
Gremlin langsung melihat semua tempat yang ada di sekelilingnya setelah medan pelindung khusus yang disekitar tempat ia berdiri menghilang. Tentu saja, Gremlin sedang mencari keberadaan Heilong kerana Heilong telah ia anggap sebagai Tuan dan telah menjaganya saat dirinya berada dalam kondisi terlemah.
Akan tetapi, ia merasa sedikit kecewa karena sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Heilong di tempat ini. Bahkan aroma tubuhnya pun sama sekali tidak ada yang tertinggal. Dan, yang dapat ia rasakan di tempat ini hanyalah aura keberadaan Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora.
“Sepertinya Tuan telah lama meninggalkan Alam Gaib ini. Zaha dan Aurora pasti tahu kemana Tuan pergi. Aku harus segera bertanya para mereka berdua.”
Gremlin langsung terbang ke tempat Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora dengan menggunakan kedua sayapnya yang kokoh layaknya sayap seekor naga.
Tidak butuh waktu lama bagi Gremlin untuk mencapai tempat Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora berada karena kecepatan yang ia miliki juga telah mengalami peningkatan. Hanya dalam waktu satu nafas saja, Gremlin sudah berada di tempat kedua Divine Beast yang jaraknya sekitar dua puluh kilometer dari tempat ia bermeditasi.
“Kau pasti ingin menanyakan keberatan Heilong. Apakah tebakanku ini benar?” Divine Beast Zaha langsung menyambut kedatangan Gremlin dengan pertanyaan.
“Benar! Karena kau sudah tahu niatku maka jangan buang-buang waktuku lagi. Cepat katakan dimana Tuanku berada. Aku harus segera membawanya pergi ke Planet Dreamland agar aku segera menyelesaikan balas dendamku pada Beast Iblis itu.”
Saat berbicara, suara Gremlin memancarkan rasa amarah yang begitu kuat. Namun, ia berusaha sebisa mungkin untuk menahannya agar tidak sampai memancarkan hawa membunuh karena ia takut akan menyinggung ke-dua Divine Beast ini dan kembali menimbulkan permusuhan yang hanya akan menghambat perjalanannya.
“Divine Beast Lambda telah membawa Heilong pergi ke Benua Atlantis untuk menerima warisan elemen cahaya dan elemen kegelapan. Sebelum dia meninggalkan tempat ini, Divine Beast Lambda telah meninggalkan pesan untukmu bahwa ia dan Heilong akan menunggumu di Pagoda Raja Api yang ada di pusat Benua Atlantis,” jawab Divine Beast Zaha tanpa ada yang ia tutup-tutupi.
Divine Beast Aurora ternyata sudah membuka membuka portal dimensi yang menghubungkan antara Alam Gaib dengan Benua Atlantis dan mempersilahkan saat Divine Beast Zaha dan Gremlin mengobrol. Ia pun segera mempersilahkan Gremlin untuk melewati portal itu.
Tanpa membuang banyak waktu lagi, Gremlin segera terbang memasuki portal dimensi itu setelah mengucapkan terimakasih pada Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora karena mereka berdua telah menjaganya saat ia sedang bermeditasi dan melakukan terobosan kultivasi. Jika tidak ada mereka yang berjaga di sekitar tempat itu, maka akan ada banyak gangguan yang akan datang karena tertarik dengan ledakan energi alam yang begitu melimpah.
**
__ADS_1
Pagoda Raja Api, Benua Atlantis.
Di hadapan Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda, Heilong sedang bermeditasi di dalam dua buah formasi sihir raksasa.
Semua Raja Api yang sebelumnya sempat bertarung dengan Heilong juga telah berkumpul di tempat ini untuk menyaksikan sebuah fenomena langka yang mungkin tidak akan mereka temui lagi yaitu kelahiran seorang makhluk yang memiliki kekuatan melebihi seorang Dewa.
Seluruh tubuh Heilong saat ini telah dikelilingi oleh tulisan-tulisan kuno yang mirip dengan sebuah mantera dan memiliki dua buah warna yaitu hitam dan putih yang merupakan perwakilan dari elemen cahaya dan elemen kegelapan.
“Apakah dia akan berhasil menyerap kekuatan elemen cahaya dan elemen kegelapan dari Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda?”
“Jika dilihat dari tekad dan kemanapun yang ia miliki, seharusnya tidak akan terjadi masalah dan ia akan berhasil.”
“Bicara memang mudah! Apa kalian lupa bahwa elemen kegelapan dan elemen cahaya adalah dua buah elemen yang ditakdirkan untuk saling berlawanan. Jadi, tidak akan mungkin bisa disatukan dengan begitu mudah di dalam tubuh seseorang.”
Semua Raja Api terus berdebat saat memperhatikan Heilong yang tepat sepenuhnya tenggelam dalam meditasinya. Tapi, mereka semua hanya bisa berdebat melalui telepati karena takut suara mereka akan menggangu konsentrasi Heilong. Selain itu, Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda telah memberikan peringatan yang sangat keras pada mereka semua agar tidak menimbulkan keributan jika ingin tetap berada di tempat ini.
Aksara-aksara kuno yang menempel di tubuh Heilong menjadi semakin jelas dari waktu ke waktu seiring dengan semakin banyaknya jumlah energi kegelapan dan energi cahaya yang berhasil ia serap dari kedua formasi sihir itu.
**
Dunia Jiwa Heilong.
Di dalam Dunia Jiwa miliknya, Heilong sedang terbang di tengah-tengah langit layaknya seorang Dewa.
__ADS_1
Ia berusaha keras untuk mengumpulkan semua aksara-aksara kuno yang tiba-tiba muncul di dalam Dunia Jiwa miliknya untuk menjadi sebuah bola. Sebab, ia tahu bahwa aksara-aksara kuno itu adalah bentuk lain dari energi cahaya dan energi kegelapan.
“Sepertinya Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda sengaja merubah bentuk dari inti elemen cahaya dan inti elemen kegelapan menjadi beberapa pecahan yang terwujud dalam beberapa aksara kuno untuk mengurangi dampak kerusakan di dalam Dunia Jiwa milikku. Aku harus segera menyatukan semua aksara-aksara kuno ini dan merubahnya menjadi benih elemen cahaya dan benih elemen kegelapan.”
Kecepatan Heilong dalam mengumpulkan semua aksara-aksara kuno itu menjadi semakin meningkat saat ia menyadari maksud dari Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Aurora.
Setelah beberapa jam berlalu, Heilong akhirnya berhasil menyatukan semua aksara-aksara kuno itu menjadi dua buah bola energi berukuran raksasa dan memiliki warna yang saling bertolak belakang. Ya! Itu adalah matahari dan bulan yang akan menerangi Dunia Jiwa ini.
Kekuatan Hukum ruang dan waktu segera keluar dari matahari dan bulan yang ada di dalam Dunia Jiwa ini dan masuk ke dalam pikiran Heilong agar ia segera mempelajarinya.
Heilong pun segera menenggelamkan konsentrasinya untuk memahami kedua hukum energi tersebut. Sebab, hukum ruang dan waktu termasuk kekuatan yang sangat istimewa dan tidak bisa dikuasai oleh sembarang orang termasuk Dewa sekalipun.
**
Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda mulai terlihat antusias saat melihat semua energi elemen cahaya dan elemen kegelapan yang mereka simpan di dalam kedua formasi besar itu telah diserap sampai habis oleh Heilong.
“Apakah menurutmu bocah ini akan mampu memahami kekuatan dari hukum ruang dan waktu?” Divine Beast Shen Long menggunakan kekuatan telepatinya untuk bertanya pada Divine Beast Lambda karena hal ini bisa memancing keributan jika sampai didengar oleh para Raja Api.
“Entahlah! Kau seharusnya juga tahu bahwa hukum ruang dan waktu adalah kedua hukum energi yang paling sulit untuk dipelajari termasuk kita sekalipun,” jawab Divine Beast Lambda yang menghabiskan waktu hampir ratusan tahun untuk memahami tentang hukum ruang dan waktu secara sempurna.
Shen Long mengerutkan kening dan raut wajahnya berubah serius. “Kau benar! Tapi, kau jangan lupa bahwa Heilong bukanlah makhluk biasa. Jika ia tidak dapat memahami kedua hukum ini dengan cepat, maka sangat mustahil bagi dirinya mendapat kekuatan elemen cahaya dan elemen kegelapan untuk saat ini.”
Mereka berdua pun kembali mengamati setiap perubahan yang terjadi pada Heilong.
__ADS_1