
“Whoost …”
Pintu misterius itu seketika berubah menjadi sebuah lubang hitam dan langsung menyedot mereka bertiga masuk ke dalamnya saat darah dari Pangeran Serigala Bulan mengaktifkan sebuah formasi sihir ruang yang ditanam di dalam pintu itu.
Hanya dalam waktu sekitar tiga nafas, mereka bertiga akhirnya mendarat di sebuah pulau misterius yang berada di bawah permukaan laut.
Meskipun berada di bawah permukaan laut, pulau ini sama sekali tidak terendam dan tenggelam oleh air laut. Air laut justru menjadi langit dari pulau misterius ini karena ada sebuah medan pelindung khusus yang mengelilingi pulau ini dari air laut.
Chariva, Casbah dan Heilong bisa melihat hewan-hewan laut berenang dengan bebas di langit pulau ini.
Energi alam yang ada di tempat ini juga sangat kaya, murni dan kuno. Jauh berbeda sekali dengan energi alam yang ada di Alam Gaib, meskipun energi alam yang ada di Alam Gaib jauh lebih besar dari energi Alam yang ada di Benua Atlantis.
Pulau ini sepertinya belum pernah terjamah oleh manusia, siluman ataupun para iblis. Karena tidak ada jejak makhluk hidup di sepanjang mata memandang.
Hanya ada tumbuhan dan bunga-bunga langka berusia ribuan tahun di tempat ini. Serta sebuah mata air yang menjadi sumber kehidupan bagi tumbuhan yang ada di tempat ini.
Sebagian besar dari tanaman langka yang ada di pulau ini adalah bahan yang biasanya digunakan untuk membuat pil dan tidak bisa ditemukan dengan mudah.
Casbah yang sedikit mengerti tentang alkimia sangat tertarik dan bahagia saat melihat apa yang ada di depan matanya.
Heilong pun juga merasakan hal yang sama karena dia mengaplikasikan ilmu alkimia ke dalam masakan. Jadi setiap makanan yang dibuat Heilong memiliki khasiat yang sama dengan sebuah pil yang dibuat oleh para alkemis.
Hanya Chariva yang tidak seberapa tertarik dengan semua ini karena dia memang tidak mempelajari alkimia, jadi semua tumbuhan itu tidak akan berguna di tangannya.
__ADS_1
“Ternyata pintu misterius itu adalah sebuah portal dimensi. Kita benar-benar panen besar kali ini karena semua tanam yang ada di tempat ini adalah tanaman obat yang sangat langka.”
Casbah sudah tidak sabar lagi untuk memanen semua tanaman langka yang ada di depannya. Tapi dia harus menunggu ijin dari adiknya karena yang mendapatkan ini semua adalah Chariva.
“Apakah kau tidak curiga sedikitpun tentang pulau ini? Aku merasa pulau ini ada hubungannya dengan istana bawah laut milik Divine Beast Aurora,” balas Chariva.
“Seharusnya tempat ini memang ada hubungannya dengan Divine Beast Aurora karena seluruh wilayah bawah laut berada di bawah kekuasaannya. Tapi, kita tidak menyusup ke tempat ini. Kita semua masuk ke tempat ini melalui pintu yang sudah disiapkan untuk memasuki tempat itu. Jadi aku rasa tidak akan ada masalah jika kita mengambil tanaman yang ada di tempat ini asalkan kita tidak menguras sampai habis seperti seorang pencuri.”
Casbah menjawab pertanyaan itu dengan santai. Tapi, apa yang dia katakan semuanya adalah benar. Mereka semua memang masuk ke tempat ini dari pintu yang telah disediakan.
“Kalau begitu ambillah sesuka kalian tapi jangan sampai habis. Kalian tidak boleh mengambil tumbuhan yang usianya masih sangat muda ataupun yang belum waktunya untuk panen. Seandainya bisa, usahakan untuk menyisakan sedikit bagian dari tanaman yang kalian petik agar tanaman itu bisa tumbuh kembali di tempat ini.”
Setelah Chariva mengucapkan beberapa pesan pada Heilong dan Casbah, dia bersiap untuk mengelilingi pulau ini meninggalkan.
Tapi …
Chariva langsung berbalik dan bertanya. “Apakah kau membutuhkan bantuanku?”
“Tidak sama sekali.” Heilong menjawab dengan malu dan tidak berani menatap mata Chariva karena ini adalah pertama kalinya dia melihat wajah Chariva tanpa cadar dari jarak yang sangat dekat.
“Oh … Lalu untuk apa kau memanggilku?” lanjut Chariva bertanya.
“Apa kau sama sekali tidak ingin mengambil tanaman obat yang ada di pulau ini. Kau bisa menjualnya dengan harga yang sangat tinggi di luar sana jika kau tidak ingin menggunakannya,” bujuk Heilong.
__ADS_1
“Tidak. Pangeran Siluman Serigala Bulan memberikan semua yang ada di tempat ini sebagai hadiah. Dan aku tidak suka menjual hadiah pemberian orang lain, jadi yang bisa aku lakukan hanyalah menyimpan tanaman obat itu sedangkan aku sendiri sama sekali tidak paham dengan tata cara penyimpanan tanaman obat. Dengan kata lain, tanaman obat itu hanya akan rusak jika berada di tanganku. Lebih baik aku membiarkan tanaman itu tetap di sini dan membiarkan mereka semua tumbuh daripada harus layu dan akhirnya mati di tanganku,” jawab Chariva polos dengan wajah serius.
“Lalu apa yang akan kau lakukan? Apakah kau hanya ingin berkeliling sambil menunggu kami selesai memanen tanaman obat di tempat ini?”
“Aku akan mencari tempat yang cocok untuk bermeditasi. Energi alam di tempat ini sangat murni dan sedikit mengandung kekuatan para dewa. Seharusnya aku akan mendapatkan banyak manfaat jika bermeditasi di tempat ini.”
Chariva segera bergegas pergi setelah menjawab pertanyaan Heilong. Dia berjalan menuju ke arah mata air karena di sanalah energi alam yang paling murni ini berasal.
“Bagaimana cara kita membagi semua tanaman ini?” Casbah langsung melontarkan pertanyaan yang terdengar sangat serakah setelah Chariva tidak terlihat lagi di tempat ini.
“Apa yang kau panen, maka itu akan menjadi milikmu. Tapi kita harus mematuhi apa yang telah diucapkan oleh adikmu,” jawab Heilong.
Mereka berdua lalu berpisah dan memanen tanaman obat itu sendiri-sendiri.
Heilong berjalan ke sebelah kanan karena area ini memiliki suhu udara yang rendah. Jadi tanaman-tanaman obat yang ada ditempat ini harusnya memiliki kualitas yang jauh lebih bagus seperti tanaman obat yang ada di tempat Divine Beast Genbu.
Ternyata prediksi Heilong tidak salah. Baru lima puluh langkah dia berjalan, dia sudah menemukan kebun bunga melati es berusia seribu tahun. Bunga ini memiliki khasiat untuk memperkuat dantian para kultivator yang mempelajari jurus-jurus es.
Tanpa basa-basi lagi, Heilong langsung memanen semua bunga melati es yang sudah matang dan menyisakan batang dan akarnya agar tanaman itu bisa tumbuh lagi kelak.
Setelah itu dia berjalan sedikit ke utara dan menemukan kebun ginseng es yang sangat cocok untuk memperkuat titik-titik merindukan dan struktur tulang para kultivator. Tapi, dia tidak bisa menyisakan apapun dari ginseng ini saat dipetik. Jadi Heilong hanya mengambil sebagian saja.
“Tempat ini memang benar-benar surga tanaman obat. Aku akan menyusuri tempat ini lebih dalam lagi. Semoga saja aku bisa menemukan tanaman obat yang lebih langka lagi.”
__ADS_1
##############################
Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.