
...“Domain Petir Kegelapan.”...
Sebuah diagram raksasa yang terbentuk dari inti energi kegelapan, seketika muncul di langit di atas tempat mereka berdua bertarung.
Langit yang ada di atas kepala mereka berdua seakan-akan terbelah oleh diagram sihir ini dan menciptakan lubang raksasa dendam diagram sihir ini sebagai penutupnya.
Sesaat kemudian, ratusan petir turun dari langit secara bersamaan dan menyambar diagram sihir itu tanpa ampun, hingga akhirnya menyatu dengan diagram sihir lalu merubah semua petir itu menjadi petir dengan warna yang sehitam malam.
“Duarrr … Duarrr …”
Langit terus bergemuruh seakan-akan mau runtuh hingga sebuah badai yang sangat dahsyat muncul dan menyatu dengan diagram sihir itu.
Bentuk formasi sihir ini, sekarang semakin mirip dengan bentuk sebuah cakram raksasa milik para dewa.
Tiga buah huruf yang bertuliskan energi kegelapan, energi petir dan energi angin. Muncul dari diagram sihir itu lalu turun ke permukaan tanah dan menciptakan sebuah medan pelindung yang ujungnya menyatu dengan diagram sihir formasi Domain Petir Kegelapan.
Casbah dan Jenderal Iblis Volt seakan-akan terkurung dalam penjara yang dibentuk oleh formasi sihir ini.
Namun, dalam formasi sihir ini, Casbah berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Sedangkan Jenderal Iblis Volt adalah penguasa dari dunia yang ada di dalam formasi sihir ini.
“Ini adalah formasi sihir iblis yang telah lama menghilang dari Alam Gaib ini selama ribuan tahun. Kabarnya Divine Beast Zaha telah menghancurkan kitab untuk mempelajari Domain Petir Kegelapan saat dia pertama kali turun dari Alam Dewa. Bagaimana kau bisa mempelajari formasi sihir ini?” tanya Casbah dingin.
Casbah telah melindungi tubuhnya dengan aura energi cahaya saat formasi ini mulai terbentuk. Namun, dia tetap saja bisa merasakan tekanan energi kegelapan yang memancar dari format ini, tekanan energi kegelapan itu seakan-akan sebuah tombak tajam yang mampu menembus sebuah jubah perang.
“Divine Beast Zaha memang telah menghancurkan kitab untuk mempelajari teknik formasi ini. Tapi tidak ada yang tahu apakah kitab yang dihancurkan Divine Beast Zaha itu kitab yang asli atau hanya sebuah kitab salinan. Yang jelas, aku telah menemukan kitab yang sama di bawah sebuah reruntuhan yang ada di Tanah Hitam saat Divine Beast Zaha menyegel seluruh Tanah Hitam.” Jenderal Iblis Volt terlihat marah saat teringat kembali masa-masa dirinya terkurung di Tanah Hitam.
“Ternyata begitu. Sepertinya kitab itu memang memiliki sebuah salinan yang disembunyikan di tempat para iblis. Tapi, itu bukan masalah. Jika ada iblis yang menguasai teknik formasi ini, maka aku tinggal membunuh iblis itu agar teknik formasi yang sangat jahat ini kembali terkubur.”
Casbah kembali menghilang dari pandangan semua orang dengan menggunakan teknik teleportasinya setelah cukup puas dengan penjelasan Jenderal Iblis Volt tentang asal-usul bagaimana dia bisa menguasai teknik formasi ini.
__ADS_1
Hanya dalam satu nafas saja, Casbah telah muncul kembali di belakang Jenderal Iblis Volt dengan jarak sekitar lima meter. Dia tidak berani terlalu dekat Jenderal Iblis Volt saat melakukan sarangan karena dia belum terlalu mengenal keistimewaan yang dimiliki formasi sihir ini.
Dia lalu memusatkan energi cahaya ke tangan kanannya dan mengarahkan ke langit.
...“Tiga Pedang Cahaya Langit.”...
Tiga buah pedang cahaya langsung muncul di tangan kanan Casbah saat tangan kanannya menghadap ke langit. Dia lalu melambaikan tangannya ke depan setelah energi cahaya yang ada di dalam ketiga pedang cahaya itu mulai memadat.
“Swost …”
Ketiga pedang cahaya itu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Jenderal Iblis Volt. Dan sasaran dari ketiga pedang cahaya ini adalah tangan kanan dan kedua kaki Jenderal Iblis Volt yang masih tersisa.
Casbah ingin membuat Jenderal Iblis Volt merasakan penderitaan terlebih dahulu sebelum dia membunuhnya.
Sama seperti saat-saat ketika Bangsa Iblis menyerang dan menyebarkan teror pada Bangsa Manusia ratusan tahun silam. Saat itu adalah saat-saat paling kelam dalam sejarah Bangsa Manusia di Alam Gaib. Sebab, selain mendapat tekanan dari Bangsa Siluman, para manusia juga mendapat teror dari para iblis. Bahkan tidak sedikit manusia yang dijadikan tumbal untuk meningkat tingkat kultivasi para Iblis.
“Hump …!! Apa kau tidak sadar bahwa aku'lah penguasa dalam Domain Petir Kegelapan ini,” dengus Jenderal Iblis Volt meremehkan.
...“Tirai Petir Kegelapan.”...
Ratusan petir berwarna hitam pekat turun dari diagram formasi sihir bagaikan sebuah tirai yang terbuat dari petir dan memenuhi seluruh ruang yang ada di dalam Domain Petir Kegelapan ini.
“Boom … Boom … Boom …”
Ketiga pedang cahaya milik Casbah langsung hancur berkeping-keping saat dihantam puluhan petir kegelapan sekaligus.
“Haha …” tawa Jenderal Iblis Volt bergema di seluruh bagian dalam formasi saat melihat Casbah yang terlihat kebingungan dan cemas.
Jenderal Iblis Volt menyeringai menatap dingin Casbah dengan niat membunuh yang setajam pedang. Dia lalu mengarahkan tangan kanannya menunjuk ke arah Casbah.
__ADS_1
...“Tombak Petir Kegelapan.”...
Ratusan petir kegelapan kemudian bergabung jadi satu lalu memadat dan berubah menjadi sepuluh tombak petir sepanjang dua meter.
Tombak-tombak itu langsung melesat ke munuju ke arah Casbah bagaikan sebuah anak panah yang terlepas dari busurnya.
Sangat cepat … dan mengandung tekanan energi yang dahsyat!!
Casbah bertindak sigap dengan segera membuat beberapa gerakan segel tangan sambil memusatkan semua energi cahaya yang ada di tubuhnya agar berpindah ke kedua tangannya.
...“Perisai Gerbang Surga.”...
Sebuah pisau cahaya yang berbentuk pintu gerbang raksasa setinggi sepuluh meter langsung muncul di depan Casbah dan menutup seluruh jalur tombak-tombak petir kegelapan.
“Bang …”
Suara benturan benda keras terdengar saat kedua kekuatan itu saling bertabrakan.
Tubuh Casbah langsung terpental ke belakang dan menabrak dinding pembatas formasi ini karena tekanan serangan tombak petir kegelapan itu ternyata mampu menembus perisai cahaya buatannya dan menimbulkan sebuah retakan yang cukup panjang.
“Keras juga perisai cahaya buatanmu itu. Tapi apakah sebuah perisai yang retak akan mampu menahan seranganku berikutnya?” ejek Jenderal Iblis Volt dengan tatapan sinis.
Jenderal Iblis Volt lalu meledakkan semua Qi beserta hawa iblis yang ada di dalam tubuhnya untuk menyalakan ketiga tulisan yang ada dalam formasi itu secara bersamaan.
Tulisan energi kegelapan, energi petir, dan energi angin akhirnya menyala secara bersama dan menciptakan sebuah angin tornado yang sangat besar dengan dikelilingi oleh petir berwarna hitam.
Casbah juga melakukan hal sama untuk melawan serangan ini. Dia meledakkan semua Qi yang ada di dalam tubuhnya dan membuat aura energi cahaya yang menyelimuti tubuhnya menjadi semakin terang bagaikan matahari.
##############################
__ADS_1
Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏
Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.