LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 20 MEMASUKI TANAH JINGGA


__ADS_3

Heilong segera mengeluarkan kembali Pedang Taring Putih miliknya ketika dia melihat tanda-tanda bahwa Burung Elang Api Langit itu akan meledakkan dirinya sendiri.


Dia lalu menggerakkan pedang pusaka itu ke depan dan meledakkan semua kekuatan es yang ada di dalam tubuhnya untuk membuat sebuah medan pelindung es yang sangat kuat.


...“Penjara Es.”...


Dinding-dinding es tebal segera terbentuk di sekitar Heilong. Dinding-dinding es itu kemudian membentuk sebuah kubus raksasa yang mengurung tubuhnya di dalam sana.


Hawa panas yang dihasilkan oleh ledakan energi api ini, tidak mampu menembus ke dalam kubus es raksasa buatan Heilong.


“Bang …”


Ledakan dahsyat itu akhirnya membentur perisai es milik Heilong dan terus menekan dinding-dinding es yang sangat tebal itu dengan tekanan yang sangat kuat.


Heilong berusaha sekuat tenaga menahan tekanan ini agar dinding-dinding es buatannya tidak hancur. Tapi karena besarnya kekuatan tekanan energi api dari ledakan tubuh Burung Elang Api Langit, dinding-dinding es buatan Heilong secara perlahan mulai mencair dan terus terdorong ke belakang.


“Sial!! Jika begitu terus dinding-dinding es ini akan segera hancur. Ini semua gara-gara Zaha yang menipuku karena keinginannya untuk mendapatkan telur itu. Andai saja aku memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya kembali, aku pasti akan segera menghabisinya.”


Heilong terus memperkuat energi es yang ada di dalam dinding-dinding es itu. Dan permukaan es yang sudah mulai mencair, kembali mengeras dan bisa menekan hawa panas yang ada di sekitarnya.


Tapi, hal ini tidak berlangsung lama. Setelah dua menit berlalu dan ledakan api ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan padam, dinding-dinding es milik Heilong kembali menunjukkan tanda-tanda akan hancur.


Heilong sudah hampir kehabisan Qi yang ada di dalam tubuhnya. Sebab, kecepatan dari Teknik Restorasi jiwa miliknya tidak mampu menandingi besarnya energi es yang dia keluarkan untuk memperkuat dinding-dinding es yang sangat tebal dan berjumlah enam buah.


“Apakah ini adalah akhirnya dari kehidupanku? Mustahil hal seperti ini akan terjadi padaku. Aku bahkan belum berhasil untuk menemukan tubuhku agar aku bisa hidup kembali. Jika aku sampai mati dalam keadaan seperti ini, maka rohku akan benar-benar hancur dan tidak pernah bisa hidup kembali.”


Semangat Heilong tiba-tiba berkobar karena keinginannya untuk bertahan hidup menjadi semakin kuat.


Aura energi es memancar dengan sangat kuat dari tubuh Heilong dan membuat lapisan es yang ada pada dinding-dinding es miliknya menjadi semakin tebal.


“Semua Qi yang ada di dalam tubuhku sudah terkuras habis. Jika kobaran api ini tidak berhenti setelah lima menit, maka penjara Es milikku ini pasti akan benar-benar hancur.”

__ADS_1


Pandangan Heilong mulai kabur dan tubuhnya terjatuh ke tanah. Dia akhirnya pingsan karena kehabisan Qi.


“Piramid Naga Bumi.”


Seekor Naga yang terbuat dari energi tanah tiba-tiba muncul dan mengitari penjara es milik Heilong lalu berubah menjadi Piramid yang sangat kokoh.


Piramid yang terbuat dari energi tanah ini bisa meredam hawa panas yang ada sekitarnya dan tetap berdiri dengan kokoh meskipun mendapat tekanan yang sangat kuat dari ledakan energi api ini.


Ternyata Zaha segera kembali ke tempat Heilong setelah dia merasakan luapan energi api yang sangat dahsyat terjadi secara tiba-tiba.


**


Di Dalam Piramid Buatan Zaha.


Zaha mengulurkan tangan kanannya untuk memeriksa kekuatan dari dinding-dinding es buatan Heilong.


“Dalam keadaan terdesak ternyata pemuda ini mampu mengeluarkan dinding-dinding es sekuat ini. Tapi, sayang sekali tingkat kultivasi miliknya masih sangat rendah. Jika dia lebih kuat sedikit, aku yakin dinding-dinding es yang dia buat tidak akan lebih lemah dari dinding-dinding es buatan Genbu.”


“Crack … Crack … Pyar …”


Zaha menggunakan tinjunya untuk menghancurkan dinding-dinding es milik Heilong agar dia bisa membawa Heilong pergi dari tempat ini.


“Untung saja kau tidak mati nak. Jika kau sampai mati di Alam Gaib ini, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada dia.”


Zaha kemudian memegang pergelangan tangan Heilong dan memasukkan energi tanah miliknya ke dalam tubuh Heilong agar proses pemulihan Qi di tubuh Heilong menjadi semakin cepat.


Dia lalu menggendong Heilong di punggungnya dan membawanya pergi dari hutan ini dengan tetap berlindung di dalam Piramid tanah itu.


Piramid itu terus bergerak kemanapun sesuai dengan keinginan Zaha.


**

__ADS_1


Setelah tiga puluh menit perjalanan, Zaha akhirnya berhasil membawa Heilong keluar dari Hutan Pencakar Langit dan masuk ke wilayah Tanah Jingga.


Zaha segera menghilangkan Piramid Tanah miliknya ketika melangkah ke Tanah Jingga. Sebab, ledakan energi api itu tidak mencapai wilayah ini.


Semua Prajurit Penjaga pintu gerbang perbatasan Tanah Jingga segera menghadang Zaha karena Raja mereka melarang siapapun masuk ke dalam wilayah kekuasaannya di saat yang genting seperti ini. Demi menghindari mata-mata dari Kerajaan lain yang sengaja memanfaatkan keadaan seperti ini untuk masuk ke dalam Kerajaan miliknya.


“Siapa kau? Apakah kau tidak tahu bahwa tidak ada siapapun yang diijinkan ke dalam Tanah Jingga ini,” seru salah seorang prajurit sambil mengarahkan tombaknya ke tubuh Zaha.


Zaha kemudian menunjukkan semua medali emas bergambar kepala singa pada para prajurit itu.


“Aku datang ke tempat ini karena diundang oleh Raja kalian. Apakah setelah melihat medali emas ini kalian semua masih tidak mengijinkan aku masuk ke dalam wilayah Tanah Jingga?” seru Zaha sambil medali emas di tangan kanannya.


“Aku harus memastikan medali emas itu asli atau palsu sebelum aku mengijinkanmu masuk ke dalam wilayah kami. Sebab, akhir-akhir ini banyak sekali mata-mata yang menyusup ke wilayah kami dengan menggunakan medali emas palsu. Apalagi kau bukanlah Siluman Singa Bulu Emas. Tapi, kau adalah seorang manusia.”


Zaha langsung melemparkan medali emas itu ke prajurit yang berdiri di depannya.


Prajurit itu segera menangkap medali itu dengan hati-hari karena jika ini memang benar-benar medali emas pemberian dari Raja Singa Bulu Emas. Berarti medali emas itu lebih berharga dari nyawa mereka.


Prajurit itu kemudian memasukkan sedikit Qi miliknya ke dalam medali emas itu. Dan …


“Roar …”


Medali emas itu langsung mengaum seperti seekor singa yang kelaparan. Suara ini bahkan membuat beberapa prajurit menjadi merinding ketakutan.


Prajurit itu segera mengembalikan medali emas itu ke tangan Zaha. “Maafkan kami Tuan. Kami telah menghadang perjalanan anda. Saya telah memeriksa medali emas ini dan medali emas ini adalah asli. Sekarang Tuan boleh melewati pintu gerbang ini.”


Prajurit penjaga perbatasan itu langsung berubah menjadi sangat sopan setelah mengetahui bahwa medali emas milik Zaha adalah medali emas yang asli.


“Tidak perlu minta maaf karena itu memang sudah menjadi tugas kalian untuk memastikan keamanan wilayah Kerajaan ini.”


Zaha kemudian masuk ke Wilayah Kerajaan Singa Bulu Emas dengan tetap menggendong Heilong di punggungnya.

__ADS_1


__ADS_2