LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 110 XIAO LONG


__ADS_3

Kerajaan Batu Karang. Tanah Abu-abu.


Seorang pria kekar dengan jubah berwarna abu-abu sedang berdiri di depan sebuah gunung yang menjulang tinggi ke langit.


Jubah pria itu berakibat-kibar di udara saat semua Qi yang ada di dalam tubuhnya meledak tak terkendali bagaikan sebuah bara api yang berada di atas tumpukan kayu kering.


Sorot matanya yang setajam pedang, menatap dengan dingin Gunung itu seperti seekor harimau yang menatap seekor rusa. Siap menerkan dan membunuh sampai tak bersisa.


Pria itu memusatkan semua kekuatan elemen tanah dan elemen cahaya yang ada di tubuhnya ke tangan kanannya sehingga terbentuk kekuatan elemen emas.


...“Tinju Naga Emas—Naga Menembus Bumi.”...


“Roarrrr …”


Raungan seekor naga yang m*mekakkan telinga keluar dari tinju yang ada di tangan kanan pria ini sebelum dia menghantamkan tinjunya dengan kuat ke arah gunung itu.


“Boom ….”


Ledakan yang sangat dahsyat menggelegar di sekitar tempat ini bak suara sambaran petir.


Gunung yang tadinya terlihat sangat kokoh dan menjulang tinggi sampai ke langit, secara perlahan mulai retak dan hancur menjadi bongkahan-bongkahan batu yang cukup besar.


“Roarrrr … Bagus sekali Xiao Long. Kekuatan dari Jurus Tinju Naga Emas milikmu sudah sempurna. Sudah saatnya kau pergi ke medan perang untuk melawan para iblis.” Raungan diikuti suara seekor naga yang sangat berwibawa terdengar di atas langit tempat Xiao Long berdiri.


Xiao Long mendongak ke langit dan melihat seekor naga berukuran raksasa sedang terbang dengan santai di atas kepalanya sambil memancarkan tekanan aura yang sangat kuat.

__ADS_1


Naga ini adalah Divine Beast Zaha.


Xiao Long segera mengambil kembali jubanya yang tergetak ke tanah dan memakainya kembali lalu memberi hormat pada Divine Beast Zaha. “Salam, Guru. Maafkan murid karena tidak bisa berkunjung ke tempat Guru karena murid sedang menjalani latihan tertutup selama beberapa tahun ini.”


“Tidak apa-apa. Aku sudah tahu apa yang kau lakukan selama beberapa tahun ini. Aku tidak bisa menyalahkanmu hanya karena kau tidak bisa berkunjung ke tempatku. Sebab, kau sengaja mengasingkan diri dari dunia luar untuk menjalani latihan yang sangat keras, bukan bersantai-santai menikmati kehidupan seperti seorang raja yang tamak dan haus akan harta,” jawab Divine Beast Zaha dengan suara berwibawa lalu meminta Xiao Long berdiri.


“Terimakasih, Guru.” Xiao Long segera berdiri lalu lanjut bertanya. “Tadi Guru mengatakan padaku jika sudah saatnya aku pergi ke medan perang untuk melawan para iblis. Apakah di Alam Gaib ini sedang terjadi perang melawan para iblis? Bukankah Guru telah menyegel Tanah Hitam yang menjadi markas Bangsa Iblis ratusan tahun yang lalu.”


“Bukan sedang terjadi tapi akan segera terjadi. Dah petang ini bukanlah perang biasa, tapi sebuah perang besar yang akan mengguncang seluruh Planet Bumi.” Divine Beast Zaha melihat raut wajah Xiao Long berubah menjadi bingung saat mendengar jawabannya. Dia lalu berseru. “Duduklah. Aku akan menceritakan padamu apa yang sebenarnya terjadi di Alam Gaib selama beberapa tahun ini.”


Divine Beast Zaha lalu berubah wujud menjadi bentuk manusianya dan duduk di atas sebuah bongkahan batu besar yang berasal dari pecahan gunung yang baru saja dihancurkan Xiao Long, Xiao Long pun juga melakukan hal yang sama dengan duduk di atas sebuah bongkahan batu yang ada di hadapan Divine Beast Zaha.


Divine Beast Zaha lalu menceritakan saat ketiga Jenderal Iblis dari Planet Dreamland yaitu Jenderal Iblis Bai Long, Jiro dan Vanes, datang ke tempat ini dan berhasil menguasai Kerajaan Siluman Serigala Bulan yang ada di Tanah Biru. Setelah berhasil menaklukkan Kerajaan Siluman Serigala Bulan, ketiga Jenderal Iblis ini secara diam-diam menyerang Tanah Ungu dan berhasil menguasainya lalu menerobos segel pengekangan yang ada di Tanah Hitam dan memindahkan seluruh iblis yang ada di tempat itu ke tanah ungu.


“Tanah Ungu?! Kenapa para iblis itu memilih Tanah Ungu sebagai markas mereka? Apakah ada sesuatu yang istimewa di Tanah Ungu?” tanya Xiao Long setelah mendengarkan cerita Divine Beast Zaha.


Xiao Long segera membuka peta itu dan melihatnya dengan teliti, ternyata tidak ada Tanah Ungu di dalam peta itu. Tapi ada dua buah Tanah Hitam. Dia lalu menatap Divine Beast Zaha untuk meminta penjelasan.


“Tanah Ungu dulunya adalah markas terbesar Bangsa Iblis karena di sana adalah pusat dari energi yin kegelapan yang ada di seluruh Alam Gaib ini. Kekuatan mereka akan meningkat dengan sangat cepat jika berada di Tanah Ungu,” jelas Divine Beast Zaha.


“Ternyata Tanah Ungu menyimpan sebuah rahasia yang sangat berguna bagi para iblis. Baiklah aku akan mengerahkan semua pasukan Kerajaan Batu Karang untuk menyerang tanah ungu,” seru Xiao Long dengan semangat yang berapi-api.


“Tidak. Kau tidak boleh bergerak sendiri. Meskipun saat ini kau adalah Raja terkuat di seluruh Alam Gaib ini, tapi kau tidak bisa meremehkan kekuatan gabungan Bangsa Iblis dari kedua Planet ini. Kau harus berkerjasama dengan semua Kerajaan yang ada di Alam Gaib dalam perang besar kali ini,” ucap Divine Beast Zaha mengingatkan.


“Sepertinya Guru telah mengatur semua ini dengan sangat rapi. Baik, aku akan mengikuti perintah Guru. Tapi, bolehkah aku tahu siapa pemimpin dari penyerangan kali ini?” lanjut

__ADS_1


Xiao Long adalah Raja Terkuat dari Alam Gaib ini. Jadi dia tidak akan pernah mau jika harus mendengarkan perintah dari orang yang kurang kompeten.


“Orang itu adalah pendekar dari kedua Planet ini. Dia berasal dari Bumi tapi dia juga berasal dari Planet Dreamland. Tingkat kultivasi yang dimiliki orang ini sudah mencapai puncak Grand Emperor. Seharusnya dia juga salah satu keturunanmu karena dia juga bermarga Xiao,” jawab Divine Beast menyisakan misteri dan langsung menghilang dari tempat itu.


Xiao Long yang penasaran dan ingin menanyakan tentang identitas orang itu, hanya bisa menelan kata-katanya kembali dan tersenyum dengan pahit karena Divine Beast Zaha sudah pergi dari sana dan tidak meninggalkan jejak sedikit pun.


Xiao Long pun hanya bisa kembali ke Kerajaannya untuk segera menyiapkan pasukan terbaiknya lalu pergi ke Tanah Biru untuk bergabung dengan semua kerajaan yang ada di alam Gaib ini dalam perang besar melawan Bangsa Iblis.


**


Dua hari telah berlalu.


Semua pasukan dari berbagai kerajaan mulai berdatangan ke Kerajaan Siluman Serigala Bulan untuk menyatukan kekuatan.


Dalam peperangan ini, Chariva mewakili Kerajaan Siluman Serigala Bulan meskipun dia adalah seorang manusia karena para siluman serigala bulan belum menentukan siapa raja mereka yang baru setelah pangeran siluman serigala bulan dibunuh oleh Bangsa Iblis jadi mereka hanya mengirimkan pasukan siluman serigala bulan yang berasal dari wilayah barat Tanah Biru untuk bergabung dengan pasukan Kerajaan Danau Biru milik Chariva. Selain itu Chariva juga merupakan penguasa Kerajaan terkuat di Tanah Timur ini.


Yang pertama datang ke tempat ini sudah pasti adalah Casbah bersama dengan semua pasukan Kerajaan Pasir Putih karena dia menggunakan kemampuan teleportasinya untuk memindahkan pasukan.


Disusul oleh Xiao Long bersama dengan semua pasukan Kerajaan Batu Karang. Jarak antara Tanah abu-abu dan Tanah Biru sangat dekat, jadi wajar jika Xiao Long datang lebih cepat daripada Kerajaan lain kecuali Kerajaan Pasir Putih yang memiliki Casbah dengan kemampuan teleportasinya.


*Peta Alam Gaib ada di chapter 11 legenda dewa pedang season 2.


Para pasukan Kerajaan Danau Biru langsung disibukkan dengan tugas untuk menyambut para pasukan dari berbagai kerajaan.


#############################

__ADS_1


Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏


Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.


__ADS_2