LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 203 AKU TIDAK PEDULI


__ADS_3

Niat membunuh yang memancar dengan kuat dari tubuh Raja Api Ao benar-benar telah membuatnya kehilangan akal dan telah sepenuhnya berubah menjadi seekor binatang buas.


Saat ini ia bagaikan sebuah pisau yang baru saja diasah dan siap untuk melukai siapapun yang ada di dekatnya. Tidak peduli lawan ataupun kawan, ia pasti akan menyerangnya sampai ada salah satu di antara mereka yang mati.


Raja Api Ao lalu berubah ke wujud aslinya yaitu seekor Beast Serigala Api yang memiliki bulu berwarna biru laut. Semua gigi dan kuku cakarnya sangat tajam karena ini adalah tanda bahwa dia adalah seekor Beast pembunuh.


Beast Serigala adalah seekor Beast pembunuh yang selalu menyerang dalam kegelapan. Jadi, kecerdasan dan kemampuan semua indera yang ia miliki memiliki tingkatan yang lebih tinggi daripada Beast yang lain.


“Kau telah membuatku sangat marah hingga aku harus harus menggunakan wujud asliku untuk bertarung. aku pasti akan membuatmu merasakan apa itu yang namanya ketakutan,” ucap Raja Api Ao mengancam.


Heilong yang saat ini sudah tak mengenal rasa takut setelah ia berhasil naik ke Tingkat God, malah balik mengancam. “Sepertinya kau 'lah yang harus menerima kata-kata itu. Aku akan bertarung dengan semua kekuatan yang aku miliki hingga membuatmu memohon agar aku bunuh. Saat itu terjadi kau akan sadar bahwa meskipun kau adalah seorang Raja Api, tapi kau tidak boleh berbuat semaumu.”


Raja Api Ao langsung melompat menyerang Heilong. Pikirannya sudah tidak lagi setenang ketika dia masih berada di wujud manusia. Saat ini ketenangan yang ada di dalam dirinya telah digantikan dengan emosi yang membara bagaikan kawah gunung berapi.


Ke-dua cakarnya yang sangat tajam, mengarah lurus ke dada Heilong. Ia sepertinya ingin mencabik-cabik apapun yang ada di dalamnya.


Di luar dugaan, Heilong ternyata tetap tenang dan mengamati setiap pergerakan Raja Api Ao yang sudah semakin dekat dan hanya berjarak sekitar beberapa langkah saja.


Heilong lalu mengangkat tangan kanannya yang telah dilapisi dengan kekuatan Api Phoenix dan langsung menangkis serangan itu. Ia memang sengaja melapisi tangan kanannya dengan kekuatan api phoenix saat menangkis serangan itu agar cakar Raja Api Ao yang sangat tajam itu tidak melukai tangannya.


Setelah itu, Heilong langsung membuat sebuah bola elemen es di tangan kirinya dan segera melemparkan bola es itu ke tubuh Raja Api Ao.

__ADS_1


Raja Api Ao langsung terpental cukup jauh tapi tubuhnya sama sekali tak mengalami luka yang cukup parah.


“Kau bisa menahan kekuatan dari api biru milikku saat aku menggunakan kekuatan ini dengan wujud asliku?!” seru Raja Api Ao tak percaya.


“Memangnya apakah ada perbedaan kekuatan antara saat kau masih berwujud manusia dengan wujudnya yang seperti serigala keracunan saat ini? Bagiku, kekuatan api biru yang kau miliki sama sekali tidak ada perbedaan,” balas Heilong setengah mengejek.


“Kurang Ajar …!!” Raja Api Ao menjadi sangat marah saat Heilong menyebutnya seperti seekor serigala keracunan. Ia pun segera berdiri dan kembali menyerang Heilong dengan menggunakan cakarnya yang sangat tajam dan dipenuhi dengan kekuatan api biru yang aneh.


Heilong segera menggeser tubuhnya sedikit ke samping untuk menghindari arah serangan cakar itu saat serangan itu sudah hampir menyentuh tubuhnya. Gerakan-gerakan yang dilakukan Heilong saat menghindari semua serangan Raja Api Ao terlihat sangat lincah. Ia sepertinya sudah tahu ke arah mana Raja Api Ao akan menyerang.


Heilong akhirnya berhasil menangkap kaki kanan Raja Api Ao dan mencengkeramnya dengan kuat lalu melemparkan ke arah yang berlawanan.


Suara benturan yang cukup keras terdengar saat tubuh Raja Api Ao menabrak salah satu pilar penyangga Pagoda Raja Api dengan sangat keras hingga membuat tubuhnya kembali terpental sejauh beberapa langkah ke samping.


Heilong hanya tertawa renyah saat melihat Raja Api Ao dalam kondisi seperti itu. Apalagi saat teringat bahwa Raja Api Ao ini ternyata juga menyukai Bianca dan cemburu buta pada dirinya padahal Bianca sendiri yang telah memilih Heilong untuk menjadi calon suaminya.


...“Tarian Menembus Langit.” ...


Dalam sekejap mata, Heilong telah menghilang dari tempatnya semula dan muncul kembali di depan Raja Api Ao yang sedang mencoba berdiri dengan keadaan yang setengah linglung.


Raja Api Ao masih tidak percaya bagaimana bisa Heilong dengan mudahnya menahan kekuatan api biru yang ia miliki. Padahal api biru yang ia miliki ini sangat terkenal dengan serangannya yang susah dihentikan karena memiliki dua suhu udara yang berbeda.

__ADS_1


...“Amukan Badai Api.”...


Heilong sama sekali tak memberikan kesempatan pada Raja Api Ao untuk memulihkan diri. Ia langsung menyerang dengan serangan berikutnya saat melihat Raja Api Ao mencoba berdiri.


Angin tornado api seketika langsung muncul dan menggulung Raja Api Ao saat Heilong kembali mengayunkan pedang aura miliknya.


Raja Api Ao yang belum sepenuhnya pulih, sama sekali tak dapat membuat pertahanan untuk menahan serangan angin tornado api ini. Tubuhnya pun akhirnya terseret ke dalam pusaran angin tornado. Sampai akhirnya angin tornado itu menghilang setelah menabrak pilar utama yang ada di tengah-tengah Pagoda Raja Api.


“Siapa kau sebenarnya?” hanya kata-kata ini yang dapat diucapkan oleh Raja Api Ao dengan tubuh yang sudah tak berdaya.


“Bukankah aku sudah memperkenalkan diriku sebelumnya. Namamu adalah Heilong. Aku adalah seorang kultivator yang berasal dari Planet Bumi dan Planet Dreamland,” jawab Heilong.


“Omong kosong! Kau jangan bercanda denganku. Aku sudah lama hidup di Dunia Tengah ini. Jadi, aku sudah sangat paham dengan kekuatan yang dimiliki oleh penduduk di masing-masing Planet. Planet Dreamland dan Planet Bumi sama sekali tak memiliki kultivator yang sekuat dirimu. Kau pasti adalah seorang kultivator yang berasal dari Alam Dewa.” seru Raja Api Ao dengan tubuh yang semakin melemah.


“Terserah dengan apa yang kau katakan. Aku sama sekali sudah tidak perduli. Asal kau tahu bahwa yang memiliku untuk menjadi calon suaminya adalah Bianca sendiri! Dan aku sama sekali tidak pernah mendekatinya lebih dulu.”


Heilong telah kehilangan minatnya untuk melanjutkan pertarungan dengan Raja Api Ao setelah melihatnya tak berdaya dan hanya terbaring di atas tanah.


Lagipula pertarungan ini hanyalah sebuah ujian yang telah disiapkan Divine Beast Lambda dan Divine Beast Shen Long sebelum mereka berdua memberikan warisannya. Jika Heilong benar-benar membunuh salah satu dari Raja Api ini, kedua Divine Beast itu mungkin tidak akan senang.


Heilong pun akhirnya memutuskan pergi dari tempat ini dan naik ke tangga yang menuju ke lantai ke tiga. Ia tidak lagi menghiraukan Raja Api Ao meskipun Raja Api Ao terus berteriak-teriak menantang dirinya.

__ADS_1


__ADS_2