
Heilong mengernyitkan kening saat melihat puluhan batu meteor menyerang ke arahnya secara bersamaan. Sebab, meskipun ukuran semua batu meteor itu tidak terlalu besar, namun energi api yang tersimpan di dalam setiap batu meteor itu sangat kuat seolah-olah mampu menghancurkan sebuah gunung.
Tidak ada cara lain, Heilong terpaksa harus menggunakan jurus pedang elemen air terkuatnya milikinya untuk menghalau serangan semua batu meteor itu walaupun ia tahu bahwa Qi yang tersimpan di dalam dantiannya akan semakin terkuras saat menggunakan jurus pedang ini.
Energi air yang sangat dahsyat langsung menyelimuti bilah pedang aura yang ara di tangan kanannya lalu membentuk sebuah pusaran tornado air yang sangat kuat.
...“Teknik Sembilan Pedang Air - Pusaran Air Pemakan Bintang.”...
Semua batu meteor yang tadinya mengarah ke arahnya, langsung masuk ke dalam pusaran air itu seakan-akan ditarik oleh sebuah magnet tak kasat mata.
Heilong terlihat cukup senang saat melihat puluhan meteor sebesar kepalan tangan itu masuk ke dalam pusaran air dan dipadamkan. Namun, ada yang sedikit aneh yaitu batu-batu meteor itu tidak menghilang ke dalam pusaran air setelah api yang menyelimuti mereka berhasil dipadamkan melainkan batu-batu itu mengambang di permukaan air seolah-olah ingin menghentikan arah putranya.
'Apa yang sebenarnya terjadi?! Apakah dia telah menemukan kelemahan dari jurus pedang elemen air milikku?' Heilong sempat bingung karena Raja Api Giallo seharusnya belum pernah melihat jurus pedang pusaran air pemakan bintang. Akan tetapi, kenapa Raja Api ini bisa menemukan kelemahan dari jurus pedang elemen air ini?
Tepat seperti dugaan Heilong, Raja Api Giallo ini memang telah mengetahui kelemahan dari jurus pedang pusaran air pemakan bintang miliknya karena pusaran air yang sangat dahsyat itu langsung berhenti dan menghilang setelah puluhan batu meteor yang telah kehilangan apinya itu mulai memadat lalu membentuk lapisan batuan padat layaknya sebuah bendungan.
“Kau pasti penasaran bagaimana aku bisa menemukan kelemahan dari jurus pedang elemen air milikmu ini. Ya! Aku pernah pernah melihat kau menggunakan jurus ini sebelumnya karena di setiap lantai Pagoda Raja Api ini memiliki sebuah cermin yang saling terhubung antara lantai yang satu dengan yang lainnya. Jadi, aku telah menyaksikan semua pertarunganmu dengan para Raja Api yang lain dan mencari setiap kelemahan dari jurus yang kau gunakan.”
Ucapan Raja Api Giallo ini telah memperjelas semua tebakan Heilong yang tadinya hanyalah sebuah dugaan semata. Ia akhirnya juga tahu bahwa di setiap lantai Pagoda Raja Api terdapat sebuah cermin yang memperlihatkan semua kejadian yang ada di ruangan ini ke ruangan yang lain.
__ADS_1
“Pantas saja kau bisa menghadapi semua serangan yang aku gunakan dengan mudah dan kau sepertinya telah membaca bagaimana alur dari pertarungan ini. Namun, tidak ada akhir yang pasti dalam sebuah pertarungan,” jawab Heilong sambil memperkuat lapisan perisai es yang melindungi tubuhnya karena masih ada beberapa batu meteor yang tersisa dan saat ini telah semakin dekat dengan tempatnya.
Bang ... Bang ...
Batu-batu meteor itu akhirnya menghantam perisai es yang melindungi Heilong dengan keras dan menimbulkan suara benturan yang sanggup mengetarkan lantai ruangan ini.
Boom ... Boom ...
Suara ledakan muncul silih berganti saat batu-batu meteor itu meledak secara bergantian saat energi api yang ada di dalam batu itu meledak dan membakar seluruh lapisan perisai es.
Perisai es yang tadinya sangat dingin dan terlihat kokoh bagaikan kubah es berusia ribuan tahun yang tak akan pernah mencair, akhirnya mulai menguap dan semakin menipis saat hawa panas yang berasal dari ledakan baru meteor itu mengikis lapisannya secara perlahan.
“Tidak akan! Aku tidak akan pernah menyerah sampai kapanpun,” jawab Heilong penuh tekad sambil memasukkan energi Phoenix Es yang lebih besar lagi ke dalam pedang aura elemen es yang ada di tangan kirinya.
Scree ....
Sosok Phoenix Es tiba-tiba muncul di belakang Heilong dan menyebarkan semua api yang menyerang perisai es saat ia mengepakkan kedua sayapnya yang sangat indah.
Heilong yang juga merasakan perubahan di dalam Dunia Jiwa miliknya juga langsung mengirimkan perwujudan dari jiwanya ke dalam Dunia Jiwa miliknya untuk memeriksa apa yang sebenarnya telah terjadi di tempat itu.
__ADS_1
Ia akhirnya mengetahui bahwa telur reinkarnasi Phoenix Api dan Phoenix Es telah berhasil menetas dan melahirkan sesosok Phoenix yang masih mudah dan penuh vitalitas.
Hal ini membuat dataran es dan pegunungan api yang ada di dalam dunia jiwanya menjadi semakin sempurna sehingga membuat proses penyerapan kekuatan Phoenix Es dan Phoenix Api yang tersimpan di pilar elemen api dan pilar elemen es menjadi semakin cepat.
Saat ini, semua kekuatan Phoenix Es dan Phoenix Api yang telah tersimpan di kedua pilar yang ada di dalam Dunia Jiwa miliknya telah berhasil diserap sepenuhnya, itulah alasan kenapa ia bisa memunculkan bayangan Phoenix Es saat meledak kekuatan es miliknya ke dalam pedang aura elemen es.
“Sepertinya yang akan menang dalam pertarungan kali ini adalah aku karena takdir akan selalu memihak para orang yang tidak mudah putus asa dan pantang menyerah.” semangat Heilong kembali bangkit bagaikan arus air laut yang tak dapat dibendung dan dapat menghancurkan apa saja yang berusaha menghalanginya.
“Sepertinya kau telah jatuh terlalu jauh ke dalam impian palsumu itu, anak muda. Baiklah! Aku akan menyadarkanmu agar kau bisa melihat tinggi langit dan tidak memandang lemah kekuatan yang dimiliki lawanmu.”
Raja Api Giallo segera mengangkat kedua tangannya ke arah langit dan tubuhnya langsung terbang ke dalam matahari itu hingga akhirnya benar-benar menyatu sepenuhnya.
“Aku adalah matahari dan matahari adalah aku. Kau pasti tidak akan mampu menahan seranganku kali ini.”
...“Teknik Nirwana Matahari — Ledakan Bintang.”...
Seketika energi api yang ada di dalam matahari itu meluap-luap tak terkendali seakan-akan mau meledak dan bergerak menuju ke arah Heilong.
Meskipun gerakan matahari buatan itu sangat lambat karena pengaruh tekanan energi yang sangat besar di dalam, Heilong tidak dapat mengerakkan tubuhnya untuk menghindari serangan ini karena semua bagian tubuhnya seolah-olah telah terkunci dan membeku.
__ADS_1
“Jika kau ingin bunuh diri, maka matilah sendiri! Jangan ajak orang lain. Dasar sial!!” umpat Heilong kesal.