
“Sepertinya kau tidak mencerna apa yang aku ucapkan dengan baik. Semua kata-kata yang baru saja aku ucapkan bukanlah sebuah asap yang akan menghilang bagai angin lalu.” Li Zhen langsung keluar dari dalam Pedang Penjaga Surga dan berdiri di depan Heilong dengan tatapan yang setajam pedang dan raut wajah yang sedingin es. “Bukankah aku telah mengatakan padamu bahwa Tuanku telah meletakkan puluhan inti Planet di ruang rahasia yang ada di bawah Kokpit Pesawat ini. Jika aku tahu tentang hal itu, itu artinya aku pernah masuk ke dalam ruang rahasia itu. Apakah kau sekarang paham!”
“Jadi maksud Guru, pemilik asli dari pesawat Max Lightning ini adalah Dewa Perang Li Xuan?” Heilong bisa langsung menebak siapa orang yang dipanggil Tuan oleh Li Zhen. Sebab, Gurunya ini pernah bercerita bahwa selama berada di Alam Dewa, ia adalah satu-satunya senjata andalan yang dimiliki oleh Dewa Perang Li Xuan.
Li Zhen langsung menganggukkan kepala. “Benar! Pesawat ini adalah hadiah yang diberikan oleh Dewa Pengetahuan para Tuanku saat Tuanku diangkat sebagai seorang Dewa Perang. Dan, aku sama sekali tidak tahu bagaimana Dewi yang bernama Li Ziqi itu bisa mendapatkan pesawat ini. Sebab, pesawat ini seharusnya telah dihancurkan oleh dua orang Jenderal Iblis terkuat dalam pertarungan besar antara Dewa dan Iblis ribuan tahun yang lalu.”
“Guru Li Ziqi pernah mengatakan padaku bahwa dia juga memperoleh pesawat ini dari Dewa Pengetahuan. Jangan-jangan... Sebenarnya Pesawat Max Lightning saat itu tidak hancur, tapi hanya mengalami kerusakan yang cukup parah.”
“Coba kau ceritakan padaku apa saja yang telah dikatakan oleh Li Ziqi itu mengenai pesawat Max Lightning.”
Sesuai dengan permintaan Li Zhen, Heilong mulai menceritakan semua yang telah diceritakan oleh Li Ziqi saat ia akan memberikan pesawat Max Lightning pada dirinya. Termasuk ketika perang besar antara Dewa dan Iblis kembali pecah beberapa ratus tahun yang lalu dan pesawat Max Lightning ini membawa peran yang sangat penting dalam menyelamatkan hidup Li Ziqi.
Li Zhen memegang dagunya dan berusaha memahami apa yang telah diceritakan Heilong lalu berkata. “Jadi begitu ceritanya. Sepertinya Pesawat Max Lightning saat itu memang tidak benar-benar hancur. Lagipula Pesawat Max Lightning ini adalah salah satu karya terbaik yang pernah ia buat, jadi mana mungkin ia rela membiarkan pesawat ini hancur begitu saja. Dia pasti akan melakukan segala cara agar karya terbaiknya ini bisa kembali lagi.”
“Guru benar. Jika aku adalah Dewa Pengetahuan, aku juga tidak akan pernah membiarkan salah satu karya terbaikku hancur begitu saja. Aku pasti akan mencari sisa-sisa dari benda itu walaupun hanya berupa puing-puing saja lalu memperbaikinya. Jika aku bisa membuatnya maka, bukanlah hal sulit bagiku untuk memperbaikinya kembali.” sahut Heilong.
__ADS_1
“Tapi sayangnya kau bukanlah Dewa Pengetahuan dan ... Kau sepertinya tidak akan pernah bisa menjadi seorang Dewa Pengetahuan karena kepintaranmu berada di lidahmu yang semanis madu,” balas Li Zhen dingin sambil tersenyum mengejek.
“Jadi maksud Guru, aku ini bodoh?” Heilong terlihat tidak senang dan nada suaranya sedikit bergetar karena ia tidak berani bicara dengan nada tinggi pada gurunya meskipun saat ini ia sedang marah.
“Aku tidak pernah mengatakan kau ini bodoh. Tapi, kepintaranmu ada di tempat yang lain. Kau seharusnya lebih paham tentang hal itu jika mengingat kembali sudah berapa banyak wanita yang telah kau goda akhir-akhir ini. Ada Mao Shizi, Nisaka dan Chariva. Bahkan Divine Beast Aurora pun sempat kau rayu. Hehe ...” jawab Li Zhen terus mengejek Heilong.
“Sial!!” Heilong hanya bisa meredam amarahnya dengan menggertakkan giginya.
“Haha ... Aku cuma bercanda.” Li Zhen tertawa renyah lalu wajahnya kembali serius. “Sebenarnya aku tidak begitu yakin jika ini adalah pesawat Max Lightning yang sama seperti yang dimiliki Tuanku. Bisa saja ini adalah tiruan dari pesawat Max Lightning yang telah hancur. Sebab, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri saat pesawat Max Lightning itu meledak karena terkena serangan gabungan dari dua Jenderal Iblis terkuat.”
“Kau benar. Kalau begitu ikuti aku.”
Mereka berdua lalu berjalan ke tempat ruang rahasia itu berada dengan Li Zhen yang memimpin jalan karena hanya Li Zhen saja yang mengetahui lokasi pasti dari ruang rahasia itu.
Setelah menuruni sebuah tangga rahasia yang ada di bawah salah satu lantai Kokpit Pesawat ini, mereka berdua akhirnya sampai di sebuah pintu gerbang yang cukup besar. Pintu gerbang ini memiliki tinggi kurang lebih sepuluh meter dan terlihat sangat indah seperti pintu gerbang sebuah istana.
__ADS_1
“Apakah ini pintu masuk ke dalam ruangan rahasia itu, Guru?” tanya Heilong penasaran sambil melihat beberapa hiasan yang menempel di permukaan pintu gerbang.
Li Zhen memusatkan kemampuan semua panca indranya untuk merasakan aura yang bocor dari pintu gerbang ini. Sebab, kemampuan mata dewa miliknya sama sekali tidak mampu melihat menembus pintu gerbang itu karena sebuah formasi sihir khusus yang sengaja dibuat oleh Li Xuan untuk melindungi tempat rahasia ini.
“Aku tidak begitu yakin karena pintu masuk yang pernah aku lihat sebelumnya sama sekali tidak memiliki hiasan apapun. Pintu itu hanyalah sebuah pintu yang terbuat dari batu kristal yang sangat kuat. Tapi, aura dari balik pintu ini masih tetap sama seperti dulu.”
“Apakah Guru masih ingat bagaimana cara membuka pintu gerbang ini?” Heilong sama sekali tidak menemukan benda apapun di sekitar pintu gerbang. Jadi pintu gerbang ini pasti dibuka dengan cara yang khusus.
“Keluarkan Pedang Penjaga Surga lalu letakkan pedang itu di depan pintu gerbang ini. Jika pintu gerbang ini masih sama seperti dulu, maka pintu gerbang ini seharusnya akan langsung terbuka.”
Tanpa membuang banyak waktu lagi, Heilong segera mengeluarkan pedang penjaga surga lalu melakukan gerakan sesuai dengan petunjuk yang diberikan Li Zhen.
Seketika, pintu gerbang itu langsung bergetar saat pedang penjaga surga mulai melayang dengan sendirinya di depan pintu gerbang layaknya orang yang sedang menari. Padahal Heilong jelas-jelas tidak merasakan adanya kekuatan apapun saat ia meletakkan pedang itu di atas lantai yang ada di depan pintu gerbang.
Dan, beberapa saat kemudian pintu gerbang itu mulai terbuka.
__ADS_1
Aura yang sangat kuat dari dalam ruangan rahasia ini langsung menyapu Heilong dan membuatnya sedikit terdorong beberapa langkah ke belakang.