
Di dalam perlindungan bola es berukuran raksasa, Phoenix Es mulai membaca sebuah mantera dengan bahasa rahasia milik Ras Phoenix Es.
Alunan nada misterius mulai bersenandung di dalam Dunia Jiwa Heilong. Suara dari Phoenix Es ini mampu mengetarkan Langit dan Bumi yang ada di tempat ini.
Awan mulai berputar dengan kecepatan yang sangat menakutkan saat hembusan angin dingin tiba-tiba muncul dan mengusik ketenangannya.
Badai salju yang sangat kuat mulai terbentuk dan merubah seluruh daratan menjadi dataran es yang ditutupi dengan salju tebal. Suhu udara juga menjadi semakin turun dari waktu ke waktu. Untungnya semua hal ini tidak mempengaruhi perwujudan Heilong yang ada di dalam Dunia Jiwa miliknya.
Sesaat kemudian, pusaran angin tornado dengan suhu yang sangat dingin dan dipenuhi dengan butiran salju setajam pisau, turun dari langit dan menyerang Phoenix Api yang sedang terbang menyerang ke arah Phoenix Es.
“Suhu udara di dalam pusaran angin tornado itu sepuluh kali lipat lebih dingin dari jurus yang biasa ia gunakan. Apakah kekuatan yang ia memiliki telah mengalami peningkatan saat ia dibangkitkan kembali?” Phoenix Api mengernyitkan kening saat melihat pusaran angin tornado yang begitu menakutkan. Api yang menyelimuti seluruh tubuhnya pun juga ikut mengalami perubahan dan semakin mengecil.
Meskipun tingkat kekuatan yang dimiliki oleh kedua Burung Phoenix ini seimbang, Tapi Burung Phoenix Api tidak tahu bahwa Ras Phoenix Es memiliki berbagai macam teknik Rahasia yang sengaja dibuat untuk menghadapi Phoenix Api jika pertarungan di antara ke-dua Ras Phoenix ini tak dapat dihindari lagi.
Burung Phoenix Api sepertinya juga terlihat kebingungan karena ia tidak memiliki cara untuk menyelamatkan diri dari amukan angin tornado yang memiliki suhu udara sedingin Neraka Es.
“Kekuatan sebesar ini bukanlah kekuatan yang bisa aku lawan. Tidak hanya elemen es saja, tapi di dalam angin tornado itu juga terdapat hukum es yang dengan pemahaman tingkat tinggi,” ucap Phoenix Api tak berdaya. Tapi, sifat sombong yang ia miliki membuatnya enggan untuk menyerah.
**
Sementara itu, Heilong yang berada di kejauhan juga mulai membuat persiapan untuk menangkap ke-dua Burung Phoenix ini.
Ia mulai melakukan gerakan segel untuk membuat sebuah formasi sihir yang tiba-tiba muncul di dalam pikirannya.
__ADS_1
Sepertinya segel itu memang kemampuan khusus yang ia miliki sebagai pemilik Dunia Jiwa ini agar ia bisa mengendalikan segala sesuatu yang ada di dalamnya dengan leluasa. Karena itu, ia bisa menguasai teknik untuk membuat formasi sihir ini tanpa harus belajar terlebih dahulu.
Cahaya-cahaya samar mulai muncul di sekitar tempat pertarungan ke-dua burung phoenix itu. Mereka berdua tidak bisa menyadari hal ini karena Heilong telah menyamarkan keberadaan semua cahaya itu dengan kekuatan elemen tanah. Dan … Mereka berdua juga tak memiliki banyak kesempatan untuk melihat daerah sekitar selama berada dalam sebuah pertarungan.
Heilong terus melakukan gerakan segel tangan dengan sangat hati-hati karena ini adalah percobaan pertamanya untuk membuat sebuah formasi besar tingkat tinggi.
**
“Sebuah api tidak akan mungkin bisa kalah dari Es. Jika aku tidak bisa membunuhmu, maka aku akan kembali membawamu mati bersamaku.”
Burung Phoenix Api yang merasa tersudut kerena keadaan seketika berbalik tak memihak pada dirinya, langsung meledakkan semua kekuatan api yang ada di dalam dirinya walaupun ia tahu bahwa dampak yang harus ia terima karena menggunakan teknik ini juga sangat berbahaya.
Namun, ia tidak punya pilihan lain karena serangan Phoenix Es sudah semakin mendekat dan kekuatan elemen es yang ada di dalam juga memiliki kekuatan untuk mengakhiri hidupnya.
Phoenix Es sangat yakin bahwa serangan Phoenix Api tidak akan mampu menembus pertahanan es miliknya. Lagipula, sebelum serangan Phoenix api itu bisa menyentuh medan pelindung ini, ia harus berhadapan dulu dengan angin tornado es yang sangat menakutkan.
“Mari kita lihat sekuat apa medan pelindung yang kau buat itu! Jangan kau pikir bahwa jurus yang aku gunakan ini akan sama dengan jurus yang aku gunakan waktu itu. Aku tidaklah sebodoh itu!!” seru Phoenix Api geram.
Phoenix Api lalu terbang dengan arah yang tak beraturan dan gerakannya juga menjadi jauh lebih cepat sebelumnya. Bahkan, angin tornado yang dibuat oleh Phoenix Es juga ikut terpengaruh selama beberapa saat dan membuat arah lintasan angin itu bergeser sejauh beberapa meter.
Bayangan yang ditinggalkan oleh Phoenix Api saat ia terbang, membentuk sebuah formasi sihir yang terbuat garis-garis merah menyala layaknya sebuah bara api yang terbakar di tengah-tengah kegelapan.
...“Formasi Api Nirwana.”...
__ADS_1
Sebuah formasi sihir dengan kekuatan elemen api yang mengerikan langsung aktif saat Phoenix Api berteriak dengan suara lantang dan terbang di atasnya.
Seketika, salju yang ada di sekitar tempat ia terbang langsung mencair dan digantikan oleh kobaran api yang membara bagaikan kawah gunung berapi.
Kobaran api ini lalu berubah menjadi sebuah medan pelindung yang terbuat dari energi api dan menjadi sumber kekuatan untuk melawan hawa dingin yang dipancarkan oleh Burung Phoenix Es.
Angin tornado api secara perlahan juga mulai terbentuk dari kobaran api yang berada di sekitar formasi sihir ini. Dan, kekuatan dari angin tornado api ini tidak kalah dari angin tornado es milik Phoenix Es.
Boom ....
Kedua angin tornado yang berbeda elemen akhirnya saling berbenturan dengan kuat. Hawa panas dan hawa dingin saling bertarung dengan sengit bagaikan dua ekor singa yang memperebutkan hasil buruan.
Kedua Burung Phoenix itu saling mengepakkan sayap masing-masing untuk memperkuat kekuatan yang ada di dalam angin tornado buatan mereka.
“Haha … Bagaimana sekarang! Apakah kau masih sangat percaya diri bahwa kau akan menang dariku.” Phoenix Api tertawa renyah sambil mengejek saat melihat angin tornado api miliknya mampu memukul mundur angin tornado es sejauh lima meter.
“Kenapa aku tidak yakin?” balas Phoenix Es dengan nada sinis. “Kekuatan api milikmu hanya terdiri dari satu macam elemen saja. Sedangkan kekuatan elemen es terbentuk dari dua jenis elemen yaitu air dan angin. Jadi, tidak ada alasan aku bisa kalah lagi darimu. Kekalahanku waktu itu bisa terjadi karena aku kurang waspada.”
Angin mulai berhembus dengan kencang di sekitar tubuh Phoenix Es setelah ia selesai berbicara. Aura yang memancar dari tubuhnya juga menjadi semakin kuat hingga berkali-kali lipat.
**
Sementara itu, Heilong akhirnya telah menyelesaikan formasi sihir yang akan ia gunakan untuk menangkap kedua Phoenix itu.
__ADS_1
Sekarang, ia sedang menunggu kesempatan yang tepat agar serangannya ini tidak mengalami kegagalan karena ia hanya bisa membuat sebuah formasi sihir saja untuk saat ini. Sebab, Qi yang ada di dalam dantiannya juga telah menipis.