LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 54 KEBANGKITAN ROH PEDANG


__ADS_3

Jenderal Voldryd segera mengepalkan tangan kanannya dan membenturkan tinjunya ke arah pukulan Heilong ketika dia melihat Heilong sudah berdiri di depannya untuk melakukan serangan balasan.


“Tinju Banteng Kegelapan.”


“Boom …”


Kedua tinju mereka akhirnya saling berbenturan dan menciptakan hembusan angin yang sangat kuat. Hembusan angin yang tercipta dari benturan kekuatan mereka berdua memiliki tekanan yang sanggup mencabut sebuah pohon dari akarnya.


Heilong menggunakan semua kekuatan dalam pukulan ini. Sementara itu, Jenderal Voldryd yang memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar, hanya menggunakan setengah dari kekuatan yang dia miliki.


Tanpa disadari Heilong, Jenderal Voldryd menggerakkan tangan kirinya dan meninju wajah Heilong.


“Bang …”


Seketika, tubuh Heilong langsung terpental hingga menabrak reruntuhan dari dinding pelindung buatan Mao Shizi.


“Manusia lemah sepertinya ingin beradu kekuatan fisik denganku! Apakah kau tidak sadar bahwa ukuran tubuhmu itu bagaikan seekor sebut di mataku. Aku dapat menerbangkan tubuhmu kapan saja hanya dengan menggunakan hembusan nafasku,” ejek Jenderal Voldryd.


“Besar bukan berarti lebih kuat. Tapi, itu hanyalah sebuah ilusi tampilan belaka. Siapa yang tahu jika isi dalam kepalamu ternyata hanyalah sebesar telur semut saja,” balas Heilong mengejek sambil berusaha berdiri.


Jenderal Voldryd menjadi sangat tersinggung dengan ejekan Heilong. Sebab, dia tahu dengan jelas apa maksud dari ucapan Heilong itu.


“Dasar manusia kurang ajar!! Akan aku habisi kau sekarang juga.”


“Kapak Penghancur Neraka.”


Jenderal Voldryd langsung melemparkan kapak pusaka miliknya yang sudah diselimuti dengan kekuatan elemen api, petir dan kegelapan yang sangat kuat untuk menyerang Heilong. Jika Heilong sampai terkena serangan itu tanpa pertahanan sedikitpun, sudah bisa dipastikan bahwa tubuhnya akan hancur berkeping-keping.


Kapak pusaka itu melesat ke arah Heilong dengan kecepatan yang lambat namun membawa tekanan yang sangat luar biasa kuat.


Heilong berusaha sekuat tenaga untuk menghindari serangan itu. Namun anehnya, dia sama sekali tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Tubuhnya seperti sudah benar-benar terjebak dalam tekanan serangan kapak pusaka itu.


“Sial! Andai saja Guru ikut bersamaku ke Alam Gaib ini, aku pasti bisa menggunakan kekuatan dari Pedang Blue Star Heaven Sword untuk melawan tekanan dari kapak pusaka itu,” gumam Heilong saat melihat serangan itu semakin mendekat ke arahnya.


Heilong tahu betul bahwa hanya senjata pusaka yang berelemen cahayalah yang mampu meredam tekanan dari senjata pusaka berelemen kegelapan. Sebab, dua elemen itu memiliki tingkatan yang sama dan memiliki tingkat yang lebih tinggi dari elemen yang lainnya.


Dan hanya Pedang Blue Star Heaven Sword'lah satu-satunya pedang pusaka berelemen cahaya yang dia miliki. Tapi, pedang itu hanya bisa mengeluarkan kekuatannya jika Li Ziqi berada di dekatnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Heilong merasakan Pedang Blue Star Heaven bergetar dengan kuat di dalam Dunia Jiwa miliknya. Pedang pusaka itu seperti bisa merasakan bahwa Heilong sedang berada dalam bahaya dan ingin melindunginya.


Getaran dari Pedang Blue Star Heaven Sword membuat semua pedang pusaka yang ada di dalam Dunia Jiwa Heilong juga ikut bergetar.


“Apa yang sebenarnya terjadi dengan semua pedang pusaka milikku.”


Heilong tampak kebingungan dengan fenomena aneh yang terjadi di dalam Dunia Jiwa miliknya. Dia akhirnya ingat dengan perkataan Li Ziqi bahwa nama lain dari Pedang Blue Star Heaven Sword adalah Pedang Pelindung Surga.


Pedang Pelindung Surga adalah Dewa dari semua pedang pusaka. Bukan lagi Raja dari semua pedang, tapi Dewa. Sudah pasti semua yang terjadi pada pedang pusaka ini, akan berpengaruh pada semua pedang pusaka yang ada di dekatnya.


“Sepertinya Pedang Blue Star Heaven Sword ini memiliki kesadarannya sendiri meskipun tanpa kehadiran Guru yang merupakan Roh Senjata dari pedang pusaka ini. Baikan akan aku coba keluarkan pedang ini dari dalam Dunia Jiwaku.”


Heilong lalu merentangkan telapak tangan kanannya dan memanggil Pedang Blue Star Heaven Sword.


Seketika pedang pusaka Blue Star Heaven Sword langsung muncul di tangan Heilong dengan aura energi cahaya yang samar. Namun, tekanan aura dari energi cahaya ini masih cukup untuk sedikit meredam tekanan aura kegelapan dari kapak pusaka Jenderal Voldryd sehingga dia bisa menggerakkan tangan kanannya dengan bebas.


...“Pedang Membelah Bumi.”...


“Boom …”


Kapak Pusaka Jenderal Voldryd langsung terpental ke belakang dan kembali ke genggaman tangannya.


“Ternyata kau memiliki senjata pusaka yang bagus juga. Aku akan merebut senjata itu dari tanganmu sebelum aku membunuhmu.”


“Cobalah jika kau mampu.”


Heilong tentu saja tidak akan begitu saja menyerahkan pedang pusaka miliknya pada orang lain. Apalagi pada seekor iblis.


Pertarungan yang sengit antara Heilong dan Jenderal Voldryd akhirnya terjadi.


Senjata pusaka yang ada di tangan mereka berdua, tidak henti-hentinya saling berbenturan.


Seluruh tempat ini serasa dipenuhi dengan suara benturan senjata tajam yang saling bersahut-sahutan. Bagaikan suara burung di musim semi.


Mao Shizi yang melihat pertarungan mereka berdua dari jauh, tidak menyangka bahwa Heilong masih menyimpan kekuatan yang sebesar itu. Padahal, dia sebelumnya sudah terlihat sangat kelelahan.


“Jangan-jangan pedang pusaka yang ada di tangannya memiliki kemampuan untuk mengembalikan stamina penggunanya,” gumam Mao Shizi lirih.

__ADS_1


Mao Shizi melanjutkan menonton pertarungan itu sambil tetap waspada dan siap menolong Heilong jika dia sedang dalam keadaan bahaya.


Jenderal Voldryd yang sudah merasa terdesak dengan serangan Heilong yang terus datang dari segala arah, kemudian memegang kapak pusaka miliknya dengan kedua tangannya sehingga membuat kekuatan serangannya menjadi berlipat ganda.


“Sudah cukup buang-buang waktunya. Aku akan segera mengakhiri pertarungan ini dan juga nyawamu.”


“Kapak Neraka Penghancur Bumi.”


Jenderal Voldryd langsung mengarahkan serangannya ke tubuh Heilong.


“Boom …”


Heilong yang sudah sangat kelelahan, tidak mampu lagi menahan kekuatan serangan yang sebesar ini. Tubuhnya kembali terpental dengan jarak yang cukup jauh dan Pedang Blue Star Heaven Sword juga terlepas dari tangannya.


Pedang Blue Star Heaven Sword akhir jatuh dan tertangkap di atas tanah yang ada di depan Jenderal Voldryd.


Jenderal Voldryd segera mengambil Pedang Blue Star Heaven Sword dan terus mengamatinya sambil tertawa.


“Haha … Akhirnya aku berhasil merebut pedang pusaka ini. Raja Iblis pasti akan sangat senang jika aku memberikan pedang pusaka ini sebagai hadiah saat aku pergi ke Tanah Hitam.”


Tiba-tiba Pedang Blue Star Heaven Sword bergetar dengan kuat di tangan Jenderal Voldryd sambil mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata.


Pedang pusaka itu seperti sedang memberontak dan ingin melepaskan diri dari genggaman tangan Jenderal Voldryd.


“Siapa yang memberimu ijin untuk menyentuhku. Lepaskan tanganmu dari tubuhku sebelum aku membuatmu terbakar dengan cahayaku. Dasar iblis terkutuk!!”


Tiba-tiba ada suara aneh yang muncul dari pedang Blue Star Heaven Sword.


Suara ini membuat Heilong menjadi sangat terkejut karena dia belum pernah mendengar suara ini sebelumnya padahal dia sudah cukup lama memiliki pedang pusaka ini.


Heilong hanya tahu bahwa Roh Senjata dari Pedang Blue Star Heaven Sword adalah Li Ziqi. Dia sama sekali tidak mengetahui bahwa Pedang Blue Star Heaven Sword memiliki Roh Senjata yang lain.


******


Pedang Pelindung Surga ada di chapter 175 legenda dewa pedang season 1.


Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar. Spam komentar juga tidak apa-apa karena komentar itu sangat penting dan aku juga bisa melihat siapa reader setiaku. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2