
“Kau akan tahu setelah aku mengirimmu ke dunia bawah. Tapi, sebelum itu. Aku akan memberimu sebuah hadiah yang tidak akan pernah kau lupakan meskipun kau menghancurkan tubuhmu.”
...“Segel Kegelapan Iblis.”...
Jenderal Iblis itu lalu mengumpulkan energi kegelapan di tangan kirinya dan membuat sebuah formasi segel berbentuk bintang. Di tengah-tengah segel bintang itu terdapat sebuah lubang yang mirip sekali dengan sebuah pusaran air. Dia lalu mengarahkan tangan kirinya ke tubuh Casbah.
Segel sihir itu seperti sebuah lubang hitam yang menghisap Qi energi cahaya yang ada di tubuh Casbah dengan kecepatan yang sangat menakutkan. Hanya dalam kurun waktu sepuluh nafas saja, hampir delapan puluh persen cadangan Qi energi cahaya yang ada di dantian Casbah berhasil disedot ke masuk dalam segel sihir itu.
“Apa yang kau lakukan pada tubuhku?” seru Casbah saat merasakan tubuhnya mulai melemah karena kehabisan energ.
“Aku akan menguras semua Qi energi cahaya yang ada di dalam tubuhmu sampai kering. Setelah itu, aku akan merubah Qi energi cahaya yang ada di dalam dantianmu dengan Qi energi kegelapan yang telah bercampur dengan hawa iblis. Dengan begitu kau akan menjadi iblis sama sepertiku, lalu aku akan melempar tubuhmu ke Dunia Bawah sebagai hukuman karena berani menantangku. Haha …”
Jenderal Iblis itu tertawa terbahak-bahak saat melihat ketakutan di wajah Casbah. Sebab, seorang kultivator elemen cahaya biasanya akan lebih memilih mati daripada harus menjadi bagian dari Bangsa Iblis.
Dan Jenderal Iblis ini sedang menantikan saat-saat seperti itu. Saat dimana Casbah menjadi gila dan ingin mengakhiri hidupnya ketika mengetahui dirinya telah berubah menjadi seekor iblis yang menjadi musuh bebuyutan para kultivator elemen cahaya.
Casbah tidak bisa melakukan perlawanan ataupun menggunakan kekuatan teleportasi untuk melarikan diri karena segel yang ada di tangan Jenderal Iblis ini memiliki kekuatan penindasan yang sangat kuat. Seluruhnya seperti dibelenggu oleh rantai yang tak terlihat.
**
Sementara itu, di dalam Dunia Ilusi.
Heilong mengerahkan seluruh kekuatan yang ada di tubuhnya untuk menghancurkan batas-batas Dunia Ilusi ini.
Sedangkan Li Zen, telah mengumpulkan hampir dua persen energi alam dari Alam Artefak ke dalam kedua tangannya.
Dua persen energi alam dari Alam Artefak sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan Dunia Ilusi ini karena ukuran Alam Artefak yang sebenarnya seratus kali lebih besar dari Planet Bumi. Dan Dunia Ilusi ini adalah replika dari Planet Bumi, jadi ukuran Dunia Ilusi dan Planet Bumi tidak akan jauh berbeda
“Aku akan segera memasukkan kekuatan dari Alam Artefak ini ke dalam Pedang Penjaga Surga. Kokohkan peganganmu pada gagang pedang itu agar kedua tanganmu tidak hancur karena efek serangan balik.”
__ADS_1
Setelah memberikan sedikit instruksi, Li Zen segera memindahkan energi alam yang sangat besar itu ke dalam Pedang Penjaga Surga.
Seketika, Pedang Penjaga Surga bergetar dengan sangat kuat dan hampir terlepas dari genggaman tangan Heilong saat energi alam dari Alam Artefak itu masuk ke dalamnya.
Energi alam dari Alam Artefak ini seperti telah merubah pedang pusaka ini menjadi seekor naga ganas yang berusaha kabur dari pengekangan.
Heilong berusaha keras untuk menundukkan kekuatan energi alam yang ada di dalam pedang pusaka miliknya.
“Whost …”
Setelah kurang lebih tiga puluh menit berjuang, Heilong akhirnya berhasil menundukkan kekuatan alam yang ada di dalam pedang pusaka itu.
“Hanya dua persen saja, tekanan kekuatannya sudah begitu menakutkan. Bagaimana jika Guru meminjam semua kekuatan energi alam yang ada di Alam Artefak?” gumam Heilong dalam hati.
Cahaya pelangi dengan tekanan yang sangat kuat memancar dari bilah Pedang Penjaga Surga dan menerangi seluruh tempat yang ada di dalam Dunia Ilusi ini.
Sinar ini bagaikan api penyucian dari dasar neraka yang langsung menghancurkan benda apapun yang tersentuh olehnya.
“Boom … Boom … Boom …”
Suara ledakan terdengar saling bersahut-sahutan saat satu-persatu bangunan di tempat ini runtuh secara bergantian.
Heilong juga dapat melihat dengan jelas bahwa dinding pembatas Dunia Ilusi ini mulai retak.
“Sekarang saatnya!! Terbanglah ke langit dan tebaslah celah yang ada di sebelah kanan itu,” seru Li Zen memberi perintah setelah memeriksa setiap bagian dari Dunia Ilusi ini dengan kekuatan penglihatannya.
Heilong segera terbang ke arah yang tentukan oleh Li Zen.
Dan …
__ADS_1
“Boom … ”
Dia segera membebaskan Pedang Penjaga Surga yang ada di tangannya sekuat tenaga dan memperbesar retakan yang ada di dinding pembatas itu hanya dengan sekali serangan.
Dunia Ilusi itu akhirnya hancur setelah retakan besar yang dibuat oleh Heilong mulai menjalar ke seluruh bagian dari Dunia Ilusi ini.
Heilong pun akhirnya terbebas dari Dunia Ilusi ini.
**
Di luar Dunia Ilusi.
Tubuh Heilong tiba-tiba memancarkan cahaya yang sangat terang dan pandangan matanya berangsur-angsur mulai kembali normal.
“Kau akhirnya berhasil keluar dari Dunia Ilusi itu. Siapa yang pernah mengira jika Raja Siluman Serigala yang baru saja kau bunuh itu ternyata hanyalah sebuah boneka untuk mengaktifkan formasi dari teknik Ilusi. Begitu kau membunuhnya, formasi Ilusi yang sebelumnya sudah ditanamkan di dalam tubuh boneka itu akan langsung aktif.”
Mao Shizi menjelaskan secara singkat kejadian yang sebenarnya begitu melihat Heilong kembali tersadar.
“Ternyata itu alasannya kenapa aku tiba-tiba terjebak ke dalam Dunia Ilusi tanpa aku sadari,” jawab Heilong mengerutkan kening lalu balik bertanya. “Lalu siapa orang yang berada dibalik teknik Ilusi itu? Teknik Ilusi itu bukanlah teknik Ilusi biasa. Sebab, sebuah kejadian yang ada di dalam Dunia Ilusi itu terasa benar-benar nyata.”
“Dia!!” Mao Shizi menunjuk ke arah pertarungan Casbah dengan seorang iblis yang belum pernah di lihat Heilong.
Heilong segera mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Mao Shizi dan melihat Casbah dalam keadaan yang sangat menderita. Hampir sepertiga bagian tubuh Casbah telah berubah warna menjadi hitam pekat seperti warna kulit para iblis.
“Aku harus segera menyelamatkan Casbah. Iblis itu berusaha mencemari tubuh Casbah dan merubahnya secara paksa menjadi iblis.”
Heilong menggunakan gabungan kekuatan angin dan petirnya di kedua sayap pemberian Galene. Dengan cara ini kecepatannya saat terbang menjadi bertambah hingga empat kali lipat.
“Hentikan!!” Heilong segera mengarahkan serangan pedangnya ke tangan kiri Jenderal Iblis itu.
__ADS_1
Jenderal Iblis itu segera menghentikan teknik segelnya dan mundur ke belakang sebelum serangan pedang Heilong mengenai tangan kirinya. Jika tangan kirinya sampai terpotong, maka dia akan menjadi semakin kesulitan untuk mengembalikan kekuatan aslinya karena dia membutuhkan kedua tangannya untuk mempercepat proses penyerapan energi alam yang nanti akan dia rubah menjadi Qi energi kegelapan.