
“Jika aku takut padamu mana mungkin aku berada di tempat ini sekarang. Dan, untuk masalah tingkat kultivasi. Kau seharusnya tahu bahwa tingkat kultivasi bukanlah satu-satunya alat ukur untuk mengetahui kekuatan tempur yang dimiliki oleh seorang kultivator.”
Kaisar Feng Cheng berusaha tetap tenang karena ia memang berada di kondisi yang kurang menguntungkan. Jika pikirinnya tidak jernih, maka tidak akan bisa mengambil keputusan yang tepat untuk mengalahkan lawan yang lebih kuat dari dirinya.
Jenderal Iblis Nox melirik senjata pusaka yang ada di tangan Kaisar Feng Cheng. “Jadi maksudmu kau ingin bergantung pada cakram pusaka yang ada di tanganmu itu untuk mengalahkanku? Kau sepertinya terlalu percaya diri dengan senjata pusakamu itu. Senjata itu memang bisa membunuh Raja Siluman Ular dengan mudah, tapi senjata itu sama sekali tidak akan berguna untuk melawanku karena aku bukanlah Raja Siluman Ular.”
“Kau memang bukanlah Raja Siluman Ular. Akan tetapi, kalian berdua memiliki sifat yang sama. Jadi, kau seharusnya sama bodohnya dengan Raja Siluman Ular.” Kaisar Feng Cheng kembali mengangkat cakram pusaka miliknya ke arah langit dan segera meledakkan semua kekuatan api yang ada di dalam tubuhnya setelah puas mengejek Jenderal Iblis Nox.
“Sial!! Kau sepertinya memang sudah bosan hidup.” Jenderal Iblis Nox menggertakkan giginya. Ia sangat marah karena ini adalah pertama kalinya ada seorang manusia yang berani menghinanya. Apalagi saat ini ia berada di tengah-tengah para prajurit iblis.
Aura energi kegelapan yang begitu kental disertai dengan hawa iblis yang sangat kuat, seketika meledak dari tubuh Jenderal Iblis Nox lalu berubah menjadi sesosok bayangan mata iblis berukuran raksasa di atas kepalanya.
“Lihatlah ini manusia! Aku akan membuatmu terkurung dalam kegelapan yang abadi. Ini adalah hukuman yang paling pantas bagi manusia sepertimu karena kematian rasanya terlalu ringan untukmu.”
...“Mata Iblis Pemusnah Kehidupan.”...
Sinar berwarna hitam pekat langsung menembak ke arah Kaisar Feng Cheng saat bayangan mata iblis raksasa itu terbuka lebar. Sinar itu seakan-akan merengut semua cahaya yang yang ia lewati dan merubahnya menjadi kegelapan.
Kaisar Feng Cheng hanya menatap dingin mata iblis itu lalu berseru. “Apakah kau pikir aku bisa begitu mudah dikalahkan oleh iblis? Tidak akan!! Aku pasti akan menang dalam perang ini karena nyawa seluruh rakyat Kerajaan Red Phoenix berada di pundakku.”
__ADS_1
Kaisar Feng Cheng harus mengerahkan semua kekuatan yang tersisa di dalam dirinya dalam serangan kali ini karena ia harus bisa membunuh Jenderal Iblis Nox dengan sekali serangan atau kesempatannya untuk membunuh Jenderal Iblis Nox akan benar-benar menghilang. Sebab, serangan yang sama tidak akan efektif jika digunakan untuk menyerang seorang Jenderal Iblis.
...“Pusaran Pelangi Raja Api Phoenix.”...
Pusaran api berwarna pelangi langsung melesat ke arah bayangan mata iblis raksasa saat Kaisar Feng Cheng melemparkan cakram pusaka yang ada di tangannya.
Boom ...
Kedua kekuatan itu akhirnya saling bertabrakan dengan kuat di udara dan menimbulkan sebuah ledakan dahsyat yang mengetarkan seluruh area medan perang.
Semua prajurit yang sedang berperang sempat berhenti sejenak lalu kembali melanjutkan peperangan setelah tahu bahwa apa yang terjadi adalah akibat benturan kekuatan antara Kaisar Feng Cheng dan Jenderal Iblis Nox.
“Jangan menyerah! Tetaplah berputar dan hancurkan mata iblis itu!” Kaisar Feng Cheng akhirnya menembakkan sisa-sisa energi api terakhir yang ada di dalam dirinya ke dalam cakram api delapan raja.
Putaran cakram api delapan raja kembali menjadi stabil setelah mendapat tambahan kekuatan dari Kaisar Feng Cheng. Akan tetapi, kekuatan putaran ini rasanya tidak akan mampu menembus sinar kegelapan yang begitu pekat. Sedangkan Qi yang dimiliki Kaisar Feng Cheng benar-benar sudah terkuras sampai habis. Bahkan, ia tak memiliki kekuatan untuk tetap terbang di udara dan akhirnya terduduk di atas permukaan tanah.
“Bukankah sudah aku katakan bahwa senjata pusakamu ini tidak akan mampu melukaiku. Cakram pusaka ini memang sangat kuat karena senjata pusaka ini berasal dari Alam Dewa. Akan tetapi, kekuatan yang kau miliki masih terlalu lemah sehingga tidak dapat mengeluarkan semua kekuatan yang tersimpan di dalam cakram api delapan raja.” Jenderal Iblis Nox mengejek Kaisar Feng Cheng untuk mengembalikan harga dirinya.
Akan tetapi, Kaisar Feng Cheng sama sekali tidak menanggapi ejekan itu. Ia saat ini tengah berusaha keras memusatkan konsentrasinya untuk memperkuat putaran cakram api delapan raja dengan kekuatan pikiran meskipun ia sadar bahwa hal ini akan sulit dilakukan. Sebab, yang mampu melakukan hal ini biasanya hanya seorang kultivator yang telah mencapai tingkat God.
__ADS_1
Takdir sepertinya kali ini sama sekali tak berpihak pada Kaisar Feng Cheng karena putaran cakram api delapan raja yang telah ia pertahanan dengan susah payah akhirnya berhenti di udara padahal hanya tinggi beberapa langkah lagi cakram pusaka itu akan mampu menyerang bayangan mata iblis raksasa.
“Haha … Sudah saatnya kau mati manusia! Kau seharusnya merasa senang karena bisa mati dalam kegelapan yang abadi.”
Sinar kegelapan yang berwarna hitam pekat itu terus bergerak lurus dengan kecepatan tinggi ke tempat Kaisar Feng Cheng berada. Sedangkan cakram api delapan raja sudah terlempar entah kemana saat sinar kegelapan itu tiba-tiba menguat setelah berhasil menghentikan putaran cakram api delapan raja.
“Apakah aku memang ditakdirkan mati di tangan para iblis? Kenapa langit begitu tidak adil! Apakah kejahatan yang dilakukan Bangsa Iblis akan selalu menang dalam setiap pertempuran.” Kaisar Feng Cheng menatap dengan getir sinar kegelapan yang sudah berjarak beberapa meter saja dari tempatnya. Ia sama sekali tidak memiliki sisa kekuatan untuk menggerakkan tubuhnya.
...“Cermin Es.”...
Sesosok pria tiba-tiba muncul di depan Kaisar Feng Cheng dan menghadang sinar kegelapan yang memiliki kekuatan yang begitu mengerikan dan mampu membuat seorang Kaisar tak bisa bergerak.
Semua sinar kegelapan itu masuk ke dalam cermin es tanpa Heilong seolah-olah cermin es itu adalah sebuah jurang tanpa dasar yang selalu kelaparan.
“Siapa kau!! Berani sekali kau mencampuri urusanku!!” Hawa membunuh yang sangat kuat seketika meledak dari tubuh Jenderal Iblis Nox. Ia sangat marah karena ada yang berani mengacaukan rencananya. Apalagi yang mengganggunya kali ini juga seorang manusia.
“Aku adalah Dewa Kematian bagi semua Iblis! Selama aku masih hidup, tidak akan aku biarkan para iblis bisa hidup dengan tenang karena kejahatan harus dimusnahkan dari muka bumi ini. Matilah kalian para iblis terkutuk!!”
Ledakan Qi yang sangat dahsyat memancar dari tubuh pria ini hingga mampu membuat langit dan bumi bergetar.
__ADS_1
Semua prajurit iblis yang ada di area medan perang tiba-tiba berhenti bergerak karena mereka semua merasakan tekanan yang begitu kuat seolah-olah memerintahkan mereka semua untuk bersujud.