
Pesawat Max Lightning akhirnya tiba di dekat bibir pantai wilayah Tanah Ungu. Tapi, pesawat ini tidak bisa mendarat karena seluruh daratan telah dipenuhi oleh pasukan iblis yang siap menyerang kapan saja.
“Mereka semua seperti berniat untuk menghancurkan pesawat ini sebelum mendarat. Baiklah jika itu yang kalian rencanakan, maka aku tidak akan menahan diri lagi. Lagipula kalian para iblis harus musnah dari muka bumi ini.” Heilong melihat ke layar dan amarahnya langsung memuncak.
Ia sebenarnya sudah menebak bahwa para iblis ini pasti sedang merencanakan sebuah rencana yang sangat licik. Tapi, ia tidak menyangka bahwa para iblis ini ternyata memiliki tingkat kecerdasan yang cukup tinggi. Mungkin karena adanya para iblis yang sebelumnya berasal dari ras manusia yang telah membelot para jalan kebenaran.
“Berapa cadangan energi yang tersisa di pesawat Max Lightning ini?” seru Heilong bertanya pada komputer pintar yang mengendalikan pesawat ini.
Layar yang ada di depannya langsung berubah dan menunjukkan beberapa grafik yang menunjuk jumlah pemakaian di beberapa bagian. Dan akhirnya komputer pintar itu memberikan jawaban setelah grafik itu berhenti bergerak.
“Jumlah cadangan energi yang dimiliki pesawat Max Lightning hanya tersisa sekitar 60% saja, Tuan. Jika Tuan ingin menggunakan semua meriam yang ada di pesawat ini, maka cadangan energi itu akan langsung terkuras habis. Sebab, setiap meriam memerlukan cadangan energi sekitar 3% untuk melakukan sekali tembakan.”
Pesawat Max Lightning ini dilengkapi dengan 16 meriam penembakan laser dan 30 mesin jet turbo. Namun, jumlah mesin turbo yang bisa digunakan saat ini hanyalah 8 saja karena keterbatasan cadangan energi.
Masing-masing meriam penembak laser yang dimiliki pesawat Max Lightning dapat menembakkan sinar laser dengan daya penghancur yang sebanding dengan sebuah bom atom. Bisa dibayangkan bagaimana jika semua meriam itu ditembakkan secara bersamaan.
“Siapkan empat meriam saja karena kita masih harus menyimpan banyak cadangan energi untuk kembali ke Planet Dreamland.”
Komputer pintar itu langsung mengelola perintah yang diberikan Heilong. Empat buah meriam utama langsung aktif, Masing-masing meriam berada di bagian kiri kanan sayap pesawat.
__ADS_1
Heilong lalu menekan tombol khusus yang bisa menghubungkan suaranya ke setiap bagian pesawat ini. Ia kembali memberikan perintah yang ditujukan ke seluruh pasukan gabungan Alam Gaib. “Semuanya!! Persiapkan diri kalian dengan baik. Kita akan segera mendarat di wilayah Tanah Ungu. Saat pintu pesawat dibuka, kalian semua akan langsung berhadapan dengan pasukan iblis yang berjumlah jutaan. Jika ada yang berubah pikiran, maka tetaplah disini. Namun, aku juga tidak dapat menjamin keselamatan kalian walaupun kalian tinggal di dalam pesawat ini karena aku juga akan ikut maju ke pesan perang.”
Setelah selesai mengucapkan apa yang ia ingin, Heilong segera melepas tombol itu dan melihat kembali ke layar untuk memantau keempat meriam penembak laser yang sedang diisi energi.
**
Istana Pesawat Max Lightning.
Para Raja dan Ratu kerajaan Siluman segera memerintahkan para Prajurit untuk berbaris di depan pintu keluar yang kebetulan memang berada tidak jauh dari tempat ini.
Mereka semua segera pergi ke dekat pintu keluar dan berbaris dengan rapi sambil membawa senjata pusaka baru yang baru saja diberikan oleh para Jenderal dari Gudang Senjata pesawat ini.
Namun, ada beberapa kelompok Prajurit yang tetap berdiam diri di tempat karena terpengaruh oleh sesuatu yang ada dalam perintah Heilong. Yaitu jumlah pasukan iblis yang berada di angka jutaan. Jumlah ini terlalu mengerikan jika dibandingkan dengan jumlah pasukan gabungan yang hanya sekitar ratusan ribu saja.
Rasa takut yang amat besar langsung menyelimuti pikiran kelompok Prajurit ini bahkan ada sebagian yang tubuhnya sampai bergetar ketakutan.
Xiao Long melirik kelompok Prajurit itu dan menemukan ada beberapa orang yang berasal dari Kerajaan Miliknya. Ia pun menjadi geram dan berseru. “Kalian aku beri pilihan. Mau maju ke medan perang atau mati di bawah tinjuku karena Kerajaan Tanah Abu-abu tidak pernah memiliki Prajurit yang bermental lemah.”
Casbah juga ikut angkat bicara karena beberapa orang dalam kelompok itu juga ada yang berasal dari Tanah Putih. “Aku juga memiliki perintah yang sama. Kerajaan Tanah Putih tidak pernah memiliki seorang Prajurit yang memiliki mental pengecut. Jika ada yang berani melakukan hal itu, maka mereka akan dianggap sebagai seorang pengkhianat dan aku sendiri yang akan melempar mereka ke tengah-tengah barisan pasukan dengan kemampuan teleportasi milikku. Lebih baik Prajurit seperti itu mati dimakan iblis daripada mempermalukan penduduk Alam Gaib.”
__ADS_1
Semua Raja dan Ratu juga mengucapkan perintah yang hampir mirip dengan Casbah dan Xiao Long. Intinya mereka semua akan memberikan hukuman yang sangat berat para siapapun yang tidak berani maju ke medan perang.
**
Kokpit Pesawat.
“Semua meriam telah siap, Tuan.”
Proses pengisian energi para keempat meriam itu akhirnya selesai. Masing masing meriam yang tadinya hanya seperti besi biasanya, saat ini telah memancarkan cahaya yang redup didalamnya bagaikan sebuah matahari yang tertutup mendung.
Heilong menyeringai lalu meletakkan tangan di atas sebuah tombol berwarna merah. Ia menatap ke arah layar untuk menentukan arah target serangannya.
Setelah titik berbentuk persegi di layar berhenti bergerak, Heilong langsung menekan tombol itu dan berseru.
“Tembak!!”
Keempat meriam laser itu seketika menembakkan sebuah sinar yang lebih cepat dari cahaya, lebih kuat dari petir dan lebih panas dari matahari.
Boom …
__ADS_1
Keempat ledakan yang sangat dahsyat langsung muncul di keempat titik yang ada di bibir pantai. Kekuatan yang dahsyat dari serangan ini bahkan membuat seluruh Alam Gaib menjadi bergetar.