
Heilong memusatkan pikirannya berusaha setenang mungkin menghadapi serang Raja Api Aka yang datang secara bertubi-tubi dan tak dapat ditebak arahnya. Sebab, kedua tanduk runcing yang ada di kepala Raja Api Aka sepertinya bukanlah sebuah tanduk biasa karena api yang ada di sana seperti sebuah racun.
Untung saja Heilong juga merupakan seorang kultivator elemen es jadi ia memiliki pengendalian emosi yang lebih stabil daripada para kultivator lain.
Heilong kembali memusatkan energi api phoenix di kedua tangannya saat Raja Api Aka sudah semakin dekat dengan tempat ia berdiri. Kali ini raut wajah Heilong terlihat sangat yakin dan tak menunjuk tanda-tanda bahwa ia akan menghindari serangan ini.
“Bersiaplah menerima kematianmu anak muda!! Kau adalah satu-satunya bocah yang bisa membuatku semarah ini. Aku tidak akan pernah mengampuni nyawamu.”
Raja Api Aka mempercepat gerakannya saat berlari agar kekuatan serangannya menjadi semakin kuat dan tidak dapat dihindari Heilong.
Akan tetapi …
Heilong langsung mencengkram kedua tanduk banteng itu dan langsung melemparkannya hingga menabrak pilar utama yang menopang Pagoda Raja Api.
Bang ...
Seluruh ruang yang ada di dalam Pagoda Raja Api seketika berguncang kuat saat pilar utama itu bergetar karena ditabrak oleh tubuh Raja Api Aka yang berukuran raksasa.
Kedua tangan Heilong sama sekali tidak mengalami luka apapun karena api phoenix yang menyelimuti kedua tangannya ternyata memiliki kemampuan untuk menetralkan racun dari api merah.
Raja Api Aka pun akhirnya dapat dikalahkan Heilong karena ia langsung tak sadarkan diri saat kepalanya membentur pilar Pagoda Raja Api dengan sangat keras hingga salah satu tanduknya patah.
“Akhirnya selesai juga.” Heilong menghela nafas panjang sambil menstabilkan kembali aura yang memancar dari tubuhnya. “Untung saja api yang dimiliki oleh Raja Api Aka tidak sekuat Bianca jadi aku tidak perlu menggunakan jurus-jurus pedang yang aku miliki.”
Heilong segera meninggalkan ruangan ini dan naik ke lantai dua. Ia tidak menggunakan terlalu banyak Qi saat bertarung dengan Raja Api Aka, jadi ia sama sekali tidak membutuhkan waktu untuk beristirahat.
__ADS_1
**
Di puncak menara, Divine Beast Lambda dan Divine Beast Shen Long sama-sama tertawa saat melihat kekalahan Raja Api Aka.
Mereka berdua tidak pernah mengira bahwa Heilong bisa melemparkan tubuh Raja Api Aka yang sedang berada dalam wujud aslinya dengan sangat mudah layaknya seseorang yang sedang melempar sebuah karung beras.
“Aka memang memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat daripada para Raja Api yang lain, tapi ia memiliki tingkat kecerdasan yang paling rendah di antara mereka semua,” ucap Divine Beast Lambda sambil melihat Raja Api Aka yang masih tak sadarkan diri melalui sebuah cermin yang ada di depannya.
“Kau benar. Sepertinya kita harus mengirim Aka kembali ke perguruan untuk belajar lebih giat lagi agar dia tidak memperlakukan kita berdua saat bertarung dengan para iblis nanti,” sahut Divine Beast Shen Long.
“Apakah kau telah memberitahu penjaga yang ada di lantai dua tentang hubungan khusus yang dimiliki Heilong dengan salah satu Raja Api?” lanjut Divine Beast Lambda bertanya.
“Sesuai keinginanmu, aku telah menceritakan hal itu padanya dan ia pasti akan bertarung mati-matian melawan Heilong,” jawab Divine Beast Shen Long.
“Apakah kau tidak takut jika Heilong akan mati saat bertarung melawan dia?” balas Divine Beast Shen Long cepat tanpa berpikir.
“Jika dia sampai mati hanya karena bertarung dengan salah satu Raja Api, maka dia sama sekali tidak layak menjadi lawan Dark Etheroz,” jawab Divine Beast Lambda dingin.
**
Setelah menaiki lima puluh anak tangga, Heilong akhirnya sampai di lantai ke-dua Pagoda Raja Api.
Heilong langsung mengernyitkan dahinya saat merasakan hawa dingin yang sangat kuat dari tempat ini. Ia bahkan merasa bahwa dirinya saat ini sedang berada di sebuah dataran es karena semua lantai yang ada di tempat ini juga ditutupi oleh lapisan es berwarna biru.
“Bukankah para Raja Api itu seharusnya mengkultivasikan kekuatan elemen api. Tapi, kenapa ruangan di lantai dua ini terasa sangat dingin?”
__ADS_1
Heilong yang tak seberapa paham dengan kekuatan yang dimiliki oleh penjaga lantai dua ini, langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan ini walaupun ia merasakan ada seseorang yang sedang mengawasinya.
Samar-samar Heilong bisa memperkirakan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh penjaga lantai dua ini lebih kuat dari Raja Api Aka walaupun ia belum melihat siapa yang menjaga lantai kedua ini.
“Ternyata kau cukup hebat juga anak muda. Kau dapat mengalahkan Aka dalam waktu kurang dari tiga jam.”
Sesosok pria dengan rambut yang berwarna biru tiba-tiba keluar dari sebuah kabut yang ada di depan Heilong. Tubuh pria ini tidak seberapa kekar tapi tetap berotot. Perawakannya juga terlihat sangat tenang layaknya bongkahan es raksasa yang berada di tengah laut.
“Kau adalah Raja Api Biru, Ao.” Heilong masih ingat dengan sosok Raja Api ini saat ia memperkenalkan diri di depan Pagoda Raja Api karena hanya dia saja yang tak memandang Heilong dengan tatapan meremehkan tapi ia menatap Heilong dengan dingin seperti bertemu dengan musuh bebuyutannya.
“Ingatanmu ternyata memang sangat bagus. Benar! Aku adalah Raja Api Ao penguasa Api Biru yang memiliki suhu sedingin es,” balas Raja Api Ao mengkonfirmasi identitasnya.
“Api?! Dingin?! Apakah kau sedang mengigau? Bagaimana ada sebuah api yang memiliki suhu sedingin es? Sebuah api akan selalu memiliki suhu yang sangat panas karena ia diciptakan untuk membakar sesuatu hingga berubah menjadi abu. Ini adalah sebuah hukum alam yang sudah digariskan takdir,” bantah Heilong yang tak bisa percaya begitu saja dengan ucapan Raja Api Ao.
“Bagaimana jika aku memiliki takdir yang menyimpang? Apakah kau pikir bahwa takdir seseorang akan selamanya berjalan lurus? Kau terlalu naif anak muda!” balas Raja Api Ao yang masih terlihat sangat tenang namun ucapannya begitu menyakitkan telinga.
“Aku tidak akan tahu jawabannya jika kita berdua tidak mulai bertarung.”
Heilong langsung memancarkan aura api unicorn dari tubuhnya karena suhu udara yang ada di tempat ini sangat dingin. Ia pun berpikir bahwa Raja Api Ao ini sebenarnya adalah seorang kultivator elemen es. Dan, keberadaannya di tempat ini merupakan mungkin suatu kesalahan.
Raja Api Ao menyipitkan kedua matanya saat melihat aura yang memancar dari tubuh Heilong. “Ternyata kau memang memiliki hubungan khusus dengan Bianca. Kalau begitu aku akan menemanimu bertarung sampai ada salah satu diantara kita yang mati.”
Aura energi api berwarna biru seketika memancar dari tubuh Raja Api Ao saat ia menggunakan kekuatan api miliknya. Namun, suhu udara yang ada di dalam ruangan ini bukannya semakin panas tapi malah menjadi semakin dingin hingga muncul butiran-butiran salju di sekitar tempat ini.
Dalam sekejap mata seluruh ruangan yang ada di lantai dua ini telah tertutup dengan salju yang sangat tebal. Tapi anehnya, butiran-butiran salju itu akan terasa panas jika menyentuh permukaan kulit.
__ADS_1