LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 175 KEMBALINYA INGATAN


__ADS_3

Heilong sebenarnya merasa enggan untuk mengeluarkan Gremlin karena ia tahu bahwa Gremlin dan Dewi Bulan Ungu memiliki sebuah perselisihan khusus yang membuat Dewi Bulan Ungu mengutuk Gremlin dan membuatnya tak bisa berbicara salain dengan orang yang telah menaklukkannya.


“Apa yang kau tunggu? Cepat keluarkan Gremlin sekarang juga karena ini adalah tugas rahasia yang diberikan oleh Dewi Tertinggi padaku. Jadi, tugas ini tidak tertulis di dalam gulungan surat.” Dewi Bulan Ungu kembali mengulang kata-katanya karena melihat Heilong tak kunjung bergerak dan mengeluarkan Gremlin. Ia bahkan harus mengatakan bahwa ini adalah perintah dari Dewa Tertinggi.


“Apakah Dewa Tertinggi memiliki alasan khusus sehingga harus merahasiakan tentang tugas ini,” balas Heilong tak percaya. Ia masih teguh dengan pemikirannya bahwa Dewi Bulan Ungu ingin memberi hukuman para Gremlin karena itu sampai sekarang ia belum juga mau mengeluarkan Gremlin dari dalam Dunia Jiwa miliknya.


“Kasalahan yang dilakukan Gremlin padamu tidaklah terlalu besar dan dia juga sudah mendapatkan hukuman darimu berupa sebuah kutukan yang sudah ia jalani dalam kurun waktu yang cukup lama. Bagaimana kalau kau lupakan saja kesalahan yang telah dilakukan Gremlin saat itu?” ucap Heilong serius. Sebab, saat ini hanya tinggal Gremlin saja satu-satunya pendukung yang ia miliki dan tidak akan pernah mengkhianati dirinya.


Wajah Dewi Bulan Ungu tiba-tiba memerah kerena malu setelah mendengar ucapan Heilong. Ia tidak pernah menyangka bahwa Gremlin akan menceritakan kejadian itu pada Heilong. “Kesalahan Gremlin yang telah ia lakukan padaku sudah hilang sejak aku mengutuknya. Semua yang akan aku lakukan saat ini adalah murni perintah dari Dewa Tertinggi. Agar kau percaya, aku akan menceritakanmu sebuah cerita tentang masa lalu Gremlin.


Dewi Bulan Ungu akhirnya mulai menceritakan tentang kehidupan masa lalu Gremlin saat ia masih merupakan bagian dari salah satu Divine Beast yang cukup disegani di Alam Dewa. Ia hanya menceritakan poin-poin penting dari kehidupan Gremlin untuk mempersingkat waktu.


Di mulai dari saat Gremlin mulai berteman baik dengan salah satu Beast Purba yang berasal dari Dunia Bawah hingga akhirnya salah satu Dewa yang berasal dari Dunia Tengah membunuh sahabatnya itu saat ia melintas ke Dunia Tengah.


Karena terbakar rasa amarah atas kematian sahabatnya, Gremlin akhirnya bersekutu dengan Raja Iblis dan berniat memakan semua bintang yang menjadi sumber kehidupan di Dunia Tengah. Ia benar-benar berniat untuk menghancurkan seluruh kehidupan yang ada di Dunia Tengah untuk membalas dendam pada Dewa yang membunuh sahabatnya itu.


Dewa Tertinggi akhirnya memerintahkan semua Divine Beast untuk menyerang Gremlin dan membunuh Gremlin agar ia tidak kembali mengancam kehidupan yang ada di Dunia Tengah.

__ADS_1


Namun, Gremlin saat itu tidak jadi dihukum mati karena para Divine Beast memohon ampunan. Sebab, semua tindakan yang dilakukan Gremlin sebenarnya berasal dari ulah salah satu Dewa yang tak bertanggung jawab dan identitasnya sangat misterius. Sebab, identitas dewa yang telah membunuh sahabat Gremlin saat itu, tidak pernah terungkap sampai saat ini. Dewa itu benar-benar menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


Dewa Tertinggi akhirnya mengampuni kesalahan Gremlin dan membiarkannya bertahan hidup. Tapi, karena kesalahan yang dilakukan Gremlin terlalu besar, Dewa Tertinggi terpaksa mencabut ingatan dan kekuatannya.


Setelah itu, Gremlin diasingkan ke tempat tentu yang keberadaannya di sembunyikan dari mata umum agar ia bisa menjalani kehidupannya sebagai seekor Beast biasa dengan tenang.


Dewi Bulan Ungu akhirnya mengakhiri ceritanya dan melihat ekspresi Heilong. Dan … Ia akhirnya menyadari ada sesuatu yang salah. Sebab, ia menceritakan semua tentang Gremlin begitu saja tanpa membuat sebuah medan pelindung khusus sehingga Casbah, Chariva dan Nisaka yang kebetulan memang masih berada ditempat itu, juga ikut mendengarkan cerita tentang masa lalu Gremlin.


Jika kejadian ini sampai tersebar ke Alam Dewa, Dewi Bulan Ungu pasti akan mendapatkan hukuman. Apalagi, mereka bertiga juga terlihat sangat antusias saat mendengar cerita tentang Gremlin dan langsung terkejut saat mendengar bagian akhir dari cerita ini. Sebenarnya mereka bertiga sudah menebak bahwa Gremlin bukalah seekor Beast biasa, namun mereka juga tidak menyangka bahwa identitas asli dari Gremlin adalah seekor Divine Beast yang milikki keagungan yang setara dengan Guru mereka.


Namun, Dewi Bulan Ungu akhirnya mengabaikan hal itu karena identitas Gremlin sebentar lagi akan dipulihkan. Jadi, untuk apalagi tetap merahasiakan tentang hal ini?


Heilong segera membuat gerakan segel tangan untuk memanggil Gremlin dari dalam Dunia Jiwa miliknya dan Gremlin pun langsung muncul di depan semua orang.


Saat melihat Dewi Bulan Ungu di tempat ini, Gremlin langsung menundukkan kepala dan terlihat sangat ketakutan walaupun kekuatan yang ia miliki saat ini juga telah mengalami peningkatan. Akan tetapi, di hadapan seorang Dewi, ia tak lebih dari seekor semut.


“Jangan takut! Aku akan menghilangkan semua hukuman yang telah kau derita selama ini. Kutukan yang pernah aku berikan padamu waktu itu, akan aku cabut sekarang juga.” Dewi Bulan Ungu lalu menyentuh kepala Gremlin dengan lembut.

__ADS_1


Aura berwarna ungu langsung menyelimuti bagian kepala Gremlin dan menghancurkan sebuah formasi sihir tersembunyi yang ada di belakang kepalanya.


Seketika, kemampuan bicara yang telah direnggut darinya langsung kembali saat itu juga. Mulai sekarang, Gremlin bisa kembali berbicara layaknya seorang manusia.


“Terimakasih, Dewi.” Gremlin mengucapkan itu dengan tulus sambil menundukkan kepala. Dalam hatinya, ia telah bersumpah tidak akan berani lagi menganggu seorang Dewa ataupun Dewi.


Dewi Bulan Ungu menanggapi dengan anggukan kepala sebagai tanda bahwa ia telah menerima permintaan maaf dari Gremlin. Ia pun lalu mempersiapkan diri untuk melakukan tugas berikutnya yaitu mengembalikan semua ingatan dan kekuatan yang pernah dimiliki Gremlin.


Akan tetapi, ia telah membuat keputusan untuk mengembalikan ingatan Gremlin terlebih dahulu dan melihat bagaimana reaksinya setelah ingatannya kembali. Sebab, dendam yang dimiliki oleh Gremlin pada para Dewa dan juga manusia seharusnya belum padam sampai saat ini.


Dewi Bulan Ungu lalu mengeluarkan sebuah botol giok berukuran kecil yang biasa digunakan sebagai tempat penyimpanan pil dan berkata. “Di dalam botol ini terdapat semua ingatan milikmu yang telah disegel oleh Dewa Tertinggi. Aku akan segera mengembalikan ingatan ini padamu tapi kau harus berjanji bahwa kau akan mengendalikan diri setelah ingatanmu kembali.”


“Baik, Dewi. Aku berjanji.” Gremlin tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung berjanji karena ia sebenarnya juga sangat penasaran tentang masa lalunya sendiri.


Dewi Bulan Ungu lalu membaca sebuah mantra khusus untuk membuka segel yang ditanamkan oleh Dewa Tertinggi pada botol giok itu dan segera membuka tutupnya. Setelah itu, ia kemudian mengarahkan bagian ujung botol giok itu ke arah Gremlin.


Sebuah bola cahaya berwarna keemasan keluar dari dalam botol giok dan masuk ke dalam kepala Gremlin melalui keningnya.

__ADS_1


Seketika, seluruh dunia pikiran Gremlin seakan-akan dihujani oleh ribuan cahaya berwarna emas yang kemudian berubah menjadi potongan-potongan cermin yang berisi ingatan masa lalunya.


Hawa membunuh yang sangat kuat langsung memancar dari tubuh Gremlin setelah ingatannya kembali. Ia menatap semua orang yang ada di tempat ini seperti seorang musuh. “Beraninya kalian membunuh sahabatku! Aku akan menghabisi semua kehidupan di dunia ini untuk membalas dendam.”


__ADS_2