
Sepersepuluh pasukan iblis yang berbaris di bibir pantai, seketika itu juga langsung menghilang berubah menjadi abu karena tembakan sinar laser yang sangat dahsyat dari pesawat Max Lightning.
Sebagian besar prajurit iblis yang selamat, segera berlari menjauhi bibir pantai dengan ketakutan. Mereka semua takut jika akan ada serangan ke-dua yang lebih mengerikan. Sebab, Pesawat Max Lightning masih terbang dengan tenang di tempatnya dan ke-empat meriam laser juga masih dalam keadaan siaga.
Para Jenderal Iblis yang ada di sekitar sana juga langsung memberikan perintah agar para pasukan iblis mundur sejauh 10 km dari bibir pantai yang sangat luas ini. Walaupun ia sendiri telah melihat jika sebagian besar prajuritnya telah melarikan diri sebelum perintah ini diucapkan.
Pesawat Max Lightning akhirnya mendapatkan tempat untuk mendarat. Meskipun para prajurit iblis telah mundur dengan jarak yang cukup jauh, tapi Heilong sama sekali tidak menurunkan kewaspadaan dan mengabaikan keselamatan para prajurit yang akan keluar dari pesawat ini.
Ia berniat untuk mengaktifkan medan pelindung yang ada di dalam pesawat Max Lightning agar para prajurit Alam Gaib bisa keluar dengan aman. Medan melindungi ini memiliki kemampuan untuk melindungi area seluas 20 km dari pesawat Max Lightning. Jadi para prajurit iblis itu akan dipaksa mundur lebih jauh lagi saat medan pelindung ini diaktifkan.
Sebuah antena pemancar setinggi 20 m keluar dari tengah-tengah pesawat Max Lightning saat Heilong menekan sebuah tombol khusus untuk mengaktifkan medan pelindung ini. Antena pemancar itu lalu mengeluarkan ratusan sambaran petir yang menyebar ke segala arah dan mengelilingi pesawat ini bagaikan sebuah cangkang telur yang terbuat dari jaring-jaring petir.
Siapapun yang berani menyentuh jaring-jaring petir ini, maka ia akan langsung terbakar hingga menjadi abu. Banyak para prajurit iblis yang telah mencoba menyentuh jaring-jaring petir ini saat pertama muncul karena rasa penasaran yang sangat kuat. Dan, pada akhirnya mereka semua tidak ada yang selamat. Sebab, kekuatan dari jaring-jaring petir itu tidak lebih rendah daripada tembakan sinar laser yang sangat mematikan.
Andai saja cadangan energi yang ada di dalam pesawat Max Lightning tidak terbatas, Heilong pasti akan mengaktifkan semua meriam penembak laser untuk memusnahkan para pasukan iblis ini.
Satu per satu para Prajurit Alam Gaib keluar dari pesawat Max Lightning. Mereka semua segera berbaris di depan pesawat Max Lightning dengan kewaspadaan yang tinggi dan siap menyerang kapan saja. Sebab, tidak ada yang tahu kapan medan pelindung ini akan menghilang.
__ADS_1
Butuh sekitar tiga puluh menit untuk mengeluarkan semua orang dari dalam pesawat Max Lightning. Tentu saja orang yang terakhir keluar dari pesawat ini adalah Heilong.
Saat Heilong keluar, pesawat Max Lightning dan medan pelindung yang ada di tempat ini juga langsung menghilang.
“Serang …!!”
Dari arah barisan Pasukan Iblis, seorang Jenderal Iblis meneriakkan sebuah perintah dengan suara lantang. Ia sudah lama menunggu kedatangan pasukan dari Alam Gaib ini sampai ia merasa bosan. Jadi bagaimana ia akan membiarkan musuhnya begitu saja saat tepat berada di dalam matanya?
Ribuan anak panah berwarna hitam pekat milik para prajurit iblis langsung melesat ke arah pasukan gabungan Alam Gaib. Semua senjata-senjata itu telah diselimuti oleh hawa iblis yang sangat kuat.
“Kita jangan mau kalah. Ayo gunakan kemampuan terbaik kalian untuk memusnahkan para iblis itu. Ingatlah! Keselamatan seluruh penduduk Alam Gaib sedang dipertaruhkan di sini. Jika kita kalah, maka anggota keluarga kita akan diubah oleh mereka menjadi bagian dari Bangsa Iblis.”
“Serang!!”
para Raja dan Ratu kerajaan Alam Gaib langsung memberikan perintah saat Heilong menyelesaikan ucapannya. Mereka semua tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sangat baik seperti ini dimana semangat masing-masing prajurit membara bagaikan kawah gunung berapi yang tak kan pernah padam.
Para prajurit Alam Gaib juga segera mengeluarkan busur pusaka yang mereka dapatkan dari pesawat Max Lightning dan melesatkan ratusan anak panah dewa untuk menjatuhkan senjata para iblis.
__ADS_1
Setiap anak panah dewa yang dimiliki oleh para prajurit Alam Gaib ini telah diselimuti oleh kekuatan elemen cahaya karena ini adalah sisa persenjataan yang digunakan oleh para dewa untuk melawan bangsa Iblis saat perang besar terjadi ribuan tahun yang lalu.
Boom … Boom …
Suara gemuruh ledakan terdengar saling bersahut-sahutan saat semua anak panah saling bertabrakan di langit dan mengubah suasana malam yang seharusnya sangat sunyi sepi menjadi sangat ramai bak perayaan menyambut tahun baru.
Semua anak panah itu langsung hancur di udara saat saling bertabrakan. Namun, bukan pertempuran namanya jika tidak membawa banyak cadangan persenjataan.
Ribuan anak panah lain kembali melesat ke udara setelah serangan gelombang pertama berakhir. Kali ini jumlah serangan yang dilesatkan dari kedua belah pihak memiliki kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.
“Dengan cara seperti ini, aku rasa kita akan bisa mengulur waktu lebih lama daripada harus bertarung dari jarak dekat.” Xiao Long berdiskusi dengan para Raja lain tapi arah pandangannya masih tertuju ke medan perang.
“Serangan jarak jauh memang sangat efektif untuk mengulur-ulur waktu dan meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Tapi aku tidak tahu apakah cara seperti ini akan tetap berguna saat para Jenderal Iblis itu mulai bergerak,” sahut Casbah mengerutkan kening saat melihat para Jenderal Iblis mulai mengeluarkan senjata pusaka masing-masing.
“Aku rasa para Jenderal Iblis tidak akan bergerak sebelum para Prajurit Iblis yang berasal dari Dunia Bawah dikalahkan karena para Jenderal Iblis memiliki harga diri yang sangat tinggi. Kecuali, jika kita turun ke medan perang. Sepertinya yang mereka lakukan hanya ingin menakut-nakuti mental para prajurit kita,” balas Nisaka yang sangat mengenal karakter masing-masing Jenderal Iblis karena informasi yang diberikan Divine Beast Aurora.
“Bagus kalau begitu. Tapi, jika mereka berani menyerang Prajurit kita, maka aku akan langsung turun ke medan perang dan menghajar para Jenderal Iblis itu,” ucap Xiao Long sambil mengepalkan tangan kanannya ke arah salah satu Jenderal Iblis sebagai peringatan bahwa ia tidak takut dengan ancaman dalam bentuk apapun.
__ADS_1
Sementara itu, Heilong hanya menatap ke arah langit dan memperhatikan bentuk bulan yang masih bersinar terang. Chariva lalu meliriknya dan bertanya. “Apa yang sedang kau lakukan? Apakah kau pikir tempat tinggal Dewi Bulan Ungu berada di bulan yang ada di Alam Gaib ini?”