
“Terimalah kematianmu !!” Jenderal Iblis Zed Bailian menghantamkan cakar Naganya yang berukuran raksasa ke tempat Heilong berada.
Akan tetapi, Heilong sama sekali tak menghindar dan hanya mendongak ke atas tanpa ada rasa takut sedikitpun. Ia hanya menatap cakar naga yang sanggup menutupi tubuhnya.
Bang ...
Suara benturan benda keras terdengar saat cakar Naga itu membentur tubuh Heilong dan berhenti di tempat seolah-olah menabrak sebuah gunung raksasa.
“Keras sekali!! Apakah kau benar-benar seorang manusia?” seru Jenderal Iblis Zed Bailian sambil menekan cakar Naganya lebih kuat lagi ke arah bawah berniat menghancurkan tubuh Heilong. Akan tetapi, sama sekali tidak terjadi perubahan dan tetap berhenti di tempat.
“Apakah kau pikir aku sama sekali tidak pernah memperkuat kekuatan fisikku? Jika kau mau adu kekuatan fisik maka akan aku layani. Mari kita buktikan kekuatan fisik siapa yang lebih kuat,” balas Heilong sambil mengucapkan tantangan.
Jenderal Iblis Zed Bailian mengerutkan kuning saat melihat perbedaan yang sangat mencolok dari tubuh Heilong. Sekali lagi, Heilong mampu membuat Jenderal Iblis Zed Bailian terkejut. “Tubuh Emas Divine Beast Genbu?!”
Tubuh Heilong memancar cahaya keemasan yang sangat terang mirip dengan cahaya yang memancar dari cangkang kura-kura Divine Beast Genbu. Ini adalah tubuh emas hadiah dari Divine Beast Genbu setelah ia berhasil menyelesaikan ujian di makam es seribu pedang.
Heilong menatap dengan dingin lalu berkata. “Benar! Kekuatan fisikku telah ditempa oleh Divine Beast Genbu dan diubah menjadi sebuah tubuh emas yang memiliki ketahanan sekeras cangkang kura-kura emas.”
Ternyata kekuatan tubuh emas yang dimiliki Heilong juga ikut mengalami peningkatan setelah ia mendapatkan kekuatan elemen cahaya dari Divine Beast Shen Long karena cahaya berwarna emas yang memancar dari tubuhnya saat ini terlihat lebih terang dan lebih murni daripada saat ia masih berada di makam es seribu pedang.
Heilong lalu menyimpan kembali kedua pedang aura yang ada di genggaman kedua tangannya karena kedua pedang aura itu tidak dapat mengeluarkan kekuatan jurus-jurus pedang miliknya secara maksimal. Jadi, serangan dengan menggunakan pedang aura tidak terlalu berguna untuk melukai permukaan kulit seekor naga yang dilindungi oleh sisik naga yang lebih keras dari sebuah baja.
Ia berniat menghancurkan bagian-bagian penting yang ada di dalam tubuh Jenderal Iblis Zed Bailian dengan kekuatan tinju yang ia miliki. Hanya cara itu saja yang paling efektif untuk mengalahkan kekuatan fisik wujud naga Jenderal Iblis Zed Bailian.
Heilong memusatkan kekuatan api unicorn dan api phoenix di tangan kanannya lalu meninju telapak tangan naga raksasa yang ada di atas kepalanya dengan kekuatan penuh.
Boom ...
Cakar Naga raksasa itupun langsung terpental disertai dengan suara ledakan yang mengetarkan seluruh area medan perang.
Jenderal Iblis Zed Bailian mengernyitkan kening saat menahan rasa sakit di tangan kanannya. Sepertinya ada beberapa tulang yang patah di tangan kanannya padahal Heilong baru melakukan satu kali serangan.
__ADS_1
'Apakah manusia ini benar-benar seorang kultivator Tingkat God? Kekuatan tempur yang ia miliki seharusnya mampu bersaing dengan seorang kultivator Tingkat Divine God. Andai saja Dark Etheroz tidak menekan tingkat kultivasiku saat aku dihidupkan kembali, aku pasti tidak akan kesulitan melawan manusia ini.' ucap Jenderal Iblis Zed Bailian meluapkan kekesalannya pada Dark Etheroz.
Akan tetapi, Jenderal Iblis Zed Bailian juga tidak dapat kembali lagi ke wujud manusianya karena kekuatan yang ia miliki akan langsung jatuh. Dan, tangan kanannya saat ini juga sama sekali tidak dapat digerakkan kembali walaupun masih terlihat utuh tanpa ada luka karena hampir tujuh puluh persen tulang yang ada di tangan kanannya telah hancur.
...“Cakar Naga Menembus Bumi.”...
Jenderal Iblis Zed Bailian memusatkan seluruh kekuatan yang masih tersisa di dalam tubuhnya ke tangan kirinya. Ini adalah serangan terakhir yang bisa ia lakukan dan memiliki kekuatan yang sanggup menghancurkan sebuah Benua.
Heilong juga bisa menebak bahwa serangan yang dilakukan Jenderal Iblis Zed Bailian kali ini adalah serangan terakhir yang terakhir yang bisa dia lakukan karena tekanan kekuatan dari serangan kali ini lebih besar hingga berkali-kali lipat dari semua serangan sebelumnya. Sepertinya Jenderal Iblis Zed Bailian telah mempertaruhkan segalanya dalam serangan terakhir ini.
Namun, Heilong juga tidak dapat menghindari serangan ini. Sebab, jika serangan ini sampai menghantam permukaan tanah, maka seluruh Benua Barat ini akan hancur.
Jadi, Heilong sepertinya juga harus bertaruh dengan kekuatan hukum ruang dan waktu yang ia miliki.
Heilong memejamkan kedua matanya agar konsentrasinya tidak terganggu walaupun serangan Jenderal Iblis Zed Bailian sedang mengarah ke tubuhnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kira-kira hanya sekitar empat nafas saja, maka serangan itu akan menghantam tubuhnya.
Ia segera membuat sebuah dinding es berukuran raksasa karena kekuatan cermin es tidak akan sanggup menahan tekanan kekuatan sebesar ini.
Sebuah lubang hitam yang cukup besar secara perlahan mulai muncul di permukaan dinding es saat Heilong memasukkan kekuatan hukum ruang di dalamnya. Ia menggunakan prinsip yang sama seperti saat ia menggunakan cermin es untuk menyerap serangan Jenderal Iblis Zed Bailian yang diarahkan ke Kaisar Xin Feng.
Sebuah dinding es yang memiliki kekuatan hukum ruang akhirnya berhasil dibuat Heilong walaupun ini adalah percobaan pertamanya.
Lubang hitam yang ada di tengah dinding es itu menyerap semua kekuatan dari serangan Jenderal Iblis Zed Bailian sampah habis tak bersisa.
Jenderal Iblis Zed Bailian pun menjadi panik karena tangan kirinya juga ikut masuk ke dalam lubang hitam itu dan tak dapat ditarik kembali. Sensasi ini hampir mirip saat Golok Elang Neraka ditelan oleh formasi pelindung buatan Xin Ye.
“Hukum Ruang?!” Jenderal Iblis Zed Bailian tidak punya cara lain selain menghancurkan tangan kirinya sendiri karena ia tidak ingin tubuhnya ikut terhisap ke dalam lubang hitam itu.
Sudah tidak ada lagi kekuatan yang tersisa di tubuh Jenderal Iblis Zed Bailian untuk melakukan serangan. Kedua tangannya pun sudah tidak bisa digunakan lagi. Jadi, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah melarikan diri dari tempat ini.
Jenderal Iblis Zed Bailian segera mengepakkan kedua sayapnya dan berniat melarikan diri.
__ADS_1
Heilong tentu saja tidak akan membiarkan Jenderal Iblis Zed Bailian melarikan diri karena kesempatan untuk membunuh seekor iblis yang sangat kuat tidak akan datang untuk kedua kalinya.
...“Teknik Pembekuan Aliran Waktu.”...
Aliran waktu di sekitar Jenderal Iblis Zed Bailian seketika langsung berhenti dan membuat Jenderal Iblis Zed Bailian mematung di udara.
Heilong langsung melesat terbang ke atas kepala Jenderal Iblis Zed Bailian dengan menggunakan bantuan Sayap Kaisar Phoenix.
“Sekarang sudah saatnya iblis sepertimu bertemu dengan Raja Neraka dan mempertanggungjawabkan semua teror yang telah kau lakukan.”
...“Tinju Pemusnah Iblis.”...
Tangan kanan Heilong yang dipenuhi dengan cahaya dan berkobar bagaikan sebuah api surgawi langsung menghantam kepala Naga dan menghancurkannya hingga berubah menjadi abu.
Api phoenix dan Api Unicorn adalah musuh bebuyutan hawa iblis karena itu saat Heilong menyerang kepala Jenderal Iblis Zed Bailian yang tanpa pertahanan, semua hawa iblis yang ada di dalam tubuh Jenderal Iblis itu langsung terbakar sampai habis.
Dan, hilangnya hawa iblis sama saja dengan kematian iblis itu sendiri kecuali iblis itu mendapatkan pencerahan dan menjadi seorang Dewa.
Tubuh Naga raksasa perwujudan dari Jenderal Iblis Zed Bailian pun akhirnya menghantam permukaan tanah dengan sangat keras setelah nyawanya menghilang di tangan Heilong.
Para prajurit iblis yang ada di sekitar itu langsung membubarkan diri dan berusaha meninggalkan medan pertempuran saat melihat pimpinan mereka berhasil dikalahkan Heilong dengan begitu mudah.
“Gremlin!! Cepat habisi semua Iblis ini! Jangan biarkan ada yang berhasil melarikan diri,” seru Heilong dengan suara lantang sambil berdiri di atas mayat Jenderal Iblis Zed Bailian.
“Baik, Tuan.”
Gremlin pun langsung terbang melesat dengan kecepatan penuh dan mendarat di depan kerumunan prajurit iblis yang berusaha kabur.
Semua prajurit iblis langsung bergidik ketakutan saat melihat wujud Gremlin yang begitu besar bagaikan seorang Dewa Kematian yang siap mencabut nyawa mereka semua.
Tanpa basa basi lagi karena telah mendapatkan perintah dari Heilong, Gremlin langsung menyerang kerumunan prajurit iblis tanpa ampun.
__ADS_1
Saat persatu prajurit iblis yang ada di medan perang dihabisi Gremlin hanya dengan menggunakan serangan ringan karena semua prajurit ini hanya seperti seekor semut dihadapan kekuatannya yang begitu luar biasa.
Hanya dalam waktu dua puluh nafas saja, puluhan ribu prajurit iblis yang tersisa di medan perang telah berhasil dimusnahkan. Dan, Gremlin sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda kelelahan ataupun mendapatkan luka.