LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 53 MENGHANCURKAN PERTAHANAN


__ADS_3

Jenderal Voldryd lama-lama menjadi tersudut karena terus diserang oleh Heilong tanpa henti meskipun semua serangan itu tidak dapat melukai tubuhnya. Tapi, tetap saja waktu yang dia miliki untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Raja Iblis menjadi semakin lama.


Jenderal Voldryd akhirnya memusatkan kekuatan api dan kegelapan miliknya ke kaki kanannya dan menghentakkan kaki kanannya itu dengan kuat ke permukaan tanah.


“Boom …”


Seketika tanah menjadi berguncang dan muncul sebuah piramida yang terbuat dari api berwarna hitam.


Piramida itu menyelimuti seluruh tubuh Jenderal Voldryd dan melindungi tubuhnya dari serangan teknik pedang elemen air dan es milik Heilong.


“Seranglah sampai kau bosan dan habiskan semua kekuatan dengan sia-sia. Aku ingin lihat bagaimana caramu untuk menghentakkan perisai pelindung api kegelapan milikku ini. Haha …” seru Jenderal Voldryd tertawa terbahak-bahak karena dia sudah merasa di atas angin.


Heilong tidak menjawab ejekan dari Jenderal Voldryd. Namun, gerakannya saat menyerang menjadi semakin melambat karena dia memperbesar energi yang dia masukkan ke dalam kedua pedang pusakanya untuk memperkuat efek dari serangannya.


Melihat Heilong yang sama sekali tak menghiraukan ejekannya dan malah menjadi semakin berkonsentrasi untuk menghancurkan perisai pelindung api hitam buatannya, Jenderal Voldryd menjadi semakin geram dan mengarahkan jari telunjuknya ke arah jantung Heilong.


“Dasar kau manusia tidak tahu diri!! Berani sekali kau tidak menganggap keberadaanku. Sekarang terimalah hukuman dariku ini.”


“Tombak Petir Kegelapan.”


“Duar …”


Kekuatan energi petir dan kegelapan yang dahsyat tiba-tiba muncul dari jari telunjuk Jenderal Voldryd dan mengambil bentuk sebuah tombak lalu melesat lurus dengan kecepatan tinggi ke arah Heilong.


Heilong bisa merasakan ada serangan yang mendekat ke arahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi seperti sebuah meteor. Dia segera menggerakkan Pedang Taring Putih miliknya ke depan dan memasukkan energi es dengan jumlah yang sangat besar lalu mengangkat pedang itu ke atas.


“Dinding Es.”


Mao Shizi yang sudah siap untuk melindungi Heilong dari kejauhan, juga segera menggunakan kekuatan elemen tanah miliknya untuk melapisi dinding es buatan Heilong.


“Boom …”

__ADS_1


Serangan Jenderal Voldryd kali ini bisa ditahan oleh gabungan kekuatan antara Heilong dan Mao Shizi. Sebab, Jenderal Voldryd tidak memasukkan kekuatan apinya dalam serangannya kali ini.


Namun, tetap saja dinding es itu mengalami kerusakan yang sangat parah. Banyak sekali keretakan yang cukup dalam di permukaan dinding es itu akibat dari benturan energi petir dan kegelapan yang sangat kuat.


Heilong lalu menancapkan Pedang Penguasa Laut ke permukaan tanah untuk melakukan serangan balik.


...“Teknik Sembilan Pedang Air - Tetesan Air Meresap Ke Danau.”...


Seketika tubuh Heilong langsung berubah menjadi air lalu masuk ke dalam celah-celah kecil di permukaan tanah yang ada di bawah kakinya dan menghilang.


Dia sengaja menggunakan jurus ini agar Jenderal Voldryd menjadi kesulitan untuk melihat keberadaan Heilong sehingga serangannya yang berikutnya tidak akan mudah untuk dihalau.


“Manusia itu ternyata memiliki kemampuan yang sangat hebat untuk menyembunyikan keberadaannya. Aku juga tidak bisa merasakan aura kehidupan yang memancar dari tubuhnya. Apakah dia sudah kabut dari tempat ini?” pikir Jenderal Voldryd dalam hati sambil terus memperhatikan permukaan tanah yang ada di sekitarnya untuk mencari jejak Heilong.


Setelah cukup lama mencari dan sama sekali tidak menemukan jejak keberadaan Heilong, Jenderal Voldryd lalu menatap ke arah Mao Shizi.


“Hai gadis cantik. Sepertinya kekasihmu telah kabur dari tempat ini dan meninggalkanmu sendirian. Bagaimana kalau membawamu pergi ke Tanah Hitam, apakah kau bersedia? Aku akan menjadikanmu salah satu istriku nanti. Hehehe …” ucap Jenderal Voldryd sambil menggoda Mao Shizi.


“Hump!! Lebih baik kita bertarung sampai mati karena selama aku masih hidup, aku tidak akan rela menyerahkan tubuhku pada pelayan Raja Iblis sepertimu,” jawab Mao Shizi balas mengejek.


Dengan penuh amarah, Jenderal Voldryd bergerak ke arah Mao Shizi untuk menyerangnya. Tapi, Mao Shizi tidak takut sedikit pun dan tidak mundur walaupun dia dapat merasakan hawa membunuh yang cukup kuat mulai memancar dari tubuh Jenderal Voldryd bersamaan dengan aura miliknya.


Namun, tiba-tiba muncul air dalam jumlah yang sangat besar di sekitar tempat Jenderal Voldryd berdiri.


Ternyata, ketika Heilong berada dibawah tanah, dia menemukan beberapa sumber mata air bawah tanah di bawah kawasan Istana Kerajaan Banteng Api. Mungkin sumber air inilah yang menjadikan tanah di wilayah kerajaan ini menjadi sangat subur.


Dan saat Heilong melihat sumber air yang sangat banyak itu, maka dia mendapatkan ide untuk menggunakan air itu menyerang Jenderal Voldryd. Sebab, jika dia menggunakan jurus teknik pedang elemen air miliknya di tempat yang dipenuhi dengan air, maka kekuatan dari jurusnya akan menjadi berlipat ganda karena dia tidak perlu menciptakan air lagi sehingga kekuatannya hanya akan terfokus untuk menyerang.


Hanya dalam waktu beberapa menit saja, seluruh kawasan Istana Kerajaan Banteng Api telah menjadi sebuah danau dengan kedalaman satu meter.


Namun, air ini tidak dapat menyentuh tubuh Jenderal Voldryd. Sebab, suhu udara di sekitar tempat Jenderal Voldryd berada telah berubah menjadi sangat panas akibat Piramida Api Hitam yang menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Air danau ini akan langsung berubah menjadi uap ketika berjarak setengah meter dari tubuh Jenderal Voldryd sehingga air itu hanya mengelilingi tubuh Jenderal Voldryd seperti sebuah penjara.


Heilong tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat menguntungkan ini. Dia kemudian menggunakan kekuatan penuhnya lalu melakukan gerakan jurus pedang seperti orang yang sedang menari di atas air.


...“Teknik Sembilan Pedang air - Tarian Air Mengguncang Benua.”...


Ratusan ombak langsung muncul saat Heilong mengayunkan pedangnya untuk menyerang Jenderal Voldryd.


“Bang … Bang …Bang …”


Ombak-ombak itu menari-nari di sekitar Jenderal Voldryd dan terus menyerang Piramida Api Hitam yang melindungi tubuhnya tanpa henti.


Retakan-retakan kecil mulai muncul di permukaan Piramida Api Hitam itu dan membuat konsentrasi Jenderal Voldryd menjadi terpecah karena dia harus memperbaiki permukaan Piramida itu sebelum benar-benar hancur.


Heilong lalu menebaskan Pedang Taring Putih ke arah Jenderal Voldryd sebelum dia berhasil memperbaiki Piramida Api Hitam itu.


...“Pedang Membelah Bumi.”...


“Boom …”


Ledakan yang sangat dahsyat kembali terdengar ketika kekuatan dari Jurus Pedang Membelah Bumi menghantam Piramida Api Hitam.


Piramida Api Hitam itu akhirnya dapat dihancurkan oleh Heilong dan berubah menjadi kabut asap tebal.


Heilong kemudian menyimpan kembali kedua pedang pusaka miliknya ke dalam Dunia Jiwanya dan berlari dengan kecepatan tinggi ke arah Jenderal Voldryd sambil mengepalkan tangan kanannya yang telah diselimuti dengan energi api yang sangat mengerikan.


Dalam sekejap, Heilong sudah berada tepat di depan Jenderal Voldryd.


“Terimalah tinju apiku ini. Dasar Iblis!!”


...“Tinju Api Unicorn.”...

__ADS_1


*******


Jangan lupa sempatkan Like di setiap chapter. Terimakasih 🙏


__ADS_2