LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 56 BERAKHIRNYA HUKUMAN SEORANG DEWI


__ADS_3

“Apakah kau pernah mendengar tentang Tuanku? Karena pedang pusaka ini berada di tanganmu, berarti kau pernah bertemu dengan Tuanku sebelumnya,” tambah Li Zen.


“Aku tidak pernah bertemu dengan Tuanmu karena Dewa Li Xuan telah lama gugur dalam perang besar antara Dewa dan Iblis ribuan tahun yang lalu. Dan untuk Pedang Pusaka ini, aku mendapatkan warisan pedang pusaka ini di kediaman salah satu Divine Beast yang menjaga Planet Dreamland,” jawab Heilong.


“Ternyata benar dugaanku. Tuanku sudah meninggal dan kau adalah reinkarnasi dari Tuanku,” seru Li Zen sambil menatap tajam ke arah Heilong dengan penuh keyakinan.


Heilong sedikit terkejut karena Li Zen bisa tahu dengan tentang rahasia besar yang ada di dalam dirinya. Diapun akhirnya mengajukan pertanyaan pada Li Zen untuk mencari tahu alasan di balik keyakinan Li Zen.


“Kenapa kau begitu yakin bahwa aku adalah reinkarnasi dari Dewa Li Xuan? Aku rasa kau juga bisa melihat dengan jelas bahwa aku adalah seorang manusia. Bukan Dewa,” tanya Heilong tegas.


“Di dalam tubuhmu ada satu kekuatan istimewa dan kekuatan itu hanya bisa dimiliki oleh Tuanku karena ada syarat khusus agar kekuatan itu bisa menyatu dengan sempurna dengan Dantian seseorang. Kekuatan itu tidak bisa berpindah ke tubuh orang lain meskipun dia telah meninggal. Sebab, kekuatan itu akan terus melekat pada roh Tuanku. Jika Tuanku meninggal, kekuatan itu akan muncul di tubuh yang menjadi reinkarnasi dari dirinya,” jawab Li Zen sambil menujuk Dantian Heilong.


Heilong bisa menebak bahwa kekuatan khusus yang dimaksud Li Zen adalah elemen kehampaan. Sebab, elemen ini hanya bisa dimiliki oleh makhluk hidup yang memiliki benang roh emas yang tercipta dari Daun Emas Pohon Kehidupan. Dan Heilong adalah satu-satunya makhluk hidup yang memiliki hal itu.


“Memang benar aku adalah reinkarnasi dari Dewa Li Xuan. Namun, kekuatan yang aku miliki saat ini. Masih berada jauh di bawah Dewa Li Xuan,” ucap Heilong.


“Haha … Itu bukanlah sebuah masalah besar. Mulai sekarang, aku akan membantu untuk meningkatkan kekuatanmu. Aku juga akan menjadi senjatamu untuk menghadapi para iblis,” seru Li Zen terkekeh. Dia berhenti tertawa dan kembali berkata dengan wajah serius. “Namun, untuk bisa menggunakanku sebagai sebuah senjata. Kau harus memperbarui kontrak senjata denganku.”


“Tapi, aku sudah pernah melakukan kontrak senjata dengan pedang ini sebelumnya,” balas Heilong.


“Kontrak senjata yang kau lakukan adalah kontrak senjata dengan roh senjata sementara pedang pusaka ini. Kontak senjata itu tidak akan mampu mengeluarkan kekuatan maksimal dari Pedang Penjaga Surga. Kau harus melakukan kontrak senjata denganku agar kau bisa menggunakan pedang pusaka ini dengan kekuatan penuh,” jawab Li Zen.


“Lalu apa yang akan terjadi dengan roh senjata sementara dari pedang pusaka ini jika aku melakukan kontrak senjata denganmu.”


Heilong tidak bisa menerima perintah dari Li Zen begitu saja karena dia harus memastikan bahwa keadaan Li Ziqi akan tetap aman jika dia melakukan kontrak senjata dengan Li Zen. Sebab, bagaimana juga Li Ziqi adalah Gurunya yang selama ini telah mengajarinya berbagai jenis ilmu beladiri. Dia juga ingat pengorbanan seperti apa yang telah dilakukan Li Ziqi untuk memperkuat titik-titik meridian yang ada di dalam tubuhnya menggunakan Formasi Bintang Kejora.


“Gurumu akan bebas dari hukumnya dan akan kembali menjadi Dewi di Alam Dewa,” jawab Li Zen.

__ADS_1


Jawaban Li Zen terdengar sangat masuk akal dipikirin Heilong. Sebab, Pedang Penjaga Surga adalah penjara bagi Li Ziqi. Jika pemilik asli dari pedang itu telah kembali, mau tidak mau Li Ziqi harus pergi meninggalkan pedang pusaka itu. Sehingga hukuman yang diberikan oleh Dewa Tertinggi kepadanya secara otomatis akan berakhir.


Tanpa berpikir panjang, Heilong segera menyetujui perintah Li Zen. Dia mulai membuat luka di tangan kanannya untuk memulai ritual kontrak senjata sama seperti yang pernah dia lakukan dengan Li Ziqi ketika berada di Makam Es Seribu Pedang.


'Tes …'


Tiba-tiba terjadi keanehan di tempat ini ketika Heilong meneteskan darahnya ke Pedang Penjaga Surga untuk memulai ritual kontrak senjata.


Sebuah diagram sihir raksasa yang terbuat dari cahaya berwarna keemasan langsung muncul di bawah kaki Heilong. Hal ini berbeda sekali dengan saat ketika dia melakukan kontrak senjata dengan Li Ziqi karena diagram sihir yang muncul waktu itu berwarna merah seperti darah.


Diagram sihir yang ada di bawah kaki Heilong juga mengandung energi kehidupan yang sangat kuat. Sebab, diagram sihir ini telah merubah danau yang dangkal ini menjadi sebuah hutan dengan beberapa pohon yang menjulang tinggi dan berdaun lebat.


Heilong mengabaikan semua fenomena aneh itu dan terus memusatkan konsentrasinya untuk menyelesaikan ritual kontrak senjata.


**


Sementara itu, sebuah keanehan juga terjadi di tubuh Li Ziqi yang berada di kediaman Divine Beast Suzaku.


Sebuah diagram sihir raksasa sama seperti diagram sihir yang ada di bawah kaki Heilong, tiba-tiba juga muncul di bawah kaki Li Ziqi.


Diagram sihir ini membuat tubuh Li Ziqi yang berbentuk sebuah roh senjata menjadi sangat nyaman. Sebab, diagram sihir ini tak henti-hentinya menyinari tubuh Li Ziqi dengan cahaya kehidupan.


Untung saja posisi Li Ziqi berada saat ini berada di dalam piramida kediaman Divine Beast Suzaku. Jadi yang mengetahui hal ini hanya Dao Xue Lian dan Divine Beast Suzaku.


Sedangkan Galene, Long Yuyin, Shen Ai Zhi dan Feng Tzuyu berada di dekat kepompong cahaya menggurung tubuh Long Bai.


“Kakak, apa yang terjadi denganmu?” ucap Dao Xue Lian yang merasa sedikit khawatir dengan keadaan Li Ziqi.

__ADS_1


“Sepertinya hukuman Sang Putri sebentar lagi akan berakhir,” sahut Divine Beast Suzaku.


Dao Xue Lian yang merasa aneh dengan ucapan Divine Beast Suzaku, segera menatapnya. Namun, Divine Beast Suzaku tidak memberikan perjelasan yang berarti. Dia lalu kembali menatap Li Ziqi.


Melihat kekhawatiran yang ada di mata Dao Xue Lian, Li Ziqi akhirnya menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya.


“Roh Senjata yang asli dari Pedang Penjaga Surga telah bangkit kembali. Itu artinya hukumanku akan segera berakhir dan akan kembali menjadi seorang Dewi karena manusia pilihan yang dipilih oleh Sang Pencipta untuk mengakhiri kekejaman para iblis di Dunia Tengah ini telah muncul.”


Dao Xue Lian merasa lega dan sangat senang dengan kabar baik yang diucapkan oleh Li Ziqi. Meskipun mereka berdua akan kembali terpisah, tapi Li Ziqi akan berkumpul kembali di keluarganya di Alam Dewa. Dengan begitu Li Ziqi juga melihat ibu kandung Dao Xue Lian yang dikurung di Alam Dewa.


“Pyar …”


Rantai hukuman dewa yang melekat di tubuh Li Ziqi, satu per satu mulai hancur.


Wujud Li Ziqi pun langsung berubah kembali menjadi seorang Dewi bukan lagi bayangan seperti sebuah roh. Dan tingkat kultivasinya juga kembali ke tingkat aslinya yaitu Lapis Heavenly God tingkat kedelapan.


Tingkat kultivasi yang dimiliki Li Ziqi ini setara dengan tingkat kultivasi yang dimiliki oleh para petinggi di Alam Dewa dan juga para Divine Beast. Tapi, hanya Dewa Tertinggi saja yang mampu mencapai tingkat Heavenly God tingkat sepuluh.


“Whooost …”


Tiba-tiba sebuah celah muncul di langit Planet Dreamland. Celah ini mengeluarkan tekanan udara yang sangat kuat dan berusaha menarik tubuh Li Ziqi ke atas agar keluar dari Planet ini.


“Adik, aku harus segera meninggalkan Planet ini karena kekuatan milikku berada di ambang batas kekuatan yang mampu ditampung oleh Planet ini. Sehingga Planet ini mengaktifkan medan pelindung yang dibuat oleh Sang Pencipta untuk mengusir kehadiranku,” seru Li Ziqi berpamitan.


“Kakak jangan khawatir. Aku akan menjaga dia dengan baik sampai dia berhasil menjadi seorang Dewa,” jawab Dao Xue Lian.


Dao Xue Lian mengerti kekhawatiran terbesar kakaknya adalah keselamatan Heilong yang memang terkenal sangat ceroboh. Dia akhirnya berjanji pada kakaknya untuk menjaga keselamatan Heilong agar kakaknya bisa tenang.

__ADS_1


Li Ziqi pun segera terbang ke langit dan meninggalkan Planet Dreamland.


__ADS_2