
Pasukan siluman serigala bulan yang datang menyerang seperti tak ada habis-habisnya. Saat salah satu dari mereka berhasil ditumbangkan, maka lima ekor siluman serigala bulan akan muncul dan melakukan serangan balasan.
Para prajurit Kerajaan Danau Biru mulai sedikit kesulitan menghadapi ribuan siluman serigala bulan ini. Merekapun akhirnya membuat sebuah rencana dengan membagi pasukan menjadi dua lapis untuk lebih menghemat cadangan Qi yang ada di dalam tubuh mereka.
Lapis pertama membawa pedang dan perisai untuk bertahan di garis depan di bawah komando Jenderal Liu Yin. Sedangkan lapis kedua bertugas menyerang dengan tombak dan panah di bawah komando Jenderal Liu Ye.
Melihat para prajuritnya mulai kesulitan menahan serangan para siluman serigala bulan, Chariva menjadi sangat khawatir. Dia lalu memerintahkan keempat Jenderal yang berdiri disekitarnya untuk pergi membantu Jenderal Liu Yin.
“Kalian berempat majulah ke garis depan dan bantulah Jenderal Liu Yin memperkuat pertahanan dengan Formasi Perisai Cahaya Bintang yang telah aku ajarkan.”
“Tapi, Ratu? Kami harus tetap di sini untuk menjaga keamanan Ratu. Jika sesuatu terjadi dengan Ratu, itu artinya kita telah kalah.”
“Aku tidak membutuhkan penjagaan kalian saat ini karena Kakakku memiliki kemampuan teleportasi yang sangat tinggi. Jika aku berada dalam bahaya, dia bisa membawaku ke tempat yang lebih aman jauh lebih cepat dari kalian berempat.”
Keempat Jenderal itu awalnya tidak setuju dengan perintah ratu mereka. Namun, apa yang dikatakan ratu mereka semuanya benar.
Raja Casbah memang sangat terkenal dengan kemampuan teknik teleportasinya yang mendalam dan bahkan memiliki kecepatan yang hampir menyaingi seorang Dewa. Jika ada bahaya yang mendekati Ratu mereka, maka kemampuan yang dimiliki Casbah akan jauh lebih berguna dari kemampuan yang mereka miliki.
Di samping Casbah juga ada pria misterius yang kemampuannya belum mereka ketahui, tapi mereka bisa menilai jika kemampuan yang dimiliki oleh pria itu tidak lemah. Pria misterius yang mereka maksud itu tidak lain adalah Heilong.
Sejak pertama kali para siluman serigala bulan itu melakukan penyergapan, Heilong sudah terlihat sangat tidak senang. Dari tubuhnya selalu memancar aura yang cukup kuat dan siap membunuh para siluman serigala bulan itu, tapi Chariva melarang mereka berdua untuk bertindak sekarang karena menurut perhitungannya para siluman serigala bulan ini masih menyembunyikan sesuatu yang seharusnya menjadi kartu as dalam penyergapan kali ini.
Keempat Jenderal yang sejak tadi selalu berdiri di sekitar Chariva segera maju ke garis depan untuk membantu Jenderal Liu Yin memperkuat pertahanan sesuai dengan perintah Sang Ratu.
__ADS_1
Mereka berlima lalu menyatukan ujung pedang pusaka milik mereka pada satu titik. Kelima pedang pusaka yang ada di tangan mereka langsung menyala dan membentuk sebuah formasi sihir berbentuk bintang saat kelima ujung padang itu saling bersentuhan.
...“Perisai Cahaya Bintang.”...
Formasi Perisai Cahaya Bintang yang dibuat kelima Jenderal ini langsung mengambil bentuk sebuah piramida cahaya raksasa yang melindungi semua prajurit.
Tidak ada serangan yang mampu menembus masuk ke dalam piramida cahaya ini. Tapi, orang yang berada di dalam piramida ini bisa melakukan serangan ke arah luar.
“Ternyata kekuatan dari formasi perisai cahaya bintang yang mereka miliki sudah mengalami banyak sekali peningkatan,” gumam Chariva sedikit terkejut saat melihat ketebalan dari dinding piramida cahaya yang melindungi semua orang.
Sebagai seorang Ratu sekaligus Guru mereka, Chariva tentu saja sangat bangga dengan peningkatan kekuatan murid-muridnya. Dengan begitu kekuatan pertahanan yang dimiliki oleh Kerajaan Danau Biru akan menjadi semakin kuat.
“Clang … Clang …”
Akan tetapi, semua serangan yang dilakukan oleh para siluman serigala bulan itu hanya mampu membuat goresan tipis di permukaan dinding piramida cahaya itu.
“Apa cuma sebatas itu kekuatan dari cakar siluman serigala yang selama ini kalian bangga-banggakan? Aku pernah mendengar sebuah cerita jika cakar siluman serigala bulan dapat memotong benda apapun. Apakah cerita itu hanya omong kosong belaka agar Bangsa kalian terlihat begitu kuat, namun kenyataannya kekuatan cakar kalian hanyalah seperti sebuah pedang yang tumpul. Aku sarankan kalian menyerah saja dan kita akhiri pertempuran ini,” ejek Liu Yin tersenyum sinis.
Ejekan itu membuat Para Siluman Serigala Bulan menjadi sangat marah karena mereka semua menganggap cakar yang ada di tangan mereka seperti sebuah benda pusaka. Jadi bagaimana mungkin mereka akan melepaskan begitu saja orang yang berani menghina kekuatan cakar siluman serigala bulan.
Salah satu siluman serigala bulan yang memiliki tubuh paling kekar segera maju dari barisan belakang ke barisan terdepan untuk mendekati piramida cahaya itu. Dia adalah Jenderal yang memimpin para siluman serigala bulan yang menyerang di hutan ini.
Dia menatap Liu Yin dengan dingin sambil memancarkan niat membunuh yang tajam. Dengan geram dia lalu berkata. “Dasar kalian Bangsa Manusia yang tidak tahu diuntung !! Kami semua hanya bermain-main dengan kalian saja karena Raja Siluman Serigala Bulan memerintahkan kami untuk membawa kalian hidup-hidup.”
__ADS_1
“Oh benarkah?!”
Liu Yin tak takut sedikitpun dengan ancaman dari Jenderal Siluman Serigala Bulan itu dan kembali menjawab dengan nada mengejek. Saat ini dia hanya memiliki satu tujuan yaitu membalas semua perlakuan yang telah mereka lakukan pada para Bangsa Manusia yang ada di Tanah Biru ini.
Jenderal Siluman Serigala Bulan yang sangat marah langsung memusatkan semua kekuatannya ke dalam cakarnya dan memukul dinding piramida cahaya itu dengan sangat keras.
“Baaammm …”
Suara ledakan diikuti dengan jejak goresan memanjang sedalam 5 cm langsung muncul di tempat dia menghantamkan cakar tajamnya.
Jenderal Siluman Serigala Bulan menatap ke arah bekas cakarannya dengan raut wajah hitam dan langsung mengumpat. “Sial !!! Dinding dari piramida cahaya ini ternyata memiliki kekuatan yang sebanding dengan serangan cakar serigala bulan milikku. Setiap bagiannya dilindungi oleh kekuatan cahaya absolut yang sulit ditembus. Jika aku menyerang dinding piramida cahaya ini seorang diri, maka kekuatanku akan benar-benar habis sebelum aku bisa menghancurkan dinding piramida cahaya itu.”
“Sepertinya aku harus meminta bantuan mereka.”
Jenderal siluman serigala bulan lalu mengeluarkan sebuah giok berwarna biru. Meskipun tidak berwarna hitam, tapi Casbah dan Chariva bisa merasakan ada hawa iblis yang samar memancar dari permukaan giok itu. Dia lalu menghancurkan batu giok itu dan melemparnya ke arah samping.
Sebuah portal dimensi langsung muncul di tempat bekas giok itu terjatuh.
Aura kegelapan dan hawa iblis yang sangat pekat langsung memancar dengan kuat dari portal dimensi ini. Portal dimensi yang sangat misterius ini bagaikan sarang dari Bangsa Iblis.
*****
Di tunggu like dan komennya ya 🙏.
__ADS_1