LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 28 AKU PERCAYA DENGAN MUKJIZAT


__ADS_3

“Kenapa kita tidak menghancurkan perkebunan itu saja, Ayah? Aku rasa itu adalah cara yang paling efektif untuk melemahkan Kerajaan Banteng Api. Sebab, perkebunan itu adalah satu-satunya sumber persediaan makanan mereka. Dengan begitu kita tidak perlu lagi repot-repot untuk mencari seorang koki,” ucap Mao Shizi yang memang terkenal berhati dingin.


“Jangan terlalu kejam Putriku. Meskipun saat ini kita sedang berperang dengan Kerajaan Banteng Api, tapi rakyat Kerajaan itu tidak semuanya bersalah. Karena itu kita tidak bisa menyerang perkampungan rakyat Kerajaan Banteng Api. Begitu juga sebaliknya, Raja dari Kerajaan Bareng Api juga tidak akan pernah memerintahkan para prajuritnya untuk menyerang rakyat Kerajaan Singa Bulu Emas.”


Raja Singa Bulu Emas langsung menolak usulan dari Putrinya karena hal itu bertentangan dengan kesepakatan perang yang telah dibuat antara Raja Singa Bulu Emas dengan Raja Banteng Api.


Dalam kesepakatan perang yang telah mereka buat, tertulis dengan jelas bahwa kedua Kerajaan ini tidak akan pernah melibatkan rakyat biasa kecuali rakyat itu sendiri yang melibatkan dirinya dalam perang ini.


“Lalu kemana kita akan mencari koki seperti itu? Ayah tahu sendirikan bahwa seorang koki tidak akan pernah mau belajar ilmu beladiri karena mereka takut jika tangan yang mereka gunakan untuk memasak akan terluka dalam sebuah pertarungan,” balas Mao Shizi.


“Itulah yang membuat ayah jadi bingung. Koki seperti itu sepertinya tidak akan pernah ada di Alam Gaib ini. Sebab, Ayah sudah berkali-kali mengadakan sayembara untuk mencari Koki seperti itu. Namun, Ayah belum juga mendapatkan hasilnya,” jawab Raja Singa Bulu Emas sambil menggelengkan kepalanya.


Raja Singa Bulu Emas terlihat sudah hampir putus asa untuk mencari seorang koki yang menguasai ilmu beladiri. Sebab, hal seperti itu memang sangat mustahil untuk di temukan di Alam Gaib yang kehidupannya terkenal sangat keras.


“Jika Ayah tahu tentang hal itu, lalu kenapa Ayah masih ingin mencari seorang Koki yang menguasai ilmu beladiri. Padahal Ayah jelas-jelas sudah tahu bahwa itu adalah hal yang sangat mustahil,” seru Mao Shizi berusaha untuk mengingatkan Ayahnya agar menghentikan usahanya mencari seorang koki yang menguasai ilmu beladiri karena itu adalah hal yang sia-sia.


“Ayah masih percaya dengan Mukjizat dari Sang Pencipta karena Sang Pencipta tidak akan pernah membiarkan kebaikan kalah dari kejahatan,” jawab Raja Singa Bulu Emas sambil menatap langit.


Tiba-tiba tubuh Heilong memancarkan sebuah cahaya yang sangat menyilaukan mata setelah Raja Singa Bulu Emas mengucapkan kata Mukjizat.


Raja Singa Bulu Emas dan Putri Mao Shizi langsung menatap ke arah Heilong karena mereka juga penasaran bagaimana tubuh Heilong bisa mengeluarkan cahaya seterang itu.


Sesaat kemudian, Pisau Taring Singa yang selama ini tersimpan dalam tubuh Heilong dan seharusnya hanya bisa muncul keluar jika dipanggil oleh Heilong. Tiba-tiba keluar dengan sendirinya dari dalam Dunia Jiwa Heilong dan terbang melayang di depan mereka bertiga.


“I-itu …?! Bukankah itu adalah Pisau Taring Singa,” seru Raja Singa Bulu Emas dengan tubuh bergetar seperti sedang melihat seorang Dewa.

__ADS_1


“Pisau Taring Singa? Sepertinya aku pernah membaca tentang pisau ini di perpustakaan Kerajaan. Tapi, pisau itu seharusnya sudah lama menghilang dari Alam Gaib ini,” ucap Mao Shizi mengerutkan keningnya.


“Benar, Pisau Taring Singa ini sudah lama menghilang bersamaan dengan naiknya leluhur kita ke Dunia Atas untuk menjadi seorang Dewa. Dan pisau ini hanya bisa dimiliki oleh orang yang sangat pandai dalam hal memasak,” jelas Raja Singa Bulu Emas.


“Itu artinya Heilong adalah seorang Koki yang selama ini kita cari,” ucap Mao Shizi menunjuk Heilong dengan tangan kanannya.


“Benar, aku memang seorang Koki. Dan Pisau Taring Singa ini adalah pisau yang sering aku gunakan untuk memasak,” seru Heilong sambil mengambil kembali pisau miliknya. Dia lalu berkomunikasi dengan roh senjata yang ada di dalam Pisau Taring Singa. “Kenapa kau tiba-tiba muncul, sepertinya kau ingin aku membantu mereka.”


“Mereka semua adalah Bangsaku dan di tempat inilah aku dilahirkan. Jadi sudah sewajarnya aku membantu mereka agar kehidupan mereka kembali menjadi damai. Jika kau sebagai Tuanku, menolak untuk membantu mereka. Maka aku terpaksa harus mencari Tuan yang lain,” jawab roh senjata Pisau Taring Singa dengan nada sedikit mengancam.


“Siapa yang bilang bahwa aku tidak mau membantu mereka. Aku hanya sedang mencari informasinya yang lebih detail lagi tentang Kerajaan Banteng Api agar aku bisa lebih mudah mengalahkan mereka. Sekarang kembalilah ke dalam Dunia Jiwaku karena belum saatnya kau muncul,” seru Heilong lalu dia menyimpan kembali Pisau Taring Singa ke dalam Dunia Jiwanya.


“Ternyata kau adalah seorang Koki. Kenapa kau tidak bilang padaku ketika kita pertama kali bertemu? Jika kau mengatakan padaku bahwa kau adalah seorang koki, maka aku akan bersikap lebih ramah padamu,” ucap Mao Shizi dengan wajah sedikit bersalah karena dia telah meninggalkan kesan yang sedikit buruk saat mereka berdua pertama kali bertemu.


“Kami sebenarnya tidak terlalu memerlukan bantuan seorang tabib karena sebagai seorang kultivator kami memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri kami sendiri selama Qi murni kami masih mengalir. Dan untuk meningkatkan kultivasi, kami hanya perlu bermeditasi di tempat-tempat yang memiliki energi alam yang sangat melimpah,” jawab Raja Singa Bulu Emas.


“Yang dikatakan Ayahku memang benar. Sebenarnya kami hanya memerlukan bantuan seorang tabib jika tubuh kami mengalami keracunan atau Qi murni kami sudah berhenti untuk mengalir. Tapi, hal itu jarang sekali terjadi. Justru yang paling kami butuhkan adalah bantuan seorang Koki karena dengan makanan yang sehat dan gizi yang tepat, maka kemampuan tubuh kami akan menjadi semakin baik dan tidak akan mudah terserang penyakit,” sahut Mao Shizi mendukung jawaban ayahnya.


“Tidak kusangka ternyata seorang Koki sangat dihormati di Alam Gaib ini. Tidak seperti Planet Dreamland yang masih terlalu bergantung dengan pil buatan para tabib. Tapi, biar bagaimana juga keberadaan seorang tabib masih tetap dibutuhkan karena hanya seorang tabiblah yang bisa mengobati penyakit,” pikir Heilong dalam hati.


Heilong lalu menatap Raja Singa Bulu Emas dan Putri Mao Shizi. “Baiklah aku akan menggunakan kemampuan memasak yang aku miliki untuk mengalahkan Raja Singa Bulu Emas. Tapi, di masa depan nanti. Kalian tidak boleh meremehkan posisi seorang tabib. Sebab, kalian masih membutuhkan bantuan mereka jika kalian mengalami luka yang sangat parah atau sedang terkena racun.”


“Kami berjanji,” jawab Raja Singa Bulu Emas dan Putri Mao Shizi bersamaan.


“Tapi, seperti yang aku katakan tadi. Hanya dengan kemampuan memasak saja tidak akan cukup untuk mengalahkan Raja Singa Bulu Emas. Kau juga harus memiliki kemampuan ilmu beladiri yang lain,” lanjut Raja Singa Bulu Emas.

__ADS_1


“Kemampuan ilmu beladiri yang lain?! Ilmu beladiri seperti apa yang anda maksud?” ucap Heilong balik bertanya.


*****


Halo Author kembali menyapa kalian dengan membawa beberapa novel menarik dari Noveltoon sambil menunggu novel ini update.


*******



Judul Novel : VRMMOORPG : Battle Domain (S2)


Karya : Xyle


“Kebanggaan, harga diri, reputasi dan kehormatan adalah tujuanku.”


*******


Yang suka novel Romance bisa mampir ke :



Judul Novel : Dia Bukan Gadis Biasa.


Karya : Lintang (Lia Taufik)

__ADS_1


__ADS_2