LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 102 KUTUKAN LI ZEN


__ADS_3

Seketika itu juga Heilong langsung teringat dengan kemampuan unik yang dimiliki oleh Chariva dan menjadi sedikit lebih santai.


Kemampuan Chariva dalam mengendalikan pikiran seseorang memang memungkinkan untuk membawa dirinya memasuki dunia pikiran orang itu.


Setelah menenangkan diri sejenak, Heilong lalu melangkah di atas permukaan air dengan jurus tarian menembus langit.


Gerakan langkahnya yang sangat cepat ini membuatnya seakan-akan berjalan di atas permukaan air.


Tidak butuh waktu lama, Heilong sudah berada di tengah-tengah danau dan berpijak para bebatuan yang mengelilingi bunga teratai asal kehidupan seperti sebuah pagar.


Tekanan energi es dan air yang sangat kuat langsung menyembur dari bunga teratai asal kehidupan dan hampir menghempaskan tubuh Heilong untungnya Heilong segera mengeluarkan pedang penjaga surga dan lalu menancapkannya pada sebuah batu agar pegangannya menjadi lebih kuat.


Ini adalah kekuatan khusus yang diberikan oleh Sang Pencipta pada bunga teratai asal kehidupan agar tanaman itu bisa melindungi dirinya sendiri dan bertahan dari seleksi alam yang sangat kejam.


Setiap tanaman yang sangat langka, pasti memiliki perlindungan dirinya masing-masing agar tanaman itu tidak punah. Semakin langka tanaman itu, maka kekuatan perlindungan dirinya akan menjadi semakin kuat. Itulah sebabnya tanaman obat yang langka tidak mudah didapat meskipun terkadang seseorang mengetahui lokasi tanaman itu.


Heilong lalu menyelimuti tubuhnya dengan aura energi api untuk menahan hawa dingin dari aura energi es menyelimuti bunga teratai itu.


Namun …


“Hentikan …!! Apakah kau ingin membakar bunga teratai asal kehidupan itu hingga berubah menjadi abu?”


Li Zen tiba-tiba menghentikan Heilong padahal tangan kanannya sudah hampir menyentuh bunga teratai. Kita-kira hanya kurang dua jengkal saja maka teratai asal kehidupan itu akan berada di dalam genggaman tangannya.


“Aura energi api yang kugunakan ini hanyalah berfungsi untuk menahan hawa dingin. Jadi aku sudah mengaturnya agar menjadi selemah mungkin. Mana mungkin api yang selemah ini akan mampu menghanguskan bunga teratai asal kehidupan yang dilindungi dengan aura energi air dan aura energi es?”

__ADS_1


Heilong yang tidak mengerti kenapa Li Zen tiba-tiba menghentikannya saat apa yang dia inginkan tinggal sedikit lagi bisa dia gapai, langsung memprotes Li Zen.


“Kutukan,” jawab Li Zen singkat.


“Kutukan?!” Heilong mengulang ucapan Li Zen dengan raut wajah bingung.


“Karena kekuatannya yang sangat istimewa, maka salah seorang dewa memberikan sebuah kutukan pada teratai asal kehidupan untuk menjaga keseimbangan alam. Bunga itu akan langsung menjadi abu jika tersentuh oleh api karena itu jumlah teratai asal kehidupan ini sangat sedikit dan hanya bisa tumbuh di tempat yang dingin,” jelas Li Zen.


“Kenapa Dewa itu terdengar begitu kejam ya?! Apakah dia sama sekali tidak takut kalau semua teratai asal kehidupan yang ada di seluruh alam semesta ini akan punah?” balas Heilong menatap langit.


“Aura energi es dan energi air yang melindungi bunga teratai hitam itu adalah berkah yang diberikan oleh Dewa tersebut setelah dia menyadari kesalahannya saat melihat banyak sekali bunga teratai asal kehidupan yang mati di seluruh alam semesta.” Li Zen mengerutkan kening seperti merasakan rasa sakit.


“Lalu bagaimana keadaan Dewa itu? Apakah dia langsung terbebas dari segala macam hukuman setelah meminta maaf dan memberikan kompensasi berupa berkah perlindungan diri pada teratai asal kehidupan?” tanya Heilong memburu dengan mata berapi-api karena semakin penasaran.


Heilong langsung menatap Li Zen dengan curiga sambil memiringkan kepalanya. “Kenapa Guru sepertinya sangat dekat sekali dengan Dewa itu? Guru juga sampai tahu jika Dewa itu masih menjalani hukumnya sampai sekarang. Padahal Guru baru saja terbangun dari tidur panjang dan selalu tinggal di dalam pedang penjaga surga.”


“Karena dewa itu adalah Aku.”


Jawaban Li Zen langsung membuat Heilong sangat terkejut hingga dia hampir saja terjatuh dari ke danau.


“A—Apakah Guru serius …??” suara Heilong sampai bergetar karena terkejut.


“Semua yang aku katakan adalah Benar. Dewa yang telah mengutuk bunga teratai asal kehidupan adalah Aku.”


Li Zen lalu menceritakan pengalaman hidupnya para Heilong serta hukuman dan kutukan seperti apa yang dia jalani sampai saat ini.

__ADS_1


“Ternyata wujud roh senjata Guru ini adalah kutukan yang harus Guru terima.”


“Memang benar. Jika bukan karena kutukan, mana mungkin aku akan mau menerima wujudku diubah menjadi sebuah roh senjata dan aku juga harus meninggalkan semua status serta kekayaanku di alam dewa sebagai hukuman. Baiklah sekarang kita kembali lagi ke urusanmu dengan bunga teratai asal kehidupan.”


Li Zen segera mengakhiri ceritanya karena dia tidak ingin berlama-lama membahas tentang masa lalu.


“Benar juga, aku hampir saja melupakan tentang hal ini. Guru sudah sangat familiar dengan teratai asal kehidupan ini. Jadi Guru seharusnya tahu bagaimana cara memetik bunga teratai asal kehidupan ini tanpa merusaknya.” Heilong merasa sedikit beban di kepalanya mulai terangkat.


“Itu mudah sekali. Kau hanya perlu meminta bantuan pada pemilik dari bunga teratai asal kehidupan untuk mengambilkannya untukmu.” Li Zen kembali menjawab dengan menyisakan sebuah misteri.


“Tidak ada siapapun di tempat ini selain kita berempat. Jadi siapa pemilik dari tempat ini?” balas Heilong.


Li Zen menetap tajam mata Heilong. “Apa kau yakin jika tidak ada yang memiliki pulau ini? Jangan-jangan kau juga berpikir jika tanaman obat yang telah ditata serapi ini berdasarkan jenis dan kelangkaannya adalah sesuatu yang tubuh liar dengan sendirinya. Pemikiranmu itu terlalu naif.”


Heilong masih tetap teguh pada pendiriannya jika semua tanaman obat yang ada di pulau ini tumbuh secara liar karena sebelumnya dia telah memeriksa area sekitar pulau ini bersama Casbah dan memastikan jika tidak ada hawa kehidupan lain selain mereka di tempat ini.


“Kau jangan terlalu keras nemarahi muridmu seperti itu karena memang aku sendiri yang tidak ingin menunjukkan kehadiranku kepada semua orang. Kemampuan yang dia miliki tidak akan mampu untuk menemukan keberadaanku jika aku tidak menghendakinya.”


Suara seorang wanita tiba-tiba terdengar dari dasar danau ini. Diikuti dengan kemunculan beberapa samburan air mancur di sekitar bunga teratai asal kehidupan.


Semua air mancur itu lalu bergerak dan bertemu di satu titik dan berubah wujud menjadi seorang wanita yang sangat cantik.


###############################


Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.

__ADS_1


__ADS_2