
Di dalam pusaran air itu ternyata terdapat begitu banyak jebakan tersembunyi yang akan aktif begitu mereka berdua masuk ke dalam jangkauannya. Dan, semua serangan dari jebakan itu sangatlah mematikan dan sulit dihindari karena telah dirancang khusus untuk bergerak bebas di dalam air.
Untungnya, mereka berdua tidak mengeluarkan terlalu banyak kekuatan saat bertarung melarang siluman pohon yang menjaga pintu masuk dunia kecil ini. Jadi, mereka berdua masih memiliki kekuatan yang lebih dari cukup jika hanya untuk menghindari semua serangan yang mengarah ke tubuh mereka sambil menyelam.
Ya! Dengan kekuatan yang setara dengan seorang Dewa, seharusnya memang sudah tidak ada lagi makhluk Alam Gaib yang bisa melawan Heilong ataupun membuatnya menggunakan kekuatan penuh. Sebab Tingkat Kultivasi tertinggi yang dimiliki oleh seluruh penduduk Alam Gaib ini salain Xiao Long, hanyalah berada di Tingkat Grand Emperor.
Pembanding antara Tingkat Grand Emperor dengan Tingkat God sangat besar bagaikan sebutir besar dan sebuah semangka. Belum lagi jurus-jurus tingkat tinggi yang ia pelajari dari para Dewa. Maka, melawan seekor siluman pohon semudah meniup sebuah kapas.
Setelah menyelam sekitar tiga puluh menit dan menghancurkan semua jebakan yang ada, Heilong dan Casbah akhirnya sampai di pintu keluar pusaran air ini dan siap memasuki sebuah dunia yang tak pernah dikunjungi oleh manusia.
Tanpa membuang banyak waktu lagi, mereka berdua segera melompat keluar dari pusaran air itu dan berdiri sejenak di tepi danau tempat pusaran air itu berada di sisi dunia kecil ini.
Casbah lalu membuka kembali kitab miliknya untuk mencari petunjuk tentang dunia kecil ini dan ia mendapatkan beberapa pertunjuk tentang lokasi tambang Batu Es Khayalan. Akan tetapi, petunjuk yang ia dapatkan bukanlah sebuah peta melainkan hanya beberapa kata yang mewakili tempat tertentu.
__ADS_1
Casbah lalu kembali menyimpan kitabnya itu lalu melanjutkan perjalanan keluar dari danau ini dan menuju ke tambang batu es Khayalan.
Sejauh mata memandang, hanya terlihat hamparan hutan yang sangat lebat dengan pepohonan yang menjulang tinggi ke langit.
Sebagian besar wilayah dari Dunia kecil ini memang didominasi oleh hutan yang sangat lebat karena dunia kecil ini memang tidak pernah dikunjungi oleh manusia.
Dunia kecil ini bagaikan surga bagi para Beast dan tumbuhan. Mereka semua bisa hidup dengan tenang tanpa rasa takut sedikitpun akan perburuan dan perusakan hutan yang biasa dilakukan oleh para manusia.
Memang hanya sebagian kecil saja manusia yang memiliki sifat seburuk itu dan tega merusak hutan yang merupakan penunjang dari kehidupan mereka. Namun, perbuatan sekelompok kecil manusia itu telah membuat semua manusia memiliki pandangan yang buruk di mata para Beast dan makhluk yang terwujud dari tumbuhan seperti peri pohon. Apakah para manusia itu tidak sadar bagaimana mereka bisa bertahan hidup tanpa adanya hutan?
Ada dua buah gunung yang cukup menarik perhatian Heilong dan letaknya sangat berdekatan walaupun memiliki iklim yang berbeda.
Gunung yang satu selalu mengeluarkan asap yang sangat tebal dari puncaknya. Lava yang ada di dalam gunung itu selalu bergejolak sehingga puncaknya berwarna merah menyala bagaikan bara api. Sedangkan gunung yang satunya memiliki puncak yang sangat dingin dan selalu tertutup salju.
__ADS_1
“Apakah tambah Batu Es Khayalan terletak di salah satu gunung itu?” tanya Heilong sambil menunjuk ke arah dua buah gunung itu dengan jari telunjuknya.
“Aku tidak seberapa yakin. Namun, kata-kata yang ada di dalam kitab itu mengatakan bahwa tambang Batu Es Khayalan terdapat berada di antara surga dan neraka dunia.”
Casbah tidak dapat menjawab dengan pasti dimana letak dari tambang Batu Es Khayalan karena petunjuk yang ia dapatkan juga tidak terlalu detail. Andai saja di dalam kitab itu ada sebuah peta tentang dunia kecil ini, maka mereka berdua tidak akan kesulitan untuk mencari keberadaan tambang Batu Es Khayalan.
Heilong lalu memusatkan seluruh konsentrasinya ke dalam teknik Mata Dewa untuk mencari keberadaan tambang Batu Es Khayalan. Dengan tingkat kultivasinya saat ini, seharusnya dia dapat melihat aura keberadaan tambang itu walaupun tambang itu berada puluhan meter di dalam tanah.
Namun, hasil yang dia dapatkan ternyata di luar perkiraannya, ia sama sekali tidak dapat melihat jejak keberadaan dari tambang Batu Es Khayalan.
“Di mana sebenarnya letak dari tambang batu es Khayalan itu? Jika tambang itu benar-benar berada di tempat ini, seharusnya aku bisa merasakan melihat aura keberadaannya,” ucap Heilong mengakhiri teknik mata dewa miliknya.
“Sepertinya tambang batu es khayalan itu dilindungi oleh sebuah formasi sihir yang sangat kuat hingga mampu menyembunyikan aura keberadaannya. Dan, formasi sekuat itu seharusnya tidak bisa dibuat oleh seorang manusia,” balas Casbah.
__ADS_1
Casbah mulai khawatir, apakah kedatangannya ke tempat ini akan berakhir sia-sia?! Sebab, jika benar formasi sihir yang melindungi tambang batu es Khayalan itu adalah buatan dewa, maka tidak ada di antara mereka berdua yang akan sanggup menerobosnya.