
Sosok-sosok yang tadinya berada di tebing belakang istana iblis, mulai bermunculan di medan perang utama ini, kecuali Gremlin. Sebab, Gremlin tengah sibuk bermeditasi di puncak tebing itu untuk mengembalikan kekuatannya yang telah tersegel.
Heilong, Casbah, Chariva dan Nisaka langsung pergi menghampiri Xiao Long begitu sampai di tempat ini. Mereka semua lalu mengobrol dengan santai dan Xiao Long pun terlihat sangat antusias saat mendengar cerita dari Casbah. Terutama cerita tentang saat Heilong berhasil menerobos ke Tingkat God dan memenangkan pertarungan melawan Jenderal Iblis Bai Long tanpa bantuan siapapun.
Sedangkan Divine Beast Lambda, Dewi Bulan Ungu dan Mao Shizi, segera pergi menghampiri Divine Beast Aurora dan Divine Beast Zaha yang saat itu telah selesai mengobati para prajurit yang terluka.
“Apakah misimu berhasil?” Divine Beast Aurora segera bertanya pada Dewi Bulan Ungu tentang tugas yang diberikan oleh Dewa Tertinggi untuk menyadarkan Gremlin. Sebab, hanya Gremlin saja yang memiliki kekuatan yang sebanding dengan Beast Purba dari Dunia Bawah.
“Berkat bantuan dari Divine Beast Lambda, Gremlin bisa kembali tenang dan mau menerima tugas yang diberikan oleh Dewa Tertinggi. Namun, kita semua harus menunggu sejenak sampai dia mendapatkan semua kekuatannya kembali.”
“Bagus!”
“Benar sekali! Jika Gremlin mau melawan Beast Purba itu, maka kita tidak perlu menurunkan tubuh asli kita ke Dunia Tengah.”
Divine Beast Aurora dan Divine Beast Zaha terlihat sangat senang sekali saat mendengar jawaban Dewi Bulan Ungu karena Gremlin ada kunci penting untuk kemenangan Heilong dan semua makhluk dunia tengah dari teror para iblis.
Selain itu, jika Ke-delapan Divine Beast turun ke Dunia Tengah dengan menggunakan tubuh aslinya, maka keselamatan seluruh Dunia Tengah ini akan terancam jika terjadi sebuah pertempuran besar yang memaksa mereka semua untuk menggunakan kekuatan penuh yang mereka miliki.
__ADS_1
Seluruh kehidupan yang ada di Dunia Tengah bisa saja kembali berada di ambang kehancuran seperti apa yang telah terjadi puluhan ribu tahun yang lalu saat pertempuran antara Divine Beast yang pecah di tempat ini. Dan, karena alasan itu lah maka para Divine Beast dilarang keras untuk turun ke Dunia Tengah dengan menggunakan tubuh asli mereka dan hanya diijinkan meninggalkan pecahan rohnya saja.
“Putriku …”
Sebuah suara pria paruh baya terdengar mendekati tempat para Divine Beast dan Dewi Bulan Ungu berada. Suara ini mengandung rasa kecemasan yang sangat mendalam dan rasa kerinduan yang tak terlukiskan. Siapa lagi pemilik suara ini kalau bukan Raja Singa Bulu Emas yang sedang memanggil Mao Shizi.
Akan tetapi, Mao Shizi sama sekali tak memberikan respon apapun dan tatapannya terlihat kosong.
Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora yang baru saja menyadari tentang keanehan yang terjadi pada Mao Shizi, juga terlihat mulai khawatir.
Raja Singa Bulu Emas langsung memeluk putrinya begitu ia sampai di sana. Ia lalu berkali-kali memanggil namanya walaupun Mao Shizi sama sekali tak memberikan respon apapun. Ia lalu bertanya pada Dewi Bulan Ungu setelah menyadari ada yang salah dengan putrinya.
“Sebelum aku menjawab, ijinkan aku mengajukan sebuah pertanyaan terlebih dahulu. Sebab, jawaban dari pernyataanku ini akan membantu untuk menyelidiki kelainan yang terjadi dengan putrimu,” balas Dewi Bulan Ungu bertanya dengan mata yang terlihat penasaran.
“Silahkan, Dewi. Jangankan satu, seratus pertanyaan pun akan aku jawab dengan jujur jika itu hal itu dapat mengembalikan kesadaran Putriku seperti sedia kala.” Raja Singa Bulu Emas tentu saja langsung menyetujui hal itu tanpa berpikir panjang kerena hal itu menyangkut nyawa putrinya.
“Apakah kau memiliki hubungan khusus dengan salah satu anggota dari Klan Phoenix?” tanya Dewi Bulan Ungu dengan nada serius.
__ADS_1
Divine Beast Aurora dan Divine Beast Zaha juga langsung menatap ke arah Raja Singa Bulu Emas. Sebab, mereka berdua juga sangat penasaran karena selama beberapa ratus tahun ini, sama sekali tidak ada tanda-tanda kemunculan seekor burung phoenix pun di Alam Gaib.
Sedangkan Raja Singa Bulu Emas langsung terdiam dalam dilema. Ia bagaikan berdiri di antara dua buah jurang tanpa dasar. Jika ia mengatakan hal yang sebenarnya, maka ia akan melanggar sebuah janji yang telah ia jaga selama ratusan tahun. Namun, jika ia tidak mengatakan rahasia itu, maka nyawa putrinya bisa saja berada dalam bahaya.
Setelah berpikir sejenak, Raja Singa Bulu Emas akhirnya membuat keputusan dan mengatakan rahasia yang ia miliki di depan para Divine Beast dan Dewi Bulan Ungu. Lagipula tempat ini cukup jauh dari tempat berkumpulnya para penduduk asli Alam Gaib.
“Aku pernah menikah dengan salah satu anggota Klan Phoenix beberapa ratus tahun yang lalu. Dan Mao Shizi adalah anak dari hasil pernikahanku dengan wanita dari Klan Phoenix itu,” jawab Raja Singa Bulu Emas.
Divine Beast Zaha mengerutkan kening lalu balas bertanya. “Kapan hal itu terjadi? Sebagai penjaga seluruh daratan yang ada di Alam Gaib ini, aku sering berpatroli mengelilinginya seluruh Alam Gaib. Tapi, aku tidak pernah menemukan jejak keberadaan anggota Klan Phoenix dalam beberapa ratus tahun ini.”
Karena ia sudah membuka rahasia tentang siapa ibu dari Mao Shizi, maka Raja Singa Bulu Emas mau tidak mau harus menjawab semua pertanyaan yang ditujukan padanya tentang detail dari kejadian yang sebenarnya agar tidak timbul kecurigaan. Ia pun akhirnya mulai bercerita.
“Di sebelah barat wilayah Kerajaan Siluman Singa Bulu Emas ada sebuah gunung yang jarang dikunjungi oleh para manusia ataupun siluman. Di sana terdapat sebuah Goa yang menuju ke sebuah Dunia Kecil yang pernah dijadikan tempat tinggal seekor Burung Phoenix selama dalam masa penyembuhan. Aku tidak tahu kenapa dia bisa mengalami luka separah itu dan bersembunyi di Alam Gaib ini untuk memulihkan diri, namun aku bisa menebak bahwa dia dilukai oleh seekor iblis karena ada jejak racun hawa iblis yang tertinggal di dalam luka itu.”
“Siapa nama burung phoenix itu?” lanjut Dewi Bulan Ungu mengajukan pertanyaan agar dia lebih mudah menyerahkan Mao Shizi ke Klan Phoenix saat ia kembali ke Alam Dewa. Sebab, Klan Phoenix adalah salah satu Klan yang sangat tertutup dan tidak pernah menerima menerima kehadiran orang luar kecuali ada sebab-sebab khusus.
Raja Singa Bulu Emas menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu siapa nama aslinya karena ia menolak memberitahukan hal itu. Bahkan, setelah Mao Shizi lahirpun ia tetap tidak mau mengatakan siapa nama aslinya dan menghilang secara misterius setahun kemudian. Aku tidak tahu kemana dia pergi, tapi aku punya firasat kuat jika dia pergi ke Alam Dewa.”
__ADS_1
“Apa kau ini bodoh ya? Sebagai seorang suami, kau seharusnya memiliki kemampuan yang lebih dari cukup untuk mengetahui siapa nama istrimu sendiri. Apalagi kau juga adalah seorang Raja Siluman Singa. Jika hal ini sampai di dengar oleh siluman lain, maka mau ditaruh di mana martabat seekor singa?” sindir Divine Beast Zaha dengan tatapan kasihan.
“Aku tidak punya pilihan karena itu adalah salah satu dari syarat yang ia ajukan agar dia bersedia aku nikahi. Salain itu, mungkin dia memang memiliki alasan yang sangat kuat sampai harus menyembunyikan jatidirinya,” balas Raja Singa Bulu Emas dengan suara pelan.