LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 132 DUA RENCANA


__ADS_3

Kokpit Pesawat Max Lightning.


Sambil menunggu berita dari Divine Beast Shen Long, para Raja ini akhirnya berhasil menyusun dua strategi cadangan seandainya bala bantuan dari Benua Atlantis tidak kunjung tiba.


Rencana pertama, para Raja ini akan menggabungkan jurus terkuat yang mereka miliki dan menyerang para pasukan iblis dari Dunia Bawah secara bersamaan.


Rencana ini terdengar sangat sempurna karena kekuatan yang dihasilkan dari serangan gabungan ini pastilah sangat besar. Apalagi kekuatan elemen cahaya yang dimiliki Casbah dan Chariva, pasti akan memberikan dampak yang sangat besar pada hawa iblis. Namun, resiko dari rencana pertama ini juga sangat besar karena para Jenderal Iblis bisa saja mengambil kesempatan ini untuk menyerang para Raja di saat mereka semua kehabisan tenaga.


Sedangkan rencana kedua adalah Heilong akan menggunakan semua senjata yang ada di Pesawat Max Lightning untuk menyerang para pasukan iblis.

__ADS_1


Akan tetapi, bayaran untuk melakukan hal ini sangatlah besar karena itu Heilong memasukkan opsi ini dalam rencana kedua. Sebab, serangan ini akan menguras semua cadangan energi yang dimiliki Pesawat Max Lightning. Sedangkan Heilong masih belum tahu dimana ia dapat mendapatkan Batu Pelangi Matahari yang merupakan sumber bahan bakar utama pesawat ini.


“Apakah Divine Beast Shen Long sudah memberikan jawaban?” Heilong segera bertanya pada Chariva setelah mengakhiri diskusi yang sudah berlangsung sekitar satu jam ini.


Mata semua Raja juga langsung tertuju pada Chariva dan mengharapkan datangnya sebuah kabar yang sangat bahagia. Jika Shen Long tidak dapat memberikan bantuan, maka populasi dari penduduk Alam Gaib akan semakin berkurang dalam perang besar kali ini. Sebab, meskipun rencana pertama ataupun rencana kedua berhasil, Bangsa Iblis masih memiliki banyak Prajurit Iblis dengan tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari para Prajurit Alam Gaib.


Chariva menghela nafas panjang saat melihat tidak ada reaksi apapun pada batu giok yang ada di tangannya. “Guru belum memberikan kabar. Sepertinya kita harus menunggu beberapa saat lagi. Bagaimana kalau kita semua kembali ke Istana dan mengatur para pasukan sambil menunggu berita dari Guru.”


“Kalau begitu, kita harus memperkuat persenjataan para prajurit. Sebab, persenjataan yang dimiliki para prajurit saat ini masih sangat lemah jika mereka tiba-tiba berduel melawan para prajurit iblis dari Dunia Bawah.” Xiao Long mengerutkan alis, berpikir keras sambil memegang dagunya. Ia mencari cara untuk mendapatkan senjata pusaka dalam waktu singkat dengan jumlah yang sangat besar. Meskipun hal seperti itu rasanya tidak mungkin terjadi kecuali senjata itu tiba-tiba jatuh dari langit.

__ADS_1


“Di dalam istana ada sebuah ruang bawah tanah. Di dalam ruangan itu ada banyak sekali senjata termasuk beberapa senjata pusaka yang berasal dari Alam Dewa. Kalian semua bisa mengambil semua senjata itu untuk memperkuat persenjataan para pasukan. Jika kalian menemukan senjata yang cocok untuk kalian gunakan sendiri, sepertinya itu jauh lebih baik,” sahut Heilong yang sejak tadi tidak banyak bicara. Tapi, sekali ia membuka mulut, ia mengucapkan sesuatu yang cukup menyenangkan.


“Apakah kau tidak ikut kami kembali ke Istana?” balas Xiao Long karena ia sebenarnya masih ingin banyak mengobrol dengan Heilong. Tapi, sejak pergi ke medan perang, mereka berdua jarang memiliki waktu untuk mengobrol.


“Aku harus tetap disini untuk memantau keadaan karena hanya aku saja yang bisa mengendalikan semua senjata yang ada di pesawat Max Lightning jika para iblis itu tiba-tiba menyerang kita sebelum kita sampai ke daratan,” jawab Xiao Long.


“Baiklah. Kalau begitu lakukan tugasmu dengan baik.”


Para Raja dan Ratu segera meninggalkan ruangan Kokpit Pesawat ini dan hanya menyisakan Heilong seorang diri.

__ADS_1


#####


Maaf agak telah soalnya tadi update dulu novel yang baru. Kalau sempat nanti aku tambah lagi updatenya 🙏.


__ADS_2