LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 99 ADA TIGA JENDERAL IBLIS


__ADS_3

“Pintu Rahasia?!”ucap Heilong terkejut dengan kedua tangan yang masih memegang potongan besi tua terakhir yang menutupi pintu misterius itu sebelumnya.


Casbah berbalik ke belakang lalu bertanya. “Adik, apakah sebelumnya kau sudah tahu jika ada sebuah pintu rahasia di tempat ini?”


Chariva menjawab dengan anggukan kepala lalu menunjukkan isi surat yang ditinggalkan oleh pangeran dari kerajaan ini.


“Pangeran itu ternyata sangat cerdik. Dia menutupi pintu rahasia ruangan penyimpanan benda pusaka ini dengan besi rongsokan agar semua orang mengira jika area ini adalah tempat sampah dari gudang penyimpanan harta.” Casbah tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena tak percaya dengan pemikiran jenius sang pangeran untuk melindungi benda-benda warisan leluhur setelah membaca isi surat itu.


“Jika itu adalah surat yang ditinggalkan oleh pangeran Kerajaan ini sebelum meninggal, kenapa para iblis yang menyerang tempat ini tidak menemukan surat itu lebih dulu.”


Heilong merasa sedikit curiga dengan surat itu. Mungkin saja ruangan di balik pintu misterius ini bukanlah gudang penyimpanan benda pusaka, melainkan jebakan yang sudah disiapkan oleh para iblis.


“Kau tenang saja karena surat itu memang asli tulisan tangan pangeran Kerajaan ini. Jika kau tidak percaya, kau bisa mencium aroma dari setiap huruf yang ada di permukaan kertas itu. Di sana seharusnya masih tertinggal jejak hawa siluman serigala karena surat itu ditulis belum lama ini. Kira-kira sekitar sebulan atau dua bulan yang lalu,” jawab Chariva sambil menunjuk surat yang saat ini sudah berpindah tangan ke tangan Heilong.


Heilong tentu saja lebih memilih percaya daripada dia harus mengendus-endus sebuah surat mirip seperti seekor anjing pelacak.

__ADS_1


“Aku percaya jika surat ini memang asli. Tapi aku masih belum mengerti kenapa para iblis itu tidak menemukan surat ini. Padahal di dalam surat ini telah ditulis jika ada seorang iblis yang menyamar sebagai dirinya dan memerintahkan Kerajaan selama bertahun-tahun, sedangkan sang pangeran sendiri dipenjara di dalam kamarnya,” tanya Heilong memburu karena masih penasaran.


“Karena iblis itu tidak memiliki kemampuan untuk melacak keberadaan surat ini. Dulu, aku pernah mengajarkan sebuah teknik untuk menyembunyikan sesuatu di dalam dunia pikiran pada Raja Siluman Serigala Bulan. Dan teknik ini sepertinya juga dia ajarkan pada putranya karena aku menemukan surat ini di dalam dunia pikiran seekor burung yang merupakan hewan peliharaan sang pangeran,” jelas Chariva yang seketika itu juga meruntuhkan kecurigaan Heilong tentang surat keaslian ini.


“Jadi surat ini sepertinya memang ingin diberikan oleh sang pangeran untukmu agar kau bisa membalaskan dendam para siluman serigala bulan yang di bunuh secara sadis tempat ini oleh para iblis,” sahut Casbah mengernyitkan dahinya.


Chariva menganggukkan kepalanya. “Benar. Dia ingin aku membalaskan dendamnya pada Bangsa Iblis. Semua benda yang ada di dalam gudang harta dan gudang benda pusaka ini adalah kompensasi yang dia berikan padaku atas serangan Siluman Serigala Bulan beberapa tahun ini ke Kerajaan Danau Biru, sekaligus sebagai imbalan agar aku mau menerima permintaannya untuk membunuh para iblis yang membuat kekacauan di tempat ini.”


Chariva lalu menatap Heilong. “Kau boleh mengambil benda apapun di kedua gudang ini karena kau telah membunuh salah satu dari ketiga iblis dari dunia lain yang telah membuat kekacauan di Kerajaan Siluman Serigala Bulan.”


“Tiga …?!” jawab Heilong terkejut membelalakkan matanya “Bukankah seharusnya hanya ada dua ekor iblis saja yang datang dari Planet Dreamland ke Alam Gaib ini.”


“Apakah nama Jenderal Iblis itu adalah Minmei?” lanjut Heilong bertanya.


Dalam pikiran Heilong hanya terlintas Jenderal Iblis Minmei karena Jenderal Iblis ini telah menyamar selama setahun-tahun di dalam Sekte Giok Salju tanpa disadari oleh Xue Xian Hou.

__ADS_1


“Bukan. Jenderal Iblis ini bernama Vanes. Dia berasal dari Ras Siluman Rubah Ekor Pelangi yang sangat langkah di dunia ini. Sulit sekali menemukan jejak keberadaan ras ini karena mereka mampu meniru makhluk hidup apapun dengan sangat baik termasuk aura dan aroma yang memancar dari tubuh mereka.” Jawab Chariva kemudian berpikir sejenak lalu lanjut berkata. “Saat aku menyerang gerbang Kerajaan Siluman Serigala ini, sebenarnya dia telah menyelinap di antara para pasukanku dengan menggunakan teknik penyamarannya tanpa aku sadari.”


“Berarti dia mampu menghilangkan jejak hawa iblis yang memancar dari tubuhnya dan merubah aura yang memancar dari tubuhnya dengan sesuka hatinya hingga dia mampu meloloskan diri dari pengamatan mu ,” sahut Casbah yang paling tahu seberapa kuat kemampuan yang dimiliki Chariva. Jika Chariva tidak mampu mengenali penyamaran yang dilakukan Jenderal Iblis Vanes, maka di antara mereka bertiga tidak akan ada yang bisa mengenali penyamaran Jenderal Iblis itu.


Heilong mengerutkan dahi berpikir keras. Urusannya dengan Jenderal Iblis Bai Long saja belum dapat dia selesaikan, sekarang malah muncul salah satu Jenderal Iblis lain dengan kemampuan yang begitu unik dan sulit ditemukan. Jika dia tidak bisa mengenali penyamaran Jenderal Iblis Vanes, maka Jenderal Iblis ini bisa melakukan serangan diam-diam terhadap dirinya saat dia lengah.


“Kau jangan khawatir. Tidak ada iblis manapun yang bisa lolos dari pengamatan mata pedangku.” tiba-tiba Li Zen langsung mentransmisikan suaranya ke telinga Heilong.


Kegelisahan yang ada dipikiran Heilong langsung hilang bagaikan api yang tersiram air setelah mendengar jawaban Li Zen.


“Apa pangeran itu juga memberitahukan padamu cara membuka pintu ruang rahasia ini.” tanya Heilong sambil berjalan mendekati pintu ruang rahasia itu.


“Pintu rahasia itu hanya bisa dibuka dengan darah dari Tian Lang ataupun keturunannya,” jawab Chariva sambil mengeluarkan sebuah botol kecil dengan cairan berwarna biru. “Saat memasukkan surat ini di dalam dunia pikiran burung itu. Pangeran Siluman Serigala Bulan juga mengalungkan beberapa tetes darahnya yang telah disimpan di dalam sebuah botol kecil di leher burung itu. Karena adanya darah ini juga maka aku bisa menemukan burung itu dan mengambil surat ini dari dalam dunia pikirannya.”


Chariva lalu membuka botol itu dan meneteskan isinya pada permukaan pintu gudang penyimpanan benda pusaka Kerajaan Siluman Serigala Bulan.

__ADS_1


*******


Yang penasaran tentang Vanes, bisa baca kembali di Legenda Dewa Pedang season 1 chapter 214


__ADS_2