LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 202 CEMBURU


__ADS_3

Heilong sedikit bingung dengan kekuatan api biru yang dimiliki Raja Api Ao. Api itu terlihat sangat dingin, namun seketika akan langsung berubah menjadi sangat panas saat menyentuh permukaan kulit.


'Api jenis apa yang sebenarnya dimiliki oleh Raja Api ini? Jika aku tidak dapat mengetahui jenisnya, bagaimana aku bisa mengalahkannya?' Heilong berpikir keras dalam hati. Sebab, ia belum pernah melihat api seperti ini sebelumnya.


Kekuatan api seaneh ini rasanya sangat sulit untuk ditangani walaupun api unicorn milik Bianca memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada api biru. Ia juga harus mencari kelemahan dari api biru ini agar tubuhnya tidak mengalami luka yang parah saat pertarungan berlangsung.


Heilong mulai menyalurkan empat puluh persen kekuatan api unicorn ke tangan kanannya untuk menguji seberapa kuat api biru yang dimiliki Raja Api Ao dan seperti apa karakter yang sebenarnya dari api biru itu.


Ia lalu membuat sebuah pedang aura elemen api di tangan kanannya lalu merubahnya menjadi ratusan pedang api berukuran kecil layaknya sebuah jarum. Setelah itu, ia langsung mengayunkan pedang api miliknya ke arah Raja Api Ao.


...“Pedang Racun Api.”...


Raja Api Ao sepertinya telah mempersiapkan diri untuk menahan serangan Heilong. Ia hanya merentangkan telapak tangan kanannya dan ratusan teratai yang terbuat dari api berwarna biru langsung muncul di telapak tangan.


...“Teratai Api Pemusnah.”...


Ratusan teratai api berwarna biru itu langsung melesat ke arah Heilong saat Raja Api Ao mengibaskan telapak tangan kanannya ke depan.


Boom ….


Sring … Sring …. Sring ….


Seketika, suara ledakan yang sangat keras terdengar diikuti dengan suara benturan senjata tajam dari ratusan pedang api saat beradu dengan ratusan teratai api.


Pedang api yang sepanas matahari bertarung dengan sengit melawan teratai es yang sedingin lautan es ribuan tahun. Benturan kedua kekuatan ini membuat suhu udara di dalam ruangan ini menjadi tak menentu dan menimbulkan kabut asap yang sangat tebal.


Kekuatan elemen api dari Pedang Racun Api terus mengikis lapisan Teratai Api yang sangat dingin.


“Sebenarnya apa jenis api yang kau miliki?” tanya Heilong sambil terus mengerakkan tangan kanannya untuk mengendalikan ratusan pedang api.


Raja Api Ao tersenyum sinis. “Apiku ini berasal dari perpaduan antara elemen api dan elemen es karena itu suhu dari api milikku ini akan terasa sangat dingin jika berada di kejauhan. Tapi, saat api ini berhasil menyentuh kulitmu, maka tubuhmu akan langsung menjadi abu. Aku pastikan bahwa kau akan mati dalam duel kali ini.”


Raja Api Ao terus mengalirkan energi apinya ke dalam ratusan teratai itu dan semakin memperbanyak jumlahnya. Setiap kali pedang api Heilong berhasil menghancurkan salah satu taratai api itu, maka sisa dari teratai api yang telah dihancurkan itu akan segera membentuk teratai api yang baru dengan jumlah berlipat ganda.


Heilong pun juga melakukan hal yang sama, ia mengalirkan energi api miliknya ke dalam ratusan pedang api dan membuat bilah pedang api miliknya menjadi semakin tajam dan tak mudah dihancurkan.

__ADS_1


**


“Kau lihatkan! Kekuatan api yang dimiliki Ao sangatlah istimewa. Karena itu meskipun kualitas api yang dia miliki lebih rendah dari api yang dimiliki Heilong, ia sama sekali tak merasa takut sedikitpun. Bahkan, ia sangat yakin bisa membunuh Heilong. Apakah kau yakin tidak akan ikut campur dalam pertarungan di antara mereka berdua?”


Divine Beast Shen Long dapat melihat bahwa Divine Beast Lambda sebenarnya sedang mengkhawatirkan keselamatan Heilong. Namun, dia berusaha keras untuk menyembunyikan kekhawatirannya itu dan malah bersikap dingin.


“Bukankah sudah aku katakan bahwa ini adalah bagian dari ujian yang harus ia lalui sebelum dia benar-benar bertarung dengan Dark Etheroz. Jika ia tidak dapat melewati ujian ini, maka sebuah kematian adalah hal yang cukup layak untuk dia dapatkan,” jawab Divine Beast Lambda tanpa melihat Divine Beast Shen Long.


Divine Beast Shen Long pun tak lagi berusaha membujuk Divine Beast Lambda karena ia melihat bahwa keputusan yang diambil Divine Beast Lambda sudah bulat dan tak akan bisa dirubah lagi walau seperti apapun dia membujuknya. Ia pun kembali melihat ke arah cermin dan lanjut menonton duel antara Heilong melawan Raja Api Ao.


**


Boom ....


Kedua kekuatan besar itu akhirnya sama-sama hancur dan menghilang lalu berubah menjadi kabut asap yang sangat tebal akibat dari proses penguapan setelah beradu satu sama lain dalam waktu yang cukup lama.


Kabut tebal ini menyulitkan Heilong dan Raja Api Ao untuk melihat satu sama lain, tapi hal ini juga merupakan keuntungan yang dinilai mereka berdua untuk melakukan serangan diam-diam.


Raja Api Ao langsung mengeluarkan senjata pusaka miliknya yang berbentuk sebuah tombak. Ia lalu mencari keberadaan Heilong dengan menggunakan indera kemampuan indera penciuman yang ia miliki.


Tidak butuh waktu lama, Raja Api Ao akhirnya berhasil menemukan keberadaan Heilong meskipun mereka berdua terjebak dalam kabut yang sangat tebal. Ia pun segera melemparkan tombak yang ada di tangan kanannya dan telah ia aliri dengan kekuatan api biru.


Swost ....


Kabut tebal itu langsung terbelah saat tombak yang dilemparkan Raja Api Ao melesat dengan kecepatan tinggi menyerang ke arah Heilong.


Heilong ternyata bisa merasakan aura dari api biru yang menyelimuti tombak milik Raja Api Ao dan dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Heilong langsung menggunakan jurus tarian menembus langit dan segera menghindari serangan itu.


Tubuh Heilong langsung menghilang dari pandangan Raja Api Ao dan tiba-tiba muncul di belakangnya.


Raja Api Ao yang terkejut saat merasakan adanya aura yang tiba-tiba muncul di belakangnya langsung mencoba berbalik, tapi Heilong langsung menghentikan gerakan Raja Api Ao saat ia mencengkeram lehernya dengan kuat seakan-akan ingin mematahkan apa saja yang ada di dalamnya.


“Apakah kau mencariku?” ucap Heilong menyeringai dengan nada suara yang sedingin es. “Kekuatan api yang kau miliki memang sangat istimewa dan sulit untuk dilawan. Tapi, aku bisa menyelipkan dan menyerangmu secara diam-diam tanpa kau sadari.”


Heilong lalu menendang bagian belakang Raja Api Ao dengan keras hingga membuatnya tersungkur dan mencium lantai.

__ADS_1


Raja Api Ao langsung berdiri dan niat membunuh yang ada di matanya menjadi semakin kuat setelah Heilong membuatnya harus mencium lantai.


“Aku akan membalas apa yang baru saja kau lakukan padaku!” seru Raja Api Ao geram terbakar amarah sampai wajahnya berubah merah.


Raja Api Ao langsung melompat ke arah Heilong dan melayangkan tendangan ke arah wajahnya.


Heilong yang bisa memperkirakan arah tendangan Raja Api Ao, langsung menghindari tendangan itu dengan sedikit menggeser tubuhnya ke samping. Namun, tendangan itu masih mengenai bahu sebelah kiri Heilong.


Heilong segera meraih kaki Raja Api Ao yang masih menempel di pundaknya lalu mencengkeramnya dengan kuat dan membanting ke lantai.


Bang ....


Tubuh Raja Api Ao membentur lantai itu dengan sangat keras hingga membuat retakan yang sangat banyak. Namun, Heilong tidak berhenti sampai di situ.


Melihat Raja Api yang masih tak berdaya akibat benturan yang sangat keras di bagian kepalanya. Ia langsung duduk di atas tubuh Raja Api Ao dan mulai menghajar wajahnya tanpa ampun.


Raja Api Ao yang kesadarannya sudah mulai pulih, langsung menggerakkan kedua kakinya ke atas untuk meraih kepala Heilong dari belakang lalu melemparkannya agar pergi dari atas tubuhnya dengan menggunakan kedua kedua kakinya.


Heilong yang tidak menyadari gerakan kaki Raja Api Ao akhirnya terlempar dari atas tubuh Raja Api Ao. Untungnya ia bisa mendarat dengan aman.


Mereka berdua saling menatap dengan dingin bagaikan dua ekor serigala yang memperebutkan hasil buruan.


“Apakah kau memiliki dendam padaku?”


Heilong langsung mengajukan pertanyaan ini karena ia menyadari bahwa Raja Api Ao ini telah memusuhinya sejak melangkahkan kakinya di lantai dua ini padahal mereka berdua belum memulai pertarungan.


“Benar. Aku sangat dendam padamu dan akan mencabut nyawamu tanpa meninggalkan bagian tubuh untuk dimakamkan,” jawab Raja Api Ao.


“Uu … Takut ...” Heilong membalas dengan ekspresi mengejek seolah-olah ketakutan. “Jika kau mampu kau bisa mencoba membunuhku, tapi apa alasannya kau dendam padaku padahal kita berdua belum pernah bertemu.”


“Kita berdua memang belum pernah bertemu tapi aku sudah sangat sering mendengar namamu dari Bianca. Dan, aku sangat muak setiap kali dia menyebutkan namamu.” niat membunuh yang ada di mata Raja Api Ao seketika itu juga langsung meningkat dan berubah menjadi hawa membunuh yang sangat kental.


“Ternyata kau cemburu padaku! Aku pikir ada alasan yang lebih masuk akal. Dasar bodoh!” balas Heilong yang telah siap kembali melakukan pertarungan akhirnya dengan Raja Api Ao karena ia sebenarnya juga sudah mulai merasa bosan dan waktu yang ia miliki juga semakin menipis karena ia harus segera kembali ke Planet Dreamland.


...“Sayap Kaisar Phoenix.”...

__ADS_1


Heilong akhirnya memutuskan untuk menggunakan kekuatan Phoenix Api dan Phoenix Es untuk melawan Raja Api Ao karena api yang miliki adalah gabungan dari elemen dan elemen es. Dan, Sayap Kaisar Phoenix ini memiliki prinsip yang hampir sama dengan api yang digunakan Raja Api Ao.


__ADS_2