
Tanpa berpikir panjang, Heilong segera mempersiapkan diri untuk menerobos ke dalam Dunia Jiwa Mao Shizi. Lagipula tidak akan ada efek samping yang terjadi pada Mao Shizi jika ada seseorang yang mencoba menerobos masuk ke dalam Dunia Jiwanya.
Namun, pertahanan dari Dunia Jiwa ini tentu saja lebih kuat daripada Dunia Pikiran seseorang. Sebab, letak dari Dunia Jiwa ini tidak semisterius Dunia Pikiran.
Secara umum, Dunia Jiwa dan Dunia Pikiran memang terhubung langsung dengan roh seseorang. Tapi, keberadaan sebuah Dunia Jiwa cenderung lebih mempengaruhi kekuatan fisik seseorang karena Dunia Jiwa adalah penghubung antara Roh dan Raga seseorang.
Akan tetapi …
“Tunggu!!”
Suara seorang wanita yang terdengar sangat lembut dan merdu tiba-tiba muncul dari langit dan menghentikan langkah Heilong saat ia akan menerobos masuk ke dalam Dunia Jiwa Mao Shizi.
Aroma bunga lavender yang identik dengan warna ungu dan aromanya yang sangat khas seketika memenuhi seluruh bagian tebing. Setiap orang yang menghirup aroma ini, pikirannya akan menjadi jauh lebih tenang seolah-olah semua beban pikirin yang ada di kepala menghilang seketika.
Heilong dan semua orang yang ada di tempat ini langsung mendongak ke atas untuk melihat siapa yang datang ke tempat ini. Sebab, mereka semua tidak dapat merasakan aura kehadiran orang ini, mungkin orang ini dengan sengaja telah menyembunyikan hawa keberadaannya sejak lama karena tak ingin menarik perhatian banyak orang.
Sesosok wanita dengan pakaian berwarna putih yang dihiasi dengan motif bulan berwarna ungu, sedang terbang bebas di atas langit.
__ADS_1
Heilong sudah tidak asing lagi dengan sosok wanita ini karena ia telah melihat wanita ini sebelumnya. Apalagi saat ia melihat kulitnya yang seputih salju dan rambut panjangnya yang berwarna ungu. Wanita ini adalah Dewi Bulan Ungu.
Dewi Bulan Ungu segera turun dan mendarat tepat di depan Heilong. Heilong yang merasa terkejut sontak saja langsung bertanya dengan bibir yang sedikit bergetar. “Ka—kamu, bukankah kamu seharusnya masih berada di medan perang utama untuk mengendalikan medan pelindung yang mengurung peta iblis dunia bawah itu?”
“Pertempuran di sana sudah selesai dan para iblis yang berasal dari Dunia Bawah juga telah musnah semuanya. Jika para iblis itu masih hidup, mana mungkin aku bisa berada di tempat ini sekarang? Dewi Tertinggi pasti akan memberikan hukuman yang berat padaku jika aku pergi meninggalkan medan perang sebelum peperangan itu berakhir,” jawab Dewi Bulan Ungu dengan suara lembut yang sangat menenangkan pikiran.
“Cukup masuk akal. Tapi, kenapa kamu tiba-tiba datang ke tempat ini? Apakah ada seekor iblis yang melarikan diri ke tempat ini?” tanya Heilong penasaran.
“Tidak ada. Jika pun ada, maka iblis itu adalah kamu. Orang yang telah membuat kakak sepupuku selalu termenung sejak kembali ke Alam Dewa adalah seorang iblis yang sangat jahat. Kau harus segera pergi ke Alam Dewa dan menemuinya setelah semua masalah di Dunia Tengah ini selesai.” Dewi Bulan Ungu menatap Heilong dengan sinis seolah-olah mereka berdua memiliki permusuhan, padahal ini adalah pertama kalinya mereka berdua bertemu.
Casbah, Chariva dan Nisaka yang mendengar semua ini saling memandang satu sama lain lalu mereka semua kemudian menatap Heilong yang ternyata juga sedang kebingungan dengan maksud dari ucapan Dewi Bulan Ungu.
“Kita bahas nanti saja masalah tentang Kakak Sepupuku karena ada hal yang harus segera aku tangani saat ini. Yang jelas, kau dan Kakak Sepupuku memiliki hubungan yang cukup dekat.” Dewi Bulan Ungu lalu mengalihkan pandangannya ke arah Mao Shizi. “Ijinkan aku memeriksa gadis ini.”
“Kalau begitu silahkan. Kau bisa mencobanya karena kau ada seorang Dewi yang telah lama hidup di Alam Dewa, jadi pengetahuan yang kau miliki seharusnya lebih luas.” Heilong segera berdiri dan mempersilahkan Dewi Bulan Ungu menggantikan tempatnya duduk di samping Mao Shizi.
Dewi Bulan Ungu segera duduk di samping Mao Shizi dan membuat beberapa gerakan segel tangan dengan kedua tangan yang diselimuti dengan aura berwarna ungu.
__ADS_1
Entah kenapa Heilong tiba-tiba teringat para Li Ziqi saat melihat Dewi Bulan Ungu mengerakkan kedua tangannya untuk membuat gerakan segel tangan. Sebab, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa wajah Dewi Bulan Ungu sangat mirip dengan Li Ziqi. Yang membedakan mereka berdua hanyalah warna rambut dan cara berpakaiannya saja.
Li Ziqi memiliki warna rambut berwarna emas dan selalu memakai gaun yang mirip dengan sebuah jubah perang kerena ia adalah seorang Dewi Perang. Sedangkan Dewi Bulan Ungu memiliki rambut yang berwarna ungu dan cara berpakaiannya sangat anggun layaknya bidadari kahyangan.
“Sangat mirip,” celetuk Heilong tiba-tiba saat terpana memandang wajah Dewi Bulan Ungu. Akan tetapi, Dewi Bulan Ungu sama sekali tidak memberikan tanggapan apapun. Ia benar-benar telah mengabaikan keberadaan Heilong dan semua orang yang ada di sekitarnya dan hanya memfokuskan pikirannya para Mao Shizi.
...“Teknik Mata Bulan.”...
Kedua mata Dewi Bulan Ungu langsung memancarkan cahaya berwarna ungu dan memindai ke dalam Dantian Mao Shizi untuk memastikan tebakannya.
Sebenarnya Dewi Bulan Ungu sudah lama berada di sekitar tebing ini. Ia bahkan sempat melihat saat Heilong menggunakan teknik penyembuhan bintang yang seharusnya belum bisa dilakukan oleh seorang kultivator tingkat God. Sebab, teknik penyembuhan bintang sebenarnya baru bisa dilatih oleh seorang kultivator tingkat Divine God.
“Ini?!” Dewi Bulan Ungu tiba-tiba mengerutkan kening saat memeriksa ke dalam dantian Mao Shizi. Ternyata tebakannya tidak salah dan ia pun segera menghentikan teknik mata bulan.
“Aku harus membawa gadis ini ke Alam Dewa karena gadis ini hanya bisa disembuhkan oleh klan phoenix yang tinggal di Alam Dewa,” ucap Dewi Bulan Ungu menatap Heilong.
“Apakah ini berkaitan dengan telur phoenix yang ada di dalam dantiannya,” balas Heilong.
__ADS_1
Dewi Bulan Ungu menganggukan kepala. “Benar. Roh gadis ini sebenarnya terjebak di dalam telur itu. Aku tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi, tapi aku bisa menebak bahwa gadis ini bukanlah siluman singa bulu emas murni. Sebab, di dalam darahnya ada garis keturunan ras phoenix api. Itulah kenapa di dalam dantian gadis ini terdapat sebuah telur burung phoenix yang biasanya hanya akan aktif saat mereka menggunakan teknik reinkarnasi saat berada di ambang kematian.”
“Ras phoenix?!” Casbah, Chariva dan Nisaka terkejut secara bersamaan. Mereka bertiga tidak pernah menyangka bahwa Putri Mao Shizi yang seharusnya berasal dari Ras Siluman Singa Bulu Emas, ternyata juga memiliki garis keturunan Ras Phoenix. Padahal, kehadiran seekor phoenix sudah lama tak terlihat di seluruh penjuru Alam Gaib.