
"Apakah kau sudah menempatkan Raja Api lain untuk menjaga lantai ke tiga?” tanya Divine Beast Lambda pada Divine Beast Shen Long karena yang ia tahu penjaga lantai ketiga dari Pagoda Raja Api itu adalah Lilla yang saat ini seharusnya berada di Planet Dreamland.
“Tidak.” jawab Divine Beast Shen Long seolah tak memiliki dosa.
“Jadi lantai ke tiga Pagoda Raja Api benar-benar kosong saat ini? Apakah kau sengaja mempermudah Heilong dalam melewati ujiannya?” Divine Beast Lambda terlihat tidak senang saat mendengar jawaban Divine Beast Shen Long karena ia ingin menggali semua kemampuan yang dimiliki Heilong dalam ujian yang ia berikan.
“Tidak juga. Meskipun lantai itu kosong dan tanpa penjaga dari para Raja Api, tapi aku telah membuat beberapa formasi khusus yang seharusnya bisa mempersulitnya.” jawab Divine Beast Long tampak misterius.
Divine Beast Lambda pun menjadi senang setelah mendengar hal ini karena ia tidak memiliki waktu untuk menyiapkan ujian bagi Heilong. Sebab, kepergiannya ke Alam Gaib telah menguras banyak waktu yang ia miliki.
**
Setelah berjalan menaiki lima puluh anak tangga, Heilong akhirnya sampai di lantai ke tiga dari Pagoda Raja Api.
Semua hiasan yang ada di dalam ruang ke-tiga ini terlihat feminin dan didominasi oleh warna ungu yang sangat indah. Namun, ia sama sekali tak dapat merasakan kehadiran seorang pun di lantai ini.
“Apakah ada orang di sini? Cepat tunjukkan wajahmu! Jangan terus menyembunyikan sosokmu.” teriak Heilong yang sama sekali tak bisa merasakan adanya tanda-tanda kehidupan di dalam ruangan ini.
Heilong lalu melihat sekeliling dan melihat sesosok wajah yang pernah ia liat pada sebuah foto yang ada di sudut ruangan ini. Ia pun tersenyum lalu berkata. “Ternyata penjaga ruangan ini adalah Raja Api Lilla. Pantas saja ruangan ini terlihat kosong.”
Heilong masih ingat dengan ucapan Divine Beast Shen Long saat ia mengatakan tentang keadaan Planet Dreamland saat ini. Saat itu, Divine Beast Shen Long mengatakan bahwa Lilla dan Bianca ia perintahkan untuk pergi ke Planet Dreamland dan membantu menjaga Planet itu dari serangan para iblis.
Tanpa berpikir panjang, Heilong langsung berjalan ke arah tangga yang menuju ke lantai empat. Ia berniat untuk meninggalkan ruangan ini karena tidak ada seseorang yang harus ia hadapi.
Namun …
Sebuah keanehan tiba-tiba terjadi.
Sebuah ruangan yang didominasi dengan hiasan berwarna ungu dan terkesan feminin langsung menghilang dari pandangannya dan digantikan dengan sebuah arena pertarungan yang terbuat dari sebuah formasi cahaya.
Heilong juga melihat sosok Divine Beast Shen Long berdiri di tengah-tengah arena ini seolah-olah sedang menunggu kedatangannya unjuk diajak berduel.
“Apakah kau punya pikiran bahwa kau akan melewati lantai ketiga ini tanpa harus melewati sebuah ujian terlebih dulu?” tanya Divine Beast Lambda dengan suara setenang air.
“Jangan bilang bahwa anda yang akan menjadi lawanku di lantai ke-tiga ini?” Heilong bertanya dengan tatapan sedikit rumit. Sebab, bertarung melawan seekor Divine Beast bukanlah sebuah hal yang mudah meskipun Divine Beast itu tidak datang dengan tubuh aslinya.
Divine Beast Shen Long menganggukkan kepalanya. “Benar! Aku sendirilah yang akan mengujimu di tempat ini. Tapi kau jangan takut kerena aku telah menurunkan tingkat kultivasi yang aku miliki hingga berada di level yang sama denganmu”
“Baiklah! Kebetulan juga aku memang sudah lama tidak melakukan latihan pertarungan. Aku pasti akan mengalahkan anda dalam pertarungan kali ini!” seru Heilong menatap Divine Beast Shen Long.
“Jangan banyak bicara!! Ayo cepat serang aku!!” balas Divine Beast Shen Long memberi perintah sambil menunggu dengan tenang Heilong melakukan serangan lebih dulu.
Heilong langsung mengeluarkan dua buah pedang aura yang berasal dari kekuatan Phoenix Api dan Phoenix Es karena lawan yang ia hadapi kali ini sama sekali tidak dapat diremehkan.
Saat ini di kedua tangan Heilong sudah ada dua pedang aura dengan dua macam kekuatan elemen yang berbeda. Di tangan kirinya ada pedang aura elemen es sedangkan di tangan kanannya ada pedang aura berelemen api.
“Ayo kita mulai! Bersiaplah!!” seru Heilong langsung melesat ke arah Divine Beast Shen Long sambil membawa dua pedang aura untuk melakukan serangan pertama.
Heilong mulai menyalurkan energi es ke dalam pedang aura yang ada di tangan kirinya dan membuat suhu udara di sekitarnya turun dengan cepat.
Swosh ....
Aliran angin yang kuat dan butiran-butiran salju melalui mengelilingi pedang aura yang ada di tangan kirinya.
...“Pedang Membelah Bumi.”...
Boom ....
Aliran energi angin yang sangat merusak dan membawa kekuatan es yang sangat kuat langsung menghantam ke tempat Divine Beast Shen Long berdiri dengan tenang seolah-olah tah takut sedikitpun dengan serangan yang dilakukan Heilong.
...“Langkah Bayangan Cahaya.”...
Sosok Divine Beast Shen Long tiba-tiba menghilang dari pandangan Heilong. Saat jurus pedang membelah bumi akan mengenai tubuhnya.
__ADS_1
Divine Beast Shen Long dengan sangat tenang langsung menggunakan jurus kecepatannya untuk menghindari serangan jurus pedang Heilong dan telah berpindah tempat.
Dalam sekejap, Divine Beast Shen Long sudah berada di belakang Heilong. Jurus kecepatan gerakan milik kultivator elemen cahaya memang dikenal memiliki tingkatan yang paling tinggi daripada elemen yang lain dan yang bisa menandinginya hanyalah jurus gerakan milik kultivator elemen kegelapan.
“Kau sangat lambat dan kurang waspada dengan keadaan yang ada di sekitarmu. Jika kau melakukan hal seperti ini dalam pertarungan yang sebenarnya, kau akan benar-benar mati dalam waktu singkat,” seru Divine Beast Shen Long memberi petunjuk.
Mendengar petunjuk dari Divine Beast Shen Long, semangat Heilong kembali bangkit. Ia langsung menggunakan jurus tarian menembus langit untuk melawan kecepatan gerakan Divine Beast Shen Long.
Kemudian ia mengeluarkan jurus pedang membelah bumi sekali lagi dan menghantamkannya ke arah Divine Beast Shen Long dengan kekuatan penuh.
Boom ....
Tiga sosok bayangan pedang raksasa dan memiliki kekuatan es yang sangat kuat muncul dan menyerang dengan cepat ke arah Divine Beast Shen Long. Ternyata, dalam waktu sepersekian detik, Heilong telah mengayunkan pedang aura elemen es yang ada di tangan kirinya sebanyak tiga kali.
...“Pedang Cahaya Menebus Dunia.”...
Divine Beast Shen Long menggerakkan tubuhnya seperti seorang yang sedang menari tapi dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga tubuhnya terlihat seakan-akan hanyalah sesosok bayangan tanpa wujud. Ia lalu segera mengayunkan pedangnya ke arah serangan Heilong.
Gelombang cahaya yang membawa hawa panas yang sangat kuat muncul dalam bentuk sayatan-sayatan angin dan menabrak jurus pedang membelah bumi Heilong.
Boom ...
Dua kekuatan besar yang saling bertabrakan itu menimbulkan suara ledakan yang sangat keras dan membuat lantai yang ada di bawah kaki mereka bergetar.
Untung saja Divine Beast Shen Long sudah melindungi tempat ini dengan kekuatan dari Formasi Cahaya sehingga benturan kekuatannya dengan Heilong tidak bisa merusak dunia Ilusi ini dengan mudah.
Mereka berdua berdiri di tempatnya masing-masing dan saling menatap dengan tajam satu sama lain.
“Apakah kau serius saat bertarung melawanku? Aku lihat kau sama sekali belum menggunakan kekuatan dari api phoenix yang ada di dalam tubuhmu. Jangan-jangan kau memang masih belum bisa mengendalikan kekuatan api phoenix,” tanya Divine Beast Shen Long.
“Aku hanya belum terbiasa saja,” jawab Heilong berusaha menutupi keadaannya yang sebenarnya.
“Kalau begitu aku akan membuatmu jadi terbiasa,” seru Divine Beast Shen Long kembali melakukan serangan.
Divine Beast Shen Long terus mengarahkan serangan pedangnya ke arah tubuh bagian kanan Heilong untuk memaksanya agar dia mau mengeluarkan kekuatan api phoenix untuk menahan semua serangan yang ia lakukan.
Dengan cara ini, Divine Beast Shen Long berharap agar Heilong mulai terbiasa mengunakan menggunakan kekuatan api phoenix karena api phoenix adalah salah satu kekuatan yang dapat memberikan efek yang sangat mematikan jika digunakan untuk menyerang para iblis.
Suara-suara serangan pedang yang saling berbenturan terus terdengar, kali ini mereka berdua tidak bertarung dengan menggunakan kekuatan tapi mengandalkan kecepatan gerakan masing-masing sehingga tubuh mereka berdua seakan-akan menghilang dan hanya meninggalkan jejak kilatan-kilatan pedang disertai dengan suara-suara benturan yang senjata tajam.
...“Pedang Cahaya Membelah Bintang.” ...
Divine Beast Shen Long akhirnya mulai meningkatkan kekuatan serangannya untuk menggali semua potensi yang ada di dalam diri Heilong. Kali ini serangan jurus pedang yang ia gunakan tidak hanya mengandung kekuatan elemen cahaya saja, tapi juga terdapat kekuatan elemen angin yang kuat di dalamnya.
Whush ...
Kekuatan energi angin yang sangat besar dan bersinar terang bagaikan sebuah pedang pemusnah milik dewa cahaya langsung mengarah lurus ke arah Heilong.
“Sepertinya Divine Beast Shen Long ini benar-benar serius menyerangku. Jika aku terkena sabetan pedang itu, tubuhku akan benar-benar terpotong menjadi dua tanpa bisa membuat pertahanan,” ucap Heilong lirik mengerutkan kening. Ia berpikir keras bagaimana caranya menghadapi setiap serangan yang dilakukan Divine Beast Shen Long.
Heilong lalu menggerakkan pedang yang ada di tangan kirinya secara vertikal dan meledakkan kekuatan Phoenix Es yang ada di dalam tubuhnya. Ia masih tetap anggan untuk menggunakan kekuatan Api Phoenix dalam pertarungan ini walaupun Divine Beast Shen Long terus memaksanya agar segera menggunakan kekuatan api itu.
“Teknik Perisai Es Ribuan Tahun tingkat pertama — Perisai Es”
Sebuah perisai es yang sangat tebal langsung muncul di depan tubuh Heilong dan menahan serangan pedang yang diayunkan Divine Beast Shen Long.
Boom ...
Kekuatan jurus pedang Divine Beast Shen Long akhirnya menabrak perisai es yang baru saja dibuat Heilong sampai membuat perisai es itu hancur berkeping-keping dan tubuh Heilong terpental ke belakang sejauh dua puluh meter.
Tidak cukup sampai disitu, rupanya Divine Beast Shen Long sudah menyiapkan serangan berikutnya dan sama sekali tidak memberikan waktu bagi Heilong untuk melakukan sarangan balasan ataupun membuat pertahanan.
Divine Beast Shen Long kembali mengayunkan pedang cahaya yang ada di tangan kanannya ke arah Heilong. Kali ini Divine Beast Shen Long memasukkan sedikit kekuatan elemen api di dalam jurus pedang cahaya yang ia gunakan.
__ADS_1
...“Pedang Cahaya Membakar Lautan.” ...
Gabungan antara kekuatan cahaya dan kekuatan api yang ada di dalam serangan pedang ini membuat suhu dari serangan pedang ini menjadi sangat panas bahkan setara dengan panasnya api neraka dan membuat serangan pedang ini sangat mematikan jika Heilong tidak dapat menahan ataupun menghindarinya.
Heilong kembali menggunakan kekuatan Phoenix Es untuk melawan serangan dari Divine Beast Shen Long dan jurus-jurus elemen es yang ia gunakan adalah jurus-jurus elemen es terbaik yang diajar secara langsung oleh Divine Beast Genbu.
“Teknik Perisai Es Ribuan Tahun Tingkat Ketiga — Cermin es”
Sebuah cermin es raksasa dan sangat tebal langsung muncul di depan Heilong dan menelan pedang Divine Beast Shen Long lalu memantulkan serangan itu.
Divine Beast Shen Long menyeringai saat melihat Heilong dapat membalikkan serangan pedangnya dan berbalik menyerang ke arahnya sendiri, ia hanya menggunakan jari telunjuknya untuk menghancurkan serangan pedangnya sendiri.
“Hanya dengan membalikkan setiap serangan yang aku gunakan sama sekali tidak akan berguna untuk melawanku. Sebelum aku menggunakan jurus-jurus yang aku miliki, aku pasti sudah memikirkan sebuah cara untuk menghancurkan jurus itu jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan yang membuat jurus itu berbalik menyerangku, " ucap Divine Beast Shen Long dengan nada setengah meremehkan.
Heilong hanya terdiam sambil meresapi arti dari setiap kata-kata yang diucapkan Divine Beast Shen Long. Sebab yang dikatakan Divine Beast Shen Long sangatlah masuk akal. Seorang kultivator tidak akan mungkin menggunakan sebuah jurus yang kekuatan tidak bisa ia kendalikan.
Divine Beast Shen Long kembali bergerak menyerang ke arah Heilong sambil membawa pedangnya dan mengayunkan secara vertikal untuk menyerang kepalanya saat mengetahui Heilong sedang melamun di tengah-tengah pertarungan.
Heilong pun secara reflek mengerakkan ke-dua pedang aura yang ada di tangannya ke atas untuk menahan serangan Divine Beast Shen Long.
Bang ....
Pedang mereka berdua akhirnya kembali berbenturan dengan sangat keras dan saling menghancurkan satu sama lain.
“Akhirnya kau menggunakan juga pedang aura yang ada di tangan kananmu itu,” ucap Divine Beast Shen Long terlihat senang.
“Ini karena anda melakukan serangan tiba-tiba saat aku sedang tidak siap,” jawab Heilong kesal.
“Siapa yang menyuruhmu untuk melamun di tengah-tengah pertarungan. Jika ini adalah pertarungan yang sebenarnya, kau tidak akan mungkin bisa selamat,” tegur Divine Beast Shen Long mengingatkan. “Lagipula Kenapa kau terlihat susah sekali untuk menggunakan kekuatan api phoenix. Padahal setiap serangan yang memiliki kekuatan api phoenix di dalamnya akan memberikan efek kerusakan yang jauh lebih besar jika dibanding dengan kekuatan Phoenix Es.”
Sejatinya kekuatan elemen es dari Phoenix Es memang dikhususkan untuk membuat pertahanan karena itu setiap serangannya terasa sedikit lebih lemah jika dibandingkan dengan serangan elemen api yang diperkuat dengan kekuatan Phoenix Api karena sebuah api memang diciptakan untuk membuat kerusakan.
Heilong Langsung bergerak menyerang Divine Beast Shen Long dengan gerakan yang sangat cepat dan tak beraturan.
Divine Beast Shen Long hanya mengerakkan pedangnya dengan santai untuk menangkis semua serangan ini karena dia bisa memperkirakan arah serangan Heilong meskipun Heilong menyerangnya dengan gerakan yang tak beraturan.
“Apakah kau sudah kehilangan semangat bertarungmu!” Divine Beast Shen Long menjadi geram karena Heilong menyerang secara tak beraturan seperti seorang kultivator yang telah kehilangan semangatnya.
Setelah mendapat teguran yang sangat keras dari Divine Beast Shen Long, Heilong menjadi lebih serius saat melakukan serangan. Ia akhirnya memutuskan untuk menggunakan kekuatan Api Phoenix.
Heilong mulai mengalirkan energi api phoenix ke dalam pedang aura yang ada di tangan kanannya hingga membuat pedang aura itu semakin berkilau karena nyala api yang berkobar dengan kuat.
Bayangan-bayangan pedang api sebesar jarum mulai terbentuk dalam jumlah ribuan dan mengelilingi pedang aura yang ada di tangan kanan Heilong. Ia lalu mengarahkan ujung pedangnya agar mengarah lurus ke arah Divine Beast Shen Long.
...“Pedang Racun Api.”...
Divine Beast Shen Long menyipitkan matanya sambil tersenyum saat melihat Heilong mulai serius dan akhirnya mau menggunakan kekuatan api phoenix.
... “Perisai Cahaya Penahan Langit.”...
Dinding-dinding cahaya berukuran raksasa dan sangat tebal turun dari langit saat Divine Beast Shen Long mulai membaca mantera untuk membuat sebuah formasi sihir tipe pertahanan tingkat tinggi.
Semua dinding cahaya itu berbaris dengan rapi di depan Divine Beast Shen Long untuk melindunginya dari serangan pedang api Heilong. Dinding-dinding cahaya ini jauh lebih tebal daripada lapisan dinding es yang sering digunakan Heilong.
Boom ...
Heilong bergerak maju menyerang tembok-tembok cahaya itu dengan jurus pedang racun api yang sudah siap di tangan kanannya.
Ia mulai menyerang tembok-tembok cahaya itu satu-persatu tapi tembok-tembok itu ternyata sangat keras seperti cangkang seekor kura-kura. Di lapisan tembok cahaya yang ketiga, Heilong akhirnya terhenti dan jurus racun api yang ada di pedang aura miliknya juga ikut menghilang.
“Apakah kau akan menyerah di sini?” seru Divine Beast Shen Long menatap dengan dingin seolah-olah tidak menginginkan pertarungan ini berakhir dengan hasil seperti ini.
“Menyerah?!” Heilong balas menatap tajam ke arah Divine Beast Shen Long. “Aku tidak akan pernah menyerah sampai kapan pun meskipun tubuhku harus dalam pertarungan ini, aku pasti akan mendapatkan kemenangan.”
__ADS_1
Divine Beast Shen Long terlihat sangat senang dan menganggukkan kepala. “Bagus sekali. Semangat yang kau miliki ini adalah modal terbaik untuk mengalahkan para iblis. Jika semangatmu ini sampai padam, maka memusnahkan para iblis hanyalah sebuah impian belaka karena seekor iblis tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh orang yang lemah.”