbah bahwa Tambang Batu Es Khayalan ini sebenarnya adalah makam dari Burung Phoenix. Jadi, energi alam yang ada di dalam Makam itu seharusnya jauh lebih murni dan lebih kuat karena phoenix termasuk dalam Ras Divine Beast.


Saat semakin jauh melangkah, Heilong tiba-tiba dihadang oleh kemunculan sebuah kabut yang sangat tebal dan membuatnya penglihatannya menjadi terganggu.


Untungnya kemampuan panca inderanya yang lain telah mengalami peningkatan. Indera pendengaran dan penciuman yang ia miliki bahkan lebih kuat dari seekor Beast pemburu yang selalu mencari mangsa dalam kegelapan.

__ADS_1


“Tidak salah lagi, kabut ini adalah sebuah Ilusi. Aku harus menemukan benda yang mengendalikan Ilusi agar aku bisa menghancurkannya.”


Heilong sangat yakin bahwa kabut ini adalah sebuah Ilusi karena setelah kabut itu menghilang, tempat yang ada di sekitarnya langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Sebuah lorong dengan semua dinding yang di ditutupi oleh lapisan es yang sangat tebal, seketika berubah menjadi hamparan rerumputan yang sangat luas saat kabut itu menghilang.


Namun, ada sesuatu yang menarik perhatian Heilong di dalam Dunia Ilusi ini yaitu keberadaan dua buah istana yang sangat megah. Istana itu bagaikan istana tempat tinggal para Divine Beast. Namun, setiap istana memiliki ciri khas masing-masing.


Istana yang ada di sebelah kanan terlihat sangat indah karena terbuat dari kristal es yang sangat kokoh dan tak akan pernah mencair walaupun dibakar oleh sinar matahari selama ribuan tahun.


Sedangkan istana yang ada di sebelah kiri tampak sangat menyeramkan karena tenggelam di dalam kobaran api yang sangat panas bahkan Heilong bisa merasa hawa panas itu dari tempat ia berdiri saat ini padahal jaraknya lebih dari 10 kilometer.


Swing ... Swing ... Swing …


Ratusan anak panah tiba-tiba menyerang ke arah Heilong saat semua pikirannya terfokus pada ke-dua istana itu. Ia segera menghindari semua anak panah itu dengan jurus tarian menembus langit.


Heilong bisa melihat bahwa di ujung setiap anak panah terdapat sebuah racun yang sangat aneh dan mematikan karena saat anak panah itu menancap di atas permukaan tanah, semua rerumputan yang ada di sekitarnya langsung berubah menjadi hitam dan akhirnya layu.


Swing ... Swing ... Swing …


Ratusan anak panah kembali muncul dan menyerang Heilong. Kali ini Heilong tidak menghindar tapi menyerang semua anak panah itu dan menghancurkannya hingga menjadi abu dengan kekuatan dari tinju api unicorn miliknya.


Heilong tetap waspada ia telah berhasil menghancurkan lebih dari lima ratus anak panah yang menyerang ke arahnya karena ia merasa bahwa semua anak panah ini hanyalah sebuah awal dari jebakan yang sesungguhnya.

__ADS_1


Dan … Tebakan Heilong ternyata benar. Setelah ia berhasil menghancurkan semua anak panah itu. Ribuan tombak es langsung muncul dari segala arah dan mengarah ke arahnya.


“Sial! Semua jebakan ini seperti tidak ada habisnya. Aku terpaksa harus menggunakan kekuatan elemen api dengan kekuatan penuh.”


Heilong langsung meledak semua energi api yang ada di dalam dantiannya dan membuat tubuhnya seakan-akan terbenam dalam kobaran api yang secerah matahari.


Ia lalu berputar-putar di tempat ia berdiri dengan menggunakan bantuan jurus tarian menembus langit agar kecepatan putarannya menjadi semakin kuat.


...“Amukan Badai Api.”...


Sebuah badai api raksasa muncul di sekitar Heilong dan akhirnya membentuk sebuah pusaran angin tornado mengikuti arah putaran tubuh Heilong.


Pusaran angin tornado ini menelan dan menghancurkan semua tombak-tombak es yang berusaha mendekati Heilong.


Akan tetapi, tombak-tombak malah menjadi semakin bertambah banyak setiap kali dihancurkan Heilong.


“Aku harus mencari dimana kendali dari teknik ilusi ini karena aku juga tidak tahu sampai seberapa lama Qi yang ada di dalam dantiannya bisa bertahan.”


Heilong sebenarnya belum benar-benar pulih dari pertempuran terakhirnya melawan Jenderal Iblis Bai Long. Ia seharusnya harus menjalani meditasi selama beberapa waktu untuk memulihkan cadangan Qi yang ada di dalam dantian.


...“Amukan Badai Racun Api.”...

__ADS_1


Ribuan pedang api seketika melesat dari dalam pusaran angin tornado api saat Heilong menambah kekuatan api yang memancar dari tubuhnya. Semua pedang-pedang api langsung menyerang semua tombak-tombak es dan membuatnya mencair.


Heilong segera memanfaatkan kesempatan ini untuk keluar dari pusaran tornado api dan menyisir setiap jengkal tanah yang ada di dalam dunia. Ia berusaha keras mencari benda yang telah mengendalikan semua Ilusi yang ada di tempat ini.


__ADS_2