LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 41 KEPALA KOKI ( Part 1 )


__ADS_3

Alur cerita akan aku percepat. Jadi cerita tentang Atlantis juga akan masuk ke LDP season 2 ini.


****************************************


Mereka berdua akhirnya sampai di halaman gudang penyimpanan bahan makanan setelah melewati pintu gerbang berwarna perak itu.


Para koki dapur Istana ternyata sudah menunggu kedatangan mereka karena ini adalah perintah langsung dari Raja Banteng Api.


Para koki itu langsung berlari menuju ke gerobak yang dibawa oleh Heilong dan Mao Shizi begitu gerobak itu berhenti.


Para koki itu terlihat begitu bersemangat. Sebab upeti yang diberikan oleh Kerajaan Singa Bulu Emas memang terkenal memiliki kwalitas yang sangat bagus.


Kepala koki lalu membagi anak buahnya menjadi beberapa kelompok kecil agar pekerjaan mereka menjadi semakin cepat karena sebentar lagi hari akan menjadi gelap.


Sedangkan untuk memasukkan bahan-bahan ini ke gudang bahan makanan, Kepala koki sudah meminta bantuan pada beberapa orang prajurit.


Jadi tugas para koki hanyalah untuk memilah kwalitas dari buah dan sayur-sayuran yang ada di dalam gerobak itu.


Heilong dan Mao Shizi sengaja berdiri sedikit menjauh dari gerobak sambil melihat para prajurit yang sedang membantu para koki untuk menurunkan buah dan sayur-sayuran yang ada di atas gerobak itu.


Namun, mereka berdua tidak hanya berdiri sambil melamun. Tapi, mereka berdua sedang mempelajari daerah di sekitar tempat ini.


Heilong melukis semua yang dia lihat di dalam ingatannya karena dia tidak bisa mengeluarkan peta di hadapan para prajurit atau nanti penyamarannya akan terbongkar.


**


Dua jam telah berlalu.


Para koki dan prajurit akhirnya selesai melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


Kepala koki terlihat sangat senang karena isi dari gerobak itu sama sekali tidak ditemukan ada buah dan sayur-sayuran yang busuk. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata semua buah dan sayur-sayuran yang dikirimkan oleh Kerajaan Singa Bulu Emas memiliki kualitas yang jauh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya.


“Raja pasti akan sangat senang setelah mendengar laporan ini. Dan aku juga sangat yakin jika makanan yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan ini, rasanya pasti akan sangat enak,” ucap Kepala Koki.


“Anda benar sekali bos. Sepertinya kualitas kesuburan tanah di daerah perbatasan itu menjadi semakin bagus saja,” balas seorang koki.


“Mungkin juga. Padahal beberapa hari ini sering terjadi pertempuran di wilayah perbatasan. Jangan-jangan yang membuat tanah di tempat itu menjadi subur adalah tubuh dari para Siluman yang mati di sekitar sana,” ucap Kepala Koki seperti mendapatkan pencerahan.


Kepala Koki lalu memerintahkan semua anak buahnya dan juga para prajurit untuk kembali ke tempatnya masing-masing.


Kepala koki itu kemudian menghampiri Heilong dan Mao Shizi lalu mengajak mereka berdua pergi ke ruang makan yang ada di dalam dapur Istana untuk menjamu mereka berdua.


Sepanjang perjalanan, Heilong dan Mao Shizi masih terus mempelajari tempat ini. Mereka mencari tahu berapa banyak prajurit yang berjaga di sekitar tempat ini, serta senjata apa saja yang digunakan oleh para prajurit itu.


**


Setelah sepuluh menit berjalan, mereka bertiga akhirnya sampai di dapur Istana.


“Apa tidak terlalu menyia-nyiakan ruangan dengan membuat ruang makan seluas ini,” gumam Heilong berbisik.


Mao Shizi yang mendengar bisikan Heilong langsung menjawab dingin. “Apa kau tidak sadar seberapa besar tubuh para prajurit Kerajaan ini. Aku rasa ukuran ruang makan ini masih sangat kurang jika para prajurit itu makan di waktu yang bersamaan.”


Heilong langsung terdiam seribu bahasa karena setelah dia mengingat dengan baik, tubuh para prajurit Kerajaan Banteng Api memang memiliki ukuran dua kali lebih besar daripada prajurit Kerajaan Singa Bulu Emas.


“Silahkan duduk di sini, saya akan segera membuatkan makanan untuk kalian berdua.”


Kepala koki itu segera pergi ke dapur setelah menyiapkan tempat duduk untuk Heilong dan Mao Shizi.


Mao Shizi langsung berbicara dengan nada setengah berbisik pada Heilong yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


“Hai, jika Kepala Koki itu membuatkan makanan khas tempat ini, aku pasti tidak akan bisa memakan makanan itu karena rasanya sangat tidak enak.”


“Apa Kepala Koki itu tidak tahu bahwa kalian sama sekali tidak suka makan sayur.”


“Dia pasti sudah tahu. Sangat mustahil bagi penduduk yang ada di seluruh Alam Gaib ini jika tidak mengetahui makanan dari Siluman Singa Bulu Emas. Namun, para koki di Kerajaan ini memang suka mengerjai penduduk Kerajaan Singa Bulu Emas dengan menyuruh mereka memakan sayur.”


“Kurang ajar sekali Koki di tempat ini. Makanan seharusnya dibuat untuk menyenangkan perasaan siapapun yang memakan makanan itu, bukan untuk mengerjai seseorang. Aku akan memberi pelajaran pada Kepala Koki itu.”


“Hati-hati!! Ingat! Di sekitar tempat ini adalah banyak prajurit yang berjaga. Kau juga harus ingat bahwa saat ini kita sedang melakukan penyamaran.”


“Aku mengerti. Aku akan selalu ingat dengan tujuan kita datang ke tempat ini karena aku yang sudah menyusun rencana ini.”


Heilong segera pergi ke dapur menyusul Kepala Koki itu setelah dia menyelesaikan obrolannya dengan Mao Shizi. Dia bisa dengan mudah masuk ke dalam dapur Istana karena semua koki yang ada di tempat ini sudah diperintahkan oleh Kepala Koki untuk pergi beristirahat.


Kepala koki itu langsung berbalik dan melihat ke belakang ketika menyadari kedatangan Heilong.


“Kamu?! Apa yang sedang kamu lakukan di sini? Bukankah aku sudah memintamu untuk menunggu di meja makan,” tanya Kepala Koki.


“Perutku sudah sangat lapar sekali. Aku tidak sabar untuk menunggu lagi, lagipula aku memiliki sedikit keahlian memasak. Jika anda tidak keberatan, bolehkah aku membantu anda memasak?” tawar Heilong.


“Aku sama sekali tidak keberatan. Kalau begitu kau bisa memotong semua sayuran itu,” jawab Kepala Koki sambil menunjuk sebuah meja yang ada di sisi kanan.


Heilong segera pergi ke meja itu dan menunjukkan keahliannya dalam memotong sayuran.


Kepala Koki itu langsung menjadi takjub karena semua ukuran sayur yang dipotong oleh ternyata memiliki potongan yang sama.


“Darimana kamu mempelajari kemampuan memotong sebagus ini?! Jika kamu bersedia mengabdi ke Kerajaan Banteng Api, aku bisa menjadikanmu sebagai wakilku. Aku bisa menjamin bahwa selama kau berada di sini, kau bisa menikmati semua fasilitas mewah yang ada di Kerajaan ini,” tawar kepala koki.


“Maafkan saya, tapi saya adalah koki pribadi Putri Mao Shizi. Saya tidak bisa pergi kemanapun kecuali atas ijin dari beliau. Lagipula kemampuan yang saya miliki masih jauh jika dibandingkan dengan kemampuan dari para koki yang ada di Istana ini,” jawab Heilong dengan nada merendahkan.

__ADS_1


“Kamu jangan terlalu merendah. Semua potongan sayur yang ada di atas meja ini susah menjadi bukti dari kemampuan yang kau miliki,” balas Kepala Koki.


__ADS_2