LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 26 RANTAI


__ADS_3

“Sekarang kau berada di sebuah penginapan yang ada di Kota Permata Emas.”


Heilong tiba-tiba mendengar suara seorang wanita menjawab pertanyaannya.


Suara wanita ini terdengar sangat dingin dan sepertinya wanita ini juga berada dekat sekali dengan tempatnya saat ini. Diapun lalu menoleh ke samping untuk melihat sosok wanita yang telah menjawab pertanyaan.


Heilong bisa melihat seorang wanita sedang duduk di samping tempat tidurnya. Tapi, dia tidak bisa melihat wajah wanita itu. Sebab, wanita itu menutupi wajahnya dengan menggunakan cadar. Namun, Heilong bisa menebak bahwa wajah wanita itu pasti sangat cantik karena wanita itu memiliki kulit yang berwarna putih dan sehalus mutiara.


“Kota Permata Emas?! Aku belum pernah mendengar nama kota ini. Apakah Nona bisa memberitahukan padaku lebih detail lagi tentang kota ini?”


Heilong memang benar-benar tidak tahu tentang kota ini. Sebab, peta Alam Gaib yang pernah dia lihat sebelumnya hanya menunjukkan Kerajaan-Kerajaan yang menguasai masing-masing wilayah dan sama sekali tidak menunjukkan nama-nama kota yang ada di dalamnya.


“Kota Permata Emas berada di wilayah kekuasaan Kerajaan Singa Bulu Emas yang merupakan Kerajaan penguasa Tanah Jingga ini,” jawab Mao Shizi.


“Ternyata sekarang aku berada di Tanah Jingga. Apakah aku boleh tahu siapa nama anda Nona? Dan apakah anda juga yang membawaku ke penginapan ini?” tanya Heilong penasaran dan matanya tidak bisa lepas dari memandangi tubuh wanita itu.


“Namaku adalah Mao Shizi. Aku bukanlah orang yang membawamu ke penginapan ini. Tapi, seorang Pria yang bernama Zaha yang membawamu masuk ke penginapan ini. Dan dia juga yang telah merawatmu saat kau tak sadarkan diri,” jawab Mao Shizi.


Putri Mao Shizi sengaja tidak menyebutkan identitas asli Divine Beast Zaha karena ini adalah permintaan dari Divine Beast Zaha agar menyembunyikan identitas aslinya dari Heilong sebelum Heilong sampai ke Tanah Abu-abu.


Heilong akhirnya teringat dengan Zaha. Tapi, dia tak bisa percaya begitu saja dengan ucapan wanita ini karena Heilong sudah memastikan bahwa Zaha benar-benar sudah kabur melarikan diri ketika dia bertarung dengan burung Elang Api Langit.

__ADS_1


Apalagi Heilong sama sekali tidak bisa merasakan tanda-tanda kehadiran Zaha di dalam penginapan ini.


“Apakah kau tidak membohongiku, Nona? Jika benar Zaha yang membawaku dan merawatku ketika aku terluka, lalu di mana dia sekarang? Aku harus bertemu dengannya untuk mengucapkan terimakasih,” lanjut Heilong bertanya.


“Apa untungnya aku membohongimu. Katakan padaku, apa yang bisa aku ambil dari tubuhmu hingga aku harus berbohong padamu?” balas Mao Shizi bertanya dengan nada sedingin es.


Heilong akhir sadar bahwa dia sama sekali tidak memiliki apa-apa sekarang. Sebab, gelang galaxy miliknya yang berisi semua harta miliknya, tidak ikut bersamanya pergi ke Planet Bumi. Gelang itu tetap berada di tubuh Long Bai yang sekarang masih berada di Planet Dreamland.


“Baiklah aku percaya padamu. Tapi, apa kau tahu di mana keberadaan Zaha sekarang? Sebab, dia membawa sebuah benda yang seharusnya juga menjadi milikku.”


Biar bagaimana juga, Heilong tetap ingin mencari keberadaan Zaha. Sebab, Zaha membawa telur dari Burung Elang Api Langit yang seharusnya dibagi menjadi dua dengannya.


“Dia sudah pergi ke Tanah Abu-abu. Tapi, telah memintaku untuk mengantarmu pergi ke Tanah Abu-abu sebelum dia pergi. Namun, kau harus menyelesaikan semua masalah yang ada di Tanah Jingga ini sebelum pergi ke Tanah Abu-abu,” jawab Putri Mao Shizi.


“Kau memang tidak memiliki hubungan dengan tempat ini. Tapi, aku memiliki hubungan yang sangat erat dengan Tanah Jingga. Dan aku tidak bisa pergi meninggalkan tempat ini untuk mendampingi perjalananmu sebelum tempat ini menjadi damai dan aman kembali,” balas Mao Shizi geram.


“Kalau begitu aku akan pergi sendiri ke Tanah Abu-abu untuk mencari Zaha lalu melanjutkan perjalananku ke Tanah Hijau. Lagipula aku tidak memerlukan bantuan seorang wanita untuk menjagaku.”


Heilong segera bangkit dari tempat tidurnya dan bersiap untuk meninggalkan penginapan ini. Dia sama sekali tidak memperdulikan semua perkataan Putri Mao Shizi karena jika dalam satu bulan dia tidak berhasil mendapatkan tubuh aslinya, maka dia akan benar-benar mati.


Tapi, saat Heilong akan sampai di pintu kamar ini. Tiba-tiba dia merasakan ada tekanan energi yang sangat luar biasa dari arah belakang.

__ADS_1


“Rantai Singa Emas.”


Putri Mao Shizi segera menggunakan kekuatan elemen tanah miliknya untuk menyerang Heilong.


“Roar …”


Energi tanah yang keluar dari telapak tangan Putri Mao Shizi, kemudian berubah menjadi sesosok Singa berwarna emas yang langsung menerkam ke arah Heilong.


Heilong yang tidak siap dengan serangan ini, hanya menggunakan kedua tangan untuk menahan Singa itu. Dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk mengeluarkan Qi miliknya.


Tapi, Singa itu langsung berubah menjadi rantai-rantai yang sangat kuat dan mengikat tubuh Heilong ketika tangan Heilong berhasil menyentuh tubuh Singa berwarna emas itu.


Heilong pun sama sekali tidak bisa bergerak karena rantai ini ternyata sangat kuat. Bahkan lebih kuat dari jurus rantai es miliknya.


“Kita sama sekali tidak memiliki masalah sebelumnya. Kenapa kau tiba-tiba menyerangku? Cepat lepaskan aku satu rantai ini,” tanya Heilong dingin.


“Aku tidak bisa mengabaikan tugas yang telah diberikan oleh Zaha padaku. Biar bagaimana juga, aku harus mengantarmu pergi ke Tanah Abu-abu karena jika sesuatu terjadi padamu sebelum kau sampai ke Tanah Abu-abu, itu artinya aku tidak bisa menepati janjiku pada Zaha,” jawab Mao Shizi.


“Kalau begitu kau hanya tinggal ikut saja denganku. Kenapa kau harus memberikan sebuah syarat yang cukup merepotkan. Apakah kau tidak tahu bahwa aku akan mati jika dalam satu bulan aku belum juga sampai di Tanah Hijau,” seru Heilong berusaha melepaskan diri dari jeratan rantai yang sangat kuat ini.


“Jarak antara Tanah Jingga dan tanah Abu-abu tidaklah begitu jauh. Jika tidak ada yang menghalangi kita selama perjalanan, maka hanya dalam waktu satu minggu saja kita bisa sampai di tanah Abu-abu. Dan tanah Abu-abu adalah satu-satunya jalan masuk ke Tahan Hijau. Jadi sepertinya kau memiliki waktu yang lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah yang ada di Tanah Jingga ini,” ucap Mao Shizi.

__ADS_1


“Memangnya apa hubunganmu dengan Tanah Jingga ini. Kenapa kau begitu keras kepala agar aku mau membantumu menyelesaikan masalah yang ada di tempat ini,” tanya Heilong penasaran.


Putri Mao Shizi kemudian membuka cadar yang menutupi wajahnya.


__ADS_2