LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 198 LAWAN PERTAMA


__ADS_3

“Ayo kita segera pergi menemui Shen Long,” seru Divine Beast Lambda memberi perintah lalu segera terbang ke arah pintu masuk Pagoda Raja Api.


Semua Raja Api yang ada di tempat ini saling memandang satu sama lain lalu mereka semua segera mengikuti Divine Beast Lambda pergi ke Pagoda Raja Api, termasuk Heilong.


Selama melakukan perjalanan menuju ke Pagoda Raja Api, diam-diam para Raja Api ini mengukur kemampuan bertarung yang dimiliki Heilong melalui kecepatan saat dia terbang. Dan, mereka melihat sama sekali tidak ada hal yang istimewa di tubuh Heilong karena kecepatan saat ia terbang bahkan lebih lambat dari para Raja Api.


Heilong sama sekali tak menghiraukan para Raja Api itu karena ia memang tidak akrab dengan mereka semua. Ia terbang dengan santai sambil melihat pemandangan yang ada di sekitar Pagoda Raja Api walaupun yang ia lihat hanyalah gurun pasir dan beberapa gunung berapi yang menyemburkan lava pijar.


Heilong bahkan tak mengeluarkan Sayap Kaisar Phoenix yang ia miliki saat terbang menuju ke Pagoda Raja Api karena sayap itu merupakan salah satu senjata rahasia yang ia miliki.


Setelah lima menit terbang di udara, mereka semua akhirnya mendarat di depan pintu masuk Pagoda Raja Api.


Divine Beast Shen Long ternyata sudah menunggu kedatangan mereka semua di depan pintu masuk Pagoda Raja Api dengan menggunakan wujud manusianya.


Berbeda dengan wujud manusia Divine Beast Lambda yang memiliki sosok yang sangat cantik bagai bidadari, Divine Beast Shen Long memilih menjadi seorang kakek tua yang memancar aura kebijaksanaan dan keagungan. Sosok Divine Beast Shen Long ini sedikit mirip dengan sosok Divine Beast Genbu.


Para Raja Api langsung berdiri di depan Divine Beast Shen Long dan memberikan penghormatan. Sedangkan Heilong, hanya berdiri seolah-olah sedang menunggu sesuatu setelah ia memberi salam pada Divine Beast Shen Long.


Divine Beast Shen Long lalu bertanya pada Heilong. “Apakah kau sudah tahu alasan kenapa aku memanggilmu kemari?”


Heilong menganggukkan kepala. “Divine Beast Lambda telah menceritakan semuanya padaku dan aku bersedia menerima kekuatan itu karena aku memang membutuhkan kekuatan itu untuk mengalahkan Dark Etheroz yang telah mendapatkan kekuatan khusus dari Dunia Bawah.”


Divine Beast Shen Long memegang janggut putihnya yang panjang sambil berkata. “Bagus. Kau memang akan mendapatkan kekuatan elemen cahaya dan elemen kegelapan. Namun, kau harus lulus dalam ujian yang kami berikan untuk membuktikan kelayakanmu.”


“Aku siap! Ujian seperti apa yang akan anda berikan padaku,” balas Heilong bertanya. Namun, ia memiliki tebakan bahwa ujian ini pasti ada hubungannya dengan Pagoda Raja Api.


“Kau harus bertarung dengan kelima Raja Api ini dan berhasil mencapai puncak dari Pagoda Raja Api. Aku dan Divine Beast Lambda akan menunggumu di puncak Pagoda Raja Api.”


Setelah Divine Beast Shen Long selesai memberitahu pada Heilong ujian seperti apa yang harus ia lakukan untuk mendapat kekuatan elemen cahaya dan elemen kegelapan, Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda langsung menghilang dari tempat ini dan berdiri di puncak Pagoda Raja Api.


Semua Raja Api pun juga langsung kembali ke tempatnya masing-masing dan menunggu kedatangan Heilong untuk berduel satu lawan satu. Tentu saja mereka semua tidak akan membiarkan Heilong dengan mudah karena hal ini menyangkut harga diri mereka sebagai seorang Raja Api.


Heilong menghela nafas panjang lalu segera masuk ke dalam Pagoda Raja Api.


**

__ADS_1


Setelah berjalan beberapa langkah, Heilong akhirnya memasuki Pagoda Raja Api lantai pertama. Dan, Raja Api yang bernama Aka sudah menunggu kedatangan Heilong di tempat ini.


“Apakah kau siap melawanku anak muda?” seru Aka sambil memperlihatkan ototnya yang kekar dan diselimuti dengan nyala api berwarna merah.


“Aku siap! Majulah serang aku lebih dulu.” Heilong langsung menantang Raja Api ini karena ia tahu bahwa Raja Api Aka selalu memandangnya remeh sejak pertama kali bertemu di sekitar tebing.


“Dasar Sombong!!” Raja Api Aka mengumpat dan tubuhnya langsung tenggelam dalam aura energi api berwarna merah.


Swosh ....


Tubuh Raja Api Aka langsung menghilang dari pandangan Heilong dan hanya meninggalkan jejak api berwarna merah di lantai. Meskipun tubuh besar dan otot-otot di tubuhnya juga sangat kekar, gerakan Raja Api Aka ternyata sangat cepat.


Heilong pun juga tidak mau kalah. Ia segera memusatkan kekuatan elemen angin dan elemen petir di kedua kakinya lalu menggunakan jurus tarian menembus langit untuk menandingi kecepatan Raja Api Aka.


Dalam sekejap, Heilong sudah berhasil menyusul Raja Api Akan dan terus mengikutinya dari belakang hingga membuatnya menjadi marah.


Raja Api Aka langsung berhenti dan berbalik. Dengan tangan kanan yang telah diselimuti oleh energi api berwarna merah membara, ia langsung melesatkan tinjunya ke arah Heilong.


Boom ...


Raja Api Aka mengerang kesakitan dan tubuhnya tersungkur ke belakang saat tinjunya beradu dengan tinju Heilong karena kekuatan api unicorn yang dimiliki Heilong berada di atas api merah.


“Ternyata kau memiliki kekuatan api unicorn. Pantas saja kau tidak terlihat takut sedikitpun saat Divine Beast Shen Long memintamu untuk berduel dengan kami semua. Tapi, aku tidak akan mungkin bisa kalahkan dengan mudah walaupun kau memiliki api unicorn milik Bianca.”


Raja Api Aka sepertinya sudah tahu dari mana asal api unicorn yang dimiliki Heilong karena di Dunia Tengah ini hanya Bianca lah yang memiliki api itu. Dan, di dalam Pagoda Raja Api ini sudah lama tersiar kabar bahwa Bianca telah menjalin hubungan khusus dengan seorang manusia.


Tanpa membuang banyak waktu, Raja Api Aka kembali menggunakan kecepatan gerakannya untuk menghilang dari pandangan Heilong dan mencari celah untuk melakukan serangan.


Akan tetapi, gerakan Heilong ternyata lebih cepat. Dia segera bergerak ke samping dan kembali menghantam perut sebelah kiri Raja Api Aka.


Boom ....


Raja Api Aka kembali tersungkur sejauh beberapa meter satu tinju Heilong mengenai tubuhnya dengan tela. Ia bagaikan sebuah samsak latihan di depan Heilong.


Heilong tertawa terbahak-bahak melihat ini. “Haha … Kenapa kau tidak mencoba menghindari seranganku? Apakah kau sengaja mengalah dariku? Atau jangan-jangan kecepatan yang kau miliki memang hanya sebatas itu.”

__ADS_1


Kali ini giliran Heilong yang menatap Raja Api Aka dengan remeh. Semua hinaan yang dilakukan Raja Api ini telah dibalas dengan berlipat ganda.


“Hmph!” Raja Api Aka mendengus kesal. Wajahnya merah padam karena menahan malu bercampur amarah setelah dikalahkan Heilong dengan mudah.


Raja Api Aka langsung melompat ke arah Heilong sambil mengarahkan tinju tangan kanannya yang telah diselimuti dengan sebuah bola api berwarna merah sebesar kepala.


Sekali lagi, gerakan Heilong yang sangat gesit saat menggunakan jurus tarian menembus langit, dapat dapat menghindari serangan itu dengan mudah dan langsung melakukan serangan balasan.


Boom ....


Raja Api Aka kembali terpental dengan jarak yang lebih jauh dari sebelumnya. Namun, ia merasa malu untuk mengakui kekalahan apalagi usia Heilong masih sangat muda dan hanya seperti seorang anak kecil di matanya.


“Mau sampai kapan kau terus terpental? Apakah kau tidak memiliki cita-cita untuk menyerah? Bukankah kau lebih baik memikirkan keselamatanmu karena pertarungan ini hanyalah sebuah ujian yang telah disiapkan oleh para Divine Beast untukku,” ejek Heilong menatap sinis.


“Cita-cita, katamu! Mana ada cita-cita seperti itu!! Kau telah membuatku sangat marah anak muda. Aku akan membunuhmu meskipun ini hanyalah sebuah ujian! Bersiaplah untuk menerima serangan kekuatan api merah yang sebenarnya.”


Raja Api Aka meledakkan semua kekuatan api yang ada di dalam tubuhnya. Api berwarna merah yang menyelimuti tubuhnya menjadi semakin kuat dan memiliki tekanan yang sengat luar biasa.


“Hukum Api?!” Heilong mengernyitkan kening saat merasakan kekuatan dari hukum api yang mendalam di dalam nyala api yang keluar dari tubuh Raja Api Akan.


“Benar! Aku memanfaatkan kekuatan dari hukum energi api untuk memperkuat nyala api merah milikku. Apakah kau takut sekarang? Tapi, tidak ada gunanya kau takut sekarang karena aku tidak akan pernah memaafkanmu. Terimalah kematianmu!!”


Rasa amarah yang memuncak membuat hawa membunuh yang memancar dari tubuh Raja Api Aka menjadi semakin kuat dan api yang memancar dari tubuhnya juga menjadi semakin panas.


...“Ledakan Api Merah Membakar Dunia.”...


Aura energi api berwarna merah membara langsung menguat dan hampir membakar seisi ruangan ini. Dalam sekejap mata, seluruh ruangan yang ada di lantai pertama ini telah berubah menjadi Neraka dunia.


Segala sesuatu yang ada di lantai pertama ini langsung terbakar menjadi abu kecuali pilar-pilar penopang Pagoda dan tangga untuk naik ke tingkat berikutnya.


“Sebuah api memang akan lebih menakutkan saat terbakar amarah. Tapi, aku juga pengguna elemen api. Jadi aku tidak akan kalah dengan begitu mudah darimu.”


...“Sayap Kaisar Phoenix.”...


Heilong akhirnya menggunakan kekuatan yang ia dapatkan dari Phoenix Api dan Phoenix Es karena lawannya saat ini menggunakan kekuatan hukum elemen api tingkat tinggi.

__ADS_1


Di tengah kepungan api merah yang sangat panas hingga menusuk ke dalam kulit, Heilong langsung terbang dan mencari lokasi dimana Raja Api Aka berada.


__ADS_2