
Di darat, Raja Iblis Eyu tidak dapat mempertahankan wujud aslinya lebih lama. Dia terpaksa berubah kembali menjadi wujud manusia siluman.
Raja Iblis Eyu lalu mengarahkan panahnya ke arah Raja Siluman Harimau Taring Besi. Namun, sosok Raja Siluman Harimau Taring Besi kembali menghilang sebelum Jenderal Iblis Eyu lepaskan anak panahnya.
“Keluar kau, dasar harimau penakut !! Jika kau berani, lawan aku !! Jangan terus bersembunyi seperti seekor tikus,” teriak Raja Iblis Eyu geram.
“Grrr …”
Raja Siluman Harimau Taring Besi sengaja tidak langsung menunjukkan diri. Dia ingin mempermainkan Jenderal Iblis Eyu dan membuatnya ketakutan sebelum membunuhnya. Sama seperti apa yang Jenderal Iblis Eyu lakukan dua ratus tahun yang lalu saat membunuh ayah dari Raja Siluman Harimau Taring Besi.
Tempat di mana Jenderal Iblis Eyu terjatuh setelah dilemparkan oleh Raja Siluman Harimau Taring Besi adalah sebuah sebuah hutan bakau yang sangat luas.
Di sini, Raja Siluman Harimau Taring Besi sengaja memperkecil ukuran tubuhnya dengan merubah wujudnya menjadi manusia siluman. Dengan begitu, dia akan lebih mudah bersembunyi di antara hutan bakau yang sangat rimbun.
“Swing … Swing …”
Raja Siluman Harimau Taring Besi berpindah dari satu pohon bakau ke pohon yang lain dengan gerakan yang sangat cepat bak sebuah bayangan sambil melempar sebuah belati yang sangat tajam ke tempat Jenderal Iblis Eyu.
“Crash … Ah …”
Belati itu berhasil menembus kulit Jenderal Iblis Eyu dan menembus lengan kirinya. Da*ah segar pun menetes dari lengan itu.
“Belati Taring Harimau?!” ucap Jenderal Iblis Eyu dalam hati karena belati yang menembus lengan kirinya itu tidak dapat dicabut. Sama seperti saat Raja Siluman Harimau Taring Besi menggigit ekornya beberapa saat yang lalu.
“Kau pikir kau bisa membunuhku dengan Belati Taring Harimau ini? Cepat keluar 'lah. Mari kita bertarung secara jantan,” teriak Jenderal Iblis Eyu marah. Suaranya ini bahkan sampai terdengar oleh para prajurit yang berdiri di bibir pantai.
“Bertarung secara jantan katamu? Apakah kau sedang mengucapkan sebuah lelucon!! Mana mungkin ada iblis yang memiliki sifat seperti itu. Apakah kau telah lupa dengan apa yang telah kau lakukan pada ayahku dua ratus tahun yang lalu?” Seru Raja Siluman Harimau Taring Besi dingin.
“Tentu saja aku masih ingat!! Kami berduel satu lawan satu dan ayahmu kalah dalam duel itu. Dia mati karena kemampuan bertarungnya yang terlalu lemah. Jadi itu semua bukan salahku, tapi salahnya sendiri yang berani menentang Bangsa Iblis,” jawab Jenderal Iblis Eyu tertawa seperti orang tak bersalah.
“Dasar kau buaya licik!!” teriak Raja Siluman Harimau Taring Besi marah. “Kau memerintakan seratus prajurit Iblis untuk menyerang ayahku yang seorang diri. Ayahku bertarung sampai kehabisan tenaga melawan para prajurit iblis itu dan berhasil membunuh mereka semua. Akan tetapi …!! Kau secara diam-diam menyelinap dan menyerang ayahku dari tempat yang tersembunyi lalu melemparkan ayahku di sebuah pulau kecil yang ada di tengah laut.”
__ADS_1
“Di pulau yang tak dikenal namanya itu. Kau menghujani ayahku dengan ribuan anak panah sambil bersembunyi di bawah permukaan laut. Hingga ayahku meninggalkan karena kehabisan darah akibat luka parah di sekujur tubuhnya. Apakah itu yang kau namakan duel satu lawan satu?? Apakah itu yang dinamakan bertarung secara jantan?? Aku akan membalas semua yang telah kau lakukan pada ayahku dan membunuhmu dengan cara yang sama seperti kau membunuh Ayahku,” tambah Raja Siluman Harimau Taring Besi.
...“Domain Taring Harimau.”...
Sebuah formasi sihir yang sangat luas langsung muncul dan menutupi seluruh area hutan bakau ini.
Formasi sihir ini sepenuhnya berada di bawah kendali Raja Siluman Harimau Taring Besi karena dia membuat formasi sihir ini dengan darahnya.
“Rasakanlah Balas Dendamku ini …!!”
Ribuan belati yang sangat tajam, seketika itu muncul secara tiba-tiba di setiap sisi formasi ini. Dan, melesat menyerang ke arah Jenderal Iblis Eyu saat Raja Siluman Harimau Taring Besi besi menggerakkan kedua tangannya ke depan sebagai isyarat.
“Swing … Swing …”
Satu per satu belati itu menusuk tubuh Jenderal Iblis Eyu dari berbagai arah. Jenderal Iblis Eyu sama sekali tidak dapat menghindar ataupun melarikan diri. Dia telah sepenuhnya terkurung dalam serangan ribuan belati yang sangat mematikan.
Da*ah yang sangat deras terus mengalir dari tubuh Jenderal Iblis Eyu bagaikan sebuah sumber mata air.
Raja Siluman Harimau Taring Besi akhirnya menghilangkan formasi sihir itu lalu kembali ke bibir pantai. Tempat para pasukan dan teman-temannya sedang menunggunya.
“Kau berhasil membalaskan dendammu pada iblis itu,” ucap Raja Singa Bulu Emas sambil mengacungkan jempolnya saat melihat kedatangan Raja Siluman Harimau Taring Besi.
“Ya, akhirnya aku berhasil membalaskan dendam kematian ayahku,” balas Raja Siluman Harimau Taring Besi tersenyum lepas lalu akhirnya pingsan karena kehabisan tenaga.
Heilong langsung melesat ke tempat Raja Siluman Harimau Taring Besi dengan menggunakan jurus tarian menembus langit.
“Biar aku yang membantu menyembuhkannya. Kebetulan aku juga mengerti sedikit tentang pengobatan,” ucap Heilong.
“Kau fokus saja untuk mengatur strategi perang karena kau adalah pemimpin tertinggi dalam perang besar ini. Untuk masalah pengobatan, serahkan saja padaku. Lagipula giliranku untuk bertarung belum tiba.”
Nisaka tiba-tiba muncul di samping Heilong lalu merebut tubuh Raja Siluman Harimau Taring Besi. Heilong hanya bisa memandang semua kejadian ini karena tidak baik jika saling memperebutkan hal yang tidak penting.
__ADS_1
“Biarkan Nisaka yang menyembuhkan Raja Siluman Harimau Taring Besi. Sebagai murid Divine Beast Aurora, dia mewarisi kemampuan pengobatan yang sangat mumpuni,” ucap Xiao Long lirih di dekat Heilong.
Heilong akhirnya kembali memfokuskan perhatiannya pada pertempuran. Sebab masih ada satu pertempuran yang belum selesai. Yaitu pertempuran antara Casbah melawan Jenderal Iblis Volt.
**
Di langit yang ada di atas lautan, terlihat sekumpulan petir sedang bertarung dengan sengit melawan kilatan cahaya.
Pertarungan antara Casbah melawan Jenderal Iblis Volt sudah memasuki babak akhir.
Mereka berdua berdiri di langit saling memandang dengan dingin satu sama lain sambil meledakkan semua Qi yang ada di dalam tubuh mereka.
Tubuh Casbah mengeluarkan aura energi cahaya yang sangat menyilaukan mata bak seorang Dewa.
Sedangkan tubuh Jenderal Iblis Volt dikelilingi oleh aura energi petir dan angin yang telah menyatu dengan energi kegelapan, membuat sosok Jenderal Iblis ini bagaikan sosok dewa kematian.
“Hebat juga kau manusia. Aku tidak pernah menyangka jika setelah terbangun dari tidur panjangku, aku akan menemukan manusia yang bisa bertarung seimbang melawanku,” seru Jenderal Iblis Volt menatap tajam ke arah Casbah sambil tersenyum sini.
“Seimbang dari mana? Apakah kau tidak lihat jika tubuhku masih utuh. Sedangkan kau … Kau telah kehilangan tangan kirimu karena seranganku,” balas Casbah menyeringai.
“Itu karena kau menyerangku diam-diam saat aku tidak siap,” bantah Jenderal Iblis Volt untuk menutupi rasa malunya.
“Dalam peperangan hanya ada menang atau kalah!! Sejak kapan ada kata-kata siap atau tidak siap …?! Apakah kita sedang melakukan olah raga ?” ejek Casbah yang memang sangat tidak suka dengan Bangsa Iblis.
“Tutup mulutmu …!!” emosi Jenderal Iblis Volt meledak tak terkendali.
Jenderal Iblis Volt lalu menggerakkan tangan kanannya ke langit dan mulai membuat sebuah diagram formasi sihir.
##############################
Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.