LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 84 ALAM BAWAH SADAR


__ADS_3

Casbah mengerutkan kening saat melihat Heilong menyerang tak terkendali bak seekor iblis yang haus darah. Setiap serangan yang dilakukan oleh Heilong terkesan brutal dan tanpa ampun. Dia khawatir jika Heilong akan semakin tenggelam dalam amarah dan kebenciannya lalu berubah menjadi iblis.


“Adik, apakah kau memiliki teknik untuk menyadarkan pikiran pria itu?” bisik Casbah lirih.


“Aku memang memiliki sebuah teknik yang untuk memasuki alam bawah sadar pria itu. Tapi, aku tidak terlalu yakin jika aku mampu menyadarkan pikiran pria itu. Sebab, pria itu telah jatuh terlalu dalam dalam lautan kebencian, dendam dan amarahnya. Jaraknya untuk menjadi seorang iblis hanyalah setipis kertas,” jawab Chariva tak berdaya.


“Berapa persen keyakinan yang kau miliki untuk bisa menyadarkan pikirannya?” balas Casbah memburu.


Chariva berpikir sejenak, lalu melirik Casbah sambil berkata dengan nada serius. “Tidak lebih dari lima persen. Apakah kau masih ingin aku menggunakan teknik itu untuk menyadarkan pikiran pria itu?”


Casbah menganggukkan kepala sebagai isyarat. “Berarti kita masih memiliki kesempatan. Lebih baik kita mempertaruhkan segalanya pada kesempatan ini daripada kita hanya melihat dengan diam dan membuang sia-sia setitik harapan yang kita miliki.”


Tiba-tiba dari tubuh Heilong memancarkan aura energi kegelapan yang sangat kuat dan ada hawa iblis yang samar di dalam aura energi itu. Serangan-serangannya pada para siluman serigala bulan juga ikut menjadi semakin cepat dan kejam.


Energi kegelapan ini berasal dari pedang dan Jubah Perang Naga Eternal yang disimpan Heilong di dalam tubuhnya. Namun, tidak ada yang tahu dari mana asal-usul hawa iblis yang tiba-tiba memancar dari tubuh Heilong.


“Gawat!! Kondisi tubuhnya semakin menjadi aneh. Aku harus segera membuatnya tersadar sebelum kesempatan yang kita miliki benar-benar hilang.”


Chariva kemudian mulai melakukan beberapa gerakan segel tangan sambil memusatkan energi cahaya miliknya ke dalam gerakan itu.


...“Teknik Menembus Jiwa.”...


Sesosok bayangan yang mirip dengan sebuah roh langsung keluar dari kening Chariva dan masuk ke dalam kening Heilong.


**

__ADS_1


Alam Bawah Sadar Heilong.


Chariva akhirnya berhasil masuk ke dalam Dunia Pikiran Heilong.


Di tempat ini, dia menemukan beberapa kitab pusaka yang terlihat sangat menarik berterbangan di dunia ini. Namun, dia tidak berniat untuk melihat kitab-kitab pusaka itu. Sebab, tujuannya datang ke tempat ini adalah bukan untuk hal itu.


Di terus terbang sambil melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Heilong.


“Baru kali ini aku menemukan ada Dunia Pikiran yang sangat luar di alam bawah sadar seorang manusia. Apakah dia juga melatih teknik yang berhubungan dengan jiwa sehingga mampu memperluas dunia pikirannya sampai seperti ini,” gerutu Chariva yang belum juga menemukan keberadaan jiwa Heilong.


Chariva yang sudah hampir mencapai batas waktu meninggalkan tubuhnya, berniat ingin kembali.


Akan tetapi, dia tiba-tiba merasakan tekanan yang sangat menakutkan dari arah atas saat akan terbang meninggalkan dunia pikiran Heilong.


Chariva segera menoleh ke atas dan menemukan sebuah bola energi berwarna hitam yang dikelilingi oleh petir berwarna ungu.


“Ternyata dugaanku memang benar. Ada seseorang yang telah mengambil kesempatan untuk memasukkan hawa iblis ini ke dalam Dunia Pikirannya saat dia tenggelam dalam amarah dan kebencian.”


Di sekitar bola energi kegelapan itu, Chariva melihat dua sosok yang dikelilingi cahaya mencoba menghancurkan petir berwarna ungu yang mulai berubah wujud menjadi seekor naga dengan dua belas kepala.


Naga petir yang terbuat dari hawa iblis ini terlihat sangat kuat dan ganas. Sisiknya seperti duri yang terbuat dari baja. Sepanjang sayap yang terbuat dari api menjulang tinggi hampir menutupi seperlima dari dunia pikiran ini. Dan dua belas kepalanya saling menyerang secara bergantian.


Kedua pendekar itu terus mengayunkan tangan kanannya yang berubah menjadi serangan tebasan pedang yang sangat kuat dan tajam.


Satu per satu kepala Naga itu berhasil dipotong dengan serangan mereka dan hanya menyisakan kepala utama. Tapi, sebelum mereka sempat melakukan serangan terakhir, naga petir itu tiba-tiba mengepakkan kedua sayapnya yang mengguncang seluruh dunia pikiran ini dengan serangan api yang sangat dahsyat.

__ADS_1


Kedua pendekar itu langsung berlari menjauhi arah serangan itu. Chariva yang kebetulan berada di arah lintasan serangan itu, juga segera terbang menjauh ke tempat yang lebih aman.


Untung saja semua kitab pusaka yang ada di tempat ini telah dilapisi dengan sebuah teknik pelindung yang sangat kuat. Jadi semua kitab pusaka itu sama sekali tidak ada yang rusak.


Kedua sosok itu langsung terbang menghampiri Chariva.


“Akhirnya kau masuk juga ke tempat ini. Kemampuan yang kau miliki itu akan sangat berguna untuk menolong Heilong.”


Sosok yang berbicara dengan Chariva ini adalah Li Xuan. Dia adalah seutas jiwa yang telah dia tinggalkan oleh di dalam kitab pedang tujuh bintang sebelum pergi ke medan perang melawan para iblis. Andai saja dia adalah jiwa yang utuh dan memiliki kekuatan sekuat saat dia hidup, membunuh Naga Petir seperti ini bukanlah hal sulit.


“Kamu siapa? Dan bagaimana kamu bisa tahu tentang kemampuan yang aku miliki?” balas Chariva terkejut.


“Aku yang memberitahukan hal itu padanya. Sebenarnya aku adalah roh senjata yang bersemayam di dalam pedang pusaka yang selalu digunakan Heilong.” Li Zen segera menyela dan memberikan alasan seadanya agar Chariva tidak terus menanyakan identitas Li Xuan.


“Gadis kecil, kami berdua akan menghadapi Naga yang sangat merepotkan ini. Jika kau menemukan celah, cobalah kau dekati bola energi hitam itu lalu gunakan kekuatanmu untuk masuk ke dalam. Jiwa Heilong berada di sana. Cepat kau sadarkan dia sebelum Naga Petir ini menjadi semakin kuat karena sumber kekuatan naga ini adalah amarah dan kebencian yang ada di dalam pikiran Heilong.”


Chariva segera terbang secepat angin menuju ke arah Heilong.


Li Xuan dan Li Zen juga segera terbang menghalangi Naga Petir yang mencoba mengejar Chariva.


“Mau kemana kau !! Lawanmu adalah kami.”


Li Xuan dan Li Zen akhirnya menyatukan kekuatannya karena Naga Petir itu telah menjadi sedikit lebih kuat dari beberapa saat yang lalu.


Li Zen segera berubah wujud menjadi Pedang Penjaga Surga dan jatuh ke dalam genggaman tangan Li Xuan. Mereka berdua serasa bernostalgia karena sudah sangat lama mereka berdua tidak menyatukan kekuatan dalam sebuah pertarungan.

__ADS_1


“Roarrrr …”


Naga petir itu menatap dingin dan meraung dengan kuat ke arah mereka berdua untuk menjatuhkan mental lawannya. Tapi, hal seperti ini tidak akan berguna di hadapan Li Xuan yang telah berpengalaman bertarung dengan Bangsa Iblis.


__ADS_2