LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 118 PESAWAT DEWA PERANG


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar seratus kilometer, rombongan pasukan yang dipimpin Heilong akhirnya sampai di wilayah perbatasan antara Tanah Biru dan Tanah Ungu yang ternyata berupa lautan yang sangat luas.


Di bagian tepi pantai laut ini, sudah berjejer dengan rapi tiga buah kapal berukuran raksasa yang akan mereka gunakan untuk menyeberang.


Satu kapal akan digunakan oleh para prajurit dari Bangsa Manusia dan satunya lagi akan digunakan oleh prajurit dari Bangsa Siluman untuk menghindari adanya perselisihan antara dua ras yang berbeda.


Tentu saja di kedua kapal ini juga ditempatkan beberapa orang Jenderal perang dengan tingkat kultivasi yang cukup tinggi untuk melindungi para prajurit jika Bangsa Iblis tiba-tiba melakukan serangan di atas lautan.


Sedangkan kapal yang berada di tengah dan paling mewah, akan ditumpangi oleh Heilong dan para raja serta beberapa orang Jenderal yang memang memiliki tugas sebagai pengawal pribadi Raja.


Satu persatu para prajurit mulai memasuki kapal beserta perbekalan yang mereka bawa terutama makanan dan senjata.


Heilong dan para raja yang lain belum bergerak masuk ke dalam kapal. Mereka semua masih berdiri di bibir pantai sambil pengawasi para prajurit yang berbaris dengan rapi masuk ke dalam kapal.


Sebagai seorang Raja, mereka semua memang memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan para prajurit. Jika semua prajurit berhasil naik dengan aman ke kapal mereka, barulah para Raja ini akan naik ke kapal yang sudah disiapkan untuk mereka.


Namun …


Sebelum semua prajurit naik ke atas kapal, tiba-tiba muncul sebuah ombak setinggi dua puluh meter dan mengarah ke bibir pantai.


“Sepertinya para Iblis itu telah nengintai kita dan ingin menghalangi kita menyeberangi laut ini. Serahkan saja ombak ini padaku.”


Xiao Long langsung maju sejauh lima meter dari bibir pantai dan berniat berniat untuk menghadang ombak itu. Dia berdiri di atas permukaan air laut sambil meledakkan energi elemen tanah dan energi elemen cahaya yang ada di dalam tubuhnya ke kedua tangannya.


Dengan kedua tangannya yang kokoh bagai karang, Xiao Long lalu menghantam tinjunya dengan keras ke arah ombak raksasa yang sudah berjarak sepuluh meter dari tempat ia berdiri.


...“Tinju Naga Emas — Naga Kembar Pemecah Ombak.”...


“Roarrrr … Roarrrr …”


Raungan dua ekor naga yang sangat keras dan saling bersahut-sahutan langsung muncul bersamaan dengan bayangan dua ekor naga emas yang keluar dari ke-dua tinju Xiao Long dan langsung menghantam ombak itu dengan kuat.


“Boom …”


Kekuatan tinju Xiao Long memang tidak diragukan lagi, ombak raksasa itu langsung terbelah menjadi dua saat kekuatan tinjunya menghantam permukaan ombak itu.


Ombak raksasa itu akhirnya menghilang dan memperlihatkan sosok pasukan iblis yang bersembunyi di balik ombak.

__ADS_1


Pasukan iblis ini berjumlah seratus ribu orang dan terbagi dalam sepuluh kapal perang berukuran sedang. Masing-masing kapal perang dihuni sekitar sepuluh hingga dua puluh ribu pasukan yang telah dibagi berdasarkan tingkat kultivasi mereka.


Jumlah pasukan iblis ini memang terlalu sedikit jika dibanding dengan gabungan pasukan Heilong yang hampir menyentuh satu juta. Namun, mereka sepertinya memiliki keuntungan di atas lautan. Jadi Heilong tidak bisa bertindak gegabah melawan pasukan Iblis ini.


**


Sementara itu, di bagian geladak kapal musuh yang memiliki ukuran lebih besar dari kapal yang lain. Dua orang Jenderal Iblis sedang berdiri sambil memerintahkan seluruh kapal untuk menyiapkan meriam.


Yang satu memiliki sosok siluman buaya dan yang satu lagi adalah siluman elang. Mereka berdua adalah Jenderal Iblis Eyu dan Jenderal Iblis Volt.


Gabungan kekuatan kedua Jenderal Iblis ini memang sangat cocok jika digunakan di atas lautan.


Jenderal Iblis Eyu mampu mengubah air laut menjadi anak panah sehingga bisa membuat anak panah yang tidak ada habisnya untuk digunakan menyerang pasukan gabungan yang dipimpin Heilong.


Sedangkan Jenderal Iblis Volt bisa menggunakan kedua sayapnya untuk membuat badai ataupun ombak yang besar, sekaligus memiliki kecepatan yang sangat luar bisa untuk melakukan serangan diam-diam di antara deburan ombak.


Mereka berdua tidak berniat untuk menggunakan kekuatan mereka lebih dulu. Tapi ingin menguji sampai sejauh mana kekuatan kapal perang pemberian iblis dari Planet Dreamland. Karena itu mereka berdua ingin menghancurkan seluruh wilayah bibir pantai dengan menggunakan bom yang ada di masing-masing kapal.


“Cepat isi semua meriam yang ada di kapal kalian dengan peluru. Jenderal Iblis telah memberikan perintah untuk menghancurkan bibir pantai itu.”


Masing-masing Kapten di setiap kapal segera memerintahkan para kru kapal untuk mengisi meriam yang ada di masing-masing kapal mereka dengan sebuah bom yang memiliki daya ledak yang sangat dahsyat.


Ke-empat meriam yang ada di masing-masing kapal akhirnya menembakan pelurunya.


“Boom … Boom …”


Suara ledakan yang sangat dahsyat, seketika langsung bergema di lautan yang biasanya sangat sunyi dan sepi seperti sebuah tanah pemakaman.


**


“Para iblis itu sepertinya tidak hanya ingin menghancurkan kapal-kapal kita. Tapi mereka juga berniat untuk menghancurkan bibir pantai ini,” ucap Chariva saat melihat beberapa bom keluar dari masing-masing kapal perang.


“Bom yang mereka gunakan itu memiliki daya ledak yang sangat luar biasa. Sepertinya bukan hanya wilayah bibir pantai ini saja yang akan hancur. Tapi, pemukiman penduduk yang ada di sekitar pantai ini juga akan terkena dampaknya,” ucap Casbah saat mengamati bom itu dengan kemampuan penglihatan jarak jauhnya.


“Para Iblis itu sangat berani!! Mereka kira hanya mereka saja yang memiliki kapal perang yang dilengkapi dengan senjata penghancur. Aku akan menghancurkan semua kapal-kapal perang mereka sampai tak tersisa dengan kapal perang milikku,” seru Heilong geram saat mendengar jika kekuatan dari bom itu akan mengenai penduduk yang tinggal di sekitar pantai ini.


Ucapan Heilong ini sontak saja membuat para Raja yang berdiri di sekitarnya menjadi terkejut. Karena ke-tiga kapal milik mereka jelas-jelas adalah kapal penumpang. Bukan sebuah kapal perang yang dilengkapi dengan sebuah meriam. Jadi bagaimana mungkin bisa ada senjata penghancur di kapal ini.

__ADS_1


Sebenarnya para Raja ini tidak dengan sengaja menggunakan kapal penumpang. Tapi, sebuah kapal perang memang sangat langka di Alam Gaib yang selama ini memang selalu hidup damai dan jarang terjadi peperangan, apalagi perang di atas lautan.


Dan untuk membuat sebuah kapal perang bukanlah suatu yang mudah. Paling tidak dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk membuat sebuah kapal perang, sedangkan rencana perang besar ini hanya disusun dalam beberapa hari. Jadi para Raja ini juga tidak memiliki cukup waktu untuk membuat sebuah kapal perang.


Para Raja segera berjalan ke tempat Xiao Long dan meledakkan Qi yang ada di tubuh mereka untuk membuat sebuah medan pelindung yang mampu menahan ledakan bom itu.


Akan tetapi …


“Tunggu …!! Kalian semua tidak perlu membuang-buang tenaga untuk menghadapi bom-bom itu. Lebih baik kalian simpan saja kekuatan kalian untuk melawan para Jenderal Iblis. Serahkan saja semua ini padaku. Aku yang akan menghancurkan bom-bom itu sebelum menyentuh wilayah bibir pantai ini sekaligus akan aku hancurkan semua kapal perang milik Bangsa Iblis itu.”


Heilong dengan sangat percaya diri menghentikan para Raja yang ingin menyatukan kekuatan untuk membuat sebuah perisai pelindung yang sangat kokoh.


Nisaka dan Chariva yang sejak tadi masih berdiri di samping Heilong segera meliriknya dengan aneh. Mereka berdua merasa bingung dari mana Heilong memiliki kepercayaan sebesar.


Heilong lalu mengangkat tangan kirinya ke atas sambil berseru. “Keluarlah … Max Lightning.”


Gelang galaxy yang ada di tangan kiri Heilong segera bersinar dan sebuah cahaya melesat keluar dari gelang penyimpanan itu menuju ke arah langit lalu menghilang.


Beberapa saat kemudian, sebuah pesawat berukuran raksasa langsung muncul di tempat cahaya itu menghilang.


Pesawat ini bukanlah pesawat biasa. Tapi, pesawat ini adalah pesawat perang yang dilengkapi dengan berbagai macam senjata canggih dan sangat mematikan.


Ini adalah pesawat Max Lightning yang pernah diberikan Li Ziqi sang Dewi Perang pada Heilong.


“I-itu …!! Bukankah itu adalah pesawat Dewa Perang?!”


Chariva, Nisaka, Casbah dan Xiao Long secara bersamaan terkejut saat melihat kehadiran pesawat Max Lightning di depan mata mereka.


Sebagai murid dari para Divine Beast, mereka berempat juga pernah melihat bayangan pesawat ini dari para Divine Beast.


Akan tetapi, mereka berempat tidak pernah menyangka jika akan memiliki kesempatan untuk melihat pesawat ini secara langsung.


###############################


Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏


Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.

__ADS_1


__ADS_2