LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 223 PERINGATAN


__ADS_3

Benua Timur, Planet Dreamland.


Long Bao dan semua prajurit terbaik yang dimiliki Kerajaan Blue Dragon sedang berjaga di sekitar benteng pertahanan yang berbatasan langsung dengan wilayah Benua Tengah yang saat ini telah menjadi wilayah Kerajaan Iblis.


Sebagai seorang Jenderal Perang, Long Bao terlihat sangat terampil dan tingkat kultivasi yang ia miliki juga cukup tinggi meskipun ia belum mampu untuk mencapai Tingkat God.


Namun, yang dibutuhkan seorang Jenderal Perang bukannya tingkat kultivasi saja melainkan keahlian dalam menentukan strategi perang dan ketepatan dalam mengambil keputusan jika terjadi kondisi yang tak terduga.


“Kalian semua jangan pernah lengah!! Meskipun Bangsa Iblis telah menghentikan serangannya selama beberapa hari ini, Namun tidak menutup kemungkinan bahwa mereka akan melakukan serangan tiba-tiba. Karena itu, kita semua harus tetap waspada. Ingatlah keselamatan seluruh penduduk Benua Timur sedang berada di tangan kita semua,” seru Long Bao dengan suara lantang saat melihat sekelompok prajurit yang mulai sibuk mengobrol sendiri.


Kejadian yang serupa juga terjadi di hampir semua Benua. Berkurangnya intensitas serangan yang dilakukan Bangsa Iblis telah membuat semua pasukan yang ada di setiap Kerajaan Besar menjadi lengah karena beranggapan bahwa para iblis itu telah menyerah. Mereka seakan-akan telah lupa dengan kehancuran yang dialami Kerajaan Sky Empire.


Para Prajurit itu langsung kembali ke posisinya masing-masing setelah mendapat peringatan dari Long Bao. Tidak ada satu orang pun yang berani membantah kerena Long Bao terkenal dengan sikapnya yang sangat tegas.


“Huff … Kenapa mereka semua harus selalu diingatkan berulang-ulang padahal saat diangkat menjadi seorang prajurit kerajaan mereka semua telah mengambil sumpah untuk melindungi Benua ini dan juga keselamatan semua rakyat yang tinggal di dalamnya.”


Long Bao menghela nafas panjang dan terlihat tidak senang dengan sikap para prajurit yang terkesan tak bertanggung jawab. Namun, ia tak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka kerena pertempuran ini juga telah berlangsung cukup lama. Jadi wajar saja jika para prajurit itu bercanda dengan para prajurit lain untuk menghilangkan kebosanan.


“Kenapa kau terlihat begitu marah, Long Bao? Para prajurit itu juga manusia, mereka semua pasti memiliki rasa lelah dan juga bosan. Jadi, biarkan saja mereka bersantai sejenak selagi ada waktu karena pertempuran besar yang sesungguhnya akan segera terjadi.”

__ADS_1


Suara seorang pria paruh baya yang terdengar sangat berwibawa tiba-tiba mengejutkan Long Bao padahal suara ini tidak keras karena si pemilik suara hanya menargetkan Long Bao.


Long Bao pun langsung berbalik dan melihat Kaisar Long Jin sudah berdiri di belakangnya. Bianca pun juga ikut ke tempat ini bersama dengan Kaisar Long Jin.


“Salam, Ayah. Apakah ada sesuatu yang penting sehingga ayah harus datang sendiri ke tempat ini?” Long Bao tentu saja terkejut dengan kedatangan Kaisar Long Jin yang terkesan sangat tiba-tiba.


Long Bao lalu mengalihkan pandangannya ke arah Bianca yang berdiri di samping Kaisar Long Jin. “Gadis kecil, kau juga ikut datang kemari. Sepertinya akan terjadi masalah yang besar di wilayah perbatasan ini.”


“Salam, Paman.” Bianca terlihat masih sedikit canggung saat berbicara dengan Long Bao padahal ia sudah beberapa hari berada di tempat ini. Apalagi Divine Beast Genbu telah mengatakan pada semua orang tentang hubungan antara dirinya dengan Heilong.


“Divine Beast Genbu memerintahkan kami berdua untuk membantu penjaga di wilayah perbatasan karena ia mendapatkan kabar bahwa Bangsa Iblis akan kembali melakukan penyerangan,” jawab Kaisar Long Jin.


Long Bao yang telah mendengar berita tentang akan terjadinya serangan dari Bangsa Iblis, langsung mengumpulkan semua prajurit dan meminta mereka semua untuk memperketat penjagaan.


Tidak ada seorangpun prajurit yang berani bercanda gurau untuk saat ini karena kondisi wilayah ini kembali ke dalam keadaan bahaya.


**


Benua Utara, Planet Dreamland.

__ADS_1


Kaisar Xuan Wu , Lilla dan Xue Xian Hou sedang berkumpul di kediaman Divine Beast Genbu karena mereka semua bisa melihat apa yang terjadi di wilayah perbatasan dari tempat ini.


“Kakak, apakah kau tidak merasa ada yang sedikit aneh dengan tindakan Bangsa Iblis akhir-akhir ini?” Xiao Xiao Hou melihat ke arah perbatasan yang terlihat cukup sepi dan hanya dijaga oleh beberapa kelompok kecil prajurit saja.


“Yang dilakukan para iblis itu memang sedikit aneh. Mereka semua seolah-olah menghilang dari medan pertempuran padahal kerugian yang mereka alami tidak sebesar yang di alami oleh para Kerajaan Besar,” Kaisar Xuan Wu juga melihat ke arah perbatasan dan juga tidak melihat tanda-tanda munculnya serangan dari Bangsa Iblis.


“Para iblis itu terkenal sangat licik. Kalian berdua jangan sampai lengah! Menurutku para iblis itu sengaja mundur untuk sementara waktu untuk mempersiapkan serangan yang jauh lebih besar lagi,” sahut Lilla.


“Yang kau katakan memang benar. Para iblis itu memang sangat mahir dalam melakukan sarangan diam-diam bahkan Sekte yang aku miliki juga pernah dihancurkan oleh mereka. Untungnya tidak banyak terjadi korban jiwa sehingga aku dapat membangunnya kembali.” Xue Xian Hou jadi teringat dengan serangan yang dilakukan Jenderal Iblis Minmei dan Jenderal Iblis Last beberapa tahun yang lalu.


“Tenang saja adikku. Kali ini tidak akan terjadi apapun dengan Sekte yang kau miliki walaupun para iblis itu mengerakkan semua kekuatan yang mereka miliki,” sahut Kaisar Xuan Wu seolah-olah memenangkan padahal siapapun tahu bahwa tidak ada seorangpun yang bisa menghancurkan Sakte Giok Suci untuk saat ini karena Istana Divine Beast Genbu tepat berada di belakang sekte ini.


“Kalian bertiga, cepatlah pergi ke wilayah perbatasan dan kumpulkan semua kekuatan yang kita miliki untuk menjaga tempat itu karena para iblis sudah kembali melakukan pergerakan.” Suara Divine Beast Genbu tiba-tiba bergema di seluruh ruangan ini.


Mereka bertiga langsung bergegas pergi ke wilayah perbatasan Benua Utara setelah mendengar perintah dari Divine Beast Genbu.


**


Kedua Benua yang lain pun juga melakukan hal yang sama. Mereka semua mengerahkan semua kekuatan yang mereka miliki untuk menjaga wilayah perbatasan setelah mendapat perintah dari para Divine Beast yang menjaga wilayah itu.

__ADS_1


Hanya penduduk yang lemah dan anak-anak saja yang tetap tinggal di sekitar kediaman para Divine Beast untuk mendapatkan perlindungan karena takut nyawa mereka akan dijadikan sebagai sandera oleh para iblis.


Medan pelindung yang sangat kuat mulai bermunculan di sekitar istana para Divine Beast untuk melindungi para penduduk dan prajurit yang terluka selama peperangan berlangsung.


__ADS_2