
Keempat Beast Purba itu telah berhasil dia lumpuhkan dan disegel untuk sementara waktu di dalam sebuah Gunung Es.
Heilong segera memanfaatkan kesempatan emas ini untuk terbang menyelinap mendekati Piramida Kaca tempat Jenderal Iblis Bai Long mengendalikan formasi sihir ini.
Gunung es yang begitu besar ini menghalangi pandangan Jenderal Iblis Bai Long. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melacak keberadaan Heilong karena kekuatan penghalang khusus yang ada di sekitar piramida kaca itu.
Tanpa disadari oleh siapapun, Heilong sudah berdiri di puncak piramida kaca dan mengangkat pedangnya ke arah langit untuk menyerap kekuatan langit dan bumi.
Dengan bantuan energi alam yang sangat melimpah di Alam Gaib ini, Heilong tidak lagi menggunakan banyak energi alam yang tersimpan di dalam dantiannya.
Sebenarnya sisa cadangan Qi yang ada di dalam dantiannya juga sudah hampir mengering karena kecepatan inti elemen air untuk meregenerasi Qi yang ada di dalam dantiannya tidak mampu mengimbangi kecepatan konsumsi Qi yang baru saja digunakan Heilong untuk membuat benteng pelindung dari beberapa macam elemen.
Untung saja Heilong tiba-tiba terpikir untuk memanfaatkan energi alam yang ada di sekitar sini saat dia teringat dengan prinsip-prinsip bermeditasi.
Hanya dalam hitungan sepuluh nafas, Pedang Penjaga Surga sudah diselimuti aura energi alam yang sangat kuat. Pancaran Aura ini mampu menggetarkan permukaan piramida kaca yang ada di depan Heilong.
...“Pedang Pembelah Galaksi.”...
Heilong langsung menggunakan jurus terkuatnya untuk menyerang piramida kaca ini karena dia tidak ingin membuang banyak waktu lagi untuk coba-coba. Sebab, Li Zen sebelum juga telah mengingatkan pada dirinya jika lapisan yang membentuk piramida kaca itu sangatlah kuat. Bahkan mungkin bisa berkali-kali lipat lebih kuat dari baja yang ada di Bumi.
“Boom …”
Suara ledakan langsung menggema saat kekuatan gabungan dari berbagai macam jenis elemen menghantam permukaan piramida kaca itu.
__ADS_1
Piramida kaca itu akhirnya retak dan hancur setelah Heilong memberikan sedikit tambahan energi alam ke dalam pedang pusakanya.
Dia langsung berdiri di depan Jenderal Iblis Bai Long yang sedang duduk dengan kedua mata tertutup sambil membaca sebuah mantra.
Jenderal Iblis Bai Long sama sekali tidak menyadari jika Heilong sudah berdiri di depannya karena semua perhatiannya hanya tertuju pada teknik sihir untuk memperbaiki retakan pada piramida kaca yang telah dia buat. Bahkan dia sama sekali belum menyadari jika piramida kaca miliknya telah hancur berkeping-keping. Sebab, menurut pemikiran dan pengalamannya selama ini, orang seperti Heilong tidak akan pernah memiliki kekuatan untuk menghancurkan piramida kaca yang terbuat dari formasi sihir miliknya.
Akan tetapi, dia juga melupakan bahwa Heilong memiliki dukungan Li Zen dan sebuah senjata pusaka yang sangat sakti di Alam Dewa yaitu Pedang Penjaga Surga.
Heilong langsung menendang pipi kanan Jenderal Iblis Bai Long dengan penuh kebencian.
Tubuh Jenderal Iblis Bai Long langsung terpental cukup jauh.
Karena begitu besarnya kepercayaan pada piramida kaca tersebut sehingga dia tidak membuat formasi pertahanan apapun di dekatnya, bahkan dia juga mengabaikan rasa sakit sahur piramida kacanya itu hancur dan hanya berpikir bahwa penyebab rasa sakitnya ini adalah adanya retakan yang yang cukup besar di permukaan piramida kaca.
Tubuh Jenderal Iblis Bai Long akhirnya menghantam permukaan daratan es luas yang ada di bawah tempat mereka bertarung. Dia akhirnya sadar dan membuka matanya sambil menatap Heilong dengan dingin seperti seekor singa yang siap memangsa seekor rusa.
Akan tetapi, Heilong juga merasakan keanehan pada tubuhnya. Tiba-tiba pipi kanannya terasa sakit, tepat saat dia menendang pipi kanan Jenderal Iblis Bai Long. Kejadian seperti ini bukan hanya terjadi sekali, tapi ini sudah kali kedua selama dia bertarung dengan Jenderal Iblis Bai Long.
“Kenapa kau terlihat terkejut seperti itu …!!! Apakah ini pertama kalinya kau merasakan rasa sakit yang dialami oleh lawanmu dalam sebuah pertarungan antara hidup dan mati?” ejek Jenderal Iblis Bai Long sambil mencoba berdiri.
“Teknik sihir rahasia apa yang kau gunakan untuk memindahkan rasa sakit yang kau derita ke dalam tubuhku?” balas Heilong bertanya dingin.
“Apa kau pikir aku adalah pertarungan yang selicik itu hingga harus menggunakan sebuah teknik rahasia untuk menyerang lawannya secara sembunyi-sembunyi,” jawab Jenderal Iblis Bai Long geram.
__ADS_1
“Memang. Licik adalah sifat alami seekor Iblis. Jika kalian tidak licik, lalu bagaimana caranya kalian bisa mempengaruhi seorang manusia untuk menjadi pengikut kalian,” balas Heilong dingin.
“Hehe …,” Jenderal Iblis Bai Long tertawa seperti mendapat sebuah pujian. “Jika pikiran manusia itu dapat kami pengaruhi, maka itu adalah salah mereka sendiri. Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan kelicikan. Dan, keanehan yang terjadi dengan tubuhmu itu bukanlah karena sebuah teknik rahasia. Jika kau ingin tahu, maka carilah jawabannya sendiri. Tapi aku sama sekali tidak akan mengatakan apapun. Hanya saja, kau tidak akan pernah bisa membunuhku kecuali kau sendiri ingin ikut mati bersamaku. Haha …”
Heilong sama sekali tidak percaya jika ini bukanlah sebuah teknik sihir rahasia. Apalagi Jenderal Iblis yang dia lawan saat ini adalah seorang yang sangat pandai dalam sihir dan teknik Ilusi. Dia hanya bingung, kapan dirinya lengah hingga Jenderal Iblis ini memiliki kesempatan untuk menanamkan sihir di dalam tubuhnya. Setelah dia berhasil lolos dari teknik Ilusi, dirinya selalu terjaga dan jarang melakukan pertarungan jarak dekat.
“Jangan-jangan kau menanamkan sihir itu saat aku menghancurkan piramida kaca milikmu.”
“Jika kau memiliki pemikiran seperti itu, maka cari tahulah sendiri jawabannya. Tapi aku tidak akan memberimu kesempatan untuk mencari tahu. Aku ingatkan padamu!!! Kau bisa merasakan rasa sakit yang ada di dalam tubuhku tapi aku tidak akan merasakan rasa sakit yang kamu derita.”
Jenderal Iblis Bai Long langsung menyerang Heilong dengan menggunakan tangan kosong. Dia berniat menyerang dari jarak dekat karena Qi yang ada di dalam tubuhnya sudah tidak mencukupi lagi untuk membuat sebuah formasi sihir.
Heilong pun juga melakukan hal yang sama. Karena lawannya sama sekali tidak menggunakan senjata saat menyerang dirinya, maka dia juga segera menyimpan kembali Pedang Penjaga Surga dan bertarung dengan menggunakan tinjunya.
Mereka berdua saling bertukar pukulan dengan sengit. Walaupun cadangan Qi yang ada di tubuh mereka berdua sudah hampir habis, tapi tinju mereka berdua masih diselimuti dengan aura yang cukup kuat.
Dalam pertarungan adu pukulan ini, Heilong merasa sangat dirugikan. Dia menerima rasa sakit dua kali lipat daripada Jenderal Iblis Bai Long.
Saat dia berhasil memukul Jenderal Iblis Bai Long, maka tubuhnya juga akan kesakitan. Tapi jika dia menerima serangan dari Jenderal Iblis itu Bai Long, Jenderal sama sekali tidak mengalami rasa sakit. Hal ini sama persis dengan apa yang di katakan Jenderal Iblis Bai Long sebelumnya.
******
Maaf sebelumnya karena belum bisa update lebih banyak dulu karena kesibukan. Tapi aku usahakan update rutin.
__ADS_1