
“Pria itu sepertinya tidak terlalu kuat dan tingkat kultivasi miliknya masih berada di Lapis Grand Emperor. Bagaimana Divine Beast Zaha bisa mempercayakan tugas untuk mendamaikan antara Kerajaan Singa Bulu Emas dan Kerajaan Banteng Api pada pria seperti itu?”
Putri Mao Shizi agak pesimis ketika melihat Heilong untuk pertama kali. Sebab, tingkat kultivasi yang dimiliki oleh Heilong masihlah sangat kurang untuk bisa melakukan tugas sebesar ini.
Tapi, Putri Mao Shizi tetap berusaha percaya pada semua ucapan Divine Beast Zaha dan tidak berani meninggalkan Heilong karena dia telah membuat kesepakatan dengan Divine Beast Zaha.
Terlebih lagi Divine Beast Zaha telah membantu meningkatkan tingkat kultivasi miliknya dengan sangat cepat sehingga kekuatan yang dia miliki saat ini bisa disejajarkan dengan kekuatan yang dimiliki oleh Ayahnya.
“Mungkin ada suatu rahasia pada tubuh pria itu yang hanya bisa dilihat oleh Divine Beast Zaha. Lebih baik aku jalankan saja tugas yang telah diberikan Divine Beast Zaha padaku, mungkin saja kelak aku bisa melihat rahasia yang ada di dalam tubuh Pria ini.”
Putri Mao Shizi kemudian duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Heilong sambil menunggu sampai dia sadar. Dia memilih untuk membuang semua prasangka buruk pada kekuatan Heilong dan memilih percaya pada ucapan Divine Beast Zaha.
**
“Roar …”
Seekor Naga yang sangat besar tiba-tiba muncul di atas langit Tanah Hijau dan mengguncang seluruh daratan yang ada di sana.
Guncangan ini bahkan sampai menggetarkan Istana Divine Beast Aurora yang berada di laut di bawah Tanah Hijau.
Tapi, tidak ada siapapun penghuni Tanah Hijau ini yang berani menyerang Naga Raksasa itu untuk menghentikan perbuatannya yang sangat merusak ini.
Termasuk Ratu Nisaka yang merupakan siluman ular penguasa daratan Tanah Hijau ini. Ratu Nisaka hanya diam saja ketika melihat Naga besar itu mengguncang seluruh bagian Istananya hingga membuat beberapa pohon yang ada di halaman Istananya menjadi tumbang.
Seperti namanya yang artinya cantik bagaikan rembulan. Paras wajah yang dimiliki oleh Ratu Nisaka ini sangat cantik seperti bulan purnama yang terlihat dari Bumi. Kecantikan yang dimiliki oleh Ratu Nisaka ini bahkan bisa membuat para pria yang ada di seluruh Alam Gaib ini bertekuk lutut di bawah kakinya dengan sukarela walaupun pria itu nantinya akan dijadikan budak oleh Ratu Nisaka.
Sebuah ombak Tsunami tiba-tiba muncul dari laut yang ada di sekitar Tanah Hijau dan langsung menghantam tubuh Naga Besar itu.
__ADS_1
Naga Besar itu langsung tersungkur dan terjatuh lalu berubah wujud menjadi seorang manusia. Naga besar itu ternyata adalah Divine Beast Zaha.
“Hentikan ulahmu itu dasar Naga Tua. Kenapa setiap kali kau datang berkunjung ke wilayahku, kau selalu merusak Istana milik pengikut kesayanganku. Apakah kau memiliki dengan pribadi dengan Nisaka?”
Divine Beast Aurora tiba-tiba muncul dari balik ombak Tsunami itu dan langsung memarahi Divine Beast Zaha. Raut wajahnya terlihat sangat marah.
“Hehe … Aku hanya berniat untuk membangun ulang Istana milik pengikutmu ini karena bentuk dari Istana ini menurutku sudah sangat ketinggalan Zaman. Dan aku juga ingin memberitahukan satu hal penting pedamu,” jawab Divine Beast Zaha tertawa kecil.
“Apa itu? Cepat katakan saja jangan bertele-tele,” seru Divine Beast Aurora.
“Di sini bukan hanya aku saja yang tua. Apakah kau sudah lupa berapa usiamu sekarang?. Lagipula postur tubuhku saat ini sama sekali tidak terlihat tua dan hampir sama seperti postur tubuhmu,” ucap Divine Beast Zaha tersenyum mengejek.
“Kau …” seru Divine Beast Aurora geram sambil menunjuk Divine Beast Zaha. Tapi, dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena itu justru akan membuat dirinya menjadi semakin malu.
Usia yang dimiliki oleh semua Divine Beast memang sama. Sebab, mereka semua diciptakan oleh Sang Pencipta di hari yang sama meskipun wujud manusia yang mereka gunakan memiliki bentuk yang berbeda-beda. Biasanya para Divine Beast ini menggunakan wujud manusia dengan usia yang lebih muda seperti wujud manusia dari Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora saat ini.
Aura energi tanah yang sangat kuat mulai menyelimuti setiap bagian Istana itu lalu kemudian membangun kembali Istana itu dengan bentuk yang lebih modern dan lebih indah dari sebelumnya.
Semua penghuni Istana dibuat tercengang dengan bentuk Istana baru mereka, bahkan Ratu Nisaka pun tak berkedip saat melihat bentuk Istananya yang baru.
“Cantik sekali Istana ini,” ucap Ratu Nisaka tanpa sadar kemudian dia menatap Divine Beast Zaha sambil menangkupkan kedua tangannya ke depan. “Terimakasih Dewa karena telah memperindah Istanaku.”
“Tidak usah sungkan, anggap saja ini sebagai kompensasi dariku atas kekacauan yang telah aku timbulkan di wilayahmu,” balas Divine Beast Zaha.
“Zaha kau datang ke tempat ini pasti ada yang ingin kau bicarakan denganku. Semarang Ikutlah aku ke Istanaku.”
Divine Beast Aurora tiba-tiba memotong pembicara antara Divine Beast Zaha dengan Ratu Nisaka. Lalu mengulurkan tangan kanannya untuk membuat sebuah pintu gerbang raksasa yang terbuat dari air.
__ADS_1
Divine Beast Aurora dan Divine Beast Zaha segera masuk ke dalam pintu gerbang air itu.
Tidak lama kemudian, mereka berdua akhirnya sampai di Istana Divine Beast Aurora yang seperti aquarium bawah laut.
Semua hiasan Istana ini terbuat dari benda-benda yang berada dari laut. Bahkan pilar-pilar Istana ini terbuat dari air mancur yang menyembur dari dasar laut.
Divine Beast Aurora lalu duduk di singgasananya yang terbuat dari batu mutiara. Sedangkan Divine Beast Zaha duduk di kursi yang telah sediakan untuk tamu.
Obrolan yang cukup serius mulai terjadi di antara mereka berdua.
“Zaha, bukanlah aku telah memintamu untuk menemani pemuda itu sampai dia berhasil memasuki tanah abu-abu. Tapi, kenapa sekarang kau berada di sini?”
“Pemuda itu bukanlah anak kecil lagi, Aurora. Jika aku terus berada di sampingnya hanya untuk melindunginya maka dia akan menjadi semakin lemah.”
“Tapi, bagaimana jika para iblis dari tanah hitam tiba-tiba menyerangnya. Apakah kau yakin kekuatan yang dia miliki saat ini bisa mengatasi semua itu?”
“Kau tenang saja. Sebelum aku meninggalkan dia, aku sudah meminta seorang gadis untuk menemani perjalanannya menuju ke tanah abu-abu. Aku juga sudah meningkatkan tingkat kultivasi yang dimiliki oleh gadis itu sampai ke lapis Grand Emperor tingkat ke lima. Seharusnya gadis itu akan mampu membantu pemuda itu untuk melarikan diri jika mereka berdua berada dalam bahaya.”
Divine Beast Aurora tiba-tiba mengerutkan keningnya ketika mendengar jawaban Divine Beast Zaha. “Seorang gadis?! Sepertinya kau telah melakukan sebuah kesalahan. Kelemahan dari pemuda yang bernama Heilong ini adalah seorang wanita. Jika dia melakukan perjalanan dengan ditemani seorang gadis cantik, aku takut tujuannya akan berubah.”
**
Setelah semua energi yang ada di dalam tubuhnya berhasil diperbarui kembali. Heilong akhirnya menunjukkan tanda-tanda dia akan sadar.
Kedua matanya mulai bergerak-gerak dan secara perlahan terbuka kembali.
Tapi, dia sangat terkejut ketika melihat bahwa dia tidak ada lagi di tengah hutan, melainkan berada di sebuah kamar yang sangat mewah.
__ADS_1
“Di mana aku?” ucap Heilong sambil menatap langit-langit kamarnya.