
Kaisar Xin Feng memimpin semua prajurit Kerajaan White Tiger turun dari benteng perlindungan dan pergi menghampiri Heilong. Ia ingin merayakan kemenangan melawan Bangsa Iblis sekaligus mengucapkan rasa terimakasih secara langsung karena Heilong adalah pahlawan sebenarnya dalam perang melawan Bangsa Iblis di tempat ini.
Akan tetapi, Xin Ye tetap berdiam diri di atas bentang perlindungan. Ia merasa gugup dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat berhadapan dengan Heilong. Andai saja di tempat ini hanya ada mereka berdua, mungkin ia tidak akan merasa canggung untuk menemui Heilong. Akhirnya ia memutuskan untuk tetap tinggal di atas benteng pertahanan seorang diri sambil menunggu saat yang tepat.
Dalam sekejap mata, Kaisar Xin Feng dan semua prajurit Kerajaan White Tiger telah berkumpul di depan Heilong. Mereka semua menjadi takjub saat melihat tidak ada luka sedikitpun di tubuh Heilong padahal ia bertarung dengan seorang Jenderal Iblis yang memiliki kekuatan yang begitu mengerikan dan dapat berubah wujud menjadi seekor Naga Iblis raksasa yang sanggup menghancurkan sebuah Benua.
Heilong pun segera turun dari tubuh Naga Emas dan menghampiri mereka sebuah karena tidak pantas sepertinya jika Kaisar Xin Feng yang merupakan penguasa Benua ini harus datang menjemputnya. Apalagi usia Kaisar Xin Feng jauh lebih tua.
“Sebagai seorang Kaisar yang mendapat anugrah dari Sang Pencipta untuk memimpin Kerajaan White Tiger, aku mewakili seluruh rakyat yang tinggal di Benua Barat mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya karena telah menolong kami dari serangan Bangsa Iblis.” Kaisar Xin Feng mengucapkan semua itu dengan tulus dan tak merasa malu walaupun ucapan itu juga mengisyaratkan bahwa kekuatan yang ia miliki masih tidak cukup kuat untuk melindungi Benua Barat dari ancaman Bangsa Iblis.
“Tidak perlu terlalu sungkan seperti itu karena apa yang aku lakukan adalah sebuah kewajiban harus dilakukan oleh setiap manusia. Bukankah Sang Pencipta menciptakan kita semua agar bisa saling tolong menolong jika mengalami kesulitan dan bisa saling berbagi kebahagian. Jika, bukan karena hal ini mana mungkin Sang Pencipta akan menciptakan makhluk hidup dalam jumlah yang begitu banyak walaupun harus dibedakan dalam berbagai macam Ras.”
Pemahaman Heilong tentang kehidupan menjadi semakin tinggi setelah ia berhasil melewati berbagai macam kesulitan dan ujian dalam hidupnya. Bahkan ia harus melewati beberapa ujian yang mempertaruhkan nyawanya saat meningkatkan kekuatan agar bisa melindungi dunia ini dari serangan Bangsa Iblis.
Penilai Kaisar Xin Feng menjadi semakin tinggi setelah mendengar ucapan Heilong. Ia tidak pernah menyangka bahwa seorang pemuda yang usianya berada jauh di bawahnya telah memiliki kebijaksanaan yang sangat tinggi bahkan hampir setara dengan kebijaksanaan yang dimiliki oleh para Divine Beast.
“Kau memang layak menjadi murid dari para Divine Beast. Sifat dan kebijaksanaan yang kau miliki telah jauh melebihi pemuda seusiamu. Andai saja Planet ini tidak dalam suasana yang genting, aku pasti akan membuat pesta pernikahan antara kamu dan Xin Ye sekarang juga.” Kaisar Xin Feng menempuk pundak Heilong.
Suasana seketika menjadi sunyi karena semua prajurit Kerajaan White Tiger tidak mengetahui identitas Heilong yang sebenarnya. Sebab, mereka semua telah mendengar kabar sejak beberapa tahun yang lalu bahwa Putri Xin Ye telah dijodohkan dengan cucu dari Kaisar Long Jin penguasa Benua Timur.
Jika Kaisar Xin Feng tiba-tiba menjodohkan Putri Xin Ye dengan seorang pemuda yang tak dikenal, maka akan memancing perang besar antara Kerajaan White Tiger dengan Kerajaan Blue Dragon.
Salah satu pejabat Kerajaan White Tiger langsung membisikkan sesuatu pada Kaisar Xin Feng karena menurutnya bayaran yang harus ditanggung dengan keputusan yang baru saja dibuat Kaisar Xin Feng sangat tidak sepadan walaupun pemuda itu telah menyelamatkan Benua Barat dari serangan Bangsa Iblis. Sebab, hal ini berkaitan dengan nyawa penduduk di Benua Barat dan Benua Timur.
“Haha …” Kaisar Xin Feng menanggapi ucapan pejabat itu dengan tawa renyah. Lalu ia menatap ke arah kerumunan prajurit Kerajaan White Tiger dan berseru dengan lantang membuat pengumuman.
__ADS_1
“Pemuda yang ada disamping ini bernama Long Bai. Dia adalah Putra dari Long Bao, Patriak Klan Naga Langit di Benua Timur. Dan, Long Bao adalah menantu Kaisar Long Jin. Dengan kata lain Long Bai ini adalah cucu dari Kaisar Long Jin, pemimpin tertinggi Kerajaan Blue Dragon. Aku dan Kaisar Long Jin sudah lama menjodohkan Long Bai dan Putri Xin Ye untuk mempererat hubungan antara kedua Benua.”
Seketika suasana menjadi gempar setelah mendengar pengumuman Kaisar Xin Feng. Mereka semua tidak pernah menyangka bahwa pemuda yang menjadi pahlawan di Benua Barat adalah calon menantu Kaisar Xin Feng. Mereka semua akhirnya bisa memahami kebahagian yang terlihat di wajah Kaisar Xin Feng dan Putri Xin Ye saat Heilong pertama kali muncul di tempat ini.
“Apakah kalian semua merasa lapar?” seru Heilong bertanya pada semua prajurit yang hadir di tempat ini karena ia bisa mendengar suara yang sangat nyaring dari perut beberapa prajurit.
Kaisar Xin Feng langsung menatap Heilong dengan heran karena persediaan makanan yang ada di dalam istana juga telah menipis. Jadi, tidak mungkin untuk melakukan pesta perayaan dalam waktu dekat. “Apakah maksudmu? Apakah kau ingin membuat sebuah pesta perayaan?”
“Aku hanya ingin mentraktir para prajurit memakan daging naga bakar.” Heilong lalu menunjuk mayat naga emas yang ada di belakangnya. “Aku rasa daging naga yang ada di belakang kita lebih dari cukup untuk memberi makan semua prajurit yang ada di medan perang. Salain itu, aku juga melihat bahwa Gremlin juga ingin memakan daging naga iblis yang telah banyak menyebarkan teror.”
“Bagaimana dengan Racun Hawa Iblis yang ada di dalam tubuh Naga itu. Jika kita memakan daging naga emas itu, bisa-bisa tubuh kita akan terkontaminasi dengan racun hawa iblis lalu berubah menjadi iblis.” Pejabat istana yang tadi sempat meragukan Heilong, kembali bersuara.
Kaisar Xin Feng dan para prajurit sepertinya setuju dengan ucapan prajurit iblis itu karena pemahaman mereka tentang Bangsa Iblis masih terlalu dangkal.
“Tentu saja kami mau. Terimakasih pahlawan.” semua prajurit menjawab secara bersamaan.
Mereka semua tentu saja tidak akan menolak kesempatan emas seperti ini. Siapa yang tidak tahu jika daging seekor naga memiliki banyak manfaat bagi perkembangan kultivasi di masa depan? Apalagi daging naga yang ada di hadapan mereka berasal dari seekor naga yang memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi.
“Baiklah, mari kita berpesta.”
Heilong kembali mengeluarkan dua pedang aura di tangannya yaitu pedang aura elemen angin dan pedang aura elemen api. Kekuatan fisik seekor naga yang telah mati telah jauh menurun daripada saat mereka masih hidup. Karena itu Heilong tidak ragu lagi untuk menyerang dengan menggunakan pedang aura.
...“Pedang Angin Pemotong Besi.”...
Heilong menggunakannya kekuatan elemen angin untuk memotong-motong daging naga lalu dilempar ke langit sebelum di masak.
__ADS_1
Daging naga sudah terkenal memiliki rasa yang sangat unik dan gurih walaupun dimasak tanpa menggunakan bumbu. Karena itu, ia sama sekali tak menyiapkan bumbu apapun saat ingin mengolah daging naga emas.
Semua daging naga telah terlempar ke langit dan hanya meninggalkan tulang naga saja di atas permukaan tanah. Tulang naga ini tidak bisa di masak dan hanya bisa digunakan menjadi bahan baku membuat senjata.
...“Amukan Badai Api.”...
Heilong mengayunkan pedang aura elemen api ke arah langit dan memanggang potongan-potongan daging naga itu sampai matang.
Ia lalu melemparkan potongan daging naga terbesar ke arah Gremlin dan memberikan sisanya pada prajurit Kerajaan White Tiger.
Heilong hanya mengambil dua potongan daging naga terbaik yaitu di bagian jantung naga. Satu bagian ia berikan pada Kaisar Xin Feng dan satu bagian lagi masih ia pegang.
Gremlin, Kaisar Xin Feng dan semua prajurit Kerajaan White Tiger memakan daging naga emas dengan lahap. Tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan manfaat setelah menyantap daging naga bakar terutama mereka yang berada di puncak terobosan kultivasi.
Tanpa disadari semua orang, Heilong telah menghilang dari area medan perang dan sudah berada di puncak bentang pertahanan.
“Kau licik sekali ternyata. Kau sengaja mengalihkan perhatian semua orang pada makanan agar bisa menyelinap mendekatiku.” Xin Ye dapat merasakan kehadiran Heilong didekatnya walaupun ia tidak tahu bagaimana Heilong bisa berpindah tempat dengan sangat cepat dan tanpa disadari banyak orang.
“Apakah seperti itu cara menyambut kekasih yang sudah lama tidak kau temui.” Heilong menjawab sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.
Xin Ye juga langsung paham dengan maksud gerakan tubuh Heilong. Tidak butuh waktu lama, Ia langsung berlari ke pelukan Heilong karena ia juga sangat merindukannya. Sudah banyak penderitaan yang telah mereka lalui bahkan maut juga pernah menjadi ujian dari kekuatan cinta mereka berdua.
Heilong mengulurkan tangan kirinya ke arah langit yang ada di atas medan perang dan membuat puluhan kembang api dengan warna yang sangat ingat.
Pesta kembang api yang ada di atas langit telah sepenuhnya mengalihkan perhatian semua orang dari benteng pertahanan dan membiarkan kesepakatan pada Heilong dan Xin Ye untuk lebih lama berdua tanpa ada orang yang menggangu.
__ADS_1