
“Ini bukan urusanmu manusia! Biar bagaimanapun caranya aku harus bisa menjadi yang terkuat meskipun aku harus bersekutu dengan Bangsa Iblis. Sebab, kekuatan adalah segala-galanya di Alam Gaib ini. Siapa yang kuat maka dia akan menjadi penguasa dan akan lebih mudah untuk menjadi Dewa,” jawab Burung Elang Api Langit dingin.
“Omong kosong! Makhluk apapun yang memiliki hawa iblis di dalam dirinya, maka dia tidak akan pernah menjadi seorang Dewa. Seperti kau sudah termakan oleh tipu daya para iblis,” balas Heilong.
“Kau terlalu banyak omong! Manusia sepertimu memang harus segera dimusnahkan dari Alam Gaib ini Agar para pengikutku yang lain tidak terpengaruh dengan ucapanmu.”
Burung Elang Api Langit memusatkan semua kekuatan api miliknya ke kedua cakarnya yang terlihat mengkilat seperti sebuah pedang. Siapapun yang melihat kedua cakar itu pasti bisa menebak bahwa kedua cakar itu sangatlah tajam.
“Cakar Api Membelah Laut.”
Energi api yang tadinya menyelimuti kedua cakar Elang Api Langit ini langsung bergerak menuju ke arah Heilong untuk membakar dan mencabik-cabik tubuhnya.
“Api selemah itu tidak akan berpengaruh dengan tubuhku. Aku akan menggunakan kekuatan es milikku untuk menahannya.”
Heilong segera mengeluarkan Pedang Taring Putih di tangan kirinya lalu memasukkan energi es miliknya ke dalam pedang itu.
Seketika, aura energi es memancar dengan kuat di sekitar tubuh Heilong seperti sebuah badai salju. Heilong kemudian menggerakkan Pedang itu ke depan secara vertikal.
...“Perisai Es.”...
Energi Es itu langsung mengelilingi tubuh Heilong dan membentuk sebuah perisai es setebal setengah meter.
“Boom …”
Serangan energi api milik Burung Elang Api Langit akhirnya menabrak perisai es milik Heilong dan menimbulkan suara ledakan yang cukup keras.
Tapi, perisai es milik Heilong tetap berdiri kokoh. Serangan cakar api itu hanya mampu meninggalkan sedikit goresan-goresan tipis di permukaan perisai itu.
“Hanya dengan kekuatan api seperti itu kau berpikir untuk bisa membunuhku? Baiklah, akan segera aku padamkan api yang ada di kedua cakarmu itu.”
__ADS_1
Heilong lalu mengayunkan Pedang Penguasa Laut yang ada di tangan kanannya untuk menyerang kedua cakar Burung Elang Api Langit.
...“Teknik Sembilan Pedang Air - Tebasan Ombak Pantai Selatan.”...
Aura energi air yang ada di dalam Pedang Penguasa Laut langsung berubah menjadi ombak yang sangat besar dan mengarah lurus ke kedua cakar Burung Elang Api Langit.
“Aku sudah pernah melihat jurus pedang airmu itu. Kau terlalu percaya diri untuk menyerangku dengan menggunakan jurus pedang yang sama. Apa kau pikir aku tidak memiliki cara untuk melawan jurus yang pernah aku lihat sebelumnya. Jangan samarkan aku dengan siluman-siluman rendah yang ada di tempat ini karena aku adalah keturunan dari Burung Phoenix yang suci,” seru Burung Elang Api Langit.
“Sayap Api Membakar Langit.”
Burung Elang Api Langit langsung mengepakkan kedua sayapnya dengan sangat cepat hingga menyemburkan api yang sangat besar seperti sebuah lautan api.
“Boom …”
Ombak dan lautan api akhirnya saling bertabrakan dan menguap secara bersamaan setelah meninggalkan goncangan dahsyat yang menggetarkan seluruh isi Hutan Pencakar Langit.
“Ternyata kau masih ingat bahwa kau adalah keturunan dari Burung Phoenix yang sangat suci. Apakah kau sekarang sudah mengakui kesalahanmu karena bergabung dengan Bangsa Iblis?” tanya Heilong dingin.
Heilong mulai geram melihat kesombongan yang dimiliki oleh Burung Elang Api Langit ini. Dia langsung menancapkan Pedang Penguasa Laut ke permukaan tanah dan menggerakkan Pedang Taring Putih menghadap ke langit.
...“Teknik Sembilan Pedang Air - Tetesan Air Meresap Ke Danau.”...
Tubuh Heilong langsung berubah menjadi air dan menghilang masuk ke dalam tanah. Dia berniat untuk menyerang Burung Elang Api Langit yang sangat sombong ini dengan satu serangan yang tak terduga.
Burung Elang Api Langit akhirnya menyadari bahwa Heilong kembali menghilang ketika dirinya sedang tertawa terbahak-bahak menatap langit. Namun, kali ini dia bisa melihat ada sekumpulan air yang sangat aneh di dalam tanah yang ada di depannya.
“Ternyata kau mau bersembunyi di dalam tanah ya.”
Burung Elang Api Langit melihat tanah itu dengan kemampuan Mata Elang miliknya untuk memastikan sekali lagi bahwa genangan air yang ada di dalam tanah itu bukan genangan air biasa.
__ADS_1
Dia kemudian menyeringai dan memusatkan semua energi api miliknya ke dalam paruhnya setelah mengetahui ada bahwa genangan air itu memiliki detak jantung yang menandakan bahwa genangan air itu adalah sebuah makhluk hidup yang menyamar.
“Paruh Api Mengguncang Bumi.”
“Scree …”
Burung Elang Api Langit terbang melesat kebawah dengan paruhnya yang telah diselimuti dengan api yang sangat panas seperti sebuah meteor yang jatuh ke Bumi.
“Boom …”
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi dan menyebabkan gempa bumi yang sangat kuat hingga membuat tanah yang ada di sekitar menjadi retak.
Gerangan air yang ada di dalam tanah itu langsung menghilang karena menguap setelah diserang oleh paruh Burung Elang Api Langit yang sangat panas.
Burung Elang Api Langit kembali berdiri dan tertawa terbawa terbahak-bahak. “Haha … Itulah akibatnya jika kau berani melawanku.”
Tapi, sebuah suara tiba muncul di belakang Burung Elang Api Langit dan membuatnya terkejut.
“Kau terlihat sangat bahagia. Tapi, kebahagianmu itu tidak akan berlangsung lama.”
...“Teknik Sembilan Pedang air - Tarian Air Mengguncang Benua.”...
Ratusan ombak tiba-tiba muncul dari arah belakang dan menyerang punggung Burung Elang Api Langit hingga membuat tubuhnya tersungkur sejauh dua puluh meter karena tergulung ombak.
Burung Elang Api Langit itu langsung menoleh kebelakang karena dia pernah mendapat serangan seperti ini sebelumnya.
“Ka-Kamu?! Kenapa kamu masih bisa hidup? Bukankah seharusnya aku sudah menghancurkan tubuhmu menjadi uap,” ucap Burung Elang Api Langit bergetar seperti melihat hantu.
Heilong tertawa mengejek lalu menjawab. “Sepertinya kemampuan dari Jurus Mata Elang milikmu tidaklah sebagus namanya karena kau masih bisa terjebak dalam pengaruh jurus ilusiku ketika menggunakan jurus itu.”
__ADS_1
Sesaat sebelum menggunakan Jurus Tetesan Air Meresap Ke Danau, ternyata Heilong terlebih dulu menggunakan jurus Ilusi Es. Itulah alasan kenapa Heilong sempat mengangkat Pedang Taring Putih ke atas ketika menggunakan Jurus Pedang elemen air miliknya.
“Sekarang adalah saatnya aku membalas tindakan kejam yang selama ini telah kau lakukan,” ucap Heilong dingin menatap tajam kearah Burung Elang Api Langit seperti seekor buas yang siap membunuh mangsanya.