
Piramida cahaya itu membawa Heilong menuju ke sebuah istana yang berada di tengah-tengah padang pasir yang berwarna putih.
Istana itu berwarna putih dan terlihat sangat megah dengan atap berbentuk kubah raksasa yang terbuat dari batu kristal.
Heilong akhirnya teringat dengan bangunan yang ada di salah satu wilayah di Planet Bumi. Keadaan geografis tempat itu kebetulan juga hampir sama dengan keadaan geografis di Tanah Putih ini yaitu sebagian besar wilayahnya di penuhi dengan padang pasir.
Heilong menjadi semakin penasaran dengan penguasa wilayah Tanah Putih ini. Menurut peta Alam Gaib yang diberikan oleh Divine Beast Aurora, Tanah Putih dan Tanah Abu-Abu dikuasai oleh Bangsa Manusia. Jadi Raja dari Kerajaan yang ada di kedua wilayah itu sudah pasti berasal dari Bangsa Manusia.
“Kira-kira setinggi apa tingkat kultivasi yang dimiliki oleh Raja dari Kerajaan Tanah Putih ini. Jika dia berhasil bertahan hidup di Alam Gaib yang sangat keras ini, tentunya dia bukanlah manusia biasa karena keadaan di Alam Gaib ini hampir mirip dengan keadaan di Planet Dreamland yang dipenuhi dengan para Beast atau siluman dengan kekuatan yang sangat luar biasa,” gumam Heilong dalam hati.
Piramida Cahaya itu akhirnya membawa Heilong masuk ke dalam istana itu.
Di dalam istana itu, Heilong berhenti di sebuah ruangan yang sangat luas. Dia dibuat takjub dengan interior bagian dalam istana ini.
Banyak sekali lukisan dengan bingkai yang terbuat dari emas berjejer dengan rapi di sekeliling dinding istana. Dan tidak ada satupun lukisan dari lukisan itu yang menggambarkan tentang makhluk hidup. Semua lukisan itu tentang pemandangan alam yang ada di Alam Gaib ini.
Heilong terus mengamati setiap bagian ruangan ini dan dia juga sama sekali tidak menemukan adanya patung ataupun lukisan dari para penguasa Kerajaan ini.
“Kenapa istana ini terlihat aneh sekali. Bahkan petunjuk tentang pemilik dari Istana ini sama sekali tidak ada. Jangan-jangan wajah dari pemilik istana ini sangat jelek, karena itu dia tidak ingin membuat patung tentang dirinya,” ucap Heilong tanpa sadar.
__ADS_1
“Ehem … Aku bukanya tidak ingin membuat patung. Tapi, aku memang melarang keras adanya patung di wilayah Tanah Putih ini.”
Suara seorang pria yang terdengar sangat berwibawa tiba-tiba terdengar dari balik dinding istana ini, diikuti dengan suara langkah kaki seseorang yang berjalan mendekat ke arah Heilong.
Heilong sudah tidak asing lagi dengan suara ini. Sebab, suara ini adalah suara misterius yang muncul dari dalam piramida cahaya yang membawanya ke tempat ini.
Sesaat kemudian, sesosok pria yang berwajah sangat tampan muncul di depan Heilong. Wajah tampan pria yang dimiliki pria itu, seketika membuang mentah-mentah pemikiran bodoh Heilong yang menyangka bahwa penguasa dari Istana ini adalah seorang pria buruk rupa.
Namun, yang lebih membuat Heilong tertarik adalah pakaian yang dikenakan oleh pria itu. Sebab, pakaian yang dikenakan oleh pria itu jauh dari kesan mewah layaknya para Raja pada umumnya. Satu-satunya yang menunjukkan pria ini adalah seorang Raja adalah mahkota kristal yang ada di kepalanya.
“Apakah anda memiliki alasan khusus kenapa melarang adanya patung di tempat ini?” tanya Heilong penasaran.
“Wilayah Tanah Putih ini berbatasan langsung dengan Wilayah Tanah Hitam yang merupakan tempat tinggal para Iblis. Dan para iblis itu memiliki kemampuan yang sangat istimewa. Mereka dapat merubah wujudnya menjadi seperti roh dan masuk ke benda-benda tertentu untuk memengaruhi pikiran para manusia yang lemah pendiriannya agar menjadi budak mereka,” jawab pria misterius itu.
“Tepat sekali. Ternyata kau cukup pandai juga. Aku memang tidak ingin memberikan sedikit pun celah pada para iblis untuk keluar dari wilayah Tanah Hitam. Jika mereka berhasil menyusup ke Tanah Putih, mereka pasti akan pergi ke wilayah-wilayah Kerajaan lain dan membuat jumlah pengikut mereka menjadi semakin bertambah banyak. Hal ini tentunya akan menyulitkan kita untuk menekan kekuatan para iblis,” jawab Pria misterius.
“Lalu bagaimana jika ada penduduk yang melanggar peraturan itu?” balas Heilong bertanya karena dia ingin mengenal lebih jauh tentang keadaan di wilayah ini.
“Aku akan langsung menghancurkan patung itu di depan mata kepala mereka dan memotong kedua tangannya. Sama sekali tidak ada ampun bagi Bangsa Manusia yang mencoba bersekutu dengan Bangsa Iblis,” ucap Pria misterius itu tegas.
__ADS_1
Pikiran Heilong sedikit terganggu dengan kehadiran Raja Iblis di Tanah Merah. Jika memang benar penjagaan di Tanah Putih ini sangat ketat dan tidak memberikan sedikitpun celah bagi para iblis itu untuk melewati wilayah ini, lalu bagaimana bisa Raja Iblis sampai di tanah merah dan mengendalikan Raja Banteng Api.
Pria misterius ini sepertinya bisa melihat bahwa ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Heilong. Dia lalu mengalihkan obrolan sebentar agar terasa sedikit lebih santai.
“Kita berdua sudah cukup lama mengobrol. Tapi kita berdua masih belum saling memperkenalkan diri masing-masing. Namaku adalah Casbah. Aku adalah Raja dari Kerajaan Pasir Putih yang menguasai seluruh wilayah Tanah Putih ini,” ucap Casbah mengambil inisiatif memperkenalkan diri lebih dulu meskipun dia adalah seorang Raja.
“Namaku adalah Heilong. Aku adalah manusia yang terdampar di Alam Gaib ini,” balas Heilong.
“Ternyata kau benar-benar Heilong. Untung saja aku menangkapmu lebih dulu sebelum Raja Iblis itu diam-diam menyerangmu,” ucap Casbah.
“Menyerang?! Kapan hal itu terjadi?” Heilong sedikit terkejut karena dia sama sekali tidak merasakan hawa iblis disekitarnya.
Casbah akhirnya menjelaskan pada Heilong bahwa ketika dia akan pergi meninggalkan danau setelah berhasil menghancurkan jantung iblis Jenderal Voldryd, secara diam-diam Raja Iblis muncul dari kejauhan dan berencana untuk membunuh Heilong dengan serangan terkuatnya. Untung saja waktu itu Casbah merasakan adanya pertarungan di dekat wilayah kekuasaannya dan mengamati wilayah sekitar danau dengan kemampuan indera ke tujuh miliknya.
Casbah segera melindungi tubuh Heilong dengan kemampuan teknik piramida cahaya setelah dia melihat Raja Iblis sedang memusatkan kekuatannya untuk menyerang Heilong dari kejauhan.
Heilong menjadi merasa bersalah saat mendengar penjelasan dari Casbah karena dia berpikir bahwa Casbah ingin menculiknya.
“Maafkan aku karena aku telah berpikiran buruk tentangmu sebelumnya. Terimakasih banyak karena telah menolongku dari gangguan Raja Iblis,” ucap Heilong sambil menangkupkan kedua tangannya ke depan.
__ADS_1
“Tidak usah sungkan karena kita berdua sama-sama berasal dari Bangsa Manusia. Ikutlah denganku, aku akan mengajakmu berkeliling Istanaku.”
Mereka berdua akhirnya berjalan mengelilingi istana ini dengan dikawal beberapa orang prajurit pengawal pribadi Raja.