
“Sialan!! Kau berani mengejek leluhurku. Akan ku bunuh kau tanpa menyisakan mayat.”
Jiro langsung berlari kencang menuju ke arah Heilong sambil mengarahkan cakar tangan kanannya yang sangat tajam dan telah dilapisi dengan gabungan antara energi kegelapan dan hawa iblis.
...“Cakar Racun Iblis.”...
Tanpa mengulur waktu lagi, Jiro segera melesatkan serangan cakar yang bersifat korosif ke arah dada Heilong. Dia ingin racun iblis ini meresap ke dalam jantung Heilong lalu mengubahnya menjadi iblis sebelum dia membunuhnya.
“Jurus seperti itu tidak akan bisa melukaiku. Sebab, aku sudah pernah melihat jurus yang mirip dengan jurus itu sebelumnya.”
...“Tinju Api Unicorn.”...
Heilong segera mengeluarkan energi api miliknya untuk melawan racun iblis. Lalu memusatkan energi api itu ke dalam tinjunya.
Energi api Heilong adalah api suci milik ras Unicorn yang sangat efektif untuk melawan racun iblis. Sebab, di dalam api ini mengandung kekuatan cahaya suci yang merupakan musuh dari hawa iblis.
“Boom …”
Tinju Heilong dan Cakar Jiro saling berbenturan dan membuat mereka berdua tersungkur mundur ke belakang karena benturan kedua energi mereka berdua menyebabkan ledakan yang mengandung tekanan yang cukup besar hingga mampu membuat tanah yang ada di bawah kaki mereka menjadi retak.
Jiro terduduk dan memuntahkan seteguk darah berwarna hitam di mulutnya. Sedangkan Heilong sudah berhasil berdiri tanpa ada luka sedikitpun.
...“Tarian Menembus Langit.”...
Tubuh Heilong langsung menghilang dalam pandangan Jiro.
Jiro sempat tertegun sebentar. Kekuatan indra penglihatannya telah ditingkatkan hingga ke titik tertinggi. Tapi, Heilong masih bisa meloloskan diri dari pandangan matanya. Jiro menolak untuk mempercayai dengan apa yang dia lihat saat ini, namun kejadian ini benar-benar nyata.
“Apa yang kau lakukan? mencariku?”
Suara Heilong tiba-tiba muncul dari punggung Jiro. Suara ini terdengar sangat dekat, tapi Jiro sama sekali tidak bisa merasakan kehadiran Heilong.
Jiro akhirnya menyadari jika Heilong tidak hanya sangat baik dalam hal kekuatan dan kecepatan, tapi dia juga mampu menyembunyikan aura keberadaannya.
Jiro segera membalikkan tubuhnya ke belakang dengan dengan serangan rahasia yang telah dia persiapan di tangan kirinya.
...“Tinju Serigala Kegelapan.”...
__ADS_1
Akan tetapi, yang dihantam Jiro hanyalah hembusan angin.
Heilong sudah menghilang entah kemana sesaat sebelum serangannya menyentuh tubuh Heilong.
Jiro melihat sekelilingnya dan mencari keberadaan Heilong dengan teknik mata iblis. Namun dia belum juga bisa menemukan keberadaan Heilong.
“Aku di sini.”
Dari langit, suara Heilong kembali muncul.
Jiro mendongak ke langit dan kedua matanya langsung melotot karena terkejut.
Di langit, Heilong sudah berdiri dengan kedua tangannya yang menggenggam erat Pedang Penjaga Surga ke arah langit.
Aura energi angin dan energi es yang sangat kuat telah menyelimuti bagian ujung pedang itu dan membuat awan yang ada di sekitarnya menyebar ke segala arah karena tekanan energi angin yang sangat kuat.
Suhu udara di tempat ini juga semakin menurun dan menimbulkan butiran-butiran salju sebesar biji kacang berwarna putih bersih seperti awan.
“Kau bilang ingin membunuhku tanpa menyisakan mayat. Sekarang kita lihat siapa yang lebih pantas untuk mengatakan hal itu.”
...“Pedang Membelah Bumi.”...
...“Serigala Pemburu Kegelapan.”...
Jiro segera berlari menghindar sejauh dua puluh meter lalu berbalik menoleh Heilong untuk melihat apakah Heilong merubah arah serangannya dan mengejarnya. Tapi ternyata, tebakannya itu salah. Heilong sama sekali tidak merubah arah serangannya dan terus terbang ke bawah menghantam tanah.”
“Boom …”
Suara ledakan keras disertai dengan kabut debu tebal langsung muncul di tempat Heilong.
Jiro tertawa terbahak-bahak melihat semua ini. “Haha …. Apakah kau buta sampai-sampai tidak bisa melihat jika aku sudah berlari menjauhi tempat itu untuk menghindari seranganmu. Atau …?! jangan-jangan jurus itu sengaja kau hantamkan ke tanah untuk menyiapkan tempat pemakamanmu sendiri.”
Akan tetapi …
Kegembiraan Jiro itu tidak berlangsung lama. Semua kegembiraan yang terlihat di wajahnya, secara perlahan mulai pudar dan di gantikan dengan raut wajah serius.
Jiro bisa merasakan ada tekanan yang sangat besar sedang bergerak di dalam tanah menuju ke arahnya. Tekanan kekuatan itu membuat tanah di atasnya menjadi bergetar dan retak.
__ADS_1
Ketakutan mulai terlihat di wajah Jiro. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghindar. Kedua kakinya terasa sangat berat dan seolah-olah terpatri dengan gaya gravitasi tempat ini yang dengan sekejap mata tiba-tiba menguat.
Tanah di bawah kaki Jiro mulai retak dan memancarkan cahaya kilauan pedang di setiap retakan.
Dan …
“Swosh … Swosh …”
Ribuan pedang yang terbuat dari energi dan memiliki bentuk seperti bayangan, namun memiliki kepadatan dan ketajaman yang nyata. Langsung melesat lurus ke arah langit bak seekor naga yang terbang ke langit dari dalam tanah.
Tubuh Jiro terus dihujani oleh ribuan pedang itu dari arah bawah. Menusuk ke setiap organ vitalnya. menghancurkan tulang dan akhirnya hanya meninggalkan serpihan-serpihan berwarna hitam pekat karena darah, daging dan tulang para iblis semuanya berwarna hitam pekat akibat racun dari hawa iblis.
Serpihan-serpihan itu kemudian menghilang tersapu hembusan angin bersamaan dengan berakhirnya bayangan pedang energi yang muncul dari Jurus Pedang Membelah bumi Bumi.
Jiro akhirnya mati tanpa meninggalkan mayat untuk mengisi tanah pemakaman.
Kabut debu pasir yang ada di sekitar Heilong akhirnya menghilang dan memperlihatkan sosok Heilong yang masih berdiri sambil menggenggam Pedang Penjaga Surga dengan kedua tangan.
Heilong tampak sangat kelelahan. Sepertinya Jurus Pedang Membelah Bumi kali ini telah menguras sebagian besar kekuatan.
Tidak bisa dipungkiri, untuk dapat membuat bayangan pedang energi dalam jumlah ribuan pasti dibutuhkan Qi yang sangat besar. Jadi wajar saja jika Heilong terlihat sangat kelelahan.
“Host … Hos …” Nafas Heilong berat. Dia menstabilkan pernafasannya lalu berkata kembali. “Aku tidak pernah menyangka jika jurus pedang membelah bumi menyimpan kekuatan yang sangat mengerikan. Aku pikir karena berada di halaman pertama dari kitab pedang tujuh bintang, maka jurus itu memiliki kekuatan terlemah dari jurus pedang lain yang ada di dalam kitab itu.”
Li Zen terbang di samping Heilong sambil melipat kedua tangannya ke depan. “Pikiranmu itu terlalu dangkal. Setiap jurus pedang yang ada di dalam kitab pedang tujuh bintang memiliki kekuatan yang setara karena kitab itu dibuat oleh tujuh master pedang yang ada di Alam Dewa. Setiap master pedang lalu menuliskan satu jurus terkuatnya di dalam kitab pedang tujuh bintang.”
“Jadi itu adalah alasan kenapa kitab pedang itu sempat diperebutkan di Alam Dewa sebelum jatuh ke tangan Dewa Li Xuan,” sahut Heilong.
“Benar sekali. Tapi dari mana kau ….”
Li Zen sempat ingin mencari tahu dari mana Heilong mengetahui tentang kejadian saat para dewa memperebutkan kitab tujuh bintang. Tapi, dia tidak jadi melanjutkan dan menelan pertanyaannya kembali setelah teringat jika sebelum Heilong memiliki guru yang berasal dari alam dewa dan memiliki status yang sangat istimewa di sana.
**
Benua Tengah. Planet Dreamland.
Seorang pria tiba-tiba terbangun dari meditasinya. Dia terlihat sangat marah dan mengepalkan tangan kanannya dengan kuat.
__ADS_1
“Akan aku balas kematian salah satu Jenderal Iblis terbaikku saat kau kembali ke Planet ini. Tapi sebelum itu, aku akan mempersiapkan sebuah hadiah penyambutan yang tidak akan pernah kau lupakan. Hehe …” Dia lalu menyeringai dengan licik dan berseru. “Ignis. Perintahkan para Jenderal Iblis Last dan Jenderal Iblis Zed Bailian untuk membawa lima ratus ribu pasukan iblis menyerang ke Benua Utara. Pastikan untuk membawa Master Sekte Giok Salju hidup-hidup.”