LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 229 AKU BUTUH BANTUANMU


__ADS_3

Xin Ye lalu mengerakkan tongkat sihir yang ada di tangannya sambil membaca sebuah mantera.


Seketika, lantai pertama dari Pagoda raksasa itu menghembuskan angin dengan tekanan yang sangat kuat hingga membuat Jenderal Iblis Zed Bailian sedikit terdorong mundur beberapa langkah ke belakang. Ya! lantai pertama adalah lantai yang menyimpan kekuatan dan hukum yang dimiliki elemen angin.


...“Formasi Sihir Langit — Panah Angin Penebus Bintang.”...


Swost ...


Sebuah panah yang raksasa yang terbentuk dari pemadatan energi angin, langsung melesat dari lantai pertama Pagoda raksasa dan mengarah lurus ke arah jantung Jenderal Iblis Zed Bailian. Xin Ye, sengaja menargetkan bagian itu agar pertarungan ini cepat berakhir karena mustahil untuk memulihkan kembali sebuah jantung yang telah hancur.


Jenderal Iblis Zed Bailian menggunakan kekuatan ke-dua tangannya untuk menahan serangan panah angin dari Xin Ye. Ia segera menyilangkan ke-dua tangannya ke depan dan menutup arah serangan anak panah raksasa itu.


Boom ...


Ledakan kuat seketika muncul saat anak panah raksasa itu menghantam tubuh Jenderal Iblis Zed Bailian tanpa ampun hingga membuatnya tubuhnya terpental sangat jauh.


Akan tetapi, serangan anak panah raksasa itu belum mampu menembus pertahanan Jenderal Iblis Zed Bailian dan hanya meninggalkan bekas luka memanjang di ke-dua tangannya.


Xin Ye mengerutkan kening saat melihat Jenderal Iblis Zed Bailian mampu berdiri kembali. “Yang dikatakan Ayah memang benar. Teknik pertahanan yang digunakan Jenderal Iblis itu memang memiliki kekuatan pertahanan yang setara dengan para Divine Beast. Jangan-jangan Jenderal Iblis Zed Bailian ini memang berasal dari Ras Naga.”


Kaisar Xin Feng dan semua prajurit Kerajaan White Tiger terlihat cukup terkejut saat melihat Jenderal Iblis Zed Bailian mampu bertahan dari serangan anak panah yang baru saja dilepaskan Xin Ye. Padahal, kekuatan dari sarangan anak panah raksasa itu mampu menghancurkan sebuah gunung.

__ADS_1


“Apakah tidak ada kekuatan yang mampu menebus pertahanan dari Jenderal Iblis itu?”


“Jika Tuan Putri sampai kalah, maka Kerajaan White Tiger akan berada dalam bahaya. Semua kehidupan yang ada di tempat ini akan musnah karena para iblis itu tidak akan pernah membiarkan kita semua hidup dengan tenang.”


“Jangan berkata omong kosong! Tuan Putri Xin Ye adalah murid langsung dari Divine Beast Lambda, jadi ia seharusnya memiliki jurus yang mampu menghancurkan semua jurus pertahanan milik para iblis.”


“Yang kau katakan ada benarnya juga. Tapi, apakah kau yakin jika Tuan Putri Xin Ye telah menerima semua ajaran dari Divine Beast Lambda?”


Para prajurit Kerajaan White Tiger akhirnya ingat bahwa Xin Ye hanya meninggalkan Kerajaan White Tiger selama beberapa tahun saja saat berguru ke tempat Divine Beast Lambda di Benua Atlantis. Itu adalah rentang waktu yang sangat singkat, jadi mereka semua meragukan kemampuan yang dimiliki Xin Ye meskipun Xin Ye telah beberapa kali menunjukkan kemampuan sihir yang sangat luar biasa.


Kaisar Xin Feng menjadi geram saat mendengar obrolan para Prajurit Kerajaan itu. Biar bagaimana juga Xin Ye adalah putrinya dan merupakan seorang Putri Kerajaan yang harus mereka hormati. Selain itu, Xin Ye telah banyak memberikan kontribusi dalam perang ini termasuk menyelamatkan nyawa beberapa prajurit yang saat ini meragukan kemampuannya.


“Jika kalian semua sudah bosan hidup maka teruskan saja membicarakan Putriku! Sebagai seorang Ayah, aku memiliki kewajiban untuk membela kehormatan putriku. Apalagi, Putriku telah menggunakan semua kemampuan yang ia miliki untuk melindungi nyawa prajurit yang tak tahu terimakasih seperti kalian,” teriak Kaisar Xin Feng sambil menghentakkan tombak pusakanya.


Jenderal Iblis Zed Bailian lalu membuat sebuah formasi sihir yang berbentuk seekor Naga dengan pola garis berwarna emas dan segera mengaktifkannya.


Roar ...


Raungan seekor Naga kembali terdengar saat formasi sihir itu diaktifkan dengan sebuah mantera khusus yang menggunakan bahasa khas Ras Naga.


Jenderal Iblis Zed Bailian menyeringai. “Cobalah kau tahan seranganku ini Jika kau mampu! Aku harap tubuhmu tidak hancur berkeping-keping. Sebab, jika kau sampai mati maka tidak akan ada lagi yang akan melindungi semua sampah yang ada di belakangmu.”

__ADS_1


...“Semburan Naga Emas.”...


Roar …


Sesosok Naga berwarna emas langsung keluar dari formasi sihir itu dan langsung menyeburkan api yang memiliki gabungan antara energi elemen api dan elemen kegelapan yang dapat menghancurkan sebuah Benua.


Semburan api yang berwarna hitam pekat layaknya sebuah api yang ada di dasar Neraka langsung mengarah lurus ke arah Xin Ye.


Xin Ye mengernyitkan kening saat serangan dari Jenderal Iblis Zed Bailian mulai mendekat. Ia dapat merasakan bahaya yang begitu berat dari semburan api itu walaupun jaraknya masih cukup jauh dan harus melewati benteng pertahanan yang ia buat.


Akan tetapi, ia harus melawan ketakutan yang ada di dalam dirinya dan menang dalam pertarungan melawan Jenderal Iblis Zed Bailian. Sebab, ia harus melindungi keselamatan semua rakyat Kerajaan White Tiger.


Xin Ye menggenggam erat tongkat sihir miliknya dan berkomunikasi dengan roh senjata yang ada di dalamnya. “Iblis yang aku hadapi kali ini memiliki kekuatan yang sangat mengerikan. Aku membutuhkan sedikit bantuanmu untuk melindungi nyawa semua manusia yang ada di tempat ini dan menyelesaikan tugas yang diberikan Guruku, Divine Beast Lambda.”


“Gunakan semua jurus-jurus terkuat yang kau miliki untuk mengalahkan iblis itu dengan cepat. Aku pasti akan memberikan kekuatanku untuk membantumu membunuh iblis ini karena aku sangat membenci lara Iblis.”


Roh senjata yang ada di dalam tongkat sihir miliknya ternyata memberikan respon yang sangat baik saat mengetahui dirinya sedang bertarung melawan Bangsa Iblis. Padahal, selama berlatih di Benua Atlantis, roh senjata ini sangat susah sekali diajak berkomunikasi.


“Baiklah! Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mengalahkan Jenderal Iblis Zed Bailian secepat mungkin dan terimakasih atas bantuannya,” balas Xin Ye yang terlihat sangat senang.


Xin Ye segera meletakkan tongkat sihir itu di depan dadanya dengan posisi vertikal dan mulai membaca sebuah mantera sihir kuno.

__ADS_1


Ia dan tongkat sihir yang ada di tangannya seakan-akan telah menyatu. Tekanan kekuatan yang memancar dari mereka berdua juga telah beresonansi dan membuat langit bergemuruh.


Pagoda raksasa ternyata juga memberikan respon yang sama. Pagoda raksasa itu tiba-tiba berputar dan berpindah tempat terbang di atas kepala Xin Ye seakan-akan ingin melindunginya dari serangan apapun.


__ADS_2