LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 36 SESUATU YANG TERSEMBUNYI


__ADS_3

Heilong menatap tajam ke arah pelayan wanita itu lalu bertanya. “Siapa kamu? Dari ucapanmu barusan sepertinya kamu akan ikut denganku pergi ke Kerajaan Banteng Api. Aku ingatkan padamu! Perjalananku ini sangat berbahaya, karena itu aku tidak mungkin membawa seorang pelayan dalam perjalanan ini. Lagipula sudah ada orang yang akan menemaniku dalam perjalanan ini. Lebih baik kau segera kembali ke tempatmu.”


Heilong tidak ingin ada korban dalam tugas pertamanya di Alam Gaib ini. Sebab, pelayan itu memiliki tingkat kultivasi yang rendah. Karena itu, dia segera meminta pelayan itu untuk kembali ke tempatnya. Dan dia sendiri yang akan mengatakan alasan kenapa dia menolak pelayan itu pada Raja Singa Bulu Emas.


Akan tetapi, pelayan wanita itu tetap diam di tempatnya seperti tidak mendengarkan apa yang telah Heilong ucapkan.


“Kenapa kau masih tetap berdiri di sini? Apakah kau tidak mendengar apa yang telah aku ucapkan barusan! Cepat kembalilah ke tempatmu karena aku tidak akan mungkin mengajakmu dalam perjalanan ini,” seru Heilong geram ketika melihat pelayan itu diam saja.


“Kau pikir kau ini siapa! Berani sekali kau memberiku perintah dengan nada seperti itu,” balas pelayan wanita.


Tubuh pelayan itu kemudian memancarkan aura energi tanah yang sangat kuat. Tingkat kultivasi yang dia miliki juga meningkat secara drastis dan wajah yang dia miliki perlahan-lahan mulai berubah menjadi wajah Putri Mao Shizi.


“Kau?! Bagaimana wajahmu bisa berubah seperti itu?” ucap Heilong terkejut sambil menunjuk pelayan wanita itu karena dia sama sekali tidak menyadari bahwa pelayan itu sebenarnya ada Putri Mao Shizi.


“Dengan tingkat kultivasiku yang sekarang, aku bisa dengan mudah mengendalikan kekuatan elemen tanah milikku. Dan menyamar adalah hal yang sangat mudah bagiku. Ketika aku sedang melakukan penyamaran, kau tidak akan bisa mengenaliku karena elemen tanah ini bisa menyembunyikan tingkat kultivasi yang aku miliki dengan sangat baik,” jawab Mao Shizi.


Jawaban dari Mao Shizi ini membuat Heilong semakin ingin memiliki kekuatan elemen tanah. Dia akhirnya ingat bahwa Planet Bumi ini di jaga oleh dua Divine Beast yaitu Divine Beast Aurora dan Divine Beast Zaha. Dan Divine Beast Zaha adalah penguasa dari elemen tanah.


“Jika aku berhasil menemui Divine Beast Zaha, dia pasti akan memberiku warisan bola inti energi elemen tanah. Dengan begitu aku pasti akan memiliki kekuatan elemen tanah. Tapi, kemana aku harus mencari Divine Beast Zaha?” gumam Heilong dalam hati.


Keinginan Heilong untuk bertemu dengan Divine Beast Zaha menjadi semakin kuat. Sebab, jurus-jurus yang berasal dari elemen tanah adalah jurus pertahanan yang paling kuat dan sangat susah untuk di tembus.


Heilong akhirnya menyadari bahwa kekuatan yang dimiliki oleh Raja Singa Bulu Emas dan Putri Mao Shizi pasti berhubungan dengan Divine Beast Zaha. Sebab, energi elemen tanah yang memancar dari tubuh mereka berdua sangat murni dan sangat berbeda dengan aura energi tanah yang memancar dari tubuh para prajurit Kerajaan Singa Bulu Emas.


Heilong akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Putri Mao Shizi karena keinginannya sudah tidak bisa dibendung lagi. “Apakah kau mengetahui di mana Divine Beast Zaha berada?”

__ADS_1


Putri Mao Shizi langsung menatap tajam ke arah Heilong. “Kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang Divine Beast Zaha? Kau harus tahu bahwa keberadaan Divine Beast Zaha ini tidak mudah ditemukan. Meskipun dia memiliki sebuah istana yang sangat megah, tapi beliau jarang berada di tempat. Sebab, Divine Beast Zaha adalah Dewa pelindung dari semua daratan yang ada di Planet ini. Jadi dia selalu berkeliling untuk mengamati apa yang terjadi di wilayah kekuasaannya.”


“Jadi ternyata kau memang mengetahui tentang keberadaan Divine Beast Zaha. Boleh aku tahu di mana letak Istana milik Divine Beast Zaha?” balas Heilong bertanya.


“Istana beliau berada di atas langit Tanah Abu-abu karena di sana adalah perbatasan antara daratan dan lautan di alam Gaib ini. Dan tanah hijau yang akan kamu tuju adalah satu-satunya Benua yang berada di tengah-tengah lautan karena itu Benua itu berada di bawah perlindungan Divine Beast Aurora. Jadi untuk sampai ke Tanah Hijau jalanmu tidak akan mudah. Sebab, kau harus mengarungi lautan yang sangat luas,” jawab Mao Shizi.


“Terimakasih atas informasinya. Kalau begitu, ayo kita segera pergi ke Kerajaan Banteng Api karena waktuku di Alam Gaib ini sudah tidak lama lagi.”


Heilong ingat bahwa dia sudah 3 hari berada di Alam Gaib ini. Itu artinya waktunya hanya tinggal 27 hari lagi karena tubuh sementara yang diberikan oleh bola cahaya misterius itu hanya bisa bertahan selama 30 hari.


Heilong mulai melangkah maju untuk segera menaiki gerobak yang di tarik beberapa ekor singa itu.


“Tunggu … !!”


Akan tetapi, suara Putri Mao Shizi tiba-tiba menghentikan langkah Heilong.


“Ada apa kau tiba-tiba menghentikanku?”


“Kau tidak bisa masuk ke Kerajaan Banteng Api dengan tubuh manusia seperti itu. Kau harus melakukan penyamaran karena Kerajaan Banteng Api juga sangat membenci para manusia. Para prajurit penjaga gerbang Istana itu tidak mungkin akan mengijinkanmu masuk ke dalam wilayah Kerajaan meskipun kau memiliki medali dari Raja Banteng Api yang diberikan oleh Ayahku,” jawab Mao Shizi.


“Baiklah, kalau begitu aku akan melakukan penyamaran. Untung saja kau mengingatkanku.”


Heilong langsung mengangkat tangan kirinya dan berniat untuk mengambil mahkota penyimpan yang dia simpan di dalam gelang galaxy. Tapi, dia segera sadar bahwa gelang galaxy itu masih tertinggal di Planet Dreamland bersama dengan tubuh fana Long Bai.


Heilong akhirnya mengambil sepotong kain lalu memakai kain itu untuk menutupi wajahnya.

__ADS_1


“Seperti mereka tidak akan bisa mengenaliku jika aku menutupi wajahku. Apakah kita sudah bisa berangkat sekarang?” ucap Heilong dengan.


“Apa sebenarnya yang kau pikirkan! Para prajurit penjaga gerbang istana itu menggunakan indra penciuman mereka untuk memeriksa siapapun yang akan masuk ke dalam Istana. Jadi tidak akan ada gunanya kau menutupi wajahmu.”


Putri Mao Shizi langsung meletakkan ujung jari telunjuknya di kening Heilong sambil sedikit memasukkan energi elemen tanah miliknya ke tubuh Heilong.


“Sekarang bayangkan kau ingin menyamar menjadi seperti para koki yang ada di sekitarmu,” seru Putri Mao Shizi.


Heilong langsung menatap kepala koki yang kebetulan masih berada di sampingnya dan menggambar penampilan kepala itu di dalam pikirannya.


Seketika, energi elemen tanah langsung memancar dari tubuh Heilong dan penampilannya langsung berubah menjadi seperti kepala koki itu. Termasuk tingkat kultivasi yang dia miliki.


“Terimakasih,” ucap Heilong pada Mao Shizi.


“Tidak perlu, aku hanya sedikit memberikan sentuhan pada sesuatu yang tersembunyi di dalam tubuhmu,” jawab Mao Shizi yang meninggalkan misteri bagi Heilong.


“Sesuatu dalam tubuhku?!” ucap Heilong bingung. “Memangnya apa yang ter …”


"Ayo cepat kita berangkat karena hari sudah semakin siang dan aku juga tidak ingin kita bermalam di hutan.”


Mao Shizi tidak memberikan kesempatan pada Heilong untuk menyelesaikan pertanyaannya karena dia sebenarnya tidak ingin menjawab pertanyaan itu. Sebab, Heilong belum saatnya untuk mengetahui rahasia itu.


Mereka berdua segera naik ke gerobak kayu itu dan pergi meninggalkan Kerajaan Singa Bulu Emas sambil membawa upeti yang akan di serahkan ke Kerajaan Banteng Api.


*****

__ADS_1


Follow IG ku karena bulan depan akan ada novel baru yang aku publish.



__ADS_2