LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 27 KELEMAHAN MUSUH


__ADS_3

“Karena aku adalah Putri dari Kerajaan Singa Bulu Emas. Jika kau berada di posisiku, apakah mungkin kau akan meninggalkan Kerajaanmu. Padahal saat ini Kerajaanmu sangat membutuhkan bantuanmu untuk menyelesaikan peperangan yang sedang terjadi di tempat ini. Setelah mengetahui identitasku yang sebenarnya, apakah kau mau membantuku untuk membuat Kerajaan ini kembali menjadi damai?” ucap Mao Shizi sambil memalingkan wajahnya ke samping.


Namun, Heilong sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Putri Mao Shizi. Sebab, semua perhatiannya saat ini tertuju pada wajah Putri Mao Shizi yang sangat cantik. Dia bahkan tidak bisa mengedipkan matanya ketika menatap wajah Putri Mao Shizi.


Yang dipikirkan Heilong saat ini hanyalah sayang sekali jika harus melewatkan pemandangan yang seindah ini karena wajah yang dimiliki oleh Putri Mao Shizi ini hampir mirip dengan wajah yang dimiliki oleh Li Ziqi. Termasuk rambutnya yang juga berwarna emas.


Karena tidak juga mendapatkan jawaban dari Heilong, Putri Mao Shizi akhirnya melirik Heilong. Dan apa yang dia lihat ternyata di luar dugaannya dan membuatnya sangat marah.


“Plak …”


Putri Mao Shizi langsung menampar Heilong dengan sangat keras hingga membuat tubuhnya terpental dan menabrak dinding kamar ini.


Heilong segera tersadar dari lamunannya, segera berdiri sambil memegangi pipinya yang terasa sangat sakit. “Kenapa kau tiba-tiba menamparku?”


“Itu adalah hukuman yang pantas untukmu,” jawab Mao Shizi dingin.


“Hukuman?! Memangnya apa kesalahan yang telah aku lakukan padamu?” tanya Heilong bingung bercampur emosi.


“Menatap wajah wanita yang baru pertama kali kau lihat dengan tatapan cabul seperti itu adalah sebuah kesalahan besar. Kau pikir aku ini wanita seperti apa? Aku adalah Putri dari Kerajaan Singa Bulu Emas. Jika aku mau, maka aku bisa menjatuhi hukuman mati sekarang juga, ” jawab Mao Shizi menatap tajam ke arah Heilong.


“Maafkan aku, Tuan Putri. Aku hanya merasa bahwa wajahmu sangat mirip dengan orang yang sangat aku kenal, jadi aku menatap wajahmu lebih teliti lagi untuk memastikan,” ucap Heilong yang tidak ingin membuat wanita ini menjadi semakin marah dan membuat masalah ini menjadi semakin rumit.


“Aku bisa membedakan antara pandangan yang lebih teliti dengan pandangan yang dipenuhi dengan nafsu. Tapi, karena kau sudah minta maaf maka aku tidak akan memperpanjang masalah ini lagi,” ucap Mao Shizi sambil memakai kembali cadar.

__ADS_1


“Apakah kau sudah memiliki jawaban atas pertanyaanku tadi?” lanjut Putri Mao Shizi setelah dia selesai memakai kembali cadarnya.


“Pertanyaan apa?! Apakah kau bisa mengulangi lagi pertanyaanmu tadi?” ucap Heilong dengan wajah terlihat bingung.


“Aku tadi bertanya apakah kau mau membantuku untuk mengalahkan Kerajaan Banteng Api? Karena aku baru bisa menemanimu pergi ke Tanah Abu-abu setelah Kerajaan Singa Bulu Emas menjadi damai kembali,” ucap Mao Shizi.


Kali ini, tanpa berpikir panjang lagi. Heilong langsung menganggukkan kepalanya. “Baiklah, aku akan membantumu untuk mengalahkan Kerajaan Banteng Api. Tapi sebelum itu aku harus tahu bagaimana keadaan Kerajaan Banteng Api dan apa kelemahan yang dimiliki oleh Raja mereka agar kita bisa menyusun strategi yang cocok untuk mengalahkan mereka tanpa menyebabkan banyak korban jiwa.”


“Kalau begitu kau ikut aku ke Istana Kerajaan Singa Bulu Emas. Aku akan menjelaskan semuanya di sana.”


Heilong dan Putri Mao Shizi akhirnya meninggalkan penginapan itu dan langsung pergi menuju ke Istana.


**


Kerajaan Singa Bulu Emas.


“Ayah, aku kembali dengan membawa orang yang akan membantu kita untuk mengalahkan Kerajaan Banteng Api,” ucap Mao Shizi sambil memperkenalkan Heilong.


Raja Singa Bulu Emas langsung menatap Heilong dari atas sampai bahwa dan melihat tingkat kultivasi yang dimiliki oleh Heilong dengan kemampuan yang dia miliki.


“Apakah kau sedang bercanda Putriku? Pria yang ada di sampingmu ini bahkan tidak lebih kuat darimu lalu bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan Raja Banteng Api yang kekuatannya setara dengan kekuatan ayah,” seru Raja Singa Bulu Emas. Lalu dia tiba-tiba tersadar bahwa ada perbedaan pada tingkat kultivasi milik Putrinya. “Bagaimana tingkat kultivasi yang kau miliki bisa naik setinggi itu hanya dalam waktu singkat?”


Putri Mao Shizi lalu membisikkan sesuatu pada ayahnya. Dia menceritakan tentang pertemuannya dengan Divine Beast Zaha dan bagaimana cara Divine Beast Zaha meningkatkan tingkat kultivasi yang dia miliki dengan sangat cepat.

__ADS_1


Putri Mao Shizi juga tidak lupa menceritakan tentang Heilong pada Ayahnya. Dia memberitahukan pada ayahnya bahwa Heilong adalah orang yang telah ditunjuk oleh Divine Beast Zaha untuk membantu masalah yang terjadi di Kerajaan Singa Bulu Emas.


Namun, Putri Mao Shizi juga mengatakan pada ayahnya agar menyembunyikan semua ini dari Heilong karena ini adalah perintah dari Divine Beast Zaha.


Heilong sebenarnya sedikit curiga ketika melihat ayah dan anak itu saling berbisik. Tapi, dia memilih untuk bersikap cuek karena dia berpikir bahwa apa yang sedang mereka berdua bicarakan sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Setelah selesai mendengarkan semua cerita Putrinya, pandangan Raja Singa Bulu Emas langsung berubah pada Heilong. Dia menjadi semakin ramah pada Heilong.


“Terimakasih anak muda karena kau telah setuju membantuku untuk melawan Kerajaan Banteng Api. Mari ikutlah denganku karena tempat ini tidak terlalu cocok untuk mengatur strategi.”


Raja Singa Bulu Emas lalu membawa Putrinya dan juga Heilong ke ruang kerjanya. Ruang kerja sang Raja mendapat penjagaan yang super ketat karena di dalam ruangan itu terdapat dokumen-dokumen penting milik Raja Singa Bulu Emas.


Mereka bertiga akhirnya sampai di sebuah meja yang sangat besar. Di tengah-tengah meja itu terdapat peta dari Kerajaan Singa Bulu Emas dan Kerajaan Banteng Api.


“Lihatlah dan pelajari peta ini agar kau bisa mengatur strategi yang paling tepat untuk menyusup ke dalam Kerajaan itu,” seru Raja Singa Bulu Emas.


Heilong memperhatikan peta itu dan melihat bahwa di wilayah Kerajaan Banteng Api banyak sekali daerah yang dijadikan perkebunan.


“Kenapa banyak sekali perkebunan di Kerajaan Banteng Api?” tanya Heilong.


“Itu karena Raja Banteng Api sangat suka makan sayur. Sehingga dia memerintahkan sebagian besar penduduknya untuk menjadi petani agar persediaan sayuran mereka tetap melimpah,” jawab Raja Singa Bulu Emas.


“Berarti makanan adalah kelemahan dari Raja Banteng Api,” "sahut Putri Mao Shizi.

__ADS_1


“Kau benar Putriku. Itulah kenapa beberapa bulan ini aku mencari koki yang sangat hebat untuk bergabung denganku melawan Raja Banteng Api. Tapi, sampai sekarang aku belum juga menemukan koki seperti itu karena koki itu tidak hanya harus pandai memasak. Tapi, dia juga harus pandai bertarung,” ucap Raja Singa Bulu Emas.


Heilong hanya tersenyum-senyum ketika mendengar ayah dan anak itu saling mengobrol.


__ADS_2