
“Baiklah! Ayo kita segera terbang ke Benua Utara. Jika Beast Iblis itu memang adalah Beast Iblis yang telah membunuh temanmu, Zhi Qing. Itu artinya dia adalah seekor Beast Iblis Purba yang kekuatannya setara dengan para Divine Beast. Kita harus tiba ke Benua Utara secepat mungkin.”
Kekuatan seekor Beast Iblis Purba bukanlah kekuatan yang bisa dilawan oleh para kultivator yang berasal dari Planet Dreamland ataupun Raja Api yang berasal dari Benua Atlantis. Hanya para Divine Beast saja yang mampu melawan kekuatan milik Beast Iblis Purba itu, tapi para Divine Beast itu juga harus menggunakan tubuh utama mereka agar bisa mengeluarkan kekuatan penuh yang mereka miliki.
Kaisar Feng Cheng langsung turun dari punggung Gremlin karena ia tak ingin terlalu lama menghambat perjalan Heilong. Lagipula jarak antara Benua Selatan dengan Benua Utara sangatlah jauh.
“Aku akan menggunakan kekuatan hukum ruang untuk membuat retakan dimensi agar waktu perjalanan kita menjadi semakin singkat. Tuan harus tetap waspada karena badai kosmik sering terjadi di dalam sebuah lubang dimensi.”
Gremlin segera terbang ke langit dan menggunakan cakarnya yang tajam untuk merobek ruang dan menciptakan retakan dimensi sepanjang sepuluh meter. Ia sengaja membuat retakan dimensi di langit karena tak ingin penduduk Benua Selatan ikut terseret masuk ke dalam.
Begitu retakan dimensi itu mulai sedikit stabil, Gremlin langsung membawa Heilong masuk ke dalam. Dan, tekanan dimensi itu langsung menghilang setara mereka berdua masuk ke dalam karena retakan dimensi itu dibuat tanpa adanya pondasi untuk mempertahankan keberadaannya.
**
Benua Utara.
Benua Utara yang biasanya selalu begitu sunyi dan tenang kerena suhu udaranya yang sangat dingin hingga menusuk ke dalam kulit. Tiba-tiba sekarang menjadi sebuah medan perang yang dipenuhi oleh para kultivator dan juga Bangsa Iblis.
Kaisar Xuan Wu memimpin semua prajurit Kerajaan Green Tortoise dan beberapa klan besar yang ada di Benua Utara untuk melawan seekor Beast Iblis berukuran raksasa. Tentu saja orang-orang yang pernah menemani Heilong dalam perang melawan Bangsa Iblis beberapa tahun yang lalu juga berada di sini.
Sedangkan untuk para prajurit iblis, mereka semua ditangani oleh Pavilliun Saung Bambu dan Sekte Giok Salju yang dipimpin langsung oleh mantan Kaisar Xuan De kerena Xue Xian Hou dan Yang Zhu sedang bertarung melawan Jenderal Iblis Minmei.
Raja Api Lilla juga mendapatkan lawan yang cukup seimbang karena ia harus melawan Jenderal Iblis Last yang tingkat kultivasinya juga telah meningkat ke Tingkat God.
Xue Xian Hou dan Yang Zhu sepertinya berada dalam kondisi kurang diuntungkan karena mereka berdua harus bertarung melawan Jenderal Iblis Minmei yang sudah berada di Tingkat God hanya dengan tingkat kultivasi yang masih berada di puncak Grand Emperor.
...“Pisau Terbang Mengguncang Langit.”...
Shi Tian akhirnya menggunakan Jurus terkuat yang ia miliki untuk melawan Beast Iblis yang ada di tengah-tengah medan perang karena Beast Iblis ini dapat melumpuhkan semua jurus-jurus yang ia gunakan sebelumnya.
Ribuan pisau-pisau perak seketika muncul dan langsung melesat ke arah Beast Iblis itu seakan-akan ini merubahnya menjadi daging cincang.
Jurus ini merupakan jurus terakhir yang bisa ia gunakan karena tubuh rentanya tidak memiliki banyak cadangan Qi. Karena itu, ia memasukkan semua Qi yang tersisa di dalam tubuhnya ke dalam pisau-pisau perak itu.
__ADS_1
Kaisar Xuan Wu dan Jenderal Lian Zhou pun juga mengeluarkan jurus andalan masing-masing untuk membunuh Beast Iblis ini karena sedang kemunculannya beberapa jam yang lalu, Beast Iblis ini telah membunuh ribuan prajurit dan beberapa kultivator yang cukup kuat dari berbagai Klan.
...“Trisula Penghancur Lautan.”...
Badai angin yang sangat dahsyat seketika muncul dan bergerak menuju ke tempat Beast Iblis saat Jenderal Lian Zhou mengayunkan trisula pusakanya.
Serangan ini juga merupakan serangan terakhir yang dimiliki Jenderal Lian Zhou karena Qi yang ada di dalam tubuhnya juga semakin menipis.
...“Liukan Naga Es Menerjang Badai.”...
Roar …
Bayangan Naga Es Raksasa seketika muncul dari tombak Kaisar Xuan Wu saat ia menggunakan jurus andalannya.
Gabungan antara kekuatan elemen es dan tombak pusaka yang dimiliki Kaisar Xuan Wu mampu membuat bayangan sesosok naga es yang hampir mendekati aslinya.
Ke-tiga kekuatan besar ini bergabung menjadi saat dan melesat lurus ke tempat Beast Iblis Purba itu berada.
Beast Iblis Purba hanya menyipitkan matanya dan tak berusaha menghindar sedikitpun saat serangan gabungan dari tiga kultivator terkuat yang dimiliki Benua Utara mulai mendekati tempatnya. Ia merasa bahwa serangan itu bahkan tak akan mampu menembus bulu-bulunya yang cukup tebal.
Ledakan dahsyat disertai dengan guncang yang cukup kuat seketika muncul saat serangan itu menghantam tubuh Beast Iblis.
Akan tetapi, Beast Iblis itu sama sekali tak mengalami luka sedikitpun. Bahkan ia sama sekali tak beranjak dari tempatnya berdiri.
“Benar-benar seekor Beast Iblis yang sangat kuat. Andai saja bocah itu ada di tempat ini, mungkin akan muncul sedikit keajaiban.” Shi Tian menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepala. Ia tak tahu lagi bagaimana caranya untuk mengalahkan Beast Iblis ini.
“Tenang saja, dia pasti akan datang ke tempat ini karena ia memiliki seseorang yang harus ia lindungi di Benua Utara ini.” Jenderal Lian Zhou sepertinya tahu siapa orang yang sebut bocah oleh Shi Tian karena itu ia langsung memberikan tanggapan.
“Aku baru saja mendapatkan kabar dari Kaisar Feng Cheng bahwa Heilong sedang menuju ke Benua Utara. Ia juga memiliki seekor Beast yang sangat kuat dan kekuatan Beast itu setara dengan kekuatan yang dimiliki oleh para Divine Beast. Mari kita mencoba mengulur waktu sambil menunggu sampai ia datang ke tempat ini.”
Ucapan Kaisar Xuan Wu ini telah memberikan secercah harapan bagi seluruh Benua Utara. Shi Tian dan Jenderal Lian Zhou yang tadinya sudah tampak putus asa, seketika semangatnya kembali bangkit dan siap kembali ke medan perang.
“Kalian bertiga aku sarankan untuk menyerah saja dan bergabung dengan Bangsa Iblis. Aku bisa merekomendasikan kalian pada Raja Iblis agar kalian bertiga mendapatkan posisi yang cukup tinggi dalam Kerajaan Iblis. Rasanya sayang sekali jika aku harus membunuh pendekar yang memiliki talenta sebaik kalian.”
__ADS_1
Beast Iblis itu mencoba membujuk Kaisar Xuan Wu, Jenderal Lian Zhou dan Shi Tian agar mau bergabung dengan Bangsa Iblis karena itu tahu bahwa Bangsa Iblis telah kehilangan beberapa Jenderal Iblis terbaiknya selama perang besar ini berlangsung. Jika tidak begitu, ia pasti akan tetap berjaga di Benua Tengah dan tak akan mungkin mau membantu para Jenderal Iblis melakukan penyerangan.
“Lebih baik aku mati daripada harus tunduk pada Bangsa Iblis! Kau harus ingat bahwa aku adalah Kaisar yang memimpin Benua Utara ini. Bagaimana aku bisa bekerjasama dengan makhluk yang telah merusak kedamaian di wilayahku dan membuat semua rakyatku menjadi sengsara.” Kaisar Xuan Wu dengan tegas langsung menolak ajakan Beast Iblis itu.
“Benar sekali! Aku juga memilih untuk mengakhiri hidupku sendiri daripada harus tunduk pada Bangsa Iblis.” Jenderal Lian Zhou tentu saja mendukung ucapan Kaisar Xuan Wu karena ia adalah pejabat yang paling setia di Kerajaan Green Tortoise.
“Aku juga memiliki jawaban yang sama. Sampai kapanpun … Aku tidak akan pernah tunduk pada Bangsa Iblis,” seru Shi Tian tegas. Meskipun tubuhnya sudah tidak muda lagi, keberanian yang ia miliki sama sekali tidak berkurang.
Beast Iblis itu menggertakkan giginya karena kesal. Ini adalah pertama kalinya ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. “Kalian bertiga memang manusia yang sangat keras kepala. Mungkin sejak awal aku seharusnya membunuh kalian bertiga terlebih dahulu untuk memberi contoh pada para manusia lemah yang ada di tempat ini.”
“Tidak ada yang pernah memohon padamu untuk meminta belas kasihan. Kau jangan berbicara seolah-olah kami bertiga adalah manusia yang takut dengan kematian. Kau harus tahu bahwa takdir hidup dan mati tidak berada di tanganmu,” balas Kaisar Xuan Wu memancing perdebatan untuk mengulur waktu.
“Di tempat ini akulah makhluk yang paling kuat. Jika bukan aku yang menentukan takdir hidup dan mati kalian semua, lalu siapa yang bisa,” jawab Beast Iblis sombong.
Beast Iblis sebisa mungkin mencoba menahan amarahnya karena ia sebenarnya cukup penasaran dengan alasan yang dimiliki oleh para manusia ini sehingga mereka semua memiliki tekad yang begitu kuat meskipun berada dalam keadaan yang tidak menguntungkan.
“Tentu saja hanya Sang Pencipta yang memiliki hak untuk menentukan takdir antara hidup dan mati dari makhluk ciptaannya. Kau jangan seperti seekor Beast yang lupa dengan telurnya. Kau harus ingat dari mana kau berasal,” jawab Shi Tian.
“Ternyata kalian bertiga hanya bisa mengucapkan omong kosong seperti itu. Aku kira kalian akan memiliki jawaban yang lebih menarik. Lebih baik aku bunuh saja kalian daripada terus membuang-buang waktuku.”
Beast Iblis yang sudah kehilangan kesabarannya langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan menembakkan sebuah bola api yang berwarna hitam pekat dan memiliki suhu yang sangat tinggi.
“Rasakanlah serangan apiku. Kalian bertiga pasti akan mati tanpa meninggalkan mayat.” Beast Iblis tertawa renyah setelah melepaskan serangan ke arah mereka bertiga.
Roar ...
Suara raungan seekor Beast yang sangat mengerikan tiba-tiba bergema di langit dan membuat sebuah orang mendongak ke atas untuk melihat sosok makhluk bisa mengeluarkan suara yang begitu menakutkan seperti itu.
Akan tetapi, Kaisar Xuan Wu, Shi Tian dan Jenderal Lian Zhou tidak dapat melakukan hal itu karena nyawa mereka bertiga sedang dalam bahaya.
Swost ....
Tiba-tiba sesosok anak muda muncul di depan mereka saat serangan dari Beast Iblis itu hanya berjarak sekitar sepuluh langka lagi dari tempat mereka berada.
__ADS_1
Suhu udara di tempat ini seketika menurun dengan sangat cepat saat pemuda itu mengangkat pedangnya ke arah langit.
...“Cermin Dinding Es.”...