
Dalam sekejap mata Raja Api Arancione telah terkurung dalam penjara es buatan Heilong dan tidak dapat melarikan diri karena semua serangan yang ia gunakan untuk menghancurkan penjara es ini akan berbalik menyerang dirinya sendiri.
“Keluarkan aku!! Kau tidak dapat mengurungku seperti ini!! Aku adalah seorang Raja Api jadi kau tidak bisa mempermalukanku di tempatku sendiri.”
Raja Api Arancione terus berteriak dengan suara kencang seperti seorang anak kecil yang terkunci di dalam rumah. Harga diri yang ia miliki sangatlah tinggi karena itu ia sama sekali rela jika harus di penjara di tempatnya sendiri.
Namun, Heilong mengabaikannya karena Raja Api Arancione telah beberapa kali tertangkap basah melakukan serangan yang memiliki niat membunuh padahal pertarungan yang terjadi di dalam Pagoda Raja Api ini hanyalah sebuah ujian.
“Bukan urusanku.” Heilong lalu melengos pergi meninggalkan tempat ini dan naik ke lantai ke lima.
**
“Arancione pun dapat dikalahkan dengan mudah padahal teknik Ilusi yang ia miliki termasuk yang paling kuat di seluruh penjuru Benua Atlantis.” Divine Beast Lambda melihat kemenangan Heilong yang cukup mengesankan melalui cermin yang ada di depannya.
“Meskipun teknik Ilusi yang dimiliki Arancione sangat kuat. Namun, teknik Ilusi yang dimiliki Heilong berada di level Dewa karena teknik Ilusi itu sebenarnya adalah milik Divine Beast Genbu. Bagaimana teknik Ilusi makhluk fana bisa dibandingkan dengan teknik Ilusi milik Dewa?” balas Divine Beast Shen Long yang sangat familiar dengan teknik Ilusi es.
“Kau benar.” Divine Beast Lambda menganggukkan kepala. “Tapi, lawan di lantai ke-lima seharusnya dapat membuatnya merasa kesulitan. Sebab, api yang ia miliki tidak mudah ditangani. Di dalam Pagoda Raja Api hanya dua orang Raja Api saja yang bisa menandingi kekuatan api miliknya.”
Ke-dua Divine Beast itu lalu kembali melihat ke arah cermin dan menantikan pertarungan antara Heilong dan penjaga Pagoda Raja Api lantai ke-lima. Sebab, Heilong tidak akan bisa menang melawan penjaga Pagoda Raja Api lantai ke-lima jika ia hanya menggunakan kekuatan biasa saja.
**
Heilong akhirnya sampai di ruang ke-lima Pagoda Raja Api setelah menaiki delapan puluh anak tangga yang terbuat dari batu marmer khusus yang dapat menyerap panas
__ADS_1
Entah kenapa bahan dan jumlah anak tangga yang menuju ke tempat ini berbeda dengan anak tangga yang menuju ke lantai sebelumnya. Akan tetapi, Heilong merasa bahwa itu adalah hal yang sangat wajar setelah ia memasuki lantai ke lima ini.
Suhu udara di lantai ke lima ini sangatlah ekstrem karena di dalam ruangan ini terdapat lima buah matahari yang sangat terik dan terlihat benar-benar nyata.
“Akhirnya kau sampai juga di tempatku, anak muda. Aku akui kemampuan yang kau miliki sangat mengesankan karena dapat mengalahkan Aka, Ao dan Arancione. Namun, kau tidak akan bisa melewati lantai ini jika kau hanya menggunakan jurus yang biasa-biasa saja.”
Sesosok manusia dengan tubuh yang tidak seberapa kekar namun tetap terlihat gagah langsung turun dari salah satu matahari yang ada di tengah-tengah dan merupakan matahari dengan ukuran terbesar.
Tubuhnya sepenuhnya tenggelam dalam aura energi api yang berwarna kuning seolah-olah dia adalah bagian dari matahari itu sendiri.
Heilong menetap tajam ke arahnya lalu bertanya dengan ramah karena sikapnya tidak menunjukkan jejak-jejak permusuhan seperti ke-tiga Raja Api yang sebelumnya.
“Siapa kau? Jika tebakanku tidak salah, kau adalah penguasa api berwarna kuning.”
Raja Api yang ada di hadapan Heilong tersenyum lalu menjawab. “Kau ternyata cukup pintar juga. Benar! Aku adalah penguasa api kuning. Raja Api Giallo.”
“Namamu cukup bagus tapi terlalu susah diingat,” balas Heilong tertawa renyah karena nama Raja Api ini terdengar asing di telinganya dan sulit diucapkan.
“Tidak ada yang memintamu untuk mengingat namaku. Ayo kita bertarung dan buktikan padaku bahwa kau cukup layak untuk mendapatkan warisan dari Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda. Jika kau merasa tidak yakin, maka kau bisa mundur dari pertarungan ini dan segera tinggalkan Pagoda Raja Api daripada kau mati sia-sia.” Raja Api Giallo langsung menantang Heilong bertarung karena ia tidak terlalu suka basa-basi.
Heilong menyeringai lalu segera mengeluarkan Sayap Kaisar Phoenix karena ia dapat merasakan bahwa lawannya kali ini berbeda dengan para Raja Api yang lain. Ia merasa bahwa pertarungannya kali ini tidak akan berjalan dengan mudah karena ia dapat merasakan nuansa yang sama seperti saat ia melawan Divine Beast Shen Long di lantai ke-tiga.
“Aku terima tantanganmu. Ayo kita bertarung karena tidak ada jalan kembali untukku saat aku menginjakkan kakiku di tempat ini. Aku bukanlah manusia lemah yang akan menyerah sebelum maju ke medan perang.”
__ADS_1
Heilong lalu membuat kedua pedang aura elemen api dan elemen es dan melesat menyerang Raja Api Giallo.
“Sangat mengesankan. Kau adalah manusia pertama yang tidak mundur setelah merasakan kekuatan api milikku.”
Aura energi api yang memancar dari tubuh Raja Api Giallo langsung meledak dan menjadi sebuah matahari baru.
Suhu udara yang ada di tempat ini seketika meningkat bagaimana Neraka. Akan tetapi, hal ini sama sekali tidak mempengaruhi kecepatan Heilong saat menyerang karena kekuatan satu Phoenix Api dan Phoenix Es bisa menahan hawa panas yang ada di tempat ini.
...“Amukan Badai Api.”...
Heilong langsung mengayunkan pedang aura elemen api yang ada di tangan kanannya saat jaraknya hanya tinggal beberapa langkah di depan Raja Api Giallo.
Badai api yang sangat dahsyat seketika muncul dan menghantam semua matahari palsu yang ada di hadapan.
Serangan pertama Heilong ini ditujukan hanya untuk menguji seberapa kuat api yang dimiliki oleh Raja Api Giallo karena ia juga tahu bahwa api yang dimiliki Raja Api ini memiliki tingkat yang sedikit lebih tinggi daripada ke-tiga Raja Api yang sebelumnya.
“Kau sepertinya meremehkan kekuatan api milikku ini anak muda. Baiklah! Akan aku tunjukkan seperti apa Neraka yang dibuat dari kekuatan api milikku ini.”
Raja Api Giallo lalu melakukan beberapa gerakan segel tangan dan mengerakkan ke-lima matahari yang ada di langit-langit ruangan ini menuju ke tempat tertentu dan membentuk sebuah formasi sihir.
...“Lima Matahari Pembakar Dunia.”...
Tekanan energi api yang sangat mengerikan yang lebih panas dari sebuah matahari seketika muncul saat ke-lima matahari itu menyatukan kekuatannya dalam sebuah formasi dengan Raja Api Giallo sebagai pusatnya.
__ADS_1