LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 217 HIDUP KEMBALI


__ADS_3

Heilong benar-benar memakan daging burung itu sampai habis setelah ia selesai memanggangnya. Ia sama sekali tak menyisakan apapun untuk dicicipi Raja Api Verde selain tulang burung.


“Kau tidak lupa 'kan dengan pertandingan dan taruhan kita? Atau jangan-jangan kau sedang mencari kesempatan untuk melarikan diri dari tempat ini setelah melihat kekuatan dari api penyembuh milikku.” Raja Api Verde sebenarnya sudah cukup kesal dengan Heilong, tapi ia dituntut agar dapat mengendalikan emosi supaya api hijau miliknya tetap memiliki energi kehidupan yang kuat.


“Sudah kubilang aku hanya lapar saja. Lagipula untuk apa aku melarikan diri jika aku pasti menang dapat pertandingan ini,” bantah Heilong. Ia lalu mulai merapikan tulang dari burung yang baru saja ia makan.


“Omong kosong!! Sejak kapan seorang Dewa butuh makan?” balas Raja Api Verde tak mau kalah.


Tingkat kultivasi yang dimiliki Heilong sudah mencapai Tingkat God. Jadi, Heilong bisa dikatakan telah menjadi seorang Dewa walaupun ia belum diangkat secara resmi karena belum naik ke Dunia Atas.


Dan, seorang Dewa seharusnya sudah merasa kenyang hanya dengan menyerap energi alam yang ada disekitarnya karena itu jarang sekali ada seorang Dewa yang memakan makanan layaknya seorang manusia.


Heilong mantapnya dengan dingin lalu kembali membalas. “Kau yang omong kosong! Jika seorang Dewa tidak butuh makan, lalu apa gunanya ada Dewa Dapur dan Dewa Makanan di Alam Dewa? Walaupun aku tidak pernah menginjakkan kakiku di Alam Dewa, aku juga tahu bahwa setiap istana di Alam Dewa juga memiliki dapur istana. Dan … Untuk apa ada jamuan makan buah persik di Istana Mahadewi saat buah Persik Kahyangan matang setiap seribu dua ratus sekali.”

__ADS_1


Saat mengatakan semua ini, Heilong juga teringat pada Buku Resep Masakan Kerajaan Langit yang ia temukan di dalam pesawat Max Lightning.


Buku itu tidak hanya memiliki semua resep makanan yang ada di seluruh alam semesta. Tapi, di dalam buku itu juga terdapat pengetahuan tentang berbagai macam bahan makanan dan tanaman obat. Kerena itu, Heilong memiliki pemikiran unik saat pertama kali membaca buku itu, yaitu ia mungkin bisa menggantikan sebuah pil obat dengan makanan yang dibuat dengan bahan yang sama.


“…” Raja Api Verde langsung terdiam. Ia telah kehilangan minatnya untuk berdebat karena Heilong ternyata sangat pandai bicara dan sebuah yang ia ucapkan terdengar sangat masuk akal.


“Baiklah! Sekarang akan aku tunjukkan seberapa kuat teknik penyembuh yang aku miliki. Bukalah matamu lebar-lebar dan jangan sampai berkedip agar kau tidak kehilangan momen penting selama proses penyembuhan ini. Siapa tahu kemampuan penyembuhanmu juga akan mengalami peningkatan.”


Heilong langsung melemparkan tulang yang telah ia susun rapi kembali ke tempatnya semula sebelum burung itu mati yaitu di atas sebuah ranting pohon yang ada di dekatnya.


Heilong lalu membaca sebuah mantera dengan bahasa terdengar cukup aneh di telinga Raja Api Verde. Namun, bagi penduduk yang tinggal di Bumi bahasa yang digunakan Heilong tidak akan terdengar aneh di telinga mereka karena itu adalah bahasa jawa kuno atau biasa dikenal Honocoroko.


Kabut tebal mulai muncul dan menutupi seluruh bagian ranting pohon beserta tulang burung yang ada di atasnya. Namun anehnya, sama sekali tidak ada energi kehidupan di dalam kabut itu.

__ADS_1


Raja Api Verde mengerutkan kening lalu menatap Heilong dengan aneh. Di dalam pikirannya ia mulai meragukan kemampuan Heilong dan berpendapat bahwa Heilong sebenarnya sama sekali tidak menguasai teknik penyembuh.


...“Teknik Kabut Reinkarnasi.”...


Suara kicauan burung seketika terdengar dari dalam kabut tebal itu.


Raja Api Verde tak percaya dengan apa yang telah ia dengar, langsung menggunakan kekuatan mata dewa miliknya untuk mengintip ke dalam kabut itu.


“Benar-benar hidup kembali?! Mustahil!” Raja Api Verde terkejut hingga mundur beberapa langkah saat melihat ada sesosok burung di dalam kabut itu. Padahal, di dalam kabut itu tadinya hanya ada tulang burung saja.


“Apakah dia benar-benar memiliki kemampuan untuk menghidupkan kembali yang telah mati? Tapi, kenapa sama sekali tidak ada energi kehidupan sedikitpun selama proses ini penyembuhan itu berlangsung?” lanjut Raja Api Verde yang masih tak dapat menerima kenyataan.


**

__ADS_1


Di puncak Pagoda Raja Api api, Divine Beast Lambda dan Divine Beast Shen Long saling memadamkan dan tersenyum saat melihat apa yang sebenarnya terjadi di lantai ke-enam itu.


Tidak ada yang bisa lolos dari pengamatan mereka berdua karena mereka berdua ada penguasa yang sebenarnya dari Pagoda Raja Api.


__ADS_2